Kamis, 25 Apr 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Fantastis Jumlah Dana untuk TPG Ribuan Guru di Tulungagung Akan Cair

16 April 2019, 02: 30: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

TUNJANG PENDIDIKAN : Salah seorang guru sedang mengajar .

TUNJANG PENDIDIKAN : Salah seorang guru sedang mengajar . (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RADARTULUNGAGUNG.ID)

TULUNGAGUNG – Ribuan guru di Kota Marmer dapat bernafas lega. Pasalnya pemerintah melalui dinas pendidikan pemuda dan olahraga (dispendikpora) memastikan program tunjangan profesi guru (TPG) untuk triwulan I akan segera cair.

Kepala Bidang (Kabid) Guru dan Tenaga Pendidikan  (GTK) Dispendikpora Tulungagung, Adi Suselo mengatakan, Jika mengacu pada tahun sebelumnya, penyaluran atau pencairan TPG untuk triwulan I akan dilaksanakan paling cepat pada akhir Maret, dan paling lambat pada akhir April setelah SKTP terbit. Sebagai informasi, total anggaran yang digelontorkan untuk TPG 2019 sebesar Rp 251.272.611.000. Jumlah itu menurun jika dibandingkan tahun lalu yakni sebesar Rp 270 M. Program TPG ini rencananya akan diberikan setiap triwulan sekali. Yakni April, Juli, Oktober, dan Desember.

Dia menjelaskan, setidaknya  akan ada 5.265 guru berstatus PNS yang akan menerima TPG. Jumlah ini terdiri dari jenjang pendidikan TK, SD, SMP, dan pengawas yang telah memiliki sertifikat pendidik. Sementara untuk tingkat SMA/SMK dan SLB dikelola langsung oleh pemerintah provinsi. “Itu data terakhir kurang lebih sama dengan data 2018. Bagi yang sudah memiliki sertifikat pendidik dapat menerima TPG,” katanya.

Untuk persyaratan penerima TPG, Adi menjelaskan, belum ada perubahan yang cukup berarti. Yakni sertifikat pendidikan serta pemenuhan jam mengajar masih menjadi persyaratan wajib untuk penerima TPG. Sementara untuk tenaga pendidik di sekolah swasta dilengkapi dengan surat keterangan (SK) dari yayasan.

Lanjut dia, membeberkan sertifikat pendidikan ini sebagai bukti profesionalitas dan kemampuan tenaga pendidik.

Tak kalah penting, pria ramah ini menjelaskan, bahwa  mata pelajaran yang diajarkan pun harus linier atau sesuai dengan latar belakang pendidikan yang ditempuh. Sementara untuk pemenuhan jam kerja, minimal tenaga pendidik mengajar minimal 24 jam dan maksimal 40 jam dalam seminggu. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 15 tahun 2018 mengenai pemenuhan beban kerja guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. “Untuk guru yang masih belum memenuhi 24 jam mengajar, dapat ditutup dengan menjadi pembina ekstrakurikuler misal,”  jelas.

(rt/nda/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia