Kamis, 25 Apr 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Ternyata Mayoritas Warkop Tak Berizin, Disbudpar Sulit Mendata

16 April 2019, 03: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

PERLU IZIN : Salah satu warkop di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung.

PERLU IZIN : Salah satu warkop di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TULUNGAGUNG.ID)

TULUNGAGUNG – Meski sebagian besar warung kopi (warkop) di Kota Marmer belum terdaftar,  ternyata dinas terkait merasa kesulitan untuk mendata.  

Kepala Bidang (Kabid) Promosi Hiburan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tulungagung Heru Mudjiono  mengaku, data yang dihimpun selama ini hanya pelaku usaha pariwisata bidang penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi. Artinya jenis usaha karaoke, kafe maupu kafe karaoke, yang sudah masuk perizinan ada 88 usaha.

Jika pelaku usaha tersebut sudah berizin, tentu usahanya bisa dicek secara online. “Kebanyakan yang berizin, yakni usaha tergolong menengah ke atas,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, namun usaha warkop sebagian besar belum mendaftar secara online, sebab kebanyakan yang mengurus perizinan usaha yakni pelaku usaha yang butuh butuh modal. Lantas dari surat izin itu, pelaku usaha bisa meminjam uang di bank untuk modal. Akibatnya, pelaku usaha sudah punya modal mendirikan usaha, jadi enggan mengurus perizinan usaha.

Padahal, tujuan dari perizinan tak hanya itu, namun perizinan sebagi bentuk konfirmasi dan eksistensi mendirikan usaha.

Konfirmasi berguna untuk pendataan sudah melakukan usaha, sehingga usaha bisa teridentifikasi. Sedangkan eksistensi bertujuan agar khalayak umum mengetahui jika usaha tersebut berizin. “Tujuan perizinan, tentu untuk konfirmasi sudah melakukan usaha, jadi tak jenis usaha besar maupun kecil semuanya tetap ada izinnya,” ujarnya.

(rt/pur/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia