Radar Tulungagung JawaPos.com | Blitar RSS News Feed http://radartulungagung.jawapos.com/rss/227/blitar http://www.jawapos.com/images/radar-logo/radartulungagung-logo1.png http://www.jawapos.com/images/radar-logo/radartulungagung-logo1.png Radar Tulungagung JawaPos.com | Blitar RSS News Feed http://radartulungagung.jawapos.com/rss/227/blitar id Mon, 18 Mar 2019 23:30:59 +0700 Radar Tulungagung <![CDATA[Bersihkan Almari, Seorang Wanita Temukan Granat Dibungkus Kain Biru]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/18/125969/bersihkan-almari-seorang-wanita-temukan-granat-dibungkus-kain-biru http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/18/125969/bersihkan-almari-seorang-wanita-temukan-granat-dibungkus-kain-biru

Warga Dusun/Desa Kreceng, Kecamatan Nglegok, mendadak geger, Senin (18/3). Itu setelah sebuah granat nanas ditemukan di rumah Sukimin, purnawirawan TNI]]>

 BLITAR KABUPATEN - Warga Dusun/Desa Kreceng, Kecamatan Nglegok mendadak geger, Senin (18/3). Itu setelah sebuah granat nanas ditemukan di rumah Sukimin, purnawiran TNI yang sudah meninggal dunia. 

 

Awalnya granat itu ditemukan di almari pakaian di dalam kamar milik Sukimin sekitar pukul 12.00. Granat yang diduga masih aktif itu ditemukan pertama kali oleh anaknya, Risa, 29, saat sedang bersih-bersih. "Dia (saksi) mengira itu (granat) semacam keris atau jimat yang disimpan di almari," kata Kapolsek Nglegok AKP Agus Tri kepada radartulungagung.id.

 

Agus mengatakan, saat ditemukan kondisi granat itu masih terbungkus kain biru. Sehingga saksi tidak mengetahui pasti apa isi benda yang terbungkus kain biru tersebut. "Granat itu ditemukan dalam kondisi terbungkus kain. Diduga granat itu merupakan peninggalan kakeknya (Sukimin, Red) yang sudan meninggal dunia," ujar perwira berpangkat tiga balok tersebut. 

 

Usai menemukan benda berbahaya itu, saksi langsung melaporkannya ke warga. Kemudian melapor ke Polsek Nglegok. Anggota langsung menuju rumah Sukimin untuk mengecek granat tersebut.

 

Polisi kemudian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Granat nanas itu lantas diamankan untuk agar tidak membahayakan warga setempat. "Sementara kami amankan di Polsek dulu. Kami sudah koordinasi dengan anggota Jibom dari Brimob Kediri. Granat akan diambil," terangnya

 

]]>
Didin Cahya FS Mon, 18 Mar 2019 23:30:59 +0700
<![CDATA[Beberapa Ruas Jalan di Blitar Rusak, Begini Tanggapan Dinas Terkait]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/18/125841/beberapa-ruas-jalan-di-blitar-rusak-begini-tanggapan-dinas-terkait http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/18/125841/beberapa-ruas-jalan-di-blitar-rusak-begini-tanggapan-dinas-terkait

Sekretaris Dinas PUPR Kota Blitar Heru Catur W mengatakan, sudah berkoordinasi dengan Dinas PU Provinsi Jawa Timur terkait kerusakan di ruas jalan tersebut.]]>

BLITAR KOTA- Beberapa ruas jalan provinsi di Kota Blitar kembali mengalami kerusakan. Kerusakannya mulai aspal berlubang, aspal yang mengelupas, hingga aspal tidak rata. Salah satu ruas jalan provinsi yang sering mengalami kerusakan adalah Jalan Kalimantan. Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Blitar Heru Catur W mengatakan, sudah berkoordinasi dengan Dinas PU Provinsi Jawa Timur terkait kerusakan di ruas jalan provinsi di Kota Blitar. “Saya sudah koordinasi dengan dinas terkait yang berkantor di Biltar. Sebab, ini kewenangan wilayah Provinsi Jawa Timur,” ungkapnya.

 

Berdasarkan pantauannya, selain ruas Jalan Kalimantan, ada beberapa ruas jalan lain yang rusak. Yakni ruas Jalan Kenari dan sebagian ruas Jalan Tanjung. Keduanya merupakan jalan provinsi. “Dua ruas jalan itu sering rusak. Kami juga sering mendapat laporan dari masyarakat. Untuk perbaikan, pihak provinsi yang berwenang. Kita hanya sebatas melaporkan,” tandas pria berkumis ini.

]]>
Retta wulansari Mon, 18 Mar 2019 20:35:59 +0700
<![CDATA[Baru Diperbaiki, Beberapa Ruas Jalan di Kota Blitar Sudah Berlubang]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/18/125840/baru-diperbaiki-beberapa-ruas-jalan-di-kota-blitar-sudah-berlubang http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/18/125840/baru-diperbaiki-beberapa-ruas-jalan-di-kota-blitar-sudah-berlubang

Beberapa ruas jalan provinsi di Kota Blitar kembali mengalami kerusakan. Kerusakannya mulai aspal berlubang, aspal yang mengelupas, hingga aspal tidak rata.]]>

BLITAR KOTA – Beberapa ruas jalan provinsi di Kota Blitar kembali mengalami kerusakan. Kerusakannya mulai aspal berlubang, aspal yang mengelupas, hingga aspal tidak rata. Salah satu ruas jalan provinsi yang sering mengalami kerusakan adalah Jalan Kalimantan.

 

Pantauan radartulungagung.id Minggu (17/3), di beberapa titik di ruas Jalan Kalimantan terdapat aspal yang mengelupas sampai berlubang. Yakni seperti di depan lapangan Sananwetan dan di traffic light masuk Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan. Seperti di depan lapangan Sananwetan, ada sejumlah aspal yang mengelupas dengan diameter yang berbeda. Ada juga yang berlubang.

 

Jika hujan, lubang tersebut tergenang air sehingga pengendara tidak bisa mengetahui. Sedangkan di titik lain, yakni di traffic light Kelurahan Karangtengah, juga rusak berlubang. Lubang itu berada di pemberhentian kendaraan saat lampu merah di sisi timur. Ada setidaknya tiga lubang dengan kondisi kedalaman dan diameter yang berbeda. Saat itu, lubang tersebut tergenang air karena usai hujan. “Padahal baru diperbaiki, tetapi sudah rusak lagi,” kata Haniah, warga setempat kepada radartulungagung.id , Minggu (17/3).

 

Haniah mengungkapkan, perbaikan jalan tersebut juga belum lama. Yakni sekitar akhir tahun lalu. Namun, karena banyaknya kendaraan besar seperti truk sehingga membuat kondisi jalan rusak. “Ini membahayakan sekali jika tidak segera diperbaiki lagi. Bisa mencelakakan pengendara jika tidak hati-hati,” ungkapnya.

 

Hal senada diungkapkan warga lain, Faisal Yusuf. Dia sehari-hari juga melintas di Jalan Kalimantan. Menurutnya, kerusakan di ruas jalan provinsi itu harus segera diperbaiki. “Soalnya ini musim hujan. Berisiko. Apalagi jika malam hari juga berbahaya saat melintas di jalan yang berlubang,” ujarnya.

]]>
Didin Cahya FS Mon, 18 Mar 2019 20:00:59 +0700
<![CDATA[KPU Kota Blitar Kekurangan Surat Suara Pemilu 2019 Total 3.909 Lembar]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/18/125865/kpu-kota-blitar-kekurangan-surat-suara-pemilu-2019-total-3909-lembar http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/18/125865/kpu-kota-blitar-kekurangan-surat-suara-pemilu-2019-total-3909-lembar

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar masih kekurangan sejumlah surat suara. Berdasarkan hasil sortir lima jenis surat suara, kekurangan ada sebanyak 3.909.]]>

BLITAR KOTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar masih kekurangan sejumlah surat suara. Berdasarkan hasil sortir lima jenis surat suara, kekurangan ada sebanyak 3.909 surat suara.

 

Ketua KPU Kota Blitar Setyo Budiono mengatakan, kekurangan surat suara tersebut sudah dilaporkan ke KPU RI melalui KPU Provinsi Jawa Timur (Jatim). Kekurangan itu terdapat pada lima jenis surat suara. "Kekurangan itu karena ada surat suara yang rusak dan jumlah yang dikirimkan itu kurang. Tidak sesuai kebutuhan," katanya, Senin (18/3).

 

Jumlah surat suara yang dibutuhkan karena kekurangan, jelas dia, sebanyak 3.909. Dari total itu, 2.084 surat suara di antaranya mengalami kerusakan. Kerusakan itu mulai dari robek, salah cetak, hingga ukurannya tidak sesuai. "Selain rusak, jumlah surat suara yang kami terima juga kurang kirim. Tidak sesuai kebutuhan," ungkap pria berkacamata ini.

 

Lebih lanjut, saat ini, surat suara yang sudah disortir itu sedang ditata kembali dan dimasukkan ke dalam kardus. Surat suara tersebut akan disimpan ke gudang logistik KPU Kota Blitar. "Ini petugas sedang menata dan mengemas kembali surat suara untuk kemudian disimpan ke gudang," terangnya.

 

KPU Kota Blitar saat ini hanya menunggu kekurangan surat suara. Pihaknya belum bisa memastikan kapan surat suara yang kurang itu dikirimkan. Sebab, pengiriman surat suara itu kewenangan langsung dari KPU RI. 

]]>
Retta wulansari Mon, 18 Mar 2019 19:00:59 +0700
<![CDATA[Rawan Kecelakaan, Dishub Minta Operasi Penyeberangan ditutup Sementara]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/18/125827/rawan-kecelakaan-dishub-minta-operasi-penyeberangan-ditutup-sementara http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/18/125827/rawan-kecelakaan-dishub-minta-operasi-penyeberangan-ditutup-sementara

untuk antisipasi terjadinya kecelakan di sungai, dishub meminta agar operator dermaga penyeberangan berhenti sementara, jika air sungai meluap.]]>

BLITAR KABUPATEN – Banyaknya kecelakaan di dermaga penyeberangan di bantaran Sungai Brantas, mendapat perhatian dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar. Nah, untuk antisipasi terjadinya kecelakan di sungai, dishub meminta agar operator dermaga penyeberangan berhenti sementara, jika air sungai meluap.

 

Hal itu dilakukan karena debit air sungai yang tinggi, sangat membahayakan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas, jika dermaga penyeberangan tetap beroperasi. “Jadi rawan terjadi kecelakaan ketika air sungai meluap,” ungkap Kepala Dishub Kabupaten Blitar Toha Mashuri.

 

Dia mengatakan, di Kabupaten Blitar ada sekitar 16 dermaga penyeberangan atau perahu tambang, semuanya berada di wilayah barat, seperti di Kecamatan Sanankulon, Srengat dan Wonodadi. Selain meminta untuk berhenti beroperasi ketika air sungai meluap, pihaknya juga meminta agar beberapa dermaga penyeberangan yang dinilai tidak layak, untuk tutup sementara. “Berdasarkan pantauan di sejumlah lokasi, ada dua dermaga penyeberangan yang kondisinya cukup membahayakan. Semuanya di Kecamatan Srengat,” jelasnya.

 

Dinilai membahayakan, karena kondisi dermaga sudah tidak layak, yakni  papan penghubung menuju ke perahu sudah tenggelam atau dermaga lebih rendah dari air sungai. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengelola dermaga penyeberangan dan memberikan surat edaran kepada seluruh pengelola penyeberangan terkait dengan penutupan sementara fasilitas ini. “Untuk dua dermaga penyeberangan yang tidak layak ini, kami sarankan sementara waktu ditutup,” pinta pria ramah ini.

 

Selain itu, dishub mengimbau agar masyarakat tidak memanfaatkan dua dermaga penyeberangan yang kondisinya dinilai tidak layak. Dia lebih menyarankan untuk menyeberang ke tempat lain. 

]]>
Retta wulansari Mon, 18 Mar 2019 18:05:59 +0700
<![CDATA[Gerojok Dana Rp 1 Miliar Untuk 1.147 Seragam Baru Linmas Kota Blitar]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/18/125736/gerojok-dana-rp-1-miliar-untuk-1147-seragam-baru-linmas-kota-blitar http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/18/125736/gerojok-dana-rp-1-miliar-untuk-1147-seragam-baru-linmas-kota-blitar

Para petugas perlindungan masyarakat (Linmas) akan mendapat seragam baru. Pasalnya, tahun ini pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mengalokasikan anggaran Rp 1 M]]>

 BLITAR KOTA - Para petugas perlindungan masyarakat (Linmas) akan mendapat seragam baru. Pasalnya, tahun ini pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1 miliar untuk membeli seragam linmas lengkap. 

 

Plt Kepala Satuan (Kasatpol) PP Kota Blitar Juari mengatakan, seragam baru linmas tersebut untuk kebutuhan persiapan Pemilu 2019. Ada sebanyak 1.147 seragam linmas yang akan dibagikan kepada seluruh linmas se-Kota Blitar. "Petugas linmas kami ada sebanyak 1.147 orang. Tersebar di tiga kecamatan," katanya, Minggu (17/3). 

 

Dia menjelaskan, proses lelang pengadaan seragam linmas itu sudah hampir selesai. Sudah ada perusahaan yang memenangkan lelangnya. "Ini lelang sudah ada pemenangnya. Saya tinggal tunggu tanda tangan kontraknya saja," ujar pria tinggi besar ini. 

 

Pihaknya menargetkan, seragam linmas untuk kebutuhan pemilu 2019 bisa segera dibagikan. Targetnya, awal April mendatang seragam bisa dibagikan ke petugas linmas. "Kami minta 6 April itu semua sudah beres dan seragam bisa dipakai. Sebab, nanti 10 April digelar apel pengamanan pemilu 2019," jelasnya. 

 

Seragam linmas yang dibagikan itu nantinya lengkap dengam semua atributnya. Selain seragam, ada topi, sepatu hingga tongkatnya. Seragam baru itu nantinya dipakai selama pelaksanaan Pemilu 2019. 

 

Sebanyak 1.147 petugas linmas itu nantinya akan disebar ke sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Blitar. Perinciannya, 958 petugas disebar ke TPS-TPS. Jumlahnya ada 479. Sedangkan sisanya menjadi linmas posko. "Mereka disiagakan di posko kelurahan, kecamatan hingga kota," urainya. 

 

Juari berharap, dengan diberikannya seragam baru tersebut, petugas linmas bisa lebih bersemangat dalam bertugas. Terpenting, turut serta dalam mengamankan dan menyukseskan Pemilu 2019. "Selain dari polisi dan TNI yang ikut mengamankan, peran linmas juga penting untuk membantu pengamanan dan kelancaran pemilu tahun ini," tandasnya 

]]>
Didin Cahya FS Mon, 18 Mar 2019 03:00:59 +0700
<![CDATA[Terungkap, Mengapa Triwulan Pertama Belum Ada Proyek Besar Dimulai]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/17/125675/terungkap-mengapa-triwulan-pertama-belum-ada-proyek-besar-dimulai http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/17/125675/terungkap-mengapa-triwulan-pertama-belum-ada-proyek-besar-dimulai

Beberapa proyek yang ditargetkan mulai dilaksanakan pada triwulan pertama 2019 tampaknya molor. Hingga pertengahan Maret belum ada satupun proyek pembangunan]]>

BLITAR KOTA - Beberapa proyek yang ditargetkan mulai dilaksanakan pada triwulan pertama 2019 tampaknya molor. Sebab, hingga pertengahan Maret belum ada satupun proyek pembangunan yang mulai dijalankan. 

 

Beberapa proyek yang seharusnya mulai dijalankan di antaranya yakni, proyek fiber optik (FO), pembangunan tiga taman di tiga eks kantor kelurahan dan pasar Legi. Hal itu disebabkan karena ada beberapa dokumen perencanaan yang masih belum lengkap. Sehingga juga berdampak pada tahapan lelang. 

 

Plt Wakil Wali Kota Blitar Santoso mengatakan, triwulan pertama pada 2019 belum ada satupun proyek yang dimulai. Misalnya untuk proyek FO dari Diskominfotik (Dinas Komunikasi, Informasi daj staistik) dan proyek pembangunan tiga taman dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). "Seperti DLH Ini misalnya, saat paparan di depan saya, ternyata ada dokumen yang belum dilengkapi," ungkapnya.

 

Sedangkan untuk proyek FO, lanjut dia juga molor. Akan tetapi, dari diskominfotik menargetkan proyek tersebut dimulai pada April. "Info dari diskominfotik dilakukan pada April rencananya. Saat ini sedang proses tender. Dan April langsung dikerjakan," ujar pria ramah ini. 

 

Dia menyatakan, proyek tersebut dipastikan molor pengerjaannya. Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar telah meminta kepada Organisasi Perangkat Darah (OPD) terkait untuk menyempurnakan dokumen administrasi maupun perencnaannya. "Dengan begitu, ketika pelaksanaan nanti tidak muncul masalah di belakangnya," tandas pria ramah ini.

 

Sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar Agus Zunaidi mengatakan, belum adanya proyek yang mulai dikerjakan itu bisa mempengaruhi penyerapan anggaran di tiga bulan pertama ini. Penyerapan relatif nol alias kosong. "Karena belum ada kegiatan-kegiatan fisik," ujar politisi PPP ini kepada radartulungagung.id.

 

Dia mencontohkan beberapa proyek seharusnya bisa segera dilaksanakan pekerjaannya di tiga bulan pertama. Proyek itu di antaranya, proyek lanjutan pembangunan SMPN 3 Blitar, pembangunan Pasar Legi, dan proyek pembangunan fiber optik.

]]>
Didin Cahya FS Sun, 17 Mar 2019 19:00:59 +0700
<![CDATA[Wilayah Sulit Sinyal di Kota Blitar Dipengaruhi Beberapa Faktor]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/17/125651/wilayah-sulit-sinyal-di-kota-blitar-dipengaruhi-beberapa-faktor http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/17/125651/wilayah-sulit-sinyal-di-kota-blitar-dipengaruhi-beberapa-faktor

Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kota Blitar akan memetakan wilayah blind spot di Kota Blitar. Sebab masyarakat mengeluh]]>

 BLITAR KOTA- Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kota Blitar akan memetakan wilayah blind spot di Kota Blitar. Selama ini tidak sedikit masyarakat yang mengeluh beberapa wilayah sulit sinyal.

Kepala Diskominfotik Kota Blitar M. Aminurcholis mengatakan, adanya wilayah blind spot itu, dipengaruhui beberapa faktor. Salah satunya, minimnya jaringan pemancar atau tower provider di beberapa wilayah tertentu. Apalagi proses pendirian tower juga sulit. Ini menjadi salah satu kendala.

Dia mencontohkan salah satu kasus di wilayah Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan. Saat itu, ada rencana pendirian tower salah satu provider. Namun, rencana itu gagal karena beberapa faktor. Salah satunya mengenai aturan pendirian dan perizinannya tidak lagi menjadi kewenangan Kominfo daerah, tapi langsung dari pusat,” jelasnya.

 

 

]]>
Didin Cahya FS Sun, 17 Mar 2019 16:30:59 +0700
<![CDATA[Diskominfotik Tanggapi Keluhan Masyarakat Terkait Wilayah Sulit Sinyal]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/17/125650/diskominfotik-tanggapi-keluhan-masyarakat-terkait-wilayah-sulit-sinyal http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/17/125650/diskominfotik-tanggapi-keluhan-masyarakat-terkait-wilayah-sulit-sinyal

Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kota Blitar akan memetakan wilayah blind spot di Kota Blitar. Sebab masyarakat mengeluh]]>

 BLITAR KOTA – Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kota Blitar akan memetakan wilayah blind spot di Kota Blitar. Selama ini tidak sedikit masyarakat yang mengeluh beberapa wilayah sulit sinyal.

Kepala Diskominfotik Kota Blitar M. Aminurcholis mengatakan, ada beberapa wilayah di Kota Blitar yang masuk kawasan blind spot. Dinas sudah mendapat titik-titik mana saja yang masuk area blind spot. “Ya, ada beberapa blind spot. Kemungkinan tidak lebih dari lima titik,” ujarnya.

Dinas, lanjut dia, akan memetakan lagi titik-titik mana lagi yang ditemukan blind spot. Dinas sudah berkoordinasi dengan salah satu provider ternama untuk membantu memetakan titik di Kota Blitar. “Kami minta bantu untuk menyurvei wilayah mana saja yang ditemukan blind spot di wilayah kota,” kata pria ramah ini.

 Dinas juga akan berkoordinasi dengan beberapa provider lain untuk ikut menyurvei mana saja wilayah yang ditemukan blind spot. Pihaknya nanti juga akan menjalin kerja sama untuk mengatasi wilayah blind spot. “Kami akan kerja sama dengan beberapa provider. Sebab, kondisi tersebut juga berdampak pada kelancaran akses internet dan sebagainya di Kota Blitar,” terang pria ramah ini.

 

 

]]>
Didin Cahya FS Sun, 17 Mar 2019 16:00:59 +0700
<![CDATA[Ada Jenis Usaha BUMDes di Kabupaten Blitar dan Raih Prestasi Nasional]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/17/125648/ada-jenis-usaha-bumdes-di-kabupaten-blitar-dan-raih-prestasi-nasional http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/17/125648/ada-jenis-usaha-bumdes-di-kabupaten-blitar-dan-raih-prestasi-nasional

Setiap desa di Kabupaten Blitar rata-rata sudah memiliki badan usaha milik desa (BUMDes). Namun, mayoritas BUMDes yang ada banyak yang tidak jalan]]>

 KABUPATEN BLITAR- Setiap desa di Kabupaten Blitar rata-rata sudah memiliki badan usaha milik desa (BUMDes). Namun, mayoritas BUMDes yang ada banyak yang tidak jalan atau tidak eksis.

Kepala Bidang Pembangunan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Blitar Anik Nursiamah menjelaskan, beberapa jenis usaha yang ada di BUMDes di Kabupaten Blitar yang bergerak di bidang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pariwisata hingga simpan pinjam. “Biasanya jenis usaha yang digeluti menyesuaikan potensi yang ada di setiap desa,” jelasnya.

 Meski banyak yang dinyatakan tidak sehat, pihaknya masih bangga terhadap BUMDes. Sebab, ada beberapa BUMDes di Kabupaten Blitar yang berhasil meraih prestasi. Bahkan, hingga tingkat nasional. “Mudah-mudahan, BUMDes yang berprestasi bisa menjadi pelecut bagi BUMDes lainnya untuk berprestasi,” harapnya.  

]]>
Didin Cahya FS Sun, 17 Mar 2019 15:30:59 +0700
<![CDATA[Alasan Khusus DPMD Kabupaten Blitar Pilih Bekukan Ratusan BUMDes]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/17/125646/alasan-khusus-dpmd-kabupaten-blitar-pilih-bekukan-ratusan-bumdes http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/17/125646/alasan-khusus-dpmd-kabupaten-blitar-pilih-bekukan-ratusan-bumdes

Setiap desa di Kabupaten Blitar rata-rata sudah memiliki badan usaha milik desa (BUMDes). Namun, mayoritas BUMDes yang ada banyak yang tidak jalan]]>

KABUPATEN BLITAR- Setiap desa di Kabupaten Blitar rata-rata sudah memiliki badan usaha milik desa (BUMDes). Namun, mayoritas BUMDes yang ada banyak yang tidak jalan atau tidak eksis. Dari 220 BUMdes, 120 BUMDes dinyatakan tidak sehat dan dibekukan.

Kepala Bidang Pembangunan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Blitar Anik Nursiamah mengatakan, pembekuan terhadap BUMDes tersebut semata-mata agar pihaknya bisa melakukan kontrol, monitoring, dan pembinaan. Dengan harapan, agar BUMDes yang tidak sehat, bisa menjadi sehat dan berjalan dengan baik. “Tujuan pembekuan dilakukan agar kami bisa melakukan pembinaan ulang,” jelasnya.

Menurut dia, keberadaan BUMDes sejatinya sangat bermanfaat bagi pemerintah desa dan warga desa setempat. Sebab dengan adanya BUMDes, desa tersebut memiliki usaha. Desa pun memiliki penghasilan sendiri.

 

]]>
Didin Cahya FS Sun, 17 Mar 2019 15:00:59 +0700
<![CDATA[Ada Ratusan BUMDes di Kabupaten Blitar Tidak Sehat dan Dibekukan]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/17/125644/ada-ratusan-bumdes-di-kabupaten-blitar-tidak-sehat-dan-dibekukan http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/17/125644/ada-ratusan-bumdes-di-kabupaten-blitar-tidak-sehat-dan-dibekukan

Setiap desa di Kabupaten Blitar rata-rata sudah memiliki badan usaha milik desa (BUMDes). Namun, mayoritas BUMDes yang ada banyak yang tidak jalan]]>

BLITAR KABUPATEN – Setiap desa di Kabupaten Blitar rata-rata sudah memiliki badan usaha milik desa (BUMDes). Namun, mayoritas BUMDes yang ada banyak yang tidak jalan atau tidak eksis.

Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Blitar, kini jumlah BUMDes mencapai 220 atau sesuai dengan jumlah desa yang ada di Kabupaten Blitar. Artinya, setiap desa memiliki satu BUMDes.

Nah, dari jumlah tersebut, sebagian besar dinyatakan sakit atau tidak sehat. Sekitar 120 BUMDes dinyatakan tidak sehat. “BUMDes yang dinyatakan sehat hanya di bawah seratusan atau puluhan,” ungkap Kepala Bidang Pembangunan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Blitar Anik Nursiamah.

 Karena tidak sehat, pihaknya membekukan ratusan BUMDes. Hal itu dilakukan karena BUMDes yang masuk kategori tidak sehat, dipastikan pengelolaannya tidak jelas. Seperti struktur pengurus BUMDes yang amburadul dan penataan sistem administrasi yang terkesan acak-acakan. Bahkan, unit usaha yang dijalankan macet. “Karena kepengurusan dan anggota tidak jelas, lebih baik dibekukan,” ujarnya.

 

 

]]>
Didin Cahya FS Sun, 17 Mar 2019 14:30:59 +0700
<![CDATA[Peran Pemkab Blitar Turunkan Angka Pengangguran]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/16/125434/peran-pemkab-blitar-turunkan-angka-pengangguran http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/16/125434/peran-pemkab-blitar-turunkan-angka-pengangguran

Tingginya jumlah pengangguran di Kabupaten Blitar, mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar.]]>

BLITAR KABUPATEN – Tingginya jumlah pengangguran di Kabupaten Blitar, mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar. Nah, untuk mengurangi angka pengangguran, Pemkab Blitar melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), menggelar Mini Job Fair.

 

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama sehari, Jumat (15/3) di halaman Kantor Disnaker Kabupaten Blitar, Jalan Imam Bonjol, Kota Blitar. Mini Job Fair tersebut dibuka Bupati Rijanto dan dihadiri kepala organisasi perangkat daerah (OPD) serta puluhan perusahaan dan ratusan calon pelamar.

TINJAU STAN: Bupati Rijanto mendatangi satu per satu stan perusahaan yang membuka lowongan pada event Mini Job Fair. (SYAIFUL ANWAR/RADAR BLITAR)

 

Bupati Rijanto mengatakan, Mini Job Fair yang digelar di halaman Kantor Disnaker, merupakan gelaran job fair kali pertama di 2019. Latar belakang digelarnya Mini Job Fair, yakni untuk mengurangi jumlah pengangguran, dimana saat ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Sensus Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2018, jumlah angkatan kerja di Kabupaten Blitar mencapai 638.460 orang.

 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 21.508 orang, belum mendapatkan pekerjaan atau masih menganggur dan sebanyak 616.952 orang, sudah bekerja atau sudah memiliki pekerjaan. “Kami sengaja menggelar Mini Job Fair, agar jumlah pengangguran berkurang,” ungkapnya.

 

Menurut dia, upaya yang dilakukan Pemkab Blitar, dengan membuka job fair, dinilai ampuh untuk menekan angka pengangguran. Buktinya, berdasarkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Blitar, hanya sebesar 3,37 persen. Jumlah tersebut berada dibawah jum- lah TPT Jawa Timur, yakni 4,10 persen. “Selama beberapa tahun terakhir jumlah angkatan kerja, dan pekerja terus mengalami peningkatan dan angka pengangguran semakin menurun, dan ini merupakan dampak positif diselenggarakannya job fair,” beber pria ramah ini.

 

Pihaknya berharap, dengan menggelar job fair secara rutin, dia optimistis jumlah pengangguran di Kabupaten Blitar, bisa berkurang. Jika jumlah pengangguran  berkurang, maka angka kemiskinan di Kabupaten Blitar, bakal turun. “Selain menekan angka pengangguran dan kemiskinan, gelaran job fair ini juga mefasilitasi dan membantu tenaga kerja mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar Haris Susianto mengatakan, Mini Job Fair yang digelar membuka ratusan lowongan pekerjaan dari 25 perusahaan lokal yang ikut job fair. “Job fair kali ini masih dalam kapasitas mini dan baru pertama digelar di tahun 2019, dengan menyediakan ratusan lowongan,” imbuhnya. Berita mini job fair ini, dipersembahkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Blitar.

]]>
Retta wulansari Sat, 16 Mar 2019 14:05:59 +0700
<![CDATA[Langkah Ditempuh Dispendukcapil Agar Ribuan Lansia Miliki E-KTP]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/16/125358/langkah-ditempuh-dispendukcapil-agar-ribuan-lansia-miliki-e-ktp http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/16/125358/langkah-ditempuh-dispendukcapil-agar-ribuan-lansia-miliki-e-ktp

Warga atau calon pemilih diprediksi masih banyak yang tidak bisa menggunakan hak pilih di Pemilu 2019. Pasalnya sampai kini ribuan warga belum miliki e-KTP]]>

BLITAR KABUPATEN - Warga atau calon pemilih diprediksi masih banyak yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 nanti. Pasalnya, sampai sekarang masih ribuan warga yang belum memiliki kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), terutama yang berusia lanjut (lansia).

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Blitar Luhur Sejati, melalui Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Anggo Takdir Hanudji mengatakan,  agar lansia tetap memiliki e-KTP, pihaknya melakukan berbagai cara. Salah satunya melakukan perekaman e-KTP dengan cara jemput bola. Artinya, petugas dispendukcapil mendatangi langsung alamat warga lansia yang belum memiliki e-KTP. “Lansia tidak usah mengurus e-KTP di kantor dispendukcapil. Kami yang langsung mendatangi mereka ke rumahnya,” jelasnya.

Pihaknya terpaksa melakukan jemput bola agar seluruh lansia yang ada di Kabupaten Blitar memiliki e-KTP. Dengan demikian, warga lansia bisa memiliki hak. Misalnya ketika mendapatkan bantuan dari pemerintah maupun menggunakan hak pilih di pemilu. “Sangat disayangkan jika lansia tidak bisa mengambil bantuan hanya karena belum mendapatkan e-KTP. Sebab, mayoritas lansia di Kabupaten Blitar merupakan penerima program bantuan baik dari pemerintah maupun swasta,” ujarnya. 

]]>
Didin Cahya FS Sat, 16 Mar 2019 05:00:59 +0700
<![CDATA[Penyebab Dua Ribuan Lansia di Kabupaten Blitar Belum Miliki E-KTP]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/16/125354/penyebab-dua-ribuan-lansia-di-kabupaten-blitar-belum-miliki-e-ktp http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/16/125354/penyebab-dua-ribuan-lansia-di-kabupaten-blitar-belum-miliki-e-ktp

Warga atau calon pemilih diprediksi masih banyak yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 nanti. Pasalnya masih ribuan warga tak miliki e-KTP]]>

BLITAR KABUPATEN- Warga atau calon pemilih diprediksi masih banyak yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 nanti. Pasalnya, sampai sekarang masih ribuan warga yang belum memiliki kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), terutama yang berusia lanjut (lansia).

 

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Blitar Luhur Sejati, melalui Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Anggo Takdir Hanudji mengatakan, banyak faktor yang memuat lansia belum memiliki e-KTP sampai sekarang. Di antaranya keterbatasan fisik. Warga yang berusia lanjut tidak bisa mengurus e-KTP di kantor dispendukcapil.

“Mungkin fisiknya tidak memungkinkan bisa datang ke kantor dispendukcapil dan mereka merasa tidak terlalu banyak aktivitas yang menggunakan e-KTP. Jadi, mereka enggan mengurusnya,” jlentrehnya.

 

]]>
Didin Cahya FS Sat, 16 Mar 2019 04:30:59 +0700
<![CDATA[Terungkap Dua Ribu Lansia di Kabupaten Blitar yang Belum Miliki E-KTP]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/16/125352/terungkap-dua-ribu-lansia-di-kabupaten-blitar-yang-belum-miliki-e-ktp http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/16/125352/terungkap-dua-ribu-lansia-di-kabupaten-blitar-yang-belum-miliki-e-ktp

Warga atau calon pemilih diprediksi masih banyak yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 nanti. Sebab banyak warga yang belum memiliki]]>

 BLITAR KABUPATEN – Warga atau calon pemilih diprediksi masih banyak yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 nanti. Pasalnya, sampai sekarang masih banyak warga yang belum memiliki kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), terutama yang berusia lanjut (lansia).

Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Blitar, tahun ini ada sekitar dua ribu lansia yang belum memiliki e-KTP.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Blitar Luhur Sejati, melalui Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Anggo Takdir Hanudji mengatakan, tahun lalu sebenarnya pihaknya sudah membuatkan e-KTP kepada seribuan warga berusia lanjut. Namun, jumlah tersebut masih kurang. Sebab, sekarang masih ada dua ribuan lansia yang belum memiliki e-KTP. “Masih banyak lansia yang belum memiliki e-KTP,” ungkapnya.

 

]]>
Didin Cahya FS Sat, 16 Mar 2019 04:00:59 +0700
<![CDATA[Rp 10 M Untuk Lanjutan Bangun Gedung Bedah Central RSUD Mardi Waluyo]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/15/125231/rp-10-m-untuk-lanjutan-bangun-gedung-bedah-central-rsud-mardi-waluyo http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/15/125231/rp-10-m-untuk-lanjutan-bangun-gedung-bedah-central-rsud-mardi-waluyo

Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melanjutkan proyek pembangunan ruang bedah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo tahun ini.]]>

BLITAR KOTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melanjutkan proyek pembangunan ruang bedah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo tahun ini. Besaran anggaran yang disiapkan untuk pembangunan lanjutan yakni sekitar Rp 10 miliar.

 

Direktur RSUD Mardi Waluyo Ramiadji mengatakan, proyek pembangunan ruang bedah dan operasi itu merupakan proyek lanjutan di 2018. Sebab, masih ada sejumlah fasilitas dan ruangan yang belum dibangun. "Ya, tahun ini kembali dilanjutkan untuk pembangunan beberapa ruangan dan fasilitas lainnya," ungkapnya.

 

Dia melanjutkan, proyek lanjutan tersebut untuk menyempurnakan bangunan gedung pusat bedah dan operasi RSUD Mardi Waluyo. Di bangunan baru itu nanti ada lima unit kamar operasi. "Kamar operasi ini nanti digunakan untuk kasus-kasus elektif (kasus tertentu atau pilihan)," terang pria ramah ini.

 

Sedangkan untuk kasus yang bersifat gawat darurat, nantinya disiapkan dua kamar operasi. Dua kamar itu disiapkan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). "Dengan dibangunnya gedung bedah central itu diharapkan pasien teralayani dengan optimal," ungkapnya.

 

Untuk proyek lanjutan itu telah disiapkan anggaran tambahan sekitar Rp 10 miliar. Anggaran itu, jelas dia, diambilkan dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Saat ini, tahapannya sedang proses lelang.

 

Rumah sakit menargetkan pembangunan gedung selesai pertengahan tahun ini. Jika itu terealisasi maka semua fasilitas bisa dioperasikan. "Ya, mungkin Juni atau Juli nanti sudah beroperasi," ujar Ramiadji.

 

Selain membangun gedung bedah central, rumah sakit juga membangun ruang Intensif Care Unit (ICU). Ruang ICU berbeda dari yang sebelumnya karena dilengkapi sejumlah fasilitas yang lebih canggih dan representatif bagi pasien.

 

Seperti diketahui, pembangunan gedung bedah central dan ruang ICU itu dimulai pada 2018. Pada pembangunan tahun lalu, pemkot mengalokasikan anggaran sekitar Rp 12,5 miliar. Sedangkan untuk tahun ini, pemkot melanjutkan pembangunan guna penyempurnaan gedung yakni sekitar Rp 10 miliar.

]]>
Didin Cahya FS Fri, 15 Mar 2019 22:55:59 +0700
<![CDATA[Dispertan Jawab Rasa Waswas Petani dan Beri Solusi Agar Tetap Panen]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/15/125215/dispertan-jawab-rasa-waswas-petani-dan-beri-solusi-agar-tetap-panen http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/15/125215/dispertan-jawab-rasa-waswas-petani-dan-beri-solusi-agar-tetap-panen

Petani di Kabupaten Blitar yang melakukan musim tanam tahun ini, ekstra waspada terhadap hama pengganggu tanaman.]]>

BLITAR KABUPATEN - Petani di Kabupaten Blitar yang melakukan musim tanam tahun ini, ekstra waspada terhadap hama pengganggu tanaman. Pasalnya cuaca ekstrem diprediksi melanda di sepanjang tahun ini.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Blitar Wawan Widianto mengatakan, meminta agar petani terus mengontrol kondisi tanaman dan melakukan tindakan antisipasi di saat cuaca ekstrem datang. Sebab datangnya seringkali berdampak hama penyerang tanaman. “Cuaca ekstrem selain merusak tanaman juga menyebabkan datangnya hama. Hal inilah yang bisa berdampak pada gagal panen,” urainya.

 

Dinas akan melakukan beberapa tindakan. Di antaranya akan rutin mensosialisasikan ancaman hama dan cuaca ekstrem ke seluruh petani di Kabupaten Blitar. Sehingga petani bisa sigap melakukan tindakan antisipasi dan meningkatkan kewaspadaan.

“Dengan demikian harapan kami petani tetap bisa memanen hasil pertanian, meski hama menyerang atau ada gangguan cuaca,” ujarnya.

]]>
Retta wulansari Fri, 15 Mar 2019 17:01:59 +0700
<![CDATA[Petani Merasa Waswas Akibat Hama Tanaman di Musim Tanam Tahun Ini]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/15/125214/petani-merasa-waswas-akibat-hama-tanaman-di-musim-tanam-tahun-ini http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/15/125214/petani-merasa-waswas-akibat-hama-tanaman-di-musim-tanam-tahun-ini

Petani di Kabupaten Blitar yang melakukan musim tanam tahun ini, ekstra waspada terhadap hama pengganggu tanaman.]]>

BLITAR KABUPATEN - Petani di Kabupaten Blitar yang melakukan musim tanam tahun ini, ekstra waspada terhadap hama pengganggu tanaman. Pasalnya cuaca ekstrem diprediksi melanda di sepanjang tahun ini.

 

Dikhawatirkan hama yang menyerang tanaman, bakal berdampak pada hasil panen yang tidak sesuai dengan harapan. Bahkan bisa menyebabkan gagal panen.

 

Berdasarkan pantauan di sejumlah lokasi pertanian, beberapa petani mengaku khawatir terhadap serangan hama wereng dan juga hama potong leher.  Hal itu bisa dilihat dari banyaknya endapan air di area persawahan yang tak kunjung surut. “Endapan air dipastikan bisa memunculkan hama wereng,” ungkap Warno, salah seorang petani asal Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro.

 

Dia mengaku tahun ini bakal terjadi serangan hama wereng dan hama potong leher. Seperti yang terjadi tahun sebelumnya. Untuk itu, dia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar segera bertindak. Misalnya menyediakan obat penangkal hama, agar petani tidak sampai gagal panen. “Untuk antisipasi serangan hama, rencananya pertengahan tahun, kami tidak menanam padi, tapi menanam jagung,” ungkap pria paruh baya itu.

]]>
Didin Cahya FS Fri, 15 Mar 2019 16:05:59 +0700
<![CDATA[Rekomendasi Bawaslu ke KPU Kota Blitar Terkait Temuan WNA Masuk DPT]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/14/125070/rekomendasi-bawaslu-ke-kpu-kota-blitar-terkait-temuan-wna-masuk-dpt http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/14/125070/rekomendasi-bawaslu-ke-kpu-kota-blitar-terkait-temuan-wna-masuk-dpt

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar menemukan satu warga negara asing (WNA) masuk daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019. WNA masuk DPT warga Jepang]]>

 KOTA BLITAR- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar menemukan satu warga negara asing (WNA) masuk daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019. WNA yang masuk DPT itu diketahui merupakan warga asal Jepang.

Ketua Bawaslu Kota Blitar Bambang Arintoko mengatakan, sudah mengirimkan surat rekomendasi kepada KPU Kota Blitar untuk segera mencoret satu nama WNA yang masuk DPT. Bawaslu sudah mengecek temuan itu dan sudah memastikan WNA tersebut. "Ya, sudah kami rekomendasikan untuk dicoret dari DPT," tandasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, WNA masuk DPT terungkap setelah KPU melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) terhadap DPT pemilu 2019. Selain itu, KPU juga berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Blitar. "Setelah kami cek ditemukan satu nama masuk DPT. Namanya Juro Kogawa warga asal Jepang," katanya Kamis (14/3).

Umam menjelaskan, WNA tersebut tercatat di TPS 33 di wilayah Kelurahan/Kecamatan Sukorejo. WNA tersebut berusia 72 tahun yang selama ini tinggal di Kelurahan/Kecamatan Sukorejo. "Dia (WNA) itu masuk ke DPT sebagai pemula dan juga mengantongi KTP elektronik," katanya.

 

]]>
Didin Cahya FS Thu, 14 Mar 2019 22:30:59 +0700
<![CDATA[Reaksi KPU Kota Blitar Setelah Temukan Satu WNA Jepang Masuk DPT ]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/14/125007/reaksi-kpu-kota-blitar-setelah-temukan-satu-wna-jepang-masuk-dpt http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/14/125007/reaksi-kpu-kota-blitar-setelah-temukan-satu-wna-jepang-masuk-dpt

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar menemukan satu warga negara asing (WNA) masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019.]]>

KOTA BLITAR- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar menemukan satu warga negara asing (WNA) masuk daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019. WNA yang masuk DPT itu diketahui merupakan warga asal Jepang.

Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Perencanaan dan Data Choirul Umam mengatakan, WNA masuk DPT terungkap setelah KPU melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) terhadap DPT pemilu 2019. Selain itu, KPU juga berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Blitar. "Setelah kami cek ditemukan satu nama masuk DPT. Namanya Juro Kogawa warga asal Jepang," katanya Kamis (14/3).

Umam menjelaskan, WNA tersebut tercatat di TPS 33 di wilayah Kelurahan/Kecamatan Sukorejo. WNA tersebut berusia 72 tahun yang selama ini tinggal di Kelurahan/Kecamatan Sukorejo. "Dia (WNA) itu masuk ke DPT sebagai pemula dan juga mengantongi KTP elektronik," katanya.

Masuknya WNA tersebut ke DPT Pemilu 2019, jelas dia, bukan karena kesengajaan. Melainkan karena kendala petugas di lapangan ketika melakukan coklit data pemilih. Saat coklit yang dibutuhkan petugas itu hanya nama dan NIK calon pemilih. "Jadi kami tidak begitu fokus soal status kewarganegaraanya. Apalagi, bentuk KTP-elektronik WNA dan KTP WNI sama. Kami tidak bisa membedakan kecuali dari status kewarnageraannya itu," terang pria ramah ini.

]]>
Didin Cahya FS Thu, 14 Mar 2019 22:00:59 +0700
<![CDATA[Makin Banyak Pilihan, Kabupaten Blitar Kembangkan 35 Desa Wisata]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/14/124979/makin-banyak-pilihan-kabupaten-blitar-kembangkan-35-desa-wisata http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/14/124979/makin-banyak-pilihan-kabupaten-blitar-kembangkan-35-desa-wisata

Jumlah lokasi yang menjadi destinasi wisata di Kabupaten Blitar, bakal bertambah. Itu setelah banyaknya desa yang mendirikan atau membangun tempat wisata baru.]]>

BLITAR KABUPATEN – Jumlah lokasi yang menjadi destinasi wisata di Kabupaten Blitar,  bakal bertambah. Itu setelah banyaknya desa yang mendirikan atau membangun tempat wisata baru.

 

Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar saat ini ada sekitar 35 desa yang memiliki tempat wisata. Jika dikembangkan dan di manajemen dengan maksimal, bukan tidak mungkin puluhan tempat wisata  bakal menjadi tempat wisata andalan Kabupaten Blitar.

 

Kepala Disparbudpora Kabupaten Blitar Suhendro Winarso mengatakan, saat ini sudah ada 35 desa wisata yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi tempat  dolan-dolan andalan. “Sebanyak 35 desa wisata tersebut, sangat bagus dan berpotensi menjadi tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan,” ungkapnya.

 

Hanya saja sekarang managemen desa wisata masih kurang maksimal. Untuk itu,  pihaknya akan melakukan pengembangan terhadap desa wisata. Misalnya mempromosikan desa wisata serta memberikan pembinaan dan pelatihan kepada pengelola desa wisata. Di antaranya memberikan pelatihan cara memanagemen atau mengelola tempat wisata serta pelatihan guide atau pemandu wisata. “Kami akan fasilitasi agar desa wisata bisa maju dan berkembang. Ini agar menjadi destinasi tempat wisata yang patut untuk dikunjungi,” ujarnya.

 

Menurut dia, saat ini masyarakat Kabupaten Blitar, sudah melek wisata. Artinya ketika di desanya ada potensi wisata mereka bahu membahu untuk membuat tempat wisata. Di sisi lain banyak warga yang mengisi liburan dengan datang ke tempat wisata   Pihaknya akan memperkuat koordinasi dengan pengelola tempat wisata baik di desa wisata atau lainnya. “Kami akan membangun pariwisata di Kabupaten Blitar dengan manegemen modern yang berbasis IT,” harapnya. 

]]>
Retta wulansari Thu, 14 Mar 2019 18:00:59 +0700
<![CDATA[Tak Semua Siswa PAUD di Blitar Kota Diberi Bantuan Operasional]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/14/124893/tak-semua-siswa-paud-di-blitar-kota-diberi-bantuan-operasional http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/14/124893/tak-semua-siswa-paud-di-blitar-kota-diberi-bantuan-operasional

Siswa pendidikan anak usia dini (PAUD) bisa semingrah tahun ini. Sebab, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar memberikan bantuan operasional berupa uang]]>

 BLITAR KOTA- Siswa pendidikan anak usia dini (PAUD) bisa semingrah tahun ini. Sebab, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar memberikan bantuan operasional berupa uang kepada setiap siswa PAUD.

Berdasarkan Dapodik Dindik Kota Blitar, total ada 106 lembaga PAUD di Kota Blitar. Namun, tidak semua lembaga itu bisa menerima bantuan operasional tersebut. "Sebab, ada juga beberapa PAUD yang izin operasionalnya sudah habis. Mereka tidak mengurus lagi sehingga tidak bisa menerima bantuan," terang Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Non Formal (PNF) dan PAUD Dindik Kota Blitar Lulus Priyo Ananto

Menurut dia, kondisi tersebut juga bisa menjadi peringatan bagi PAUD agar lebih tertib memperpanjang izin operasional. Dengan begitu, bisa juga mempermudah prosedur bantuan. "Pengurusannya itu mudah. Semua harus mengikuti persyaratan agar memperoleh bantuan," ujar Lulus.

Lulus mengungkapkan, bantuan operasional itu diperuntukkan untuk mendukung proses belajar anak-anak. Bantuan itu bisa dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan sekolah. Bantuan tersebut juga sejalan dengan program sekolah gratis Pemeruntah Kota (Pemkot) Blitar.

Selain PAUD, juga ada bantuan bagi taman kanak-kanak (TK). Apalagi, kini sudah ada 17 TK yang sudah dinegerikan. Dengan berubahnya status menjadi negeri, bisa mendapatkan akses bantuan dari Pemkot Blitar. Pemkot juga telah merenovasi sejumlah TK negeri yang rusak.

]]>
Didin Cahya FS Thu, 14 Mar 2019 05:00:59 +0700
<![CDATA[Hore, Siswa PAUD di Blitar Kota Dapat Bantuan Operasional Rp 600 Ribu]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/14/124891/hore-siswa-paud-di-blitar-kota-dapat-bantuan-operasional-rp-600-ribu http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/14/124891/hore-siswa-paud-di-blitar-kota-dapat-bantuan-operasional-rp-600-ribu

Siswa pendidikan anak usia dini (PAUD) bisa semingrah tahun ini. Sebab, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar memberikan bantuan operasional berupa uang]]>

BLITAR KOTA - Siswa pendidikan anak usia dini (PAUD) bisa semingrah tahun ini. Sebab, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar memberikan bantuan operasional berupa uang kepada setiap siswa PAUD.

 Hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Non Formal (PNF) dan PAUD Dindik Kota Blitar Lulus Priyo Ananto. Dia mengatakan, besaran bantuan operasional itu Rp 600 ribu per siswa. "Ya, bantuan itu diberikan tahun ini. Sudah kami anggarkan tahun ini sekitar Rp 1,2 miliar," katanya Senin (11/3).

Untuk bisa mendaparkan bantuan itu, jelas Lulus, ada persyaratannya. Persyaratannya yakni jumlah siswa lembaga PAUD harus lebih dari 12 anak. Kemudian, PAUD juga harus sudah mengantogi izin operasional. "Sebab, bantuan ini berdasarkan data dari dapodik (data pokok pendidikan). Hanya PAUD yang berizin yang menerima. Jika tidak ada, kami tidak berani mencairkan," ujar pria ramah ini.

 

]]>
Didin Cahya FS Thu, 14 Mar 2019 04:00:59 +0700
<![CDATA[Gunakan Speedgun, Polisi Jaring Kendaraan Lebihi Batas Kecepatan]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/13/124817/gunakan-speedgun-polisi-jaring-kendaraan-lebihi-batas-kecepatan http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/13/124817/gunakan-speedgun-polisi-jaring-kendaraan-lebihi-batas-kecepatan

Sejumlah pengendara yang melintas di ruas jalan Blitar-Malang masuk Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun terpaksa harus dihentikan. Karena melebihi batas kecepatan]]>

BLITAR KABUPATEN - Sejumlah pengendara yang melintas di ruas jalan Blitar-Malang masuk Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun terpaksa harus dihentikan. Penyebabnya, pengendara tersebut melanggar batas kecepatan yang ditentukan.

 

Ada empat unit kendaraan roda empat dan beberapa kendaraan roda empat yang dihentikan polisi. Polisi pun langsung menindaknya dengan cara menilang pengendara. "Mereka melebihi batas kecepatan. Sesuai aturan, melintas di Jalan nasional itu maksimal 80 Km per jam. Tapi, tadi ada yang di atas 80 km per jam," jelas Kasat Lantas Polres Blitar AKP M. Amirul Hakim, Rabu (13/3).

 

Ya, penilangan terhadap sejumlah pengendara itu bagian dari uji coba alat baru yang dimiliki Satlantas Polres Blitar. Alatnya berupa Speedgun. Alat cangggih itu bisa mendeteksi kecepatan kendaaraan. "Ini alat pengukur kecepakatan. Bagi kendaraan-kendaraan yang melebihi kecepatan di atas aturan bisa terdeteksi di alat tersebut," ungkap perwira berpangkat tiga balok di pundak ini.

 

Dari uji coba yang dilakukan sekitar 30 menit itu, ada sekitar 15 kendaraan yang terdeteksi melebih batas kecepatan. Empat di antaranya adalah kendaraan roda empat yang melebihi batas kecepatan saat melintas di Jalan Nasional.

 

Pada penindakan itu, polisi juga mengahidirkan hantu-hantu korban kecelakaan. Hal itu dilakukan sebagai terapi bagi pelanggar lalu lintas. "Ini adalah terapi pelanggaran lalu lintas. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin dengan formula berbeda. Jadi, untuk kegiatan selanjutnya kami akan hadirkan korban lakalantas langsung untuk memberikan nasehat juga kepada pelanggar," tandasnya kepada radartulungagung.jawapos.co.id .

]]>
Retta wulansari Wed, 13 Mar 2019 16:20:59 +0700
<![CDATA[Dari Kaus Mahabarata, Jasad Suryadi Dikenali dan Terseret Hingga 29 KM]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/13/124800/dari-kaus-mahabarata-jasad-suryadi-dikenali-dan-terseret-hingga-29-km http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/13/124800/dari-kaus-mahabarata-jasad-suryadi-dikenali-dan-terseret-hingga-29-km

Suryadi, bocah delapan tahun yang hanyut di Sungai Brantas akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 07.00 dalam kondisi meninggal dunia.]]>

BLITAR KABUPATEN - Suryadi, bocah delapan tahun yang hanyut di Sungai Brantas akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 07.00 dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (13/3). Dia ditemukan di pinggir Sungai Brantas masuk wilayah Desa Badal Pandean, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

 

Jarak lokasi penemuan Suryadi ditemukan dari titik TKP diduga hanyut yakni sekitar 29 kilometer.   Jasad bocah nahas itu ditemukan pertama kali oleh warga sekitar ketika sedang memancing di pinggir sungai. "Jenazah itu awalnya tertutupi sampah kayu. Setelah dicek ternyata benar jasad," terang Kapolsek Sanankulon AKP Mulyani kepada radartulungagung.jawapos.com, Rabu (13/3).

Proses pemakaman Suryadi usai diketemukan(radartulungagung.jawapos.com)

 

Warga itupun langsung memberitahu warga lainnya. Kemudian langsung melaporkannya ke polsek Ngadiluwih, Kediri. Petugas polsek lalu membawanya untuk diidentifikasi tubuhnya. Polsek Ngadiluwih lalu berkoordinasi dengan Polsek Sanankulon. "Setelah dapat info tersebut, kami dan keluarga korban menuju ke Kediri untuk memastikannnya," jelasnya.

 

Usai tiba di lokasi penemuan, anggota keluarga lalu mengecek jasad bocah tersebut. Berdasarkan ciri-cirinya, dikenali bahwa itu jasad Suryadi. "Dia (Suryadi) memakai kaus warna oblong cokelat dan ada tulisan mahabarata di dada. Tidak memakai celana. Kondisinya sudah membusuk," ungkap perwira berpangkat tiga balok di pundak ini.

 

Jasad langsung dibawa pulang ke rumah duka di Dusun Mojo, Desa Plosoarang, Kecamatan Sanankulon dengan menumpang mobil ambulance. Tiba di rumah duka sekitar pukul 09.00, jenazah lantas di salatkan. Kemudian sekitar pukul 11.00, jenazah diberangkatkan ke pemakaman desa setempat. 

]]>
Retta wulansari Wed, 13 Mar 2019 15:10:59 +0700
<![CDATA[Bupati Rijanto Pesan Pembayaran Harus Transparan]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/13/124731/bupati-rijanto-pesan-pembayaran-harus-transparan http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/13/124731/bupati-rijanto-pesan-pembayaran-harus-transparan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) kembali menggelar agenda tahunan.]]>

BLITAR KABUPATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) kembali menggelar agenda tahunan. Yakni bulan panutan pembayaran pajak bumi dan bangunan perdesaan (PBB-P2) dan pajak daerah lainnya tahun 2019 serta penyampaian SPT tahunan tahun pajak 2018.

 

Pada kesempatan itu, pemkab memberikan apresiasi kepada desa-desa maupun kelurahan yang tertib membayar PBB-P2. Apresiasi itu diwujudkan dengan memberikan sejumlah hadiah kepada desa ataupun kelurahan karena berhasil melakukan pembayaran pajak paling cepat.

 

Ada tiga desa atau kelurahan terbaik yang diberikan hadiah kepada pemkab. Yakni Desa Bagelenan, Desa Wonorejo, Kecamatan Srengat dan Desa Dayu, Kecamatan Nglegok. "Keberhasilan ini tidak lepas dari peran seluruh komponen masyarakat. Apalagi, kini kesadaran masyarakat tentang pajak sudah meningkat," kata Bupati Blitar Rijanto usai membuka acara Selasa (12/3).

 

 Menurutnya, desa atau kelurahan kini sudah melibatkan sejumlah komponen masyarakat dalam proses pencapaian pendapatan daerah melalui pajak. "Komponen yang dilibatkan itu mulai dari RT, RW, LPMD, hingga tokoh masyarakat. Hal ini juga meringankan tugas desa," ungkap pria ramah ini.

 

 Meski begitu, prosedur pembayaran pajak tetap harus transparan dan terbuka. Desa maupun kelurahan harus bisa mencegah terjadinya penyimpangan-penyimpangan di lapangan. "Kalau dulu sering ada penyimpangan uang pajak dibawa perangkat, sekarang hampir sudah tidak ada," ujar Rijanto.

 

 Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat maupun perusahaan untuk tertib dan rutin membayar pajak, maka bisa berdampak baik bagi pendapatan daerah. "Pendapatan bisa semakin meningkat. Jika meningkat, pembangunan juga semakin lancar," harapnya.

Sementara itu, Kepala Bapenda Kabupaten Blitar Ismuni mengatakan, bulan panutan pembayaran PBB-P2 dan pajak daerah lainnya tahun 2019 merupakan agenda tahunan Pemkab Blitar. Acara itu bertujuan untuk menyukseskan dan memasyarakatkan pembayaran pajak daerah lebih awal. “Khusus untuk PBB-P2 ini, diharapkan bisa dibayarkan sebelum jatuh tempo pada 30 September 2019,” terangnya.

 

Selain itu, lanjut dia, juga untuk memacu wajib pajak (WP) orang pribadi agar segera melaporkan surat pemberitahuan (SPT) tahunan PPh 2018 menuju batas akhir pelaporan yakni 31 Maret 2019. “Dengan kegiatan ini, diharapkan WP bisa semakin rutin dan tepat waktu dalam membayar pajak. Apalagi, proses pembayaran kini juga semakin mudah,” terangnya.

 

Pembayaran, jelas dia, kini bisa dilakukan di empat tempat. Yakni di Bank BRI, Bank Jatim, BNI, dan kantor pos. “Sebelumnya hanya ada tiga tempat pembayaran. Sekarang sudah ada empat. Masyarakat tinggal pilih mana tempat yang terdekat dari tempat tinggal,” tandasnya. Pemberitaan ini dipersembahkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Blitar. 

]]>
Retta wulansari Wed, 13 Mar 2019 13:00:59 +0700
<![CDATA[Tanggapan Pedagang di Jalan Sumatera yang Akan Direlokasi]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/12/124633/tanggapan-pedagang-di-jalan-sumatera-yang-akan-direlokasi http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/12/124633/tanggapan-pedagang-di-jalan-sumatera-yang-akan-direlokasi

Pemkot Blitar segera memindah para pedagang di Jalan Sumatera sisi timur atau yang berada di bibir kali ke bangunan Pusat Kuliner di Jalan Ahmad Yani]]>

 

KOTA BLITAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar segera memindah para pedagang di Jalan Sumatera sisi timur atau yang berada di bibir kali ke bangunan Pusat Kuliner di Jalan Ahmad Yani. Rencananya, proses pemindahan dilakukan akhir Maret ini. 

 

Namun, pemkot tidak memberikan ganti bagi pedagang yang telah memiliki lapak permanen di pinggir kali tersebut. Sebagai gantinya, pemkot memberikan kios di pusat kuliner secara gratis. Artinya, tanpa ada biaya sewa ataupan lainnya. 

 

Menanggapi hal tersebut, Retnowati, salah satu pedagang yang membuka usaha londri atau cuci baju ini mengatakan, tidak ada ganti rugi bagi pedagang yang dipindah ke bangunan pusat kuliner. Dia selama ini menempati kios permanen miliknya di Jalan Sumatera. "Sudah sekitar lima tahun saya di sini," katanya Selasa (12/3).  

 

Retno mengatakan, kios baru di pusat kuliner yang akan ditempatinya itu gratis. Artinya tidak ada biaya sewa ataupun kontrak dari pemkot. "Saya pikir dulu itu ada biaya sewa. Makanya saya sempat khawatir karena tidak ada biaya ganti rugi kios itu. Ternyata semua diberikan gratis oleh pemkot," terang perempuan 39 tahun ini. 

 

Di kios di jalan Sumatera yang ditempatinya itu, jelas dia, statusnya hak pakai. Tidak ada sertifikat tanah. Dia berharap, setelah pindah di kios baru itu penjualan jauh lebih baik. "Lebih ramai juga," ungkapnya lantas tersenyum. 

 

Hal senada juga diungkapkan Mutiah. Dia mengaku, kios baru di pusat kuliner itu gratis. Dia berterima kasih kepada pemkot karena telah sudah menyiapkan bangunan dan diberikan tanpa ada biaya sewa dan lain sebagainya. "Ya, terima kasih sudah memudahkan pedagang dan tinggal menempatinya saja," ujar warga Kelurahan/Kecamatan Sananwetan yang sudah berjualan sejak 1985 di Jalan Sumatera tersebut. 

 

Mutiah memiliki dua kios permanen di Jalan Sumatera. Satu untuk jualan rokok dan satu kios untuk warung. Jika memang nantinya dipindah, dia menginginkan agar kiosnya dibongkar sendiri. "Karena masih ada sejumlah bagian bangunan yang masih bisa dipakai. Seperti atap kayu ini. Masih bagus ini," ungkapnya sambil menunjukkan kayu atap. 

 

 

 

 

 

]]>
Didin Cahya FS Tue, 12 Mar 2019 21:00:59 +0700
<![CDATA[Tidak Ada Ganti Rugi Relokasi untuk Pedagang di Jalan Sumatera]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/12/124631/tidak-ada-ganti-rugi-relokasi-untuk-pedagang-di-jalan-sumatera http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/12/124631/tidak-ada-ganti-rugi-relokasi-untuk-pedagang-di-jalan-sumatera

Pemkot Blitar segera memindah para pedagang di Jalan Sumatera sisi timur atau yang berada di bibir kali ke bangunan Pusat Kuliner di Jalan Ahmad Yani.]]>

 

BLITAR KOTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar segera memindah para pedagang di Jalan Sumatera sisi timur atau yang berada di bibir kali ke bangunan Pusat Kuliner di Jalan Ahmad Yani. Rencananya, proses pemindahan dilakukan akhir Maret ini. 

 

Namun, pemkot tidak memberikan ganti bagi pedagang yang telah memiliki lapak permanen di pinggir kali tersebut. Sebagai gantinya, pemkot memberikan kios di pusat kuliner secara gratis. Artinya, tanpa ada biaya sewa ataupan lainnya. 

 

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Blitar Arianto menyatakan, tidak ada ganti rugi bagi pedagang yang dipindah ke pusat kuliner. Meski bangunan kios di Jalan Sumatera permanen. "Kami tidak akan beri ganti rugi. Sebab, kios yang diterima pedagang (pusat kuliner) juga sudah permanen," katanya Selasa (12/3).  

 

Yang jelas, menurut dia, berdasarkan peraturan wali kota (perwali), pedagang yang di Jalan Sumatra atau di bibir kali mulai utara rel kereta api itu tidak diperbolehkan. Sebab, lokasinya berada di aliran sungai. "Kami beri kemudahan bagi pedagang untuk membongkar sendiri kiosnya nanti," tandasnya.

 

]]>
Didin Cahya FS Tue, 12 Mar 2019 20:32:33 +0700
<![CDATA[Berikut Langkah Basarnas Telusuri Bocah Tenggelam di Sungai Brantas]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/12/124534/berikut-langkah-basarnas-telusuri-bocah-tenggelam-di-sungai-brantas http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/12/124534/berikut-langkah-basarnas-telusuri-bocah-tenggelam-di-sungai-brantas

Badan SAR Nasional (Basarnas) Trenggalek bersama petugas gabungan mulai melakukan pencarian terhadap bocah tenggelam, Selasa (12/2) pukul 13.00 WIB.]]>

KABUPATEN BLITAR- Badan SAR Nasional (Basarnas) Trenggalek bersama petugas gabungan mulai melakukan pencarian terhadap bocah tenggelam, Selasa (12/2) pukul 13.00 WIB. Pencarian dilakukan dengan menggunakan perahu karet. 

Komandan tim (Dantim) II Pos SAR Trenggalek, Jawa Timur Yoni Fariza mengatakan, dalam proses pencarian itu basarnasbjuga telah melalukan sejumlah antisipasi guna meminimalisasi kendala di lapangan. Sebab, kondisi sungai Brantas saat ini sedang deras. "Apalagi, sungai baru saja di pladu. Banyak lumpur dan debit air sempat tinggi. Tetapi, ini (siang, Red) sudah mulai surut. Mudahan bisa surut lagi," ujar pria ramah ini. 

Dia mengatakan, pencarian dilakukan dengan cara menyisir mulai pinggir sungai sampai tengah sungai. Basarnas telah menyebar sejumlah petugas lain di sepanjang titik aliran sungai ke arah barat. "Ya, kami juga menyebar petugas sampai Jembatan Penma. Bahkan kami siagakan petugas sampai wilayah Tulungagung sampai Kediri," katanya. 

Jarak dari titik TKP hanyut sampai jembatan Penma, yakni sekitar 20 kilometer. Selain petugas Basarnas yang bersiaga, ada sejumlah petugas lainnya yang membantu. Di antaranya, kepolisian, TNI, petugas BPBD, petugas PMI, Petugas tagana dan warga setempat. 

Basarnas belum bisa memperkirakan sampai seberapa jauh jarak pencarian. Jarak bisa diketahui setelah proses pencarian selesai. "Untuk sementara kami hanya bisa batasi waktu sampai pukul 16.00 untuk proses pencariannya," tandasnya. 

Seperti diberitakan, Warga Dusun Mojo, Desa Plosoarang, Kecamatan Sanankulon geger. Suryadi, bocah delapan tahun warga setempat diduga hanyut tenggelam di Sungai Brantas, Selasa (12/3). Bocah nahas itu dikabarkan hanyut sejak tadi malam. 

Suryadi sebelumnya pamit main ke rumah temannya. Tetapi, hingga sore belum juga pulang. Keluarga menduga bocah tersebut main ke sungai Brantas yang tidak jauh dari rumahnya. 

]]>
Didin Cahya FS Tue, 12 Mar 2019 14:30:59 +0700
<![CDATA[Basarnas Turun Tangan Cari Bocah Tenggelam di Sungai Brantas]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/12/124527/basarnas-turun-tangan-cari-bocah-tenggelam-di-sungai-brantas http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/12/124527/basarnas-turun-tangan-cari-bocah-tenggelam-di-sungai-brantas

Badan SAR Nasional (Basarnas) Trenggalek bersama petugas gabungan mulai melakukan pencarian pukul 13.00 WIB untuk mencari bocah tenggelam di Sungai Brantas]]>

BLITAR KABUPATEN - Badan SAR Nasional (Basarnas) Trenggalek bersama petugas gabungan mulai melakukan pencarian pukul 13.00 WIB terhadap bocah tenggelam. Pencarian dilakukan dengan menggunakan perahu karet. 

Untuk sementara masih satu tim yang diterjunkan menyisir sungai Brantas untuk mencari keberadaan tubuh Suryadi. Pencarian dilakukan dengan menyisir sungai mulai dari titik diduga korban hanyut di Dusun Mojo, Desa Plosoarang, Kecamatan Sanankulon hingga ke barat. 

Basarnas lakukan pencarian bocah tenggelam di Dusun Mojo, Desa Plosoarang, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Selasa (12/2).(RADARTULUNGAGUNG.ID)

Satu tim menyisir dengan menaiki perahu karet. Total ada enam petugas yang ikut naik perahu melakukan penyisiran. "Untuk sementara masih satu tim. Rencana ada dua unit perahu karet lagi yang membantu," terang Komandan tim (Dantim) II Pos SAR Trenggalek, Jawa Timur Yoni Fariza, kepada radartulungagung.id, Selasa (12/3). 

Seperti diberitakan, Warga Dusun Mojo, Desa Plosoarang, Kecamatan Sanankulon geger. Suryadi, bocah delapan tahun warga setempat diduga hanyut tenggelam di Sungai Brantas, Selasa (12/3). Bocah nahas itu dikabarkan hanyut sejak tadi malam. 

Suryadi sebelumnya pamit main ke rumah temannya. Tetapi, hingga sore belum juga pulang. Keluarga menduga bocah tersebut main ke sungai Brantas yang tidak jauh dari rumahnya.

]]>
Didin Cahya FS Tue, 12 Mar 2019 14:16:59 +0700
<![CDATA[Begini Cerita Bocah Delapan Tahun Hanyut Ditelan Arus Sungai Brantas]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/12/124492/begini-cerita-bocah-delapan-tahun-hanyut-ditelan-arus-sungai-brantas http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/12/124492/begini-cerita-bocah-delapan-tahun-hanyut-ditelan-arus-sungai-brantas

Warga Dusun Mojo, Desa Plosoarang, Kecamatan Sanankulon geger. Suryadi, bocah delapan tahun warga setempat diduga hanyut tenggelam di Sungai Brantas]]>

BLITAR KABUPATEN - Warga Dusun Mojo, Desa Plosoarang, Kecamatan Sanankulon geger. Suryadi, bocah delapan tahun warga setempat diduga hanyut tenggelam di Sungai Brantas, Selasa (12/3). Bocah nahas itu dikabarkan hanyut sejak kemarin siang. 

Hingga kini, pertugas gabungan dari kepolisian dan Basarnas Trenggalek sedang melakukan pencarian di lokasi kejadian. Petugas gabungan akan menyisir dari TKP yang diduga hanyut sampai ke barat. 

Informasi yang diterima radartulungagung.id, bocah nahas itu sudah dilaporkan menghilang sejak Senin (11/3) pukul 15.00. Suryadi ketika itu pamit orang tuanya pergi ke rumah temannya, Anjas. "Suryadi ini berangkat dari rumah sejak pukul 11.00. Dia mengendarai sepeda angin BMX warna hitam," jelas Kasat Reskrim Polres Blitar Kota AKP Heri Sugiono, Senin (12/3). 

Saat itu, orang tua sempat melarang agar tidak keluar rumah ataupun bermain ke Sungai Brantas.   Sebab, sungai dalam kondisi Pladu. Namun, anaknya itu tetap keluar bermain. 

 

Keluarga pun curiga dan cemas. Pasalnya, hingga pukul 15.00, Suryadi juga belum pulang. Keluarga lantas mencari ke rumahnya temannya, Anjas, namun tidak ketemu. Kemudian mencari ke sekitar sungai Brantas sekitar pukul 17.30. 

Tetapi, juga tidak kunjung ketemu. Keluarga hanya menemukan sepeda angin milik Suryadi di pinggir sungai. Sepeda angin itu ditemukan sekitar 100 meter dari bibir sungai. "Keluarga lalu meminta bantuan warga dan melaporkan ke perangkat desa serta kepolisian," tandas perwira berpangkat tiga balok di pundak ini.

]]>
Didin Cahya FS Tue, 12 Mar 2019 12:06:22 +0700
<![CDATA[Pedagang TMP Dipindah Akhir Maret]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/12/124329/pedagang-tmp-dipindah-akhir-maret http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/12/124329/pedagang-tmp-dipindah-akhir-maret

Pemindahan sejumlah pedagang ke bangunan pusat kuliner disepakati pedagang. Tetapi, pedagang meminta agar pemindahan tidak dilakukan dalam bulan-bulan ini.]]>

BLITAR KOTA - Rencana pemindahan sejumlah pedagang ke bangunan pusat kuliner disepakati pedagang. Meskipun begitu, pedagang meminta agar proses pemindahan tidak dilakukan dalam bulan-bulan ini.

 

 Memang sesuai rencana, sejumlah pedagang itu akan dipindah pada akhir Maret. Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melalui dinas perdagangan dan perindustrian (disperdagin) telah mengumpulkan para pedagang yang akan dipindah ke pusat kuliner di Jalan Ahmad Yani itu.

 

 Pedagang yang akan dipindah itu yakni pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Raden Wijaya atau Monumen Peta di Jalan Soedanco Supriadi dan pedagang di Jalan Sumatra yang selama ini mangkal di atas sungai. "Ya, rencananya 24 Maret nanti mulai proses pindahan. Diawali kenduri atau syukuran," kata wakil ketua paguyuban pedagang depan TMP, Slamet, Kamis (7/3).

 

Slamet mengatakan, pedagang telah dikumpulkan di kantor disperdagin untuk sosialisasi mengenai rencana relokasi itu. Saat itu pedagang sepakat untuk dipindah ke pusat kuliner. "Tiga hari yang lalu kami dikumpulkan. Baik pedagang di Jalan Sumatra dan depan TMP, sepakat semua," terang pedagang yang sehari-hari berjualan ayam geprek di depan TMP ini.

 

Meski sudah sepakat, pedagang meminta waktu terlebih dahulu. Pedagang meminta agar tidak dipindah dalam bulan ini. "Sebab, ini juga mendekati Lebaran dan jelang tahun ajaran baru sekolah," ungkap pria 50 tahun ini.

 

Slamet mengaku sudah mengecek bangunan pusat kuliner yang akan ditempatinya. Di sana terdapat sejumlah kios untuk setiap pedagang. Setiap kios ukurannya sekitar 2x3 meter.

Menurutnya, bangunan tersebut sudah cukup bagus. Namun melihat ukurannya, tidak akan cukup untuk keperluan lainnya. "Nanti untuk tempat cuci dan tempat masak tidak cukup. Hanya untuk tempat makan mungkin," kata pria yang sudah berjualan di depan TMP selama 10 tahun ini.

 

Di kawasan depan TMP atau Monumen PETA, terdapat 11 pedagang. Mereka semua merupakan pedagang makanan dan minuman. Rata-rata mereka sudah mangkal selama lima tahun lebih. Ada pedagang malam dan pagi.

 

Sementara itu, Kepala Disperdagin Kota Blitar Arianto mengatakan, rencana pemindahan pedagang depan TMP dan di Jalan Sumatra itu dilakukan akhir Maret. Sejumlah pedagang terdampak relokasi telah dikumpulkan untuk sosialisasi. “Ya, rencananya 24 Maret akan dipindah. Nanti pembukaan pusat kuliner rencananya pas Hari Jadi Kota Blitar,” ungkapnya.

]]>
Retta wulansari Tue, 12 Mar 2019 03:00:59 +0700
<![CDATA[Geger, Gumpalan Daging Diduga Janin Ditemukan di Stasiun Garum]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/11/124263/geger-gumpalan-daging-diduga-janin-ditemukan-di-stasiun-garum http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/11/124263/geger-gumpalan-daging-diduga-janin-ditemukan-di-stasiun-garum

Petugas Stasiun Garum digegerkan dengan penemuan gumpalan daging yang diduga janin bayi. Janin itu ditemukan di dalam musala stasiun.]]>

BLITAR KABUPATEN - Petugas Stasiun Garum digegerkan dengan penemuan gumpalan daging yang diduga janin bayi. Janin itu ditemukan di dalam musala stasiun.

 

Saat pertama kali ditemukan kondisi janin itu ditutupi tisu. Ukuran janin tersebut berkisar lima centimeter. Janin tersebut ditemukan sekitar pukul 04.30 oleh seorang petugas kebersihan. "Kami mendapat laporan dari stasiun dan langsung menuju TKP," kata Kapolsek Garum AKP Rusmin, Senin (11/3).

 

Rusmin mengatakan, janin bayi tersebut diperkirakan berusia sekitar 12 minggu. Saat ditemukan kondisinya masih segar seperti baru dilahirkan. "Kami sudah lakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti," terangnya.

 

Usai olah TKP, janin tersebut langsung dibawa ke puskesmas Garum untuk dilakukan pemeriksaan medis. Petugas puskesmas memastikan bahwa gumpalan daging yang ditemukan itu janin. "Tetapi untuk memastikannya, kami bawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar polisi berpangkat tiga balok dipundak ini.

 

Dari hasil olah TKP itu, polisi mengamankan beberapa barang bukti. Salah satunya adalah tisu yang diambil dari toilet. Selain itu, data jadwal keberangkatan kereta.

 

Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Sodik Effendi mengatakan, sudah menginterogasi beberapa petugas stasiun. Salah satunya adalah petugas kebersihan. "Sementara ini sudah ada tiga saksi yang sudah kami interogasi. Untuk perkembangan lebih lanjut nanti kami infokan," ungkapnya.

]]>
Retta wulansari Mon, 11 Mar 2019 11:11:20 +0700
<![CDATA[Jalan Rusak Tembus 200 Kilometer di Kabupaten Blitar]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/11/124207/jalan-rusak-tembus-200-kilometer-di-kabupaten-blitar http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/11/124207/jalan-rusak-tembus-200-kilometer-di-kabupaten-blitar

Tingkat kerusakan jalan di Kabupaten Blitar kategori parah cukup besar. Jalan yang rusak parah mencapai sepanjang 200 kilometer, 24 persen masuk rusak berat]]>

 BLITAR KABUPATEN – Tingkat kerusakan jalan di Kabupaten Blitar kategori parah cukup besar. Jalan yang rusak parah mencapai sepanjang 200 kilometer (km).

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, jumlah total jalan di Kabupaten Blitar mencapai sepanjang 1.383 km. Dari panjang ruas jalan tersebut, sebanyak 400 km masuk kategori rusak berat. “Artinya, dari total panjang jalan yang ada, 24 persen masuk kategori rusak berat,” ungkap Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blitar Puguh Imam Susanto melalui Kepala Bidang Jalan, Nanang Adi.

Jika dilihat dari jumlah total panjang jalan, sejatinya kerusakan jalan kategori berat tidak terjadi besar. Sebab, tidak mencapai separo dari total panjang jalan. Tapi jika dilihat dari panjangnya, memang cukup tinggi. Yakni mencapai 200 km.

 Nah, dari hasil survei yang dilakukan, ada beberapa kecamatan yang mengalami kerusakan jalan kategori berat. “Kerusakan jalan kategori berat hanya ada di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Panggungrejo, Binangun, dan Wates,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kerusakan jalan kategori besar sejatinya bukan disebabkan kualitas jalan, melainkan faktor human error. Yakni pemilik kendaraan (truk, Red) yang bermuatan melebih tonase. Seperti truk pengangkut pasir atau hasil pertambangan dan lainnya. “Di tiga kecamatan tersebut rusaknya jalan lebih disebabkan truk yang melintas melebihi kapasitas. Daerah tersebut memang hampir tiap hari dilalui truk hasil pertambangan maupun pertanian,” jelasnya.

 Menurut dia, sebenarnya tiap tahun pihaknya rutin memperbaiki bahkan menaikkan kualitas jalan. Namun karena terbatasnya jumlah anggaran yang disediakan, perbaikan kerusakan jalan tidak bisa dilakukan bersamaan. “Perbaikan dan peningkatan kualitas jalan kami lakukan bertahap,” imbuhnya.

]]>
Didin Cahya FS Mon, 11 Mar 2019 09:05:59 +0700
<![CDATA[MRSF Polres Blitar Kota, Cokelat dan Dodit Hibur 25 Ribu Millenial]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/10/124138/mrsf-polres-blitar-kota-cokelat-dan-dodit-hibur-25-ribu-millenial http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/10/124138/mrsf-polres-blitar-kota-cokelat-dan-dodit-hibur-25-ribu-millenial

25 ribu generasi milenial padati Alun-Alun Kota Blitar, Minggu (10/3). Mereka kumpul semarakkan puncak Millenial Road Safety Festival (MRSF) Polres Blitar Kota]]>

 BLITAR KOTA - Sekitar 25 ribu generasi millenial memadati Alun-Alun Kota Blitar, Minggu (10/3). Mereka berkumpul untuk menyemarakkan puncak Millenial Road Safety Festival (MRSF) Polres Blitar Kota yang bertajuk Bumi Bung Karno Millenial Carnival. 

 

Acara semakin meriah dan semarak ketika band Cokelat tampil menghibur para generasi millenial yang hadir. Lebih dari lima lagu hits milik Cokelat sukses membuat suasana pagi di Alun-Alun Kota Blitar pecah oleh teriakan anak-anak muda.

KOCAK: Komik Dodit Mulyanto juga Sukses membuat generasi millenial tertawa dengan guyonan khasnya, Minggu (10/3). (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

 

Bukan hanya itu, penampilan Stand Up Comedian (Komik) Dodit Mulyanto juga sukses mengocok perut ribuan pemuda generasi millenial. Komik asal Blitar itu juga berkesempatan langsung memimpin pembacaan deklarasi MRSF dihadapan ribuan kaum millenial terdiri dari para pelajar hingga pemuda-pemudi dari berbagai lintas komunitas. 

 

Dengan didampingi Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar dan para Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dodir membacakan deklarasi itu. Intinya, mengajak masyarakat khususnya kaum millenial untuk tertib berlalu lintas, mendukung sepenuhnya program kepolisian dan pastinya juga menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. "Mari mewujudkan generasi millenial cinta lalu lintas menuju Indonesia Gemilang," seru Dodit diikuti ribuan peserta Bumi Bung Karno MRSF Carnival. 

 

Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar mengatakan, MRSF yang digelar tersebut merupakan puncak rangkaian MRSF di Kota Blitar. Sebelumnya, Polres Blitar Kota telah menggelar beberapa kegiatan MRSF bersama sejumlah komunitas. "Dan hari ini adalah puncaknya. Alhamdulillah dimulai dari pagi sampai siang acara berlangsung sangat meriah," ungkapnya. 

 

Ade mengatakan, dalam puncak MRSF ini diisi berbagai kegiatan. Di antaranya jalan sehat (fun walk), senam kolosal, entrepreneur expo, safety riding hingga free style. "Semua kegiatan berjalan dengan baik. Seluruh generasi millenial dan komunitas ikut memeriahkan puncak acara ini," ujar perwira berpangkat dua melati di pundak ini. 

 

Terpenting, menurut Ade, dalam MRSF bertujuan untuk mengajak masyarakat khususnya generasi millenial untuk tertib berlalu lintas. "Stop pelanggaran. Stop kecelakaan. Tertib berlalu lintas dan pastinya menjadi pelopor tertib berlalu lintas di jalan," pesannya.

 

]]>
Didin Cahya FS Sun, 10 Mar 2019 16:51:22 +0700
<![CDATA[Pawai Ogoh-Ogoh Destinasi Anyar]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/09/123939/pawai-ogoh-ogoh-destinasi-anyar http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/09/123939/pawai-ogoh-ogoh-destinasi-anyar

Ribuan umat Hindu se-Blitar Raya memadati lapangan bola di Kelurahan/Kecamatan Wlingi, Rabu (6/3). Mereka datang dari berbagai wilayah di Blitar.]]>

BLITAR KABUPATEN – Ribuan umat Hindu se-Blitar Raya memadati lapangan bola di Kelurahan/Kecamatan Wlingi, Rabu (6/3). Mereka yang datang dari berbagai wilayah di Blitar itu mengikuti ritual upacara Tawur Agung Kesanga dan pawai ogoh-ogoh.

 

 Wakil Bupati Blitar Marhaenis Urip Widodo turut hadir langsung di tengah-tengah ribuan umat Hindu itu. Orang nomor dua di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar itu membuka ritual upacara tawur agung kesanga dan memberangkatkan ribuan peserta pawai ogoh-ogoh.

MERIAH: Sejumlah warga mengusung Ogoh-ogoh pada rangkaian upacara tawur kesanga Rabu (6/3) . (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

 

 Ritual tawur kesanga adalah salah satu rangkaian kegiatan menjelang perayaan Nyepi. Usai beribadah dalam ritual tawur agung kesanga itu, dilanjut berpuasa sehari penuh pada Nyepi kemarin. Setiap Nyepi, umat Hindu berdiam diri di rumah. Tidak bekerja, tidak bepergian dan tidak bersenang-senang. “Ini menjadi agenda tahunan umat Hindu yang selalu menyedot antusias masyarakat,” ungkap Wabup Blitar Marhaenis UW.

 

 Marhaenis mengatakan kegiatan tawur agung kesanga dan pawai ogoh-ogoh itu selalu menyedot antusias masyarakat Blitar terutama para wisatawan. Hal itu berdampak positif bagi perkembangan pariwisata di Kabupaten Blitar. “Secara tidak langsung ini juga menjadi salah satu destinasi wisata tersendiri. Apalagi ketika puncak perayaan Nyepi nanti berlangsung, banyak wisatawan yang datang,” ujarnya. 

 

 Ya, ribuan umat yang sudah berkumpul di lapangan itu langsung mengikuti ritual doa tawur kesanga. Dengan khusyuk,  umat berdoa kepada sang Maha Kuasa. Ritual tawur kesanga bertujuan untuk mensucikan diri. Sebelumnya, ribuan umat Hindu juga telah melakukan ritual Melasti di Pantai Jolosutro, Kecamatan Wates. ”Tawur kesanga ini sebagai wujud bakti umat Hindu cinta tanah air. Kami berharap perayaan Nyepi bisa membawa kedamaian apalagi ini tahun pemilu," kata Ketua Panitia Upacara Tawur Kesanga Yuliono.

 

 Usai ritual dilanjutkan pawai ogoh-ogoh. Ada sebanyak 56 ogoh-ogoh turun ke jalan protokol Wlingi untuk diarak keliling. Pawai itu merupakan bagian dari ritual tawur kesanga menjelang perayaan Tahun Baru Saka 1941. Pawai ogoh-ogoh yang digelar setiap tahun itu selalu menyedot antusiasme warga. Terbukti, di sepanjang rute jalan yang dilalui, warga sudah membeludak.

Pawai ogoh-ogoh diberangkatkan langsung dari lapangan kelurahan/Kecamatan Wlingi sekitar pukul 12.30. Ogoh-ogoh dari berbagai ukuran dan bentuk itu diarak oleh ribuan pemuda hingga anak-anak mengelilingi jalan protokol Kelurahan/Kecamatan Wlingi.

 

Yuli mengatakan, tawur kesangan merupakan salah satu rangkaian kegiatan menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941. Sebelumnya umat Hindu telah melaksanakan upacara Melasti beberapa hari lalu yang dipusatkan di Pantai Jolosutro, Kecamatan Wates. "Melasti itu mensucikan air. Sedangkan Tawur Kesanga ini mensucikan tanah," ungkap pria ramah ini.

 

 Dengan ritual-ritual itu, diharapkan para umat Hindu di Blitar Raya bisa semakin cinta terhadap tanah air. Menjaga perdamaian menjelang pesta demokrasi yakni Pemilu 2019.

]]>
Retta wulansari Sat, 09 Mar 2019 12:00:59 +0700
<![CDATA[Usai Tapa Brata Nyepi, Umat Hindu Sembahyang Ngembak Geni]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/08/123760/usai-tapa-brata-nyepi-umat-hindu-sembahyang-ngembak-geni http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/08/123760/usai-tapa-brata-nyepi-umat-hindu-sembahyang-ngembak-geni

Usai sehari semalam berpuasa dan menjalankan tapa brata nyepi, Jumat (8/3) pagi giliran umat Hindu bersuka cita merayakan Nyepi dan Tahun Baru Saka 1941.]]>

BLITAR KABUPATEN - Usai sehari semalam berpuasa dan menjalankan tapa brata nyepi, Jumat (8/3) pagi giliran umat Hindu bersuka cita merayakan Nyepi dan Tahun Baru Saka 1941.

 

Di sejumlah pura, umat Hindu menjalankan ibadah ritual ngembak geni. Salah satunya seperti terlihat di Pura Suryadharma di Dusun Bintang, Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari. Sekitar 100 warga umat Hindu di dusun tersebut berkumpul untuk sembahyang bersama.

 

Sejak pukul 07.00, mereka sudah berkumpul di pura. Satu per satu warga masuk gerbang pura. Sebelum masuk ke tempat ibadah, terlebih dulu warga mengambil air suci yang sudah dipersiapkan. Air suci itu lantas dipercikkan ke tangan dan wajah.

 

Setelah itu, mereka langsung disambut pemangku yang sudah rapi mengenakan pakaian serba putih. Para warga yang sudah duduk berjajar rapi kembali dicipratkan air suci. "Ya, ini Tirta Panglukat. Sebelum sembahyang dipercikkan air suci ini," kata Mangku Sutrisno, kepada Jawa Pos Radar Blitar, Jumat (8/3).

 

Di Dusun Bintang, Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari terdapat sekitar 100 Kepala Keluarga (KK) yang beragama Hindu. Setiap kali merayakan Nyepi, mereka selalu berkumpul. "Biasanya setelah sembahyang kami berkumpul bersama keluarga. Lalu anjangsana ke tetangga dan kerabat," ungkap Mangku Sumiran yang memimpin ritual sembahyang Ngembak Geni.

 

Pada perayaan Nyepi tahun ini berharap agar umat Hindu terus menjaga persatuan umat. Ikut menciptakan kedamaian. "Kekompakan umat harus tetap dijaga. Khusus umat di dusun Bintang, Desa Ngaringan ini. Semoga rangkaian kegiatan Nyepi kali diterima sang maha kuasa," ungkapnya.

]]>
Retta wulansari Fri, 08 Mar 2019 17:00:59 +0700
<![CDATA[Sembilan Dubes Timteng Kunjungi Blitar]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/08/123711/sembilan-dubes-timteng-kunjungi-blitar http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/08/123711/sembilan-dubes-timteng-kunjungi-blitar

Kabupaten Blitar menjadi salah satu daerah tujuan diplomatic outreach dan dikunjungi oleh 0 duta besar dan pejabat diplomatik.]]>

BLITAR KABUPATEN - Pengembangan sektor pariwisata dan industri kecil menengah (IKM) terus digalakkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar. Keseriusan itu yakni dalam mengelola sektor wisata dan IKM mulai membuahkan hasil.

 

Kini, Kabupaten Blitar menjadi salah satu daerah tujuan diplomatic outreach dan dikunjungi oleh 9 duta besar dan pejabat diplomatik. Yakni dari beberapa negara Timur Tengah (Timteng), Afrika dan Kepulauan Fiji.

KALI PERTAMA: Bupati Rijanto (tengah) bersama 9 dubes dan pejabat diplomatik sejumlah negara di Timteng, Afrika, dan Kepulauan Fiji, saat berada di Pendapa Ronggo Hadinegoro. (SYAIFUL ANWAR/RADAR BLITAR)

 

 Duta besar yang hadir yakni dari Republik Irak, Republik Mesir, Maroko, Jordan, Afrika Selatan, Republik Fiji, Republik Tunisia, Maroko, dan Qatar. Mereka berada di Kabupaten Blitar selama empat hari, yakni 5-8 Maret. “Selama di Blitar, mereka (dubes dan pejabat diplomatik, Red) akan melakukan serangkaian kegiatan,” ungkap Bupati Rijanto.

 

 Kegiatan yang dilakukan di antaranya welcome dinner, rapat koordinasi (rakor) Forum Ekonomi Blitar-Timur Tengah, serta mengunjungi sejumlah tempat wisata dan pusat IKM. Di antaranya di Kampung Jenang di Desa Rejowinangun; Kampung Coklat Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan; peternakan PT Greenfield; Perkebunan Sirahkencong; Pantai Serang; Makam Bung Karno; dan lainnya.

 

Dia melanjutkan, Kabupaten Blitar menjadi salah satu daerah yang beruntung. Baru kali pertama mendapat kunjungan dari duta besar negara timur tengah dan yang lainnya. “Inti dan tujuan dari diplomatic outreach yakni untuk meningkatkan sekaligus menjalin kerja sama. Itu guna penguatan ekonomi antarnegara. Terutama mengenalkan potensi wisata dan IKM di Kabupaten Blitar,” ujarnya.

 

 Dengan adanya kegiatan ini, pihaknya berharap agar banyak warga Timteng yang datang ke Kabupaten Blitar, baik untuk sekadar berwisata maupun untuk menjalin kerja sama bisnis atau lainnya. “Diharapkan, nantinya ada output dari kegiatan ini misalnya kedatangan investor asing yang menanamkan modalnya di Kabupaten Blitar,” harapnya.

 

 Menurut dia, selama berada di Kabupaten Blitar duta besar dan pejabat diplomatik negara Timur Tengah kepulauan Fiji dan Afrika, mendatangi dan melihat langsung semua potensi yang ada. Hal ini secara tidak langsung bisa mempromosikan sektor wisata, produk unggulan, dan potensi lainnya ke sejumlah negara di Timteng, Afrika, dan Kepulauan Fiji. “Kunjungan dubes dan pejabat diplomatik sangat bermanfaat bagi wisata dan IKM di Kabupaten Blitar,” jelasnya.

 

Sementara itu, Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri, Sunarko mengatakan, Kabupaten Blitar sengaja dipilih dalam kegiatan diplomatic outreach karena memiliki banyak potensi. Di antaranya memiliki banyak tempat wisata, mulai dari wisata pantai, budaya, sejarah, hingga alam. Sedangkan untuk produk unggulan, di antaranya makanan olahan, kerajinan, dan lainnya. “Kabupaten Blitar memiliki banyak potensi yang layak untuk dikenalkan ke luar negeri (internasional). Mulai dari potensi wisata hingga produk unggulan,” ucapnya.

 

Dia mengatakan, kegiatan tidak berhenti sampai di sini. Dubes dan pejabat diplomatik tidak sebatas datang dan kemudian pergi. Tapi ada tindak lanjut kerja sama atas potensi untuk dipromosikan ke luar negeri. Salah satu contoh jika negara tersebut menggelar pameran, maka beberapa produk unggulan akan ikut hadirkan. “Misalnya, produk unggulan mana yang bisa dipasarkan di negaranya atau tempat wisata mana yang layak dikunjungi warganya dan lainnya,” jelasnya.

 

]]>
Retta wulansari Fri, 08 Mar 2019 16:00:59 +0700
<![CDATA[Surat Suara Pemilihan Capres dan Cawapres Tiba, Besok Disortir]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/07/123599/surat-suara-pemilihan-capres-dan-cawapres-tiba-besok-disortir http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/07/123599/surat-suara-pemilihan-capres-dan-cawapres-tiba-besok-disortir

Ratusan ribu lembar surat suara (SS) pemilu calon presiden (capres) dan wakil presiden (wapres) dan SS pemilihan DPD RI akhirnya tiba Rabu (6/3) sore.]]>

BLITAR KOTA - Ratusan ribu lembar surat suara (SS) pemilu calon presiden (capres) dan wakil presiden (wapres) dan SS pemilihan DPD RI akhirnya tiba.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar Setyo Budiono mengatakan, SS pemilihan capres dan cawapres serta DPD RI itu telah disimpan di gudang logistik KPU Kota Blitar setelah datang Rabu (6/3) sore. Ratusan ribu surat suara itu masih terbungkus dalam boks atau kardus. "Rencananya besok disortir oleh teman-teman," katanya , Kamis (7/3). 

Berdasarkan data yang diterima di lapangan, jumlah total boks yang datang yakni sebanyak 290 boks. Perinciannya, 232 boks untuk surat suara DBD RI dan 58 boks surat suara capres dan cawapres. Untuk jumlah lembarnya, masing-masing SS sebanyak 115.815 lembar. 

Budi mengatakan, surat suara itu untuk sementara disimpan di gudang logistik KPU di Jalan Cemara. Pihaknya belum bisa mengetahui adakah SS yang rusak ataupun tidak sesuai bentuk dan desainnya. "Nanti kan masih harus disortir. Jadi belum tahu," terangnya. 

Surat suara itu kini disimpan di gudang dengan pengamanan ketat dari personel kepolisian. Hal itu dilakukan seperti SS yang sudah tiba sebelumnya. SS yang sudah datang dan disortir adalah SS DPR RI, SS DPRD Kota Blitar, SS DPRD Provinsi. 

Dari hasil penyortiran itu, ditemukan ribuan lembar surat suara rusak. Berdasarkan hasil rekap tercatat ada 1.796 lembar. Kerusakan yang terjadi di antaranya sobek, ukuran surat suara melebihi, hingga timbul bercak noda. Surat suara yang rusak itu kini disimpan dan akan dikirimkan ke KPU RI untuk diganti.

]]>
Didin Cahya FS Thu, 07 Mar 2019 15:32:34 +0700
<![CDATA[Curah Hujan Tinggi, Beberapa Ruas Jalan Kota Blitar Tergenang]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/07/123596/curah-hujan-tinggi-beberapa-ruas-jalan-kota-blitar-tergenang http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/07/123596/curah-hujan-tinggi-beberapa-ruas-jalan-kota-blitar-tergenang

Hujan deras yang mengguyur wilayah Blitar mulai Rabu (6/3) hingga Kamis (7/3), sejumlah kali dan sungai meluap. Beberapa ruas jalan di Kota Blitar tergenang]]>

BLITAR KOTA - Hujan deras yang mengguyur wilayah Blitar mulai Rabu (6/3) hingga Kamis (7/3) membuat sejumlah kali dan sungai meluap. Hal itu juga berdampak pada saluran air ataupun irigasi jalan di Kota Blitar.

Ya, sejak hujan deras yang melanda mulai kemarin (6/3) itu, beberapa ruas jalan di Kota Blitar tergenang. Penyebabnya, saluran air di pinggir jalan meluap akibat curah hujan tinggi. Ruas jalan yang cukup parah tergenang yakni Jalan Mastrip dan Jalan Anggrek. Ketinggiannya mencapai sekitar 30 sentimeter. 

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) dan Penanggulangan Bencana Daerah (PBD) Kota Blitar Hakim Sisworo mengatakan, curah hujan yang tinggi sejak kemarin membuat saluran irigasi jalan meluap. Pantuan PBD ada beberapa titik ruas jalan yang tergenang air. "Jalan Anggrek, Jalan veteran, Jalan Mastrip, Jalan Merdeka depan Toko Ijo, dan Jalan Soedanco Supriadi," terangnya. 

Selain menggenangi ruas Jalan, air hujan juga menggenangi kawasan Perumahan Tlumpu. Namun demikian, tidak terjadi kerusakan atau korban jiwa. "Ya, hanya sampai menggenangi saja karena curah hujan yang tinggi," ujar pria ramah ini. 

Berdasar informasi yang diterima koran ini, sampai tadi pagi air masih menggenangi ruas Jalan Mastrip. Namun setelah hujan semakin reda, air mulai surut. "Genangan itu terjadi karena saluran air juga ada yang terhambat sampah. Makanya meluap," kata Hakim. 

Selain itu, PBD Kota Blitar juga mencatat adanya pohon tumbang di kawasan Jalan Cemara. Pohon berdiameter satu meter itu tumbang ke arah timur. "Lokasinya itu Jalan Cemara selatan DAM rembang, utara Paud Harmoni. Akibatnya, merusak talud dibawahnya," terang pria ramah ini. (sub)

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar Agus Zunaedi mengungkapkan, selain curah hujan yang tinggi penyebab lain adalah kurang matangnya perencanaan pembangunan saluran irigasi. Seperti salurah irigasi Jalan Mastrip. 

Agus mengatakan, perencanaan hingga pengerjaan saluran irigasi di Jalan Mastrip dilakukan sepotong-potong. Artinya tidak menyeluruh. "Itu kan juga bisa mengakibatkan saluran irigasi tidak berfungsi secara maksimal. Harusnya dari hulu sampai hilir dibenahi. Kami minta PU untuk mengkaji ulang dan merencanakan dengan matang dan profesional," ungkap ujarnya.

]]>
Didin Cahya FS Thu, 07 Mar 2019 15:06:09 +0700
<![CDATA[Dispendukcapil Antisipsi WNA Masuk DPT, KPU Blitar Kota Sedang Kroscek]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/06/123481/dispendukcapil-antisipsi-wna-masuk-dpt-kpu-blitar-kota-sedang-kroscek http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/06/123481/dispendukcapil-antisipsi-wna-masuk-dpt-kpu-blitar-kota-sedang-kroscek

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Blitar mulai mengecek data-data warga negara asing (WNA) yang tinggal di Kota Blitar.]]>

BLITAR KOTA - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Blitar mulai mengecek data-data warga negara asing (WNA) yang tinggal di Kota Blitar. Itu dilakukan setelah adanya informasi ditemukannya WNA yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019. 


Plt Kepala Dispendukcapil Kota Blitar Edy Mulyono mengatakan, pihaknya sudah menerima surat edaran dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar untuk menindaklanjuti WNA yang masuk DPT. Dispendukcapil diminta untuk membantu untuk mengkroscek data WNA di Kota Blitar. "KPU sudah koordinasi ke kami sejak adanya berita itu (WNA masuk DPT)," katanya, Rabu (6/3). 
Menurutnya, seluruh daerah juga melakukan hal yang sama. Yakni mengkroscek data WNA yang tinggal di daerahnya. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi WNA masuk ke DPT Pemilu 2019. "Selain KPU, ada juga panwas yang bersurat ke kami tentang data WNA itu. Kami sudah serahkan datanya. Masalah itu nanti masuk DPT atau tidak, itu KPU yang nanti menjawab," ungkapnya.
Berdasarkan data Dispendukcapil Kota Blitar, untuk WNA yang saat ini tinggal di Kota Blitar tercatat ada enam orang. Keenam WNA itu sudah memiliki  KITAS  atau Keterangan Izin Tinggal Sementara. 
Dengan adanya KITAS itu maka sesuai aturan dispendukcapil harus memfasilitasi WNA tersebut dengan memberikan bukti identitas khusus. Wujudnya adalah Surat Keterangan Tempat Tinggal Sementara (SKTTS). "SKTTS ini bentuknya seperti kertas biasa berwarna. Itu kami buatkan untuk WNA. Jadi, bukan E-KTP," ujarnya. 
Sesuai database itu, SKTTS itu berisi data nama WNA, asal negara, dan tempat tinggalnya. SKTTS itu hanya untuk tanda identitas orang. SKTTS itu diberikan dispendukcapil untuk mengakomodir WNA yang ingin tinggal di daerah.
Terkait WNA apakah masuk DPT ataukah tidak, jelas Edy, itu bukan ranah atau kewenangan dari dispendukcapil. "Di sini, dispendukcapil hanya memiliki kewenangan sampai di penerbitan SKTTS. Jadi apakah itu masuk DPT atau tidak, kami tidak tahu. Yang tahu itu KPU," jelasnya. 
Terpisah, Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Perencanaan Anggaran dan Data Choirul Umam mengatakan, sedang melakukan pengecekan terkait adanya temuaN WNA masuk DPT. KPU telah berkoordinasi dengan Dispendukcapil untuk mengkroscek WNA yang tinggal di Kota Blitar. "Ya, ini sedang kami cek," terangnya.
Sebelumnya, temuan WNA masuk DPT itu terjadi di daerah Cianjur, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Dua WNA asal Jerman dan Swiss tersebut masuk dalam DPT Pemilu 2019 setelah KPU melakukan verifikasi data pemilih. Temuan itupun langsung ditindaklanjuti oleh Badan Pemgawas Pemilu (Bawaslu). 

]]>
Didin Cahya FS Wed, 06 Mar 2019 19:29:22 +0700
<![CDATA[Ribuan Umat Hindu Se-Blitar Raya Ikuti Pawai Ogoh-Ogoh Jelang Nyepi]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/06/123450/ribuan-umat-hindu-se-blitar-raya-ikuti-pawai-ogoh-ogoh-jelang-nyepi http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/06/123450/ribuan-umat-hindu-se-blitar-raya-ikuti-pawai-ogoh-ogoh-jelang-nyepi

Sebanyak 56 ogoh-ogoh turun ke jalan protokol Wlingi, Rabu (6/3). Ogoh-ogoh itu diarak oleh ribuan umat Hindu se-Blitar Raya.]]>

BLITAR KABUPATEN - Sebanyak 56 ogoh-ogoh turun ke jalan protokol Wlingi, Rabu (6/3). Ogoh-ogoh itu diarak oleh ribuan umat Hindu se-Blitar Raya.

 

Pawai itu merupakan bagian dari upacara Tawur Kesanga menjelang perayaan Tahun Baru 1941 Saka atau perayaan Hari Raya Nyepi. Pawai ogoh-ogoh yang digelar setiap tahun itu selalu menyedot antusiasme warga.

PAWAI: Pawai Ogoh-Ogoh diikuti ribuan umat Hindu se-Blitar Raya, Rabu (6/3). (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

 

Pawai ogoh-ogoh diberangkatkan langsung dari Lapangan Kelurahan/Kecamatan Wlingi sekitar pukul 12.00. Ogoh-ogoh dari berbagai ukuran dan bentuk itu diarak oleh ribuan pemuda hingga anak-anak mengelilingi jalan protokol Kelurahan/Kecamatan Wlingi.

 

Pawai Ogoh-Ogoh itu diikuti ribuan umat Hindu se-Blitar Raya. Start di depan Kantor PDAM Wlingi dan finis di Pasar Hewan Wlingi. Rute sepanjang sekitar tiga kilometer itu juga melintasi jalur provinsi. "Tawur kesanga ini sebagai Wujud bakti umat Hindu cinta tanah air. Kami berharap perayaan Nyepi bisa membawa kedamaian apalagi ini tahun pemilu," kata Ketua Panitia Upacara Tawur Kesanga Yuliono.

 

Yuli mengatakan, tawur kesangan merupakan salah satu rangkaian kegiatan menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941. Sebelumnya, umat Hindu telah melaksanakan upacara Melasti beberapa hari lalu yang dipusatkan di Pantai Jolosutro, Kecamatan Wates. "Melasti itu mensucikan air. Sedangkan Tawur Kesanga ini mensucikan tanah," ungkap pria ramah ini.

 

Dengan ritual-ritual itu, diharapkan para umat Hindu di Blitar Raya bisa semakin cinta terhadap tanah air. Menjaga perdamaian menjelang pesta demokrasi yakni Pemilu 2019. 

]]>
Retta wulansari Wed, 06 Mar 2019 18:00:59 +0700
<![CDATA[Sosialisasi Wujudkan Pemilu Aman Digelar Bakesbangpol]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/06/123386/sosialisasi-wujudkan-pemilu-aman-digelar-bakesbangpol http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/06/123386/sosialisasi-wujudkan-pemilu-aman-digelar-bakesbangpol

Ratusan caleg 2019 berkumpul di Pendapa Sasana Adhi Praja untuk mengikuti sosialisasi pendidikan politik yang diselenggarakan oleh Bakesbangpol Kabupaten Blitar]]>

BLITAR KABUPATEN – Ratusan calon legislatif (caleg) atau peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 berkumpul di Pendapa Sasana Adhi Praja, kantor Bupati Blitar di Kanigoro, Selasa (5/3). Kali ini mengikuti sosialisasi pendidikan politik yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Blitar.

 

Sosialisasi bertema “Kita Wujudkan Pemilu 2019 dengan Aman, Bersih, Berintegritas, dan Bermartabat” dibuka langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Marhaenis Urip Widodo. Acara dihadiri oleh forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda), ketua KPU, ketua Bawaslu Kabupaten Blitar, dan ratusan caleg dari seluruh pratai kontestan Pemilu 2019.

 

Wabup Marhaenis UW mengatakan, sosialisasi memiliki arti penting sebagai wujud tanggung jawab dan kewajiban semua pihak. Terutama dalam upaya menyukseskan pelaksanaan Pemilu 2019 secara langsung, aman, dan berkualitas di daerah. “Pemilu harus kita sukseskan dan kita wajib ikut menyukseskan Pemilu 2019,” ungkapnya.

 

 Menurut dia, pemilu merupakan pilar demokrasi sebagai wahana perwujudan kedaulatan rakyat, guna menghasilkan pemerintahan yang demokratis. Pemerintahan tersebut dihasilkan dari pemilihan umum. Dia melanjutkan, kegiatan ini juga penting bagi peserta yakni caleg peserta Pemilu 2019.

 

 Sebab, kini masih banyak peserta pemilu, baik partai maupun calon legislatif (caleg) yang belum memahami berbagai aturan pemilu kini. “Harusnya peserta pemilu menyadari dan siap, Pemilu 2019 menggunakan dasar hukum yang berbeda dibanding pemilu sebelumnya. Sampai sekarang masih banyak peserta pemilu yang memahami cara berkampanye pemilu kali ini sesuai dengan aturan lama,” ujarnya.

 

Dia mengatakan, sosialisasi pendidikan politik dalam menyongsong pemilu tahun ini bernilai penting. Sebab, melalui kegiatan ini, bisa mewujudkan kesamaan persepsi, untuk menciptakan pemilu yang demokratis dan meningkatkan angka partisipasi politik masyarakat dalam pemilu serentak di tahun ini. “Suksesnya pemilu tidak hanya bergantung pada integritas penyelenggara dan peserta pemilu saja, tapi juga harus didukung oleh seluruh pemangku kepentingan pemilu. Demi terciptanya sinergitas yang kuat dan saling berkesinambungan,” jlentrehnya.

 

Dia menjelaskan, sesuai dengan pasal 434 UU Tahun 2017, pemerintah daerah wajib memberikan bantuan dan fasilitas untuk kelancaran penyelenggaraan pemilu. “Intinya diperlukan persamaan persepsi di antara pemangku kepentingan dalam upaya pencapaian pemilu yang demokratis,”jelasnya.

 

Dia mengatakan, salah satu bagian yang terpenting dari sebuah proses pemilihan umum yakni peran dan partisipasi masyarakat. Pertimbangan rasional, dengan menjadi pemilih yang cerdas perlu terus menerus disosialisasikan. Diharapkan ke depan dapat terpilih pemimpin atau anggota parlemen yang mempunyai integritas dan kualitas yang tinggi. “Untuk itu, tingkat partisipasi politik masyarakat menjadi perhatian khusus pada pemilu tahun ini. Sebab, kini telah terjadi kecenderungan fenomena fluktuasi tingkat partisipasi politik masyarakat dalam pemilu,” ungkapnya.

 

 Menurut dia, fenomena tersebut hendaknya disikapi bersama dengan bijak. Untuk itu, sinergitas dari seluruh pemangku kepentingan pemilu diharapkan bisa memberikan sosialisasi yang tepat kepada masyarakat tentang arti pentingnya pemilu bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

 Untuk itu, dia berharap masyarakat nantinya dengan penuh antusias, menggunakan hak pilihnya secara aman tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun. “Saya berharap kegiatan ini dapat mewujudkan kesamaan persepsi serta sinergitas yang kuat dan berkesinambungan antara pemangku kepentingan pemilu dalam upaya menciptakan pemilu yang demokratis,” pungkasnya.

]]>
Retta wulansari Wed, 06 Mar 2019 13:00:59 +0700
<![CDATA[Ratusan CPNS Mulai diterjunkan ke Sejumlah OPD]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/05/123152/ratusan-cpns-mulai-diterjunkan-ke-sejumlah-opd http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/05/123152/ratusan-cpns-mulai-diterjunkan-ke-sejumlah-opd

Setelah pemberkasan untuk pengajuan nomor induk pegawai (NIP) rampung, Senin (4/3) ratusan CPNS Kota Blitar mulai diterjunkan ke sejumlah OPD.]]>

BLITAR KOTA - Setelah pemberkasan untuk pengajuan nomor induk pegawai (NIP) rampung, Senin (4/3) ratusan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kota Blitar mulai diterjunkan ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

 

 Ratusan CPNS dari tiga formasi, yakni guru atau tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis itu kini mengikuti tahapan orientasi. Yakni pengenalan terhadap lingkungan kerja. "Ya, sudah ke OPD semua. Sekarang proses orientasi," kata Ketua Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Blitar Suyoto, Senin (4/3).

 

 Suyoto mengatakan, masa orientasi merupakan salah satu tahapan CPNS yang harus dilalui. Dalam masa orientasi itu, para CPNS akan dikenalkan dengan lingkungan tempat kerja seperti OPD ataupun unit pelaksana teknis dinas (UPTD). "Kini masih orientasi. Nanti selanjutnya tahap prajabatan," terang pria ramah ini.

 

Dari informasi yang diterima Koran ini, para CPNS sudah menerima surat keputusan (SK) CPNS. Tahapan berikutnya, CPNS masih harus mengabdi selama kurang lebih satu tahun hingga nantinya dikeluarkan SK pengangkatan PNS. “Tahapan masih panjang, Mas. Nanti kami masih harus menjalani karantina,” ujar Jefry, salah satu CPNS, saat ditanya Koran ini.

 

Dari pantauan Koran ini kemarin, sebelumnya seluruh CPNS dikumpulkan dalam apel pagi di kantor wali Kota Blitar. Setelah itu, mereka langsung disebar ke OPD-OPD sesuai formasi. Seperti terlihat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar. Sejumlah CPNS untuk formasi tenaga kesehatan sudah diterima di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar, Senin (4/3). Ada sebanyak 27 CPNS yang ditempatkan di dinkes Kota Blitar.

 

Para CPNS tersebut mendapatkan pengarahan dari beberapa pegawai dinkes. Mereka dikumpulkan dalam satu ruang. Selama beberapa hari, mereka juga akan diajak ke puskesmas hingga labkesda Kota Blitar sebagai pengenalan.

 

Sebanyak 27 CPNS itu terdiri dari tenaga perawat, tenaga fungsional, hingga tenaga laboratorium. Nantinya, 27 CPNS itu akan ditempatkan di unit-unit kerja milik dinkes. "Nanti kami tempatkan di puskesmas, laboratorium kesehatan daerah (labkesda), dan ada juga di kantor dinkes sebagai tenaga fungsional," kata Kepala Dinkes Kota Blitar, dr Muchlis.

 

]]>
Retta wulansari Tue, 05 Mar 2019 18:05:59 +0700
<![CDATA[Begini Awal Mula Kecelakaan yang Melibatkan Tiga Kendaraan]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/05/123157/begini-awal-mula-kecelakaan-yang-melibatkan-tiga-kendaraan http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/05/123157/begini-awal-mula-kecelakaan-yang-melibatkan-tiga-kendaraan

Kecelakaan berawal saat mobil pikap yang dikemudikan Dwi Herman melaju dari utara ke selatan. Dwi diduga melaju dengan kecepatan kencang.]]>

BLITAR KABUPATEN – Seperti yang telah diberitakan sebelumnya terkait kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan  di ruas Jalan Umum di Lingkungan Krakal,  Kasubbag Humas Polres Blitar Iptu M. Burhanudin menjelaskan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.30 di Jalan umum di Lingkungan Krakal, Kelurahan Klemunan, Kecamatan Wlingi. Kecelakaan berawal saat mobil pikap yang dikemudikan Dwi Herman melaju dari utara ke selatan. Dwi diduga melaju dengan kecepatan kencang.

 

Nah, masuk jalan umum lingkungan Krakal, Dwi memelankan lajunya karena di depannya ada minibus tidak dikenal. Dwi bermasuk untuk menyalip atau mendahuluinya. Setelah dirasa cukup aman kondisi lajur kanannya, Dwi langsung tancap gas menyalip minibus.

 

Namun, saat berusaha menyalip itu ternyata iuga bersamaan melaju dua sepeda motor dari arah berlawanan yakni dari selatan ke utara. Dwi yang kaget tidak bisa berbuat apa-apa. Akibatnya, terjadilah benturan keras. Brakkkk. Daihatsu itu langsung menyantap dua pengemudi sepeda motor di depannya.

 

Dua pengemudi sepeda motor itu langsung terpental. Nahasnya, Sendi salah satu pengendara sepeda motor Suzuki mengalami luka parah di kepala. Para pengendara sepeda motor langsung terkapar di aspal. "Warga yang mengetahui langsung berusaha menolong dan melaporkannya ke polisi," ungkap polisi ramah ini.

 

Unit laka yang menerima laporan langsung menuju TKP kecelakaan. Polisi dengan dibantu warga membawa para oengemudi sepeda motor maupun pengemudi pikap ke rumah sakit terdekat. Polisi lalu olah TKP dan memeriksa saksi-sakisi.

]]>
Retta wulansari Tue, 05 Mar 2019 12:35:59 +0700
<![CDATA[Pikap Daihatsu, Santap Dua Pengendara Sepeda Motor]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/05/123155/pikap-daihatsu-santap-dua-pengendara-sepeda-motor http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/05/123155/pikap-daihatsu-santap-dua-pengendara-sepeda-motor

Kecelakaan melibatkan tiga kendaraan terjadi di ruas Jalan Umum di Lingkungan Krakal, Kelurahan Klemunan, Kecamatan Wlingi, Senin sore (4/3).]]>

BLITAR KABUPATEN - Kecelakaan melibatkan tiga kendaraan terjadi di ruas Jalan Umum di Lingkungan Krakal, Kelurahan Klemunan, Kecamatan Wlingi, Senin sore (4/3). Dua sepeda motor disantap mobil pikap hingga mengakibatkan satu orang tewas.

 

Sendi Satriya yang membonceng temannya, Elsa harus meregang nyawa setelah sepeda motor Suzuki Smash yang dikendarainya ditabrak pikap Daihatsu Nopol S 9185 NC yang dikendarai Dwi Herman Susanto, 31, warga Desa Mojojejer, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang.

 

Sedangkan Elsa yang dibonceng selamat dari maut dan hanya mengalami luka ringan. Selain menabrak Sendi, mobil pikap itu juga menyantap pengendara sepeda motor lain yang berboncengan, yakni Bambang Agus H dan M. Samsi warga Desa Purworejo, Kecamatan Sanankulon. "Kedua pengendara selamat. Hanya luka ringan. Saat ini dalam perawatan di rumah sakit," jelas Kasubbag Humas Polres Blitar Iptu M. Burhanudin, Selasa (5/3).

 

Unit laka Lantas Polres Blitar saat ini sedang menyelidiki penyebab kecelakaan lebih lanjut. Dugaan sementara, kecelakaan disebabkan pengemudi mobil pikap kurang hati-hati hingga akhirnya mengakibatkan kecelakaan. "Polisi telah olak TKP. Tiga kendaraan diamankan sebagai baramg bukti," terangnya.

]]>
Retta wulansari Tue, 05 Mar 2019 12:15:59 +0700
<![CDATA[Pantai Pasur Minim Infrastruktur]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/04/122957/pantai-pasur-minim-infrastruktur http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/04/122957/pantai-pasur-minim-infrastruktur

Banyaknya potensi wisata yang ada di Blitar tidak digali maksimal. Padahal jika potensi tersebut dikelola dengan baik bisa menjadi wisata andalan.]]>

BLITAR KABUPATEN – Wilayah Kabupaten Blitar banyak dijumpai lokasi wisata. Sayangnya, banyaknya potensi wisata yang ada tidak digali maksimal. Padahal jika potensi tersebut dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin menjadi tempat wisata andalan. Salah satu tempat yang memiliki potensi wisata yakni Pantai Pasur yang ada di Desa Bululawang, Kecamatan Bakung.

 

 Pantai di pesisir selatan ini menyuguhkan keindahan panorama alam, perpaduan antara laut dan pegunungan. Namun, masih banyak pelancong yang tidak tahu keindahan alam Pantai Pasur. Sebab, banyak wisatawan yang enggan datang ke pantai tersebut. “Apalagi kalau musim hujan, banyak pengunjung yang malas datang ke sini,” ungkap Suminto, warga setempat.

 

Hal itu terjadi lantaran akses menuju Pantai Pasur itu masih sulit. Kondisi tersebut patut disayangkan. Sebab, potensi wisata di Pantai Pasur tidak tereksplor maksimal hanya karena kondisi akses jalan.

 

 Menurut dia, selain menyuguhkan keindahan alam, Pantai Pasur sejatinya tempat surganya para pemancing. Sebab, di pantai tersebut terdapat banyak ikan. Jadi setiap hari warga sekitar datang untuk mencari ikan di pantai tersebut. “Yang sering datang ke sini (Pantai Pasur) bukan pelancong, melainkan pemancing,” ujarnya.

 

Dia berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar bisa tanggap terhadap potensi wisata di Pantai Pasur. Jika Pantai Pasur banyak dikunjungi pelancong, bukan tidak mungkin akan meningkatkan perekonomian warga setempat. “Sebenarnya banyak warga sini yang membuka warung di tepi pantai. Tapi karena sepi pengunjung, banyak warung yang tutup,” jelasnya.

 

 Seperti diinformasikan sejak tahun lalu, sebenarnya Pemkab Blitar telah membangun sarana dan prasarana (sarpras) berupa membangun akses jalan menuju ke sejumlah tempat wisata. Hanya saja, pembangunan akses jalan wisata hanya untuk beberapa tempat saja. Yakni Kawasan Wisata Penataran (KWP) Kecamatan Nglegok, Pantai Serang Kecamatan Panggungrejo, dan Perkebunan Teh, Sirah Kencong Kecamatan Wlingi.

 

]]>
Retta wulansari Mon, 04 Mar 2019 18:25:59 +0700
<![CDATA[Pabrik Wajib Normalisasi, Hasil Mediasi antara Warga dengan PT RMI]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/03/122669/pabrik-wajib-normalisasi-hasil-mediasi-antara-warga-dengan-pt-rmi http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/03/122669/pabrik-wajib-normalisasi-hasil-mediasi-antara-warga-dengan-pt-rmi

Konflik antara Pabrik Gula RMI dengan warga Desa Rejoso menjadi sorotan pemerintah desa dan musyarawah pimpinan kecamatan (muspika) setempat.]]>

BLITAR KABUPATEN – Konflik antara Pabrik Gula PT RMI (Rejoso Manis Indo) dengan warga Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, menjadi sorotan pemerintah desa dan musyarawah pimpinan kecamatan (muspika) setempat. Pasalnya, jika hal itu tidak segera diselesaikan, akan berdampak lebih luas.

 

Kepala Desa (Kades) Rejoso Wawan Aprilianto mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya bersama muspika sempat memediasi warga dengan PT RMI. Mediasi dilakukan untuk mencari jalan tengah terkait konflik jalan menuju area persawahan warga. “Masalah tersebut sebenarnya sudah masuk dalam musyawarah desa dan sudah ada kesepakatan,” ungkapnya.

 

Berdasarkan hasil kesepakatan musyawarah tersebut, PT RMI wajib melakukan normalisasi jalan menuju ke area persawahan dan pagar di area kompleks pabrik gula nantinya akan ditutup. Lanjut dia, kesepakatan tersebut telah disetujui oleh kedua belah pihak. Baik warga maupun PT RMI. “Karena sudah sepakat, kedua belah pihak (warga dan PT RMI, Red) diharapkan tunduk pada pensyaratan dan kesepakatan dalam hasil musyawarah,” ujarnya.

 

Hanya saja, sampai sekarang PT RMI belum melakukan normalisasi jalan menuju ke area persawahan. Namun, pihaknya tidak mempermasalahkan hal itu. Sebab, pada dasarnya PT RMI sudah bersedia untuk membangun akses jalan dari permukiman warga menuju ke area persawahan. “PT RMI belum membangun jalan karena kini masih musim hujan. Yang jelas, normalisasi jalan tetap dilakukan tahun ini,” katanya.

 

Terkait itu, pihak desa akan terus memantau kesepakatan, dengan harapan agar tidak ada konflik lagi. Mengingat dalam waktu dekat pabrik gula satu-satunya di Kabupaten Blitar itu akan segera beroperasi. “Jika terjadi konflik atau perselisihan, pihak desa siap memediasi untuk menyelesaikan masalah,” imbuhnya.

 

Sebelumnya, konflik antara pabrik gula milik PT Rejoso Manis Indo (PT RMI) dengan warga Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, masih terjadi. Konflik terjadi karena masalah pembebasan lahan. Kali ini disebabkan adanya penutupan akses menuju persawahan warga.

 

 Akibatnya, warga menjebol pagar yang dibangun oleh PT RMI, Selasa (19/2) lalu. Berdasarkan informasi yang diterima, warga terpaksa menjebol tembok pagar pabrik gula lantaran pihak pabrik melanggar kesepakatan yang dibuat bersama warga setempat.

 

Kenyataannya, pihak pabrik tetap mendirikan tembok pagar. Jadi, akses warga menuju ke area persawahan tertutup. Lanjut dia, sejatinya pihak pabrik tidak berhak menutup akses jalan menuju persawahan karena lahan seluas 2 Are.

]]>
Retta wulansari Sun, 03 Mar 2019 09:00:59 +0700
<![CDATA[Melasti Menuju Pembersihan Diri]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/02/122646/melasti-menuju-pembersihan-diri http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/02/122646/melasti-menuju-pembersihan-diri

Serangkaian kegiatan memperingati Hari Raya Nyepi 1941 Saka dilakukan umat Hindu di Kabupaten Blitar. Sebanyak 15 ribu umat Hindu menggelar upacara Melasti.]]>

BLITAR KABUPATEN – Serangkaian kegiatan memperingati Hari Raya Nyepi 1941 Saka dilakukan umat Hindu di Kabupaten Blitar. Sebanyak 15 ribu umat Hindu menggelar upacara Melasti di Pantai Jolosutro, Desa Ringinrejo, Kecamatan Wates, dua hari lalu.

 

Upacara Melasti merupakan tahapan pertama dalam memperingati Hari Raya Nyepi. Melasti merupakan upacara pembersihan dengan cara dilarung dengan air suci dari laut. Hal ini dimaksudkan agar sebelum tapa brata penyepian, harus dalam kegiatan bersih. “Nah, untuk membersihkan hal yang negatif dari diri kita dan lingkungan, kita melakukan menyucikan dengan menggunakan tirta atau air di pantai,” ungkap Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Blitar, Lestari.

 

Serangkaian acara dalam memperingati Hari Raya Nyepi, selain upacara Melasti, nantinya akan dilakukan upacara Tawur Kesanga atau Pawai Ogoh-ogoh. Setelah upacara Tawur Kesanga digelar, keesokan harinya baru dilakukan Nyepi. “Tawur Kesanga dimaksudkan untuk membuang hal positif yang dilambangkan dalam ogoh-ogoh,” jelasnya.

 

Pelaksanaan Melasti juga mendapat respons positif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar. Sebab, Melasti merupakan salah satu wisata budaya yang ada di Kabupaten Blitar. Dengan adanya kegiatan rutin setiap tahun, Upacara Melasti di Pantai Jolosutro membangkitkan perekonomian warga setempat. Terkait itu, Pemkab Blitar terus mendukung dan mempromosikan potensi wisata budaya tersebut. Upacara Melasti di Pantai Jolosutro sudah menjadi warisan kebudayaan Kabupaten Blitar dan bisa menjadi wisata budaya. 

]]>
Retta wulansari Sat, 02 Mar 2019 13:00:59 +0700
<![CDATA[PT KAI Bersiap Hadapi Lonjakan Penumpang]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/01/122447/pt-kai-bersiap-hadapi-lonjakan-penumpang http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/01/122447/pt-kai-bersiap-hadapi-lonjakan-penumpang

Lebaran masih lama. Meski begitu, PT KAI mulai bersiap diri untuk menghadapi lonjakan penumpang.]]>

BLITAR KOTA – Lebaran masih lama. Meski begitu, PT KAI mulai bersiap diri untuk menghadapi lonjakan penumpang.

 

Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, penumpang selalu berjubel di stasiun untuk berburu tiket. Itu terjadi di bulan menuju Lebaran. Guna mengantisipasi lonjakan, diberlakukan pemesanan tiket jauh-jauh hari sebelumnya. Tiket Lebaran kini bisa dipesan H-90 sebelum keberangkatan.

 

 Wakil Kepala Stasiun Kota Blitar Nanang Parikesit mengakui pemesanan tiket untuk KA Lebaran mulai dilayani pada 25 Februari. Tiket yang dijual tersebut untuk keberangkatan pada H-10 Lebaran. “Untuk H-9, H-8 Lebaran, dan seterusnya, bisa dipesan H-90 keberangkatan. Tiket bisa dipesan melalui online,” terangnya.

 

Hingga Kamis (28/2), ketersedian tiket KA Lebaran untuk keberangkatan H-10, H-9, dan H-8 masih tersisa sekitar 70 persen. Pemesanan tiket KA Lebaran tersebut diprediksi terus meningkat. “Pemesanan tiket ini sudah mulai ada peningkatan. Kami terus melakukan pemantauan,” ujar pria berkacamata ini.

 

 Seperti tahun sebelumnya, apabila tiket KA Lebaran ludes terjual, PT KAI berencana menyiapkan KA tambahan. Rencananya, ada tiga KA tambahan yang disiapkan untuk relasi atau jurusan Blitar. “Ada KA Gajayana tambahan kelas eksekutif, KA Matarmaja tambahan, dan KA Brantas tambahan,” beber pria ramah ini.

 

Untuk pemesanan tiket KA Lebaran itu, jelas dia, belum bisa dilakukan. Sebab, PT KAI masih akan melihat dulu perkembangan penjualan tiket. Biasanya, jika okupansi sudah 100 persen, maka penjualan tiket KA tambahan akan diberlakukan. “Kita lihat dulu kondisi KA reguler. Apa okupansinya sudah 100 persen. Kemungkinan tiket bisa dijual sebulan sebelum hari H Lebaran,” ungkapnya.

 

 Hingga Kamis (28/2), tiket KA Lebaran untuk keberangkatan H-10 dan H-9 Lebaran sudah terjual sekitar 25 persen. Diprediksi pemesanan tiket KA Lebaran mengalami peningkatan dua bulan sebelum hari H keberangkatan.

]]>
Retta wulansari Fri, 01 Mar 2019 15:35:59 +0700
<![CDATA[Wabup Marhaenis Komitmen Berantas Korupsi]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/01/122443/wabup-marhaenis-komitmen-berantas-korupsi http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/03/01/122443/wabup-marhaenis-komitmen-berantas-korupsi

Wabup Marhaenis Urip Widodo hadir dalam kegiatan rapat koordinasi dan penandatanganan komitmen bersama serta rencana aksi pemberantasan korupsi terintegrasi.]]>

BLITAR KABUPATEN – Wakil Gubernur (Wabup) Marhaenis Urip Widodo hadir dalam kegiatan rapat koordinasi (rakor) dan penandatanganan komitmen bersama serta rencana aksi pemberantasan korupsi terintegrasi. Acara digelar di Provinsi Jawa Timur (Jatim) bersama KPK RI di Gedung Grahadi Surabaya, Kamis (28/2).

 

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, bertujuan untuk menekan dan mengantisipasi korupsi di Jatim. Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim sangat memerlukan pengawalan dari KPK guna memberantas korupsi di Jatim.

UNTUK JAWA TIMUR: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama KPK dan kepala daerah, Kamis (28/2). (IST)

 Sebab, kasus korupsi di Jatim paling besar. “Untuk itu, melalui penandatanganan komitmen bersama pemberantasan korupsi dengan KPK. Yakni antara kepala derah dengan KPK bisa saling mengingatkan. Karena sebagai manusia, kadar keimanan seseorang memang bisa bertambah juga berkurang,” ungkap Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pada sambutan kegiatan tersebut.

 

Menurut dia, dengan penandatanganan komitmen, diharapkan kemungkinan terjadinya korupsi di seluruh lini bisa diantisipasi. Lanjut dia, proses mengingatkan, menguatkan, dan membangun komitmen memang harus lebih banyak dilakukan. Pencegahan korupsi di Jatim rata-rata 66 persen. Ini 8 persen lebih tinggi nasional, yakni 55 persen.

 

 Kendala terbesar adalah integrasi SIMDA dan SIMBADA, termasuk rekomendasi teknis yang belum bisa dilaksanakan. “Nah, melalui slogan CETAR (Cepat, Efektif dan Efisien, Tanggap, Transparan, Akuntabel, serta Responsif) bisa memberikan pelayanan terbaik untuk publik dan untuk mengantisipasi korupsi,” ujarnya.

 

Sementara itu, pimpinan KPK Alexander Marwata mengaku prihatin atas banyaknya kasus operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah (bupati/wali kota) yang terjadi di Jatim. KPK mencatat ada 13 kepala daerah dalam beberapa tahun terakhir. Paling banyak tahun 2018.

 

 Sebanyak 30 kali OTT dan 20 di antaranya melibatkan kepala daerah. Untuk itu, pihaknya mengapresiasi gubernur Jatim dan seluruh kepala daerah di Jatim yang memiliki iktikad baik untuk memperbaiki sistem dan membenahi tata kelola pemerintah di Jatim. “Meringkus banyak koruptor bukan suatu prestasi bagi KPK. kami justru prihatin. Sebab, hal itu merupakan peristiwa yang tidak diinginkan oleh masyarakat yang sudah memberikan amanahnya kepada kepala daerah tersebut,” katanya.

 

Wabup Marhaenis UW. yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyambut positif kegiatan yang bertujuan untuk mencegah terjadinya korupsi itu. Menurut dia, pemkab siap dan berkomitmen untuk mencegah agar tidak terjadi korupsi di Kabupaten Blitar. “Kegiatan ini sangat penting. Agar tidak terjadi lagi kasus korupsi di Kabupaten Blitar pada khususnya dan di Jawa Timur serta di Indonesia pada umumnya,” ujarnya.

 

Seperti diinformasikan, sekitar 38 bupati dan wali kota, hingga gubernur Jatim melakukan penandatanganan komitmen bersama pemberantasan korupsi dengan KPK. Komitmen dibuat karena dalam beberapa tahun terakhir, kasus korupsi di Jatim cukup tinggi.

 

 Salah satu bunyi komitmen, di antaranya melaksanakan penguatan aparat pengawasan internal pemerintah (APIP); melaksanakan tata kelola dana desa termasuk pengawasan dan pemanfaatan yang efektif dan akuntabel; serta melaksanakan rencana aksi dalam program pemberantasan korupsi terintegrasi secara konsisten dan berkelanjutan. 

]]>
Retta wulansari Fri, 01 Mar 2019 14:10:59 +0700
<![CDATA[ASN Harus Jadi Garda Layani Warga]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/28/122206/asn-harus-jadi-garda-layani-warga http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/28/122206/asn-harus-jadi-garda-layani-warga

Kekosongan empat posisi jabatan pimpinan tingi pratama atau setingkat eselon II di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar sudah terisi.]]>

BLITAR KABUPATEN – Kekosongan empat posisi jabatan pimpinan tingi pratama atau setingkat eselon II di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar sudah terisi. Itu setelah Bupati Rijanto melantik empat pejabat pimpinan tinggi pratama di Pendapa Ronggo Hadinegoro, Rabu (27/2).

 

Pelantikan  dipimpin langsung Bupati Rijanto dan dihadiri oleh Wakil Bupati (Wabup) Marhaenis Urip Widodo. Ada juga Ketua DPRD Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto, Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, dan Totok Subihandono. Ada juga staf ahli bupati Blitar, asisten I dan asisten II, kepala BKP SDM, kepala organisai perangkat daerah (OPD), camat, ketua TP PKK Kabupaten Blitar, dan tamu undangan.

 

Empat pimpinan tinggi pratama yang dilantik untuk mengisi kosongnya jabatan setingkat eselon II, yakni drh Adi Andaka, MSi, sebagai kepala dinas peternakan dan perikanan. Ada juga Tavip Wiyono, SE, MM, sebagai kepala dinas perindustrian dan perdagangan serta Suhendro Winarso, SSTP, MSi, sebagai kepala dinas pariwisata budaya pemuda dan olahraga.

 

  Ada pula Dra Tuti Komaryati, MM, sebagai asisten perekonomian dan pembangunan sekretariat daerah. “Pengisian jabatan yang lowong dilakukan dengan mekanisme seleksi terbuka dan telah mendapat rekomendasi dari komisi aparatur sipil negara (ASN),” ungkap Bupati Rijanto.

 

Menurut dia, pelatikan  berdasar atas surat dari komisi ASN tertanggal 7 Februari 2019 Nomor B-443/KASN/2/2019. Yakni terkait penyampaian dokumen rencana seleksi dan pelaporan hasil seleksi serta dokumentasi database jabatan pimpinan tinggi dilakukan melalui aplikasi sistem informasi jabatan pimpinan tinggi (SIJAPTI). “Artinya, proses seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama di Pemkab Blitar telah sesuai dengan tahapan dan ketentuan perundang-undangan,” katanya.

 

Dia mengatakan, empat pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik dipastikan memiliki integritas, kompetensi, profesional, dan terbaik dari yang terbaik. Untuk itu, dia minta agar pejabat yang baru saja dilantik tersebut bisa menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan menjadi motor penggerak dalam pembangunan. Serta harus menjadi teladan bagi masyarakat dengan mengedepankan budi pekerti.

 

 Selain itu, juga etika dan profesionalisme. “Semua ASN harus bisa menguasai teknologi dan pengetahuan agar bisa meningkatkan kinerja dalam hal menjalankan tugas dan melayani masyarakat,” harapnya.

 

 Dia mengatakan, khusus empat pejabat setingkat eselon II yang baru saja dilantik, dia berharap agar meningkatkan kinerja di posisi yang baru. Sebab, posisi tersebut memiliki tantangan yang berat. Sekarang ini masuk ke revolusi industri yang telah membawa perubahan sosial, politik, ekonomi, dan budaya.

 

Selain itu, juga  perkembangan teknologi informasi, komputerasi, dan media sosial mempermudah cara kerja birokrasi. “Pemanfaatan teknologi oleh masyarakat akan meningkatkan tuntutan kecepatan pelayanan. Jadi mau tidak mau ASN harus melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

 

Terakhir, orang nomor satu  di Pemkab Blitar itu meminta agar seluruh ASN tidak melakukan pelanggaran atau kode etik dengan berkecimpung langsung dalam kegiatan politik praktis sesuai dengan  Undang-undang  Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN yang netral dan tidak berafiliasi dengan kekuatan partai politik tertentu. “Intinya di tahun politik ini saya mengajak kepada seluruh ASN untuk menjaga netralitas. Dan seluruh pimpinan OPD untuk berperan aktif membina anggotanya agar tidak melakukan pelanggaran dalam Pemilu 2019 ini,” pintanya.

]]>
Retta wulansari Thu, 28 Feb 2019 16:20:59 +0700
<![CDATA[Daftar Bacawawali, Sugeng Naik Sepeda Onthel Menuju Kantor DPC]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/28/122269/daftar-bacawawali-sugeng-naik-sepeda-onthel-menuju-kantor-dpc http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/28/122269/daftar-bacawawali-sugeng-naik-sepeda-onthel-menuju-kantor-dpc

Hari terakhir pendaftaran Bacawawali Kota Blitar dimanfaatkan penuh oleh pendaftar, Kamis (28/2). Sekitar pukul 12.00 Sugeng Praptono akhirnya mendaftar.]]>

BLITAR KOTA - Hari terakhir pendaftaran Bakal Calon Wakil Wali (Bacawawali) Kota Blitar dimanfaatkan penuh oleh pendaftar, Kamis (28/2). Sekitar pukul 12.00 Sugeng Praptono akhirnya datang ke Kantor DPC PDIP untuk mendaftar.

 

Sugeng yang datang dengan pendukungnya itu sempat menjadi perhatian. Sugeng datang dengan mengendarai sepeda onthel menuju kantor yang beralamat di Jalan Dr. Wahidin itu.

 

Dengan mengenakan setelan kemeja batik warna merah, Celana hitam dan peci, Sugeng tiba langsung memarkirkan sepeda onthelnya. Lalu, melangkahkan kaki masuk ke kantor diiringi pendukungnya. "Selamat siang semua, selamat siang," sapanya kepada tim penjaringan yang menyambutnya, Kamis (28/2).

 

Sugeng langsung diterima tim penjaringan dan menyerahkan sejumlah berkas persyaratan kepada tim. Pria yang kini menjabat sebagai wakil Ketua Kaderisasi dan Ideologi DPC PDIP Kota Blitar itu lantas mengecek administrasi. Setelah lengkap, berkas langsung ditandatangani dan diterima.

 

Sugeng mengaku memang sengaja naik sepeda onthel menuju kantor DPC tempat pendaftaran. Sugeng ingin berusaha tampil secara sederhana. "Saya ingin menampilkan kesederhanaan. Saya itu berangkat dari orang tidak punya. Rumah saja tidak punya. Banyak orang yang tahu," ungkap pria yang baru saja dilantik sebagai anggota DPRD Kota Blitar menggantikan Glebot Catur Arijanto.

 

Sebagai kader PDIP, menurutnya, tidak ada salahnya untuk tampil ada adanya. "Selain itu, tidak salahnya juga orang sederhana itu diberi kesempatan untuk memimpin Kota Blitar," ujar pria berkumis tebal ini.

 

Sebelumnya, pada Rabu malam (27/2), Sugeng juga sempat berziarah ke Makam Bung Karno. Ziarah itu dilakukan untuk mendoakan Presiden Pertama Indonesia itu dan meminta kelacaran kepada Allah SWT. "Ya, ya minta doa restu," katanya.

 

Sementara itu, Sekretaris Tim Penjaringan Bacawawali Kota Blitar Lisi Sri Sumiarsih mengatakan, hari terakhir pendaftaran jam diperpanjang. Yang dulu tutup sampai pukul 14.00, di hari terakhir ditutup sampai pukul 24.00. "Ya, rencana dibuka sampai malam. Untuk sementara masih Pak Sugeng. Yang lain, infonya Pak Syahrul (dr. Syahrul Alim)," ungkapnya.

]]>
Retta wulansari Thu, 28 Feb 2019 13:58:30 +0700
<![CDATA[Bung Karno Dibersihkan agar Kinclong]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/27/121947/bung-karno-dibersihkan-agar-kinclong http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/27/121947/bung-karno-dibersihkan-agar-kinclong

Meski baru setahun dibangun Patung Bung Karno yang berada di Alun-alun Kanigoro tetap mendapatkan perawatan.Hal itu dilakukan agar patung tetap awet dan bersih]]>

BLITAR KABUPATEN – Meski baru setahun dibangun Patung Bung Karno yang berada di Alun-alun Kanigoro tetap mendapatkan perawatan. Hal itu dilakukan agar patung  tetap awet dan tampak bersih.

 

 Berdasarkan pantauan  di lokasi, saat ini Patung Bung Karno sedang dipasang tiang penyangga. Tiang agar pekerja bisa menggapai patung bagian atas. Plt Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar Luhur Sejati melalui Bagian promosi Hastomo mengatakan, pembangunan patung BK sudah selesai.  Menurutnya, tahun ini tidak ada pembangunan. “Untuk pembangunan tidak ada,” ungkapnya.

 

Menurut dia, saat ini dilakukan perawatan rutin agar patung tersebut awet dan tampak bersih. Namun pihaknya masih belum tahu kapan perawatan tersebut dilakukan. “Kegiatan rutin untuk merawat patung tersebut,” jelasnya.

 

 Seperti diinformasikan tinggi Patung Bung Karno yang ada di depan Kantor Pemkab Blitar di Kanigoro setinggi sekitar 13 meter. Pembangunan patung Bung Karno itu dianggarkan sekitar Rp 1,8 miliar.

 

Sedangkan tujuan dibanguna Patung BK, selain  untuk mepercantik Alun-Alun Kanigoro juga untuk melengkapi ikon Blitar. Yakni sebagai tempat tinggal masa kecil Presiden Pertama RI Soekarno serta untuk memelihara semangat Bung Karno. 

]]>
Retta wulansari Wed, 27 Feb 2019 16:00:59 +0700
<![CDATA[Bocah Sembilan Tahun Ditemukan Meninggal Dunia, Begini Ceritanya]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/26/121816/bocah-sembilan-tahun-ditemukan-meninggal-dunia-begini-ceritanya http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/26/121816/bocah-sembilan-tahun-ditemukan-meninggal-dunia-begini-ceritanya

Khoirul Anam, bocah sembilan tahun warga Dusun Sumberjo, Desa Karangrejo, Kecamatab Garum ditemukan tidak bernyawa, Senin (25/2).]]>

BLITAR KABUPATEN - Khoirul Anam, bocah sembilan tahun warga Dusun Sumberjo, Desa Karangrejo, Kecamatab Garum ditemukan tidak bernyawa, Senin (25/2).

 

Bocah sembilan tahun itu ditemukan meninggal dunia di bawah sound system hajatan milik warga setempat. Bocah nahas itu meninggal dunia diduga karena serangan jantung. "Menurut keterangan dari keluarga, Khoirul memiliki penyakit dalam," jelas Kasubbag Humas Polres Blitar Iptu M. Burhanudin, Selasa (26/2).

 

Berdasarkan keterangan dari keluarga yang diperoleh kepolisian, selama ini Khoirul tergolong anak yang hiperaktif. Selain itu, kebiasaan bocah tersebut tidak seperti anak pada umumnya. "Dia perokok akut. Diduga juga penyakit dalam," terangnya.

 

Saat itu, Khoirul ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 15.30. Khoirul ditemukan dalam keadaan tergeletak di bawah sound system oleh seorang warga, Tri Basori (saksi).

 

Saksi ketika itu sedang berjalan menuju rumahnya dan melihat sesosok tubuh tergeletak di bawah sound system yang masih menyala keras. Posisi tubuh anak tersebut tengkurap. Penasaran, saksi lalu mendekatinya.

 

Hendak menolong saksi takut. Akhirnya memberitahu warga lainnya untuk membantu menolong. Setelah diangkat, saksi mengenali bocah nahas itu adalah Khoirul Anam. "Kondisinya sudah meninggal dunia dan warga langsung melaporkannya ke perangkat desa dan Polsek Garum," ujar Burhan.

 

Polisi yang menerima laporan langsung meluncur ke TKP bersama tim identifikasi dari Polres Blitar. Petugas yang tiba lalu memeriksa tubuh Khoirul dan mengidentifikasinya. "Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan," ungkap perwira berpangkat dua balok di pundak ini.

 

Keluarga akhirnya menerima kematian tersebut dan memohon untuk tidak dilakukan otopsi. Keluarga mengaku selama ini Khoirul merupakan perokok akut dan anak hiperaktif. 

]]>
Retta wulansari Tue, 26 Feb 2019 17:00:59 +0700
<![CDATA[Serius Garap Pembangunan Infrastruktur, Drainase Dianggarkan Rp 12 M]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/26/121693/serius-garap-pembangunan-infrastruktur-drainase-dianggarkan-rp-12-m http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/26/121693/serius-garap-pembangunan-infrastruktur-drainase-dianggarkan-rp-12-m

Pembangunan infrastruktur terus dikerjakan Pemkab Blitar. Nah salah satu proyek infrastruktur yang dikerjakan yakni pembangunan gorong-gorong / drainase.]]>

BLITAR KABUPATEN – Pembangunan infrastruktur terus dikerjakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar tahun ini. Nah salah satu proyek infrastruktur yang dikerjakan yakni pembangunan gorong-gorong atau drainase.

 

Ya, tahun ini Pemkab Blitar menganggarkan dana sebesar Rp 12,9 miliar untuk pembangunan gorong-gorong. “Anggaran sebesar itu rencanannya akan dialokasikan untuk pembangunan drainase di 70 titik,” ungkap Kepala Bidang Jembatan dan Peralatan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang Kabupaten Blitar Sugeng Winarno.

 

Menurut dia 70 tempat pembangunan drainase dan gorong gorong itu hampir tersebar di beberapa wilayah. Seperti Kecamatan Panggungrejo, Bakung, Udanawu, Srengat, Wates, Talun dan Wonodadi. Menurut dia jumlah alokasi pembangunan gorong-gorong tahun ini, lebih sedikit jika dibandingkan dengan alokasi tahun sebelumnya.

 

Lanjut dia tahun lalu alokasi pembangunan drainase ada sekitar 105 titik. Sedangkan tahun ini hanya 70 titik. “Artinya tahun ini jumlah alokasi berkurang 35 titik,” ujarnya.

 

 Dia mengatakan berkurangnya alokasi pembangunan drainase tahun ini, karena minimnya anggaran yang tersedia. Sedangkan jumlah lokasi yang memerlukan pembangunan drainase cukup banyak. Artinya diperlukan skala prioritas untuk mendahulukan lokasi mana yang akan dibangun gorong-gorong. Lanjut dia sampai sekarang proyek gorong-gorong masih belum dikerjakan. “Saat ini proyek tersebut masih proses menuju lelang,” jelasnya.

 

Dia menjelaskan, pembanguna drainase diperlukan, selain untuk mengurangi kebanjiran selama musim hujan juga untuk mengatur aliran pertanian. “Pembanguna drainase sangat diperlukan dan sampai sekrang masih banyak wilayah yang belum dibangun drainase,” imbuhnya. 

]]>
Retta wulansari Tue, 26 Feb 2019 15:00:59 +0700
<![CDATA[Pastikan Kios Stadion dan Pusat Kuliner Tak Mangkrak]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/25/121555/pastikan-kios-stadion-dan-pusat-kuliner-tak-mangkrak http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/25/121555/pastikan-kios-stadion-dan-pusat-kuliner-tak-mangkrak

Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar memastikan kios Stadion Soepriadi sisi selatan maupun sisi utara dan bangunan pusat kuliner di Jalan Ahmad Yani tidak mangkrak.]]>

BLITAR KOTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar memastikan kios Stadion Soepriadi sisi selatan maupun sisi utara dan bangunan pusat kuliner di Jalan Ahmad Yani tidak mangkrak. Pemkot menargetkan bangunan yang telah selesai dibangun itu bisa segera ditempati tahun ini.

Plt Wali Kota Blitar Santoso mengatakan, sudah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Diperdagin) Kota Blitar terkait rencana pemanfaatan kios stadion dan pusat kuliner. Pemkot sudah mengecek dua lokasi itu. "Kami bersama dinas sudah menyurvei juga. Bangunan juga sudah lumayan bagus," katanya.

 

Santoso mengungkapkan, bangunan kios stadion dan pusat kuliner yang sudah rampung itu diharapkan segera ditempati. Sayang, apabila bangunan yang sudah bagus dan menghabiskan dana tidak sedikit itu harus mangkrak karena tidak ada yang menempati. "Iya betul itu. Tapi, perlu tahapan-tahapan dulu. Jangan asal pedagang kita suruh langsung menempati kios tersebut. Kami sosialisasikan dulu ke mereka," ujar pria ramah ini.

 

Sesuai rencana, bangunan pusat kuliner di Jalan Ahmad Yani itu akan dimanfaatkan untuk pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Raden Wijaya dan timur panti sosial di Jalan Sumatera. Ada sekitar 42 kios yang disediakan di bangunan tersebut.

 

Sementara itu, untuk kios stadion, rencananya untuk menampung PKL yang berjualan di kawasan Alun-alun Kota Blitar. "Pemindahan pedagang nantinya juga perlu tahapan. Kami berikan surat pemberitahuan dulu. Kapan mereka akan dipindah agar mereka siap.

 

Pemberitahuan bisa satu sampai tiga kali. Kalau langsung dipindah ya malah rame," ujar pria berkacamata ini.

 

Seperti diketahui, pemindahan PKL ke tempat atau kios yang layak dan sudah disediakan pemkot itu merupakan bagian dari upaya penertiban PKL. Pemkot menginginkan kawasan jalanan maupun protokol di Kota Blitar terlihat indah dan bersih.

 

Termasuk bersih dari PKL yang berjualan tidak pada tempat yang ditentukan. Pemkot telah membuat aturan dimana saja zona atau kawasan yang boleh dimanfaatkan untuk berjualan bagi PKL. Serta zona mana saja yang dilarang untuk berjualan. 

]]>
Retta wulansari Mon, 25 Feb 2019 20:08:59 +0700
<![CDATA[Selip, Pengendara Motor Tewas Terjun Ke Kali]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/25/121524/selip-pengendara-motor-tewas-terjun-ke-kali http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/25/121524/selip-pengendara-motor-tewas-terjun-ke-kali

Kecelakaan tunggal terjadi di Kecamatan Ponggok, Senin (25/2). Seorang pengendara tewas setelah sepeda motor yang dikendarai terjun ke kali.]]>

BLITAR KOTA - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Umum Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Senin (25/2). Seorang pengendara meregang setelah sepeda motor yang dikendarai terjun ke kali.

 

Pengendara nahas itu adalah Sunarto warga Desa Gembongan, Kecamatan Ponggok. Pria 45 tahun itu tewas langsung di lokasi kejadian usai tercebur ke kali. Sunarto mengalami luka parah di kepala hingga akhirnya meninggal dunia. "Pengemudi sudah dievakuasi dan petugas langsung olah TKP (tempat kejadian Perkara)," ujar Kasat Lantas Polres Blitar Kota AKP Bayu Halim Nugroho, Senin (25/2).

 

Dugaan sementara, penyebab kecelakaan karena ban sepeda motor mengalami selip. Tapi, polisi masih menyelidiki lebih lanjut untuk memastikan oenyebabnya. Apakah mengantuk atau terpengauh alkohol. "Masih diselidiki lebih lanjut," kata Bayu.

 

Bayu menjelaskan, kecelakaan tunggal itu terhadi sekitar pukul 06.00. Saat itu, Sunarto mengendarai sepeda motornya yakni Yamaha Alfa Nopol AG 3926 JB. "Sunato melaju dari rumah seorang diri. "Korban ini melaju dari selatan ke utara," terang perwira berpangkat tiga balok di pundak ini.

 

Nah, di tengah perjalan tiba-tiba sepeda motor yang dkendarai Sunarto bermasalah. Kondisi jalannya yang menurun membuat laju kendaaraan semakin kencang. Apalagi, saat itu jalannya licin karena setelah hujan pada Minggu malam (24/2).

 

Akibatnya, ban sepeda motor yang dikendarai Sunarto langsung selip. Laju sepeda motor tidak terkendali dan membuat Sunarto hilang kendali. Sunarto bersama sepeda motornya pun langsung terjun ke kali di pinggir jalan setinggi sekitar 1,5 meter.

 

Akibatnya, Sunarto terluka parah di bagian kepala. Sunarto pun langsung meninggal dunia di lokasi. Kemudian, warga setempat menemukan Sunarto sudah dalam kondisi tak bernyawa sekitar pukul 06.00. "Anggota sedang memeriksa saksi-saksi yang mengetahui kejadian itu," tandas Bayu.

]]>
Retta wulansari Mon, 25 Feb 2019 13:45:59 +0700
<![CDATA[Generasi Milenial Ikuti MRSF]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/25/121500/generasi-milenial-ikuti-mrsf http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/25/121500/generasi-milenial-ikuti-mrsf

Sekitar 7.500 remaja atau generasi milenial dan puluhan komunitas otomotif berkumpul di Alun-alun Kanigoro, kemarin menghadiri kegiatan puncak MRSF]]>

BLITAR KABUPATEN – Sekitar 7.500 remaja atau generasi milenial dan puluhan komunitas otomotif berkumpul di Alun-alun Kanigoro, kemarin.

Mereka menghadiri kegiatan puncak Millennial Road Safety Festival (MRSF) yang bertajuk “Blitar Millennial Color Festival”.

Kegiatan tersebut digelar Polres Blitar dan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar serta Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PKG) se-Blitar Raya.

Kegiatan dibuka langsung Kapolres Blitar AKBP Anissullah M. Ridha dan dihadiri Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Blitar Eko Susanto, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar Toha Mashuri, forkopimda, Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Blitar Slamet Susanto, pelajar, mahasiswa, klub mobil dan motor se-Blitar Raya, serta lintas komunitas. Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 tersebut mengambil tema “Mewujudkan Generasi Milenial Cinta Lalu Lintas untuk Mewujudkan Indonesia Gemilang”.

Kapolres Blitar AKBP Anissullah M. Ridha mengatakan, ada beberapa rangkaian kegiatan yang digelar dalam kegiatan tersebut. Di antaranya jalan sehat, senam kolosal, deklarasi MRSF, freestyle, dan hiburan musik yang menampilkan DJ Sonix, DJ Farawe, NDX AKA, dan Bhayangkara Band. “Dalam kegiatan ini, kami juga membagikan hadiah dan doorprize,” ungkapnya.

Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian polisi kepada kaum milenial. Mereka merupakan aset bangsa yang harus kita jaga dan rawat.

Berdasarkan data dari kepolisian terkait kecelakaan lalu lintas di jalan raya, korbannya didominasi kaum milenial. Untuk itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi keselamatan dan tertib berlalu lintas.

“Dalam kegiatan ini, generasi milenial harus bisa menjadi pelopor tertib berlalu lintas. Nah, melalui kegiatan MRSF, semoga bisa mengena dan terus diingat oleh generasi milenial,” harapnya.

Kepala Dishub Kabupaten Blitar Toha Mashuri berharap agar kegiatan MRSF secara tidak langsung bisa mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Blitar. “Melalui kegiatan MRSF, semoga bisa menyadarkan generasi milenial untuk tertib lalu lintas,” katanya.

Dia menjelaskan, dishub bersama organisai perangkat daerah (OPD ) lainnya terus bersinergi dengan Polres Blitar dan pihak lain dalam mewujudkan tertib berlalu lintas. Di samping itu, dishub juga berupaya menekan angka kecelakaan dengan penambahan pemasangan rambu-rambu lalu lintas.

“Hampir setiap tahun kami selalu menambah dan memasang rambu lalu lintas. Terutama di ruas jalan yang minim dan membutuhkan rambu,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Blitar Eko Susanto mengatakan, pihaknya mendukung penuh kegiatan tersebut karena sangat berdampak positif terhadap upaya untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan raya.

“Dengan kegiatan tersebut, diharapkan ke depan generasi milenial akan sadar pentingnya melakukan tertib berlalu lintas,” pungkasnya. 

]]>
Anggi Septian Andika Putra Mon, 25 Feb 2019 11:28:30 +0700
<![CDATA[Proyek JLS Semakin Tak Jelas, Ketinggalan dengan Daerah Lain]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/24/121175/proyek-jls-semakin-tak-jelas-ketinggalan-dengan-daerah-lain http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/24/121175/proyek-jls-semakin-tak-jelas-ketinggalan-dengan-daerah-lain

Pembangunan mega proyek berupa jalur lintas selatan (JLS) yang berada di wilayah Kabupaten Blitar bisa dibilang tertinggal jauh dari daerah lain.]]>

BLITAR KABUPATEN – Pembangunan mega proyek berupa jalur lintas selatan (JLS) yang berada di wilayah Kabupaten Blitar bisa dibilang tertinggal jauh dari daerah lain. Pasalnya, hingga kini belum ada pembangunan jalan aspal sama sekali.

 

 Padahal di sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar telah berupaya menyediakan lahan untuk proyek JLS. Menindaklanjuti itu, Kepala Badan Koordinator Wilayah (Bakorwil) wilayah 3 Malang Provinsi Jawa Timur (Jatim) Benny Sampirwanto pun turun tangan.

 

Kali ini, dengan survei ke lokasi JLS di wilayah Kabupaten Blitar dan menggelar koordinasi bersama pemkab. “Proyek JLS di Kabupaten Blitar memang jauh tertinggal dengan daerah lain. Seperti Malang, Pacitan, Tulungagung, dan daerah lainnya,” ungkapnya.

 

Menurut dia, proyek JLS di daerah lain sudah mulai dikerjakan. Sedangkan di Kabupaten Blitar, sampai sekarang belum terealisasi. Berdasarkan hasil rakor, menurut laporan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, sejumlah persiapan sebenarnya sudah dilakukan oleh Pemkab Blitar. “Sebenarnya persiapan sudah dilakukan. Seperti pembebasan lahan. Jadi seharusnya pembangunan harus segera dilakukan,” katanya.

 

 Terkait itu, pihaknya akan akan melaporkan hasil rakor dengan Pemkab Blitar ke gubernur Jatim. Hal ini dilakukan agar pembangunan proyek JLS di wilayah Kabupaten Blitar menjadi perhatian dan prioritas untuk dibangun. “Akan kami serahkan laporannya supaya pembangunan bisa segera dilaksanakan,” ujarnya.

 

 Dalam waktu dekat, pihaknya akan berkonsultasi dengan gubernur Jatim. Dia berharap agar gubernur Jatim yang baru dilantik tersebut mengirimkan surat ke pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR. Sejatinya Pemkab Blitar sudah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR. Namun sampai sekarang belum ada kejelasan atau tindak lanjutnya. “Semoga dengan atensi atau perhatian dari gubernur Jatim, ada tindak lanjut dari pusat dan pembangunan bisa segera dilakukan,” jelasnya.

 

 Hal senada juga diungkapkan Kepala Bidang Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar Nanang Adi. Menurut dia, selama ini Pemkab Blitar sudah melakukan berbagai persiapan agar proyek JLS tersebut segera dibangun. “Bahkan kami juga sudah melakukan reboisasi sebagai kompensasi lahan pengganti atas lahan Perhutani yang digunakan JLS,” ungkapnya.

 

Sebenarnya, pembangunan JLS di Kabupaten Blitar tinggal menunggu instruksi dari pemerintah pusat. Mulai dari perencanaan lelang hingga jadwal pengerjaan proyek. Sebab, pembangunan JLS mulai dari awal sampai akhir merupakan wewenang pusat. Pemerintah yang ada di daerah hanya menyediakan lahannya saja. “Karena semua wewenang pusat, terkait kapan dimulainya pembangunan, kami yang ada di daerah menunggu instruksi pusat,” imbuhnya.

 

JLS di Kabupaten Blitar membentang mulai dari Kecamatan Bakung yang berbatasan dengan Kabupaten Tulungagung hingga Kecamatan Wates, berbatasan dengan Malang. Total panjang JLS yakni 62,5 kilometer (km). Sebelumnya pernah dianggarkan dana Rp 1,1 triliun dari pemerintah pusat. Namun hingga kini belum terealisasi. Kini bangunan yang sudah didirikan dalam bentuk jembatan. Ada sedikitnya empat jembatan yang sudah melintang dan berada di Kecamatan Wates.

 

Selain itu, pembangunan jalan dalam bentuk makadam panjangnya sekitar 10 km. Rata-rata JLS berada di wilayah pegunungan yang berdekatan denga pantai pesisir di wilayah Blitar selatan. Di antaranya Wates, Wonotirto, Panggungrejo, dan Bakung. 

]]>
Retta wulansari Sun, 24 Feb 2019 06:00:59 +0700
<![CDATA[Kerahkan 85 Pasukan Pelipat Surat Suara]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/23/121140/kerahkan-85-pasukan-pelipat-surat-suara http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/23/121140/kerahkan-85-pasukan-pelipat-surat-suara

Ribuan surat suara untuk Pemilu 2019 mulai disortir. KPU Kota Blitar mengerahkan setidaknya 85 pasukan untuk untuk menyortir dan melipat surat suara.]]>

BLITAR KOTA – Ribuan surat suara untuk Pemilu 2019 mulai disortir di gudang logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar di Jalan Cemara, kemarin. KPU mengerahkan setidaknya 85 warga atau “pasukan” untuk untuk menyortir sekaligus melipat surat suara.

 

 Mulai Jumat (22/2), masih surat suara pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPRRI) yang disortir dan dilipat. Penyortiran untuk surat suara pemilihan DPRD provinsi, DPRD Kota/Kabupaten Blitar, dan lain sebagainya akan dilanjutkan lagi hari ini hingga selesai.

 

Penyortiran yang yang dimulai sekitar pukul 08.00 itu juga diawasi langsung oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Beberapa anggota bawaslu turut memantau proses penyortiran. “Ya, kami juga harus ikut awasi. Kami mengecek sudah sesuaikah jumlah kebutuhan surat suara di Kota Blitar,” kata Komisioner Bawaslu Kota Blitar Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Abdul Aziz Alkaharudin, saat memantau proses sortir kemarin.

 

Aziz mengatakan, jika nantinya ditemukan adanya kelebihan surat suara, bisa berpotensi pelanggaran. Sebab, risiko terjadinya penggelumbungan suara bisa saja terjadi. “Kalau lebih, nantinya bisa berisiko ada penggelumbungan suara. Itu kan termasuk salah satu pelanggaran juga,” ungkapnya.

 

Hingga kemarin, Bawaslu belum menemukan adanya surat suara lebih. Pun juga surat suara yang rusak ataupun tidak sesuai dengan ketentuan. Sesuai ketentuan, jumlah surat suara yakni total surat suara yang dibutuhkan atau sesuai jumlah daftar pemilih tetap (DPT) ditambah dua persen. “Yang tambahan dua persen ini biasanya untuk cadangan. Atau untuk pemilih khusus yang menggunakan KTP (kartu tanda penduduk),” jelasnya.

 

 Bawaslu akan terus mengawasi proses sortir dan pelipatan surat suara hingga selesai. Penyortiran dilakukan secara bertahap karena terbatasnya jumlah orang yang menyortir. Jika memang ada kerusakan, surat suara bisa diganti yang baru setelah diusulkan.

 

Sementara itu, Ketua KPU Kota Blitar Setyo Budiono mengatakan, penyortiran sekaligus pelipatan surat suara itu untuk mengecek kondisi surat suara yang telah diterima beberapa waktu. Apakah ada kerusakan seperti sobek, warna cetakan tidak sesuai, dan lain sebagainya. “Selain disortir, juga dilipat sekaligus. Hingga kini belum ditemukan kerusakan,” terangnya.

 

Apabila ada kerusakan, kata dia, KPU akan mendata dan mengembalikanya ke KPU pusat untuk diganti yang baru. Namun penyortiran masih untuk surat suara pemilihan DPRD provinsi, DPRD Kota/Kabupaten, dan DPRRI. “Kurang surat suara yang pemilihan calon presiden dan DPD. Surat suara itu belum datang,” katanya. 

]]>
Retta wulansari Sat, 23 Feb 2019 12:30:59 +0700
<![CDATA[Stok Darah AB Kritis]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/22/120950/stok-darah-ab-kritis http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/22/120950/stok-darah-ab-kritis

Pasien yang membutuhkan stok darah AB harus siap-siap mencari PMI luar kota atau alternatif lain. Pasalnya, stok darah AB di PMI Kota Blitar Menipis.]]>

BLITAR KOTA – Pasien yang membutuhkan stok darah AB harus siap-siap mencari ke Palang Merah Indonesia (PMI) luar kota atau alternatif lain. Pasalnya, stok darah AB di PMI Kota Blitar menipis. Berdasarkan data PMI Kota Blitar, stok darah golongan A  sebanyak 42 kantong, B 37 kantong, O 129 kantong, dan golongan darah AB hanya tiga kantong. “Dari total darah sebanyak 211 kantong, yang paling sedikit hanya golongan AB. Cuma tiga kantong,” ungkap Humas PMI Kabupaten Blitar, Kabianto.

 

Menurut dia, menipisnya stok darah golongan AB sudah terjadi sejak dua minggu lalu. Minimnya stok darah AB karena pihaknya memang kesulitan mencari stok golongan darah tersebut. “Golongan darah AB memang tak sebanyak golongan lainnya. Jadi, untuk mencari jenis AB sangat sulit,” ujarnya.

 

Namun menurut dia, selama ini warga yang membutuhkan darah jenis AB juga tidak terlalu banyak. Jadi, tipisnya stok darah AB tidak begitu berdampak signifikan. Hanya jika banyak yang meminta dan stok menipis, pihaknya akan mengarahkan untuk mencari ke PMI lainnya. Misalnya PMI di Kabupaten Blitar, Tulungagung, Malang, atau Kediri. “Selama ini selain stok tipis, peminat jenis AB juga tidak banyak,” jelasnya.

 

Dia menambahkan, sejak tiga bulan lalu atau November tahun lalu sampai sekarang, permintaan darah di PMI Kota Blitar mengalami peningkatan tiga kali lipat. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya kasus demam berdarah (DB). “Otomatis, banyaknya kasus DB berdampak pada kebutuhan darah khusus trombosit,” ujarnya.

 

Sedangkan kebutuhan darah untuk keperluan lain, seperti cuci darah dan operasi, juga tinggi. Sebelumya, permintaan darah dalam sehari hanya 20 sampai 25 kantong. Kini dalam sehari permintaan bisa mencapai 40 sampai 60 kantong darah.

 

Nah, agar ketersediaan stok darah terus terjaga, pihak PMI Kota Blitar melakukan donor darah dengan sistem jemput bola.  “Misalnya, kini kami sudah memiliki jadwal untuk mendatangi tempat yang akan dilakukan donor darah keliling,” imbuhnya.

]]>
Retta wulansari Fri, 22 Feb 2019 21:00:59 +0700
<![CDATA[Kenyamanan Terganggu, Warga Keluhkan Bau Menyengat]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/22/120929/kenyamanan-terganggu-warga-keluhkan-bau-menyengat http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/22/120929/kenyamanan-terganggu-warga-keluhkan-bau-menyengat

Kenyamanan warga Dusun/Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun, terganggu. Diduga bangunan pabrik pakan ternak yg ada disekitar pemukiman mengeluarkan bau tak sedap.]]>

BLITAR KABUPATEN – Kenyamanan warga Dusun/Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun, terganggu. Itu setelah bangunan pabrik pakan ternak yang ada di sekitar permukiman warga diduga mengeluarkan aroma yang menyengat. Selain itu, nonol atau kulit jagung kerap beterbangan.

 

Berdasarkan pantauan di lokasi, bau menyengat memang sering tercium dari permukiman warga yang berada di dekat bangunan pabrik pakan ternak tersebut. “Padahal, kini belum beroperasi. Bagaimana kalau sudah beroperasi? Pasti bau menyengat sering tercium dan nonol sering beterbangan,” ungkap Wawan, warga setempat.

 

Dia mengaku kerap mencium bau menyengat dan mendapati nonol jagung pada siang hingga sore hari. Dia khawatir kondisi tersebut akan mengganggu kesehatan keluarganya dan juga warga sekitar. Terlebih tempat tinggalnya dengan pabrik pakan ternak tersebut hanya berjarak sekitar 50 meter. “Setiap hari selalu mencium bau menyengat. Praktis mengganggu kenyamanan dan takutnya berdampak pada kesehatan,” keluhnya.

 

Sejatinya dia dan warga lainnya sudah lama mengeluh akan kondisi tersebut, tapi tidak ada respons. Hingga akhirnya dia menyurati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar dan ditindaklanjuti dengan menggelar pertemuan. Tapi pertemuan tersebut belum ada hasil positif. “Sebab, sampai kini pabrik masih mengeluarkan bau tidak sedap,” ujarnya.

 

Dia menjelaskan, awalnya bangunan tersebut masih berupa gudang pakan ternak. Kemudian bertambah menjadi gudang dan pengolahan pakan ternak skala kecil. Namun pada pertengahan tahun lalu, pemilik membangun dua cerobong raksasa.

 

 Dia menduga bau menyengat itu berasal dari pembuangan limbah yang tidak dikelola dengan baik dan benar. Parahnya, lokasi pembuangan limbah berada di dekat permukiman warga. “Jika beroperasi, pasti bau lebih menyengat karena sekarang menjadi pabrik skala besar,” jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Blitar Rully Wahyu Prasetyowanto mengatakan, beberapa waktu lalu memang telah diagendakan pertemuan antara warga dan pihak pabrik pakan ternak. “Dua minggu yang lalu kades setempat memfasilitasi pertemuan antara warga dan pihak pabrik,” katanya.

 

Namun, pihaknya belum tahu hasil yang diperoleh dari pertemuan itu. Dia menjelaskan, untuk izin usaha pabrik pakan ternak, pihaknya mengaku belum tahu. Apakah sudah mengantongi izin atau masih proses. “Akan kami cek dulu, apakah sudah berizin atau belum,” imbuhnya.

Sementara itu, pemilik pabrik pakan ternak belum bisa ditemui karena tidak berada di tempat.

]]>
Retta wulansari Fri, 22 Feb 2019 13:25:59 +0700
<![CDATA[Keluar Asap, Mobil Sedan Toyota Crown Hangus Tinggal Kerangka]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/22/120935/keluar-asap-mobil-sedan-toyota-crown-hangus-tinggal-kerangka http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/22/120935/keluar-asap-mobil-sedan-toyota-crown-hangus-tinggal-kerangka

Warga sekitar kawasan Jalan Raya Suropati Kelurahan Klemunan, Kecamatan Wlingi, geger tadi malam atau Kamis (21/2). Itu setelah sebuah mobil tiba-tiba terbakar.]]>

BLITAR KABUPATEN - Warga sekitar kawasan Jalan Raya Suropati Kelurahan Klemunan, Kecamatan Wlingi, geger tadi malam atau Kamis (21/2). Itu setelah Mobil sedan Toyota Crown warna hitam nopol N 348 KK yang ditumpangi Zaenudin Tamam terbakar tiba-tiba.

 

Insiden kebakaran itu terjadi sekitar pukul 20.00 di kawasan Jalan Raya Suropati masuk Kelurahan Klemunan, Kecamatan Wlingi. Api saat itu muncul dari kabin mobil. Sebelumnya, diawali keluarnya asap dari kabin mobil. "Pengemudi seketika itu langsung memberhentikan mobilnya," kata Kasubbag Humas Polres Blitar Iptu M. Burhanudin, Jumat (22/2).

 

Burhan mengatakan, ketika itu mobil sedan keluaran 1991 itu sedang dikendarai oleh Zaenudin. Di tengah perjalanan warga Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat tiba-tiba mobil sedan yang dikendarainya mengeluarkan asap. Zaenudin pun panik.

 

Zaenudin langsung menghentikan laju mobilnya dipinggir jalan dan memaikan mesin mobil. Dia lantas mengeceknya. Tidak lama kemudian, keluar percikan api dari dalam kabin mobil. Lama-kelamaan api itu semakin membesar dan menjalar ke seluruh bodi mobil.

 

Zaenudin teriak meminta bantuan warga sekitar. Lalu, warga melaporkan insiden itu ke polsek Wlingi. Selama kurang lebih 40 menit api menghanguskan mobil sedan itu. "Anggota yang menerima laporan langsung tiba di lokasi dan melakukan olah TKP," jelas Burhan. 40 menit kemudian, api berhasil dipadamkan. 

]]>
Retta wulansari Fri, 22 Feb 2019 12:00:59 +0700
<![CDATA[PAW Glebot Resmi Digantikan Sugeng, Besok Paripurna Pengangkatan]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/21/120754/paw-glebot-resmi-digantikan-sugeng-besok-paripurna-pengangkatan http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/21/120754/paw-glebot-resmi-digantikan-sugeng-besok-paripurna-pengangkatan

Posisi anggota DPRD Kota Blitar Glebot Catur Arijanto segera tergantikan, posisi Glebot yang meninggal dunia resmi digantikan oleh Sugeng Praptono.]]>

BLITAR KOTA - Posisi anggota DPRD Kota Blitar Glebot Catur Arijanto segera tergantikan. Berdasarkan Keputusan Gubernur Jatim Nomor :  171.410/199/011.2/2019 tentang pergantian Antar Waktu (PAW), posisi Glebot yang meninggal dunia resmi digantikan oleh Sugeng Praptono.

 

DPRD segera menggelar Paripurna Pengambilan Sumpah Jabatan Anggota DPRD Baru PAW Sugeng Praptono yang mengantikan posisi Glebot Catur Arijanto. Paripurna itu dilakukan setelah keluarnya Surat Gubernur Jatim : Nomor : 171/2743/011.2/2019 perihal Keputusan Gubernur Jatim Nomor :  171.410/199/011.2/2019 tentang pergantian Antar Waktu (PAW). "Ya, dijadwalkan besok Jum’at (22/2). Sekitar pukul 08.00," kata Wakil Ketua DPRD Kota Blitar Totok Sugiarto, Kamis (21/2).

 

Totok mengatakan, PAW resmi memutuskan Sugeng Praptono menggantikan Glebot yang meninggal dunia akibat serangan jantung beberapa waktu lalu di sisa masa jabatan. "Paripurna akan dihadiri oleh segenap jajaran Forkompimda Kota Blitar, hingga Ormas LSM dan sejumlah undangan lainnya," ungkap politisi PKB ini.

 

Seperti diketahui posisi Glebot sebagai anggota dewan kosong. Sesuai mekanisme, untuk mengisi kekosongan di sisa masa jabatan, DPRD Kota Blitar harus melakukan PAW. Mekanisme, pengganti harus berasal dari PDIP. Nama yang diajukan adalah nama-nama yang mendapat suara terbanyak setelah Glebot.

 

Sesuai perolehan suara pada pemilu legislatif saat itu, ada dua nama yang diajukan, yakni M. Yusuf Effendi dan Sugeng Praptono. Akan tetapi, untuk M. Yusuf effendi sudah meninggal dunia. Sehingga hanya Sugeng Praptono bisa diajukan ke Gubernur Jatim untuk dilakukan PAW.

 

Selain itu, pada Jumat (22/2) itu, DPRD juga akan menggelar paripurna internal tentang usulan pergantian dan penetapan Ketua DPRD Kota Blitar. Itu dilakukan sebagai tindak lanjut dari Surat Gubernur Jawa Timur nomor 171/2385/011.2/2019 perihal Keputusan Gubernur Jatim Nomor:171.410/175/011.2/2019 dan Nomor: 171.410/176/011.2/2019  tentang penetapan pemberhentian Pimpinan DPRD penganti Glebot Catur Arijanto yang meninggal dunia.

 

Sesuai ketentuan, maka pengantinya adalah dari Fraksi PDI Perjuangan. Berdasarkan Surat Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar Nomor: 11/II/PDI.P/2019 tentang Usulan Pimpinan DPR, menunjuk Said Nofandi sebagai pengganti Glebot sebagai Ketua DPRD Kota Blitar. "Ya, mekanismenya, pergantian ini kami usulkan dulu ke Gubernur Jatim untuk mendapat surat keputusan pengangkatannya," tandas pria ramah ini. 

]]>
Retta wulansari Thu, 21 Feb 2019 16:00:59 +0700
<![CDATA[Eks Bangunan SMPN 3 Blitar Bakal Dijadikan Museum PETA]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/20/120572/eks-bangunan-smpn-3-blitar-bakal-dijadikan-museum-peta http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/20/120572/eks-bangunan-smpn-3-blitar-bakal-dijadikan-museum-peta

Kompleks Monumen PETA di Jalan Soedanco Supriadi atau depan TMP Raden Wijaya masuk kategori kawasan cagar budaya. Pemkot Blitar akan memperluas kawasan itu.]]>

BLITAR KOTA - Kompleks Monumen PETA yang berada di Jalan Soedanco Supriadi atau depan TMP Raden Wijaya masuk kategori kawasan cagar budaya. Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar bakal menjadikan bekas bangunan SMPN 3 Blitar di kompleks monumen tersebut sebagai museum PETA. 

 

Saat ini, di kompleks monumen itu terdapat tiga bangunan sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) yakni SMPN 3 Blitar, SMPN 5 Blitar dan SMPN 6 Blitar. Bangunan sekolah di kompleks tersebut merupakan cagar budaya peninggalan zaman penjajahan Belanda. Dan pernah menjadi markas tentara PETA di Blitar. 

 

Plt Wali Kota Blitar Santoso mengatakan, sesuai rencana eks atau bekas bangunan SMPN 3 Blitar akan dijadikan museum PETA. Sebab, SMPN 3 Blitar nantinya dipindahkan di wilayah Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjenkidul. "Bahkan rencana awal dulu, andaikan proses pembangunan SMPN 3 Blitar (di kelurahan Tanggung) lancar, di situ (eks SMPN 3 Blitar sudah siap dibangun museum PETA (tahun ini)," jelasnya. 

 

Bahkan, lanjut dia, sejumlah benda-benda bersejarah peninggalan zaman penjajahan Belanda dan Jepang terutama yang digunkan tentara PETA sudah disiapkan. Benda-benda itu berupa alat persenjataan berat seperti tank hingga pesawat terbang. "Alat persenjataan itu merupakan bantuan dari Panglima yang diperbantukan. Termasuk juga peninggalan Supriadi yang masuh ada," ujar pria berkacamata ini. 

 

Dengan adanya alat persenjataan itu di museum PETA, kata dia, bisa menjadi objek pengetahuan sejarah pemberontakan Tentara PETA. Museum itu akan menjadi satu ramgkaian wisata sejarah lain. "Misalnya seperti Monumen Potlot di TMP Raden Wijaya," ujarnya. 

 

Pemkot menargetkan, rencana pembangunan Museum PETA itu dilakukan setelah pembangunan SMPN 3 Blitar kelar. Pembangunan SMPN 3 Blitar ditargetkan kelar tahun ini karena pembangunan sempat mandek.

  

]]>
Didin Cahya FS Wed, 20 Feb 2019 19:04:27 +0700
<![CDATA[PDIP Mulai Siapkan Penjaringan Calon Wawali Pendamping Santoso]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/20/120479/pdip-mulai-siapkan-penjaringan-calon-wawali-pendamping-santoso http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/20/120479/pdip-mulai-siapkan-penjaringan-calon-wawali-pendamping-santoso

Dewan pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Blitar sedang mempersiapkan penjaringan calon wakil wali Kota (Wawali) Blitar yang akan mendampingi Santoso]]>

BLITAR KOTA - Dewan pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Blitar sedang mempersiapkan penjaringan calon wakil wali Kota (Wawali) Blitar yang akan mendampingi Santoso saat diangkat menjadi Wali Kota Blitar pengganti M. Samanhudi Anwar.

 

Dalam waktu dekat DPC akan menggelar penjaringan tersebut dan menggelar rapat internal. "Ya, Sabtu (23/2) minggu dilakukan rapat internal untuk persiapan penjaringan," kata Ketua DPC PDIP Kota Blitar Said Nofandi, Rabu (20/2).

 

Said mengatakan, rapat internal digelar untuk membentuk tim penjaringan calon wakil wali Kota Blitar. Penjaringan ditargetkan dilakukan dalam waktu dekat. "Usai tim dibentuk yang pasti kami langsung lakukan penjaringan dalam bulan ini," terang pria ramah ini.

 

Seperti diketahui, PDIP menjadi partai pengusung pasangan M. Samanhudi Anwar dan Santoso dalam pemilihan wali Kota (Pilwali) pada 2015. Saat itu, pasangan Samanhudi memenangkan pilwali tersebut. Namun, pertengahan 2018, Samanhudi ditangkap KPK karena dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor).

 

Saat ini, Samanhudi sedang menjalani proses hukum. Kader PDIP itu sedang mengajukan banding usai divonis oleh Pengadilan Tipikor Surabaya. Samanhudi divonis majelis hakim lima tahun penjara dan denda Rp500 juta. Selain itu, hakim juga mencabut hak politik selama lima tahun.

 

Said mengatakan, dalam penjaringan itu maksimal ada dua nama yang akan diusulkan ke DPP melalu DPD. Dua nama itu akan dijaring melalui tim yang sudah dibentuk oleh DPC PDIP. "Untuk siapa nama-nama yang akan dijaring secara resmi belum ada," ujar pria ramah ini.

 

Namun, menurut Said, sudah ada beberapa nama yang muncul untuk mengisi jabatan wakil wali Kota Blitar. Di antaranya Henry Pradipta Anwar, dr. Syahrul Alim, Sutanto, dan Sugeng Praptono.

 

Nantinya, usai tim terbentuk langkah selanjutnya akan dibuka pendafataran. Setelah itu, proses seleksi dilakukan. Nantinya hanya ada dua nama yang dipilih untuk diusulkan ke DPP melalui DPD. "Kami berharap bisa dilakukan secepatnya. Sebab, DPRD juga telah membentuk tim pansus tatib pemilihan Wali kota dan wakil wali Kota Blitar," tandasnya.

]]>
Retta wulansari Wed, 20 Feb 2019 17:04:59 +0700
<![CDATA[Bakesbangpol Sukseskan Pemilu Gelar Sosialisasi]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/20/120484/bakesbangpol-sukseskan-pemilu-gelar-sosialisasi http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/20/120484/bakesbangpol-sukseskan-pemilu-gelar-sosialisasi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui badan kesatuan bangsa dan politik (bakesbangpol) terus berupaya agar pelaksanaan Pemilu 2019 berjalan lancar.]]>

BLITAR KABUPATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui badan kesatuan bangsa dan politik (bakesbangpol) terus berupaya agar pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 berjalan lancar, aman, dan sukses. Untuk mewujudkan itu, berbagai kegiatan dan program telah dilaksanakan. Di antaranya menggelar sosialisasi fasilitasi terkait Pemilu 2019 kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Blitar.

 

Kali ini, bakesbangpol menggelar sosialisasi Pemilu 2019 kepada organisasi kemasyarakatan (ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) se-Kabupaten Blitar yang digelar di Local Education Centre (LEC), Desa Pojok, Kecamatan Garum, kemarin.

 

Kegiatan dibuka oleh kepala Bakesbangpol Kabupaten Blitar dan dihadiri ketua KPU Kabupaten Blitar, ketua Bawaslu Kabupaten Blitar, dan seluruh ketua ormas se-Kabupaten Blitar. Kegiatan yang mengambil tema ”Penguatan Kelembagaan Organisasi Kemasyarakatan atau Lembaga Swadaya Masyarakat dalam Rangka Mendukung Suksesnya Pemilu 2019” mendatangkan narasumber dari akademisi Dosen Universitas Whisnu Wardhana Malang, Prof Dr Widodo, SH, MH.

 

Kepala Bakesbangpol Dicky Cobandono, SSos, MSi, mengatakan, tema yang diusung pada kegiatan sosialisasi tersebut dinilai sesuai dengan isi dan materi yang akan disampaikan kepada peserta sosialisasi. Sebab, dalam tema tersebut, pihaknya memberikan pemahaman kepada seluruh elemen masyarakat. Khususnya ormas atau LSM untuk meningkatkan wawasan.

 

 Selain itu, juga meningkatkan kemampuan, kemandirian, serta kedewasaan dalam upaya meningkatkan partisipasi politik, guna menyukseskan agenda pesta demokrasi lima tahunan. “Melalui tema yang kami usung, kami berharap agar masyarakat bisa memahami aturan dan ketentuan, dalam pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) maupun pemilihan legislatif (pileg) pada Pemilu 2019 nanti,” ungkapnya.

 

Menurut dia, dengan pemahaman yang baik dan benar, yang disampaikan pada kegiatan ini. Ke depan diharapkan masyarakat menjadi cerdas politik dalam memilih atau menentukan sikap terhadap pemilu atau kebijakan pemerintah itu sendiri. Dengan adanya partisipasi dari berbagai elemen masyarakat, diharapkan keputusan yang dibuat pemerintah sesuai dengan aspirasi dan kehendak rakyat itu sendiri. “Melalui kegiatan ini, selain bisa menyukseskan pemilu dengan menggunakan hak pilihnya, masyarakat juga diberi pendidikan politik. Jadi, calon yang akan dipilih dalam Pemilu 2019 sesuai dengan hari nurani,” jelasnya. Dia menambahkan, untuk menyukseskan Pemilu 2019, perlu dilakukan adanya persamaan persepsi antara pemangku kepentingan pemilu dalam upaya pencapaian pemilu yang demokratis.

 

 Dengan demikian, diharapkan bisa mewujudkan kesadaran dan partisipasi berdemokrasi dalam kehidupan bernegara. Dengan begitu, dapat meningkatkan pengetahuan politik bagi masyarakat untuk mendorong peningkatan partisipasi secara maksimal dalam sistem politik. “Pendidikan politik yang disampaikan dalam sosialisasi bertujuan agar masyarakat memahami tentang politik. Jika sudah memahami, hal itu bisa mengurangi angka golput. Jumlah masyarakat yang datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya pun akan meningkat,” pungkasnya.

]]>
Retta wulansari Wed, 20 Feb 2019 13:30:59 +0700
<![CDATA[Remaja 16 Tahun Ditemukan Tewas Di Kubangan Dekat Pacuan Kuda]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/19/120274/remaja-16-tahun-ditemukan-tewas-di-kubangan-dekat-pacuan-kuda http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/19/120274/remaja-16-tahun-ditemukan-tewas-di-kubangan-dekat-pacuan-kuda

Warga sekitar Lapangan pacuan kuda Kikis Tunggorono Kecamatan Talun geger, Senin sore (18/2). Sesosok mayat laki-laki ditemukan.]]>

BLITAR KABUPATEN - Warga sekitar Lapangan pacuan kuda Kikis Tunggorono di Dusun Pantimulyo, Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun geger, Senin sore (18/2). Sesosok mayat laki-laki ditemukan tertelungkup dalam kubangan kali di sekitar pacuan kuda.

 

Saat pertama ditemukan, tidak ditemukan identitasnya. Setelah diidentifikasi dan diselidiki, ternyata mayat itu diketahui bernama M. Aldi Saputra, 16, warga Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun. Saat ditemukan, kondisi mayat sudah mengeluarkan bau busuk. "Diperkirakan mayat sudah lebih dari satu hari," kata Kasubbag Humas Polres Blitar Iptu M. Burhanudin, Selasa (19/2).

 

Dari hasil identifikasi dan pemeriksaan terhadap tubuh mayat, ditemukan beberapa bekas goresan. Diduga goresan itu akibat terkena duri. "Untuk luka tidak ada. Hanya bekas gores tanaman duri. Ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut," kata Burhan.

 

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Blitar, mayat itu ditemukan pertama kali oleh warga sekitar, Sariman (saksi) sekitar pukul 15.00. Saat itu Sariman hendak mandi di kubangan air selatan lokasi ditemukannya mayat.

 

Saksi saat itu kaget melihat sosok tubuh manusia yang mengapung. Posisinya tertelungkup. "Mayat sudah mengeluarkan bau. "Melihat itu, saksi langsung berteriak dan lari memberitahu warga lainnya," ujar Burhan.

 

Warga lantas mekaporkannya ke perangkat desa. Setelah dicek dicek ke lokasi ternyata benar ada mayat. Tetapi warga tidak mengenalinya. Sebab, bukan warga penduduk sekitar TKP.

 

Saat itulah, warga langsung melaporkan penemuan itu ke Polsek Talun. Tak berapa lama kemudian, petugas polsek tiba bersama tim identifikasi Polres Blitar.

 

Polisi lalu memeriksanya dan membawanya ke rumah sakit untuk divisum lebih lanjut. Polisi juga mengamankan baberapa barang bukti di antaranya, baju lengan pendek warna biru dongker dan celana jean panjang warna hitam.  "Untuk penyebabnya masih kami dalami lebih lanjut. Perkembangan baru akan kita sampaikan," tandas polisi berpangkat satu balok pundak ini. 

]]>
Didin Cahya FS Tue, 19 Feb 2019 15:00:59 +0700
<![CDATA[SAKIP Katalisator Terciptanya Efisiensi Anggaran Basis Kinerja]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/19/120149/sakip-katalisator-terciptanya-efisiensi-anggaran-basis-kinerja http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/19/120149/sakip-katalisator-terciptanya-efisiensi-anggaran-basis-kinerja

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar harus bekerja keras untuk mewujudkan nilai SAKIP BB. Mengingat penyerahan hasil evaluasi SAKIP tahun 2018 masih mendapatkan]]>

BLITAR KABUPATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar harus bekerja keras untuk mewujudkan nilai SAKIP BB. Mengingat penyerahan hasil evaluasi SAKIP tahun 2018 masih mendapatkan nilai B. 

 Kendati demikian, Sekretaris Daerah Drs Totok Subihandono, MSi, memberikan apresiasi kepada seluruh OPD terkait atas kerja kerasnya untuk meraih nilai tersebut. Pernyataan itu dilontarkan usai menerima hasil evaluasi akuntabilitas kinerja pemda wilayah II yang meliputi DKI Jakarta, Kalimantan, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT di Hotel Tulip Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (6/2). 

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin dalam sambutannya mengatakan, penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di 11 pemerintah provinsi dan 150 kabupaten/kota yang dikelompokkan dalam wilayah II berhasil menghemat Rp 22,3 triliun. Secara nasional, SAKIP 2018 telah berhasil menghemat pemborosan anggaran sebesar Rp 65,1 triliun

 Dia menyampaikan melalui SAKIP, paradigma kinerja pemerintah berubah. Bukan lagi sekadar melaksanakan program kegiatan yang dianggarkan, melainkan juga bagaimana melakukan cara yang paling efektif dan efisien untuk mencapai sasaran tersebut. 

 Menurutnya, penerapan SAKIP memastikan anggaran hanya dipergunakan untuk membiayai program ataupun kegiatan prioritas yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan. Penghematan anggaran terjadi dengan dihapusnya sejumlah kegitan yang tidak penting yang tidak mendukung kinerja instansi. 

 Menteri Syafruddin menegaskan, evaluasi SAKIP bukan sebagai ajang kompetisi tentang keberhasilan mencapi indikator penilaian, melainkan lebih kepada bagaimana mengasistensi. Selain itu, juga mendampingi dan memberi saran perbaikan untuk masalah yang dialami. Mantan Wakapolri itu juga menyampaikan, pihaknya akan membantu daerah dalam menyusun perencanaan, mengevaluasi pelaksanaan program, memberikan masukan, serta mengawasi target capaian program tersebut.

 Dia menjelaskan, kini bukan saatnya lagi bekerja hanya untuk membuat laporan atau hanya untuk menyerap anggaran. Namun, sekarang waktunya bekerja fokus dari hilir ke hulu program. Efisiensi bukan hanya tentang cara memotong anggaran, melainkan juga penerapan manajemen berbasis kinerja. Misal penerapan e-government melalui e-budgeting untuk menghindari “program siluman” yang berpotensi penyimpangan. Ironisnya, e-budgeting juga tidak terintegrasi utuh dengan outcome kinerja. Jadi, belum mampu mencegah pemborosan. Untuk itu, dibentuklah e-performance based budgeting sebagai program quick win yang harus selesai dalam periode dua tahun mendatang. 

 Sesuai siaran pers dari Kementerian PAN-RB, permasalahan yang banyak terjadi yakni banyaknya program yang tidak tepat sasaran sehingga anggaran banyak yang terbuang sia-sia. Paradigma di hampir seluruh instansi adalah bagaimana menghabiskan anggaran. Namun belum tentu anggaran yang dihabiskan bermanfaat. 

 Dalam kesempatan itu, MenPAN-RB mengapresiasi upaya dan perjuangan seluruh gubernur, bupati, dan wali kota dalam mewujudkan akuntabilitas kinerja di lingkungan pemerintahannya. Pasalnya, mengubah pola pikir seluruh pegawai tidaklah mudah. Mengajak untuk berubah tidaklah mudah.

 Hal senada juga disampaikan oleh Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan (RB Kunwas) Kementerian PAN-RB, M. Yusuf Ateh. Dia mengatakan, untuk mewujudkan efisiensi dalam birokrasi, tidak cukup hanya dengan memotong anggaran pada pertengahan tahun anggaran berjalan saja, sebagaimana praktik yang selama ini terjadi. Efisiensi harus dibangun secara sistemik, bukan melalui kebijakan-kebijakan temporal yang mengakibatkan efisiensi tidak dilaksanakan secara berkelanjutan. Efisiensi harus dimulai dengan memperbaiki pola pemanfaatan anggaran sejak kali pertama birokrasi merencanakan hasil atau kinerjanya. Sebagaimana prinsip akuntabilitas berorientasi hasil yang menjadi amanat undang-undang.

 Untuk diketahui, ada lima peraturan perundangan yang perlu dipahami bersama. Yakni Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN, Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara,  Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang SAKIP, serta Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2017 tentang Sinkronisasi Proses Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Nasional. 

 Kelima peraturan perundangan tersebut mengamanatkan birokrasi untuk menciptakan akuntabilitas kinerja melalui SAKIP, yang tidak lain merupakan pengejawantahan manajemen kinerja sektor publik di Indonesia. Dengan kata lain, SAKIP mengarahkan birokrasi kita untuk menetapkan program dan kegiatan berdasarkan pada prioritas dan kebutuhan masyarakat. 

 SAKIP adalah katalisator terciptanya efisiensi melalui penguatan implementasi manajemen kinerja dan anggaran berbasis kinerja. Tahapan penerapan SAKIP dimulai dengan menetapkan sasaran strategis pada setiap instansi pemerintah, sesuai dengan sasaran pembangunan nasional. 

 Sasaran strategis tersebut harus disertai dengan ukuran keberhasilan dan target yang jelas dan terukur sehingga instansi pemerintah dapat menjawab keberhasilan atau kegagalan pencapaian sasarannya. Terkait itu, untuk mendorong percepatan pelaksanaan akuntabilitas kinerja, Deputi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan (RB Kunwas) melakukan bimbingan teknis dan asistensi kepada 83 kementerian/lembaga dengan 418 Unit kerja, 34 pemerintah provinsi dengan 1027 OPD, dan 518 kabupaten/kota dengan 20.756 OPD. 

 Sementara itu, untuk mengukur perkembangan implementasi SAKIP dan melakukan pembinaan yang berkesinambungan di seluruh instansi pemerintah, Kementerian PAN-RB setiap tahunnya melaksanakan evaluasi atas implementasi SAKIP pada seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Evaluasi tersebut telah dapat memetakan instansi pemerintah pada beberapa kategori. Pengategorian tersebut dilakukan bukan sekadar dalam rangka menilai instansi pemerintah, melainkan juga untuk memetakan tingkat implementasi manajemen kinerja setia[ instansi pemerintah. Sehingga memudahkan proses perbaikan dalam implementasi SAKIP. 

]]>
Anggi Septian Andika Putra Tue, 19 Feb 2019 07:00:59 +0700
<![CDATA[Adipura Pemacu Jaga Lingkungan Bersih]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/18/120148/adipura-pemacu-jaga-lingkungan-bersih http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/18/120148/adipura-pemacu-jaga-lingkungan-bersih

Kepemimpinan Bupati Rijanto dan Wakil Bupati Marhaenis Urip Widodo, kembali menorehkan prestasi yang membanggakan, untuk masyarakat Kabupaten Blitar.]]>

BLITAR KABUPATEN – Kepemimpinan Bupati Rijanto dan Wakil Bupati Marhaenis Urip Widodo, kembali menorehkan prestasi yang membanggakan, untuk masyarakat Kabupaten Blitar. Awal tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, meraih penghargaan Adipura. Penilaian prestasi ini dilakukan di wilayah Kecamatan Wlingi.

Setelah beberapa tahun (2015-2016), gagal meraih penghargaan trofi Adipura, tahun ini Kabupaten Blitar, berhasil meraih penghargaan Adipura, kategori kota kecil. Penghargaan itu diserahkan secara langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang didampingi oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar Drs Totok Subihandono, MSi. “Penghargaan diserahkan di Auditorium Dr Soejarwo, Gedung Manggala Wanabhakti Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Senin (14/1), dalam kegiatan penyerahan penghargaan Nirwasita Tantra dan Adipura 2018,” ungkap Sekda Drs Totok Subihandono, MSi. 

Pihaknya mengapresiasi seluruh pihak, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga masyarakat, yang telah suskes meraih kembali penghargaan trofi Adipura, setelah beberapa tahun gagal mendapatkan trofi serupa. Namun, dirinya minta agar semua pihak tidak lengah terhadap penghargaan yang baru saja diraih itu. Justru sebaliknya, penghargaan itu harus dijadikan pelecut semangat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan. “Saya berharap, penghargaan ini bisa menjadi pemacu untuk terus menjaga dan mengolah lingkungan agar tetap bersih,” pintanya.  

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla pada sambutan penyerahan penghargaan Nirwasita Tantra dan Adipura menyampaikan, selamat kepada daerah maupun kepala daerah yang mendapatkan penghargaan tersebut. “Anugerah itu bukan sekadar prestasi yang layak untuk dibanggakan, namun yang terpenting adalah bukti bahwa daerah bersangkutan benar-benar mampu mengelola lingkungan bersih, teduh sesuai semangat dari dilaksanakannya program Adipura,” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar. Menurut dia, titik berat dalam penilaian Adipura adalah kebersihan dan berbagai elemen di dalamnya. Lanjut dia, Anugerah Adipura ini, tidak hanya kebanggaan bagi masyarakat di daerah bersangkutan. Namun juga merupakan sebuah prestasi bagi pemerintah daerah. “Artinya, mereka mampu memanajemen lingkungan di wilayahnya,” ujarnya.

Seperti diketahui, program Adipura telah dilaksanakan setiap tahun sejak 1986, kemudian terhenti pada 1998. Dalam lima tahun pertama, program Adipura difokuskan untuk mendorong kota-kota di Indonesia menjadi ‘Kota Bersih dan Teduh’. Program Adipura kembali dicanangkan di Denpasar, Bali, pada 5 Juni 2002, dan berlanjut sampai sekarang.

]]>
Anggi Septian Andika Putra Mon, 18 Feb 2019 20:53:51 +0700
<![CDATA[Dihujani, Barongsai Berjas Hujan]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/18/120055/dihujani-barongsai-berjas-hujan http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/18/120055/dihujani-barongsai-berjas-hujan

Aksi kirab barongsai memperingati Tahun Baru Imlek 2570 diselimuti hujan, Sabtu (16/2). Akibatnya, sejumlah pemain barongsai berhamburan.]]>

BLITAR KOTA - Aksi kirab barongsai memperingati Tahun Baru Imlek 2570 diselimuti hujan, Sabtu (16/2). Akibatnya, sejumlah pemain barongsai berhamburan mencari tempat untuk berteduh di pinggir jalan. Tak hanya itu, barongsai pun terpaksa diselimuti atau ditutupi dengan plastik. Dengan harapan agar tidak terkena terpaan air hujan. Meski begitu, kirab barongsai mengelilingi ruas jalan protokol Kota Blitar itu tetap berlanjut. Masyarakat tetap antusias menyaksikan atraksi pemain barongsai untuk memperingati Imlek sekaligus Cap Go Meh itu. Agar tidak basah terkena hujan, kepala barongsai ada yang dibungkus plastik. Sebagian yang lain tetap dibiarkan terbuka untuk pertunjukan atraksi. Termasuk naga liong.

 

Kirab barongsai sebagai puncak perayaan Tahun Baru Imlek itu diberangkatkan dari Klenteng Poo An Kiong sekitar pukul 13.00. Selang 15 menit kemudianm saat melintas di Jalan Mastrip tiba-tiba hujan. "Kami langsung berteduh sebentar. Tetapi untuk yang bawa alat musik tetap lanjut," kata Daniel, pelatih barongsai, kepada Jawa Pos Radar Blitar, Sabtu (16/2).

 

Setelah hujan reda, para pemain barongsai melanjutkan lagi perjalanan kirabnya. Tidak disangka,

hujan kembali mengguyur. Pemain barongsai pun berteduh lagi. "Kami sampai berteduh tiga kali kalau tidak salah," ujarnya lantas tersenyum.

 

 Meski begitu, kata Daniel, hujan tidak menghalangi ritual kirab. Itu malah menjadi sebuah berkah tersendiri. "Harapan awal sih inginnya cerah tadi (kemarin, Red). Tapi tiba-tiba mendung. Ya mau gimana lagi, memang musim hujan," katanya.

 

 Kirab barongsai tahun ini sedikit berbeda daripada tahun lalu. Sebab, di kirab tahun ini, Dewa Bumi juga ikut diarak mengelilingi jalanan protokol Kota Blitar. Meski diguyur hujan, prosesi kirab tetap semarak. Sejumlah warga ada yang berebut untuk memberi angpao kepada barongsai. Sebagian yang lain ada yang menjepret atraksi barongsai.

]]>
Retta wulansari Mon, 18 Feb 2019 20:00:59 +0700
<![CDATA[Jalan Anyar Kebun Teh Kelar]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/18/120046/jalan-anyar-kebun-teh-kelar http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/18/120046/jalan-anyar-kebun-teh-kelar

Proyek pelurusan Jalan Blitar-Batu di kawasan Kebun Teh Bantaran Kecamatan Gandusari, rampung. Ruas jalan tersebut sudah diaspal dan diberi rambu marka jalan.]]>

BLITAR KOTA - Proyek pelurusan Jalan Blitar-Batu di kawasan Kebun Teh Bantaran di Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari, rampung. Ruas jalan tersebut sudah diaspal dan diberi rambu marka jalan. Namun untuk sementara, waktu ruas jalan baru tersebut belum bisa dilewati karena masih dalam penyempurnaan pengerjaan. Kini ruas jalan tersebut ditutup agar tidak bisa dilewati kendaraan umum.

 

 Meski begitu, ada beberapa pengendara dari arah selatan yang nekat melintas di ruas jalan tersebut. Namun, harus balik lagi karena ditutup.pantauan Koran ini di lokasi, proyek pelurusan jalan itu sudah 99 persen kelar. Meski sudah diberi rambu marka jalan, fasilitas berupa lampu penerangan jalan umum (PJU) belum semua terpasang. Lampu PJU masih terpasang di beberapa titik saja.

 Ruas jalan sepanjang sekitar 400 meter itu dihubungkan oleh dua jembatan. Ada dua lajur pada ruas jalan itu. Meski belum bisa dilewati, beberapa pengendara nekat masuk hanya untuk berfoto di ruas jalan baru itu. "Ya, biasanya memang ada warga yang masuk dan berhenti untuk foto-foto," kata Rafid, warga sekitar Kebun Teh Bantaran kepada Jawa Pos Radar Blitar, Sabtu (16/2).

 

Perempuan 25 tahun ini mengaku sudah sempat masuk di ruas jalan baru itu. Menurutnya, ruas jalan baru itu bisa mengatasi kemacetan lalu lintas. Sebab, selama ini kondisi jalan yang ada curam dan berliku-liku. "Jalan yang baru ini lurus sehingga aman," terangnya.

 

 Dengan kondisi jalan yang lurus itu, akses semakin mudah. Jalan sedikit landai. Pengendara bisa melintas dengan aman dan nyaman. "Ini juga mengurangi risiko kecelakaan," kata perempuan berjilbab ini. Ruas jalan selebar sekitar 11 meter itu bisa dilintasi oleh dua kendaraan roda empat. Kepolisian juga telah memasang spanduk imbauan untuk tertib berlalu lintas di pinggir ruas jalan tersebut.

 

Selain itu, juga imbauan kepada pengendara truk untuk tidak membawa muatan berlebih saat melintas di ruas jalan baru itu. "Ya, ini imbauan kami kepada pengguna jalan, khususnya pengemudi truk, agar ikut menjaga jalan tetap dalam kondisi baik," ujar Kasatlantas Polres Blitar AKP M. Amirul Hakim.

 

Memang selama ini akses jalan Kebun Teh Bantaran itu sering dilewati truk-truk muatan. Mulai truk muatan pasir hingga bebatuan. Jalan tersebut merupakan salah satu akses jalur ke Batu. Jalur baru tersebut diharapkan juga bisa dilewati bus.

 

Seperti diketahui, proyek pelurusan jalan itu merupakan proyek Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar. Proyek itu menelan anggaran sekitar Rp 5 miliar. Jalan baru tersebut berada di barat Kali Lekso. Proyek tersebut mulai dikerjakan Agustus 2018 lalu dan ditargetkan pada Desember 2018 selesai.

]]>
Retta wulansari Mon, 18 Feb 2019 19:00:59 +0700
<![CDATA[Ahli Kejiwaan Periksa Pelaku Pembunuhan Terhadap Istri dan Anaknya]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/17/119909/ahli-kejiwaan-periksa-pelaku-pembunuhan-terhadap-istri-dan-anaknya http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/17/119909/ahli-kejiwaan-periksa-pelaku-pembunuhan-terhadap-istri-dan-anaknya

Polisi hingga kini terus menyelidiki kasus pembunuhan Sri Dewi dan bayinya, Vika Nadhira. Penyidik Satreskrim Polres Blitar sedang memeriksa saksi-saksi.]]>

 

BLITAR KABUPATEN - Polisi hingga kini terus menyelidiki kasus pembunuhan Sri Dewi dan bayinya, Vika Nadhira. Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blitar sedang memeriksa saksi-saksi yang mengetahui kejadian itu. 

 

Polisi juga mendatangkan ahli kejiwaan dari RS Bhayangkara untuk memeriksa kondisi kejiwaan Nardian. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah pelaku mengalami gangguan kejiwaan atau tidak. "Belum bisa disimpulkan. Ini sedang pemeriksaan saksi-saksi," kata Kasubbag Humas Polres Blitar Iptu M. Burhanudin, Minggu (17/2). 

 

Burhan menjelaskan, saat ini penyidik fokus memeriksa saksi-saksi. Pelaku kini telah ditahan di Polres Blitar. "Pelaku sementara belum diperiksa. Tetapi, saat ditanya-tanya pelaku normal," ujar perwira berpangkat dua balok di pundak ini. 

 

Sementara itu, berdasarkan keterangan warga dan keluarga, dua hari belakangan pelaku terlihat cekcok dengan istri. Pelaku juga mengalami depresi beberapa hari terakhir. Pelaku sering ngamuk. 

 

Pasiati, sepupu korban (Sri Dewi) mengungkapkan, memang sejak dua hari terakhir pelaku terlihat sering ngamuk dan depresi. Setiap menjelang petang atau magrib, pelaku sering mengamuk. "Iya, dua hari terakhir ini suka mengamuk. Seperti orang kesurupan," ujar perempuan 33 tahun ini.

 

Seperti diberitakan, Warga Dusun Sumbermanggis, Desa Sumberurip, Kecamatan Doko geger, Sabtu malam (16/2). Sri Dewi dan anaknya yang masih bayi berusia tujuh bulan dibunuh secara tragis oleh suaminya sendiri. 

 

Dugaan sementara, motif pembunuhan dipicu kecemburuan. Polisi telah melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi. Dua barang bukti senjata tajam (sajam) diamankan yakni pisau dapur dan linggis. 

 

]]>
Didin Cahya FS Sun, 17 Feb 2019 19:19:19 +0700
<![CDATA[Dua Jenazah Tiba Disambut Isak Tangis, Ibu dan Anak Dikubur Satu Liang]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/17/119860/dua-jenazah-tiba-disambut-isak-tangis-ibu-dan-anak-dikubur-satu-liang http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/17/119860/dua-jenazah-tiba-disambut-isak-tangis-ibu-dan-anak-dikubur-satu-liang

Dua jenazah Sri Dewi dan bayinya, Vika Nadhira yang ditunggu tetanggq dan keluarga akhirnya tiba. Jenazah tiba Sekitar pukul 14.45 dengan diantar dua ambulance.]]>

BLITAR KABUPATEN - Dua jenazah Sri Dewi dan bayinya, Vika Nadhira yang ditunggu tetanggq dan keluarga akhirnya tiba. Jenazah tiba Sekitar pukul 14.45 dengan diantar dua ambulance. 

Kedatangan jenazah tersebut langsung disambut isak tangis keluarga dan tetangga korban. Warga yang sudah menunggu itu langsung menyambutnya dengan penuh haru. Dua jenazah yang sudah dimasukkan dalam peti kayu itu langsung diangkat dan dibawa ke rumah duka untuk di salati. 

Warga menunggu dan memakamkan dua korban pembunuhan di Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar.(RADAR BLITAR)

Rencananya, jenazah akan dikebumikan di pemakaman setempat. Dua jenazah ibu dan anak itu akan dimakamkan dalam satu liang lahat. Saat berita ini diturunkan, prosesi salat jenazah dan doa sedang berlangsung. 

]]>
Didin Cahya FS Sun, 17 Feb 2019 15:10:42 +0700
<![CDATA[Cerita Supriadi, Mertua Pelaku Yang Berusaha Meringkus, Malah Digigit]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/17/119839/cerita-supriadi-mertua-pelaku-yang-berusaha-meringkus-malah-digigit http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/17/119839/cerita-supriadi-mertua-pelaku-yang-berusaha-meringkus-malah-digigit

Tragedi berdarah pembunuhan terhadap Sri Dewi dan bayinya berusia tujuh bulan disaksikan langsung anggota keluarga. Sebab, saat keluarga sedang berkumpul]]>

BLITAR KABUPATEN - Tragedi berdarah pembunuhan terhadap Sri Dewi dan bayinya berusia tujuh bulan disaksikan langsung anggota keluarga. Sebab, saat kejadian keluarga sedang berkumpul bersama. 

Saat kejadian berlangsung, keluarga sedang makan malam bersama usai salat Isyak berjamaah. Selama ini, Nardian (pelaku) tinggal bersama istri (korban), dua anaknya dan mertuanya, Supriadi (ayah korban) dan Saminem. 

Supriadi yang merupakan mertua pelaku juga  menjadi sasaran amukan pelaku. Ketika itu, pria 60 tahun itu berusaha melerai dan mendekap pelaku untuk menghentikan aksi sadisnya. Tetapi, menantunya itu malah menggigit pipinya. "Saya digigit pipi kanan. Saya melerai dan bergulung-gulung dengan pelaku," kata Supriadi, kepada Jawa Pos Radar Blitar, Minggu (18/2). 

Saat itu, pelaku baru saja menghabisi istri dan anaknya yang masih bayi, Vika Nadhira dengan sejumlah tusukan. Aksi penusukan itu terjadi di depan rumah. Saat itu, sejumlah warga sudah berhamburan keluar rumah menyaksikan kejadian itu. 

Sebab, sebelum dihabisi korban sempat berteriak meminta tolong warga. Tetapi, warga yang berupaya ingin menyelamatkan tidak berani. Akhirnya, Supriadi nekat berusaha meringkus pelaku. "Saat itu kondisi listrik rumah padam. Jadi tidak begitu jelas. Yang jelas waktu bayinya yang saya selamatkan dengan kondisi sudah terluka parah," terangnya.

]]>
Didin Cahya FS Sun, 17 Feb 2019 12:38:01 +0700
<![CDATA[Tragis, si Bayi Tewas Dalam Dekapan Ibu, Korban Juga Ditusuk Linggis]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/17/119834/tragis-si-bayi-tewas-dalam-dekapan-ibu-korban-juga-ditusuk-linggis http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/17/119834/tragis-si-bayi-tewas-dalam-dekapan-ibu-korban-juga-ditusuk-linggis

Pembunuhan sadis ibu dan anaknya di Dusun Sumbermanggis, Desa Sumberurip, Kecamatan Doko mengagetkan warga sekitar. Pelaku sebelumnya dikenal sopan.]]>

BLITAR KABUPATEN - Pembunuhan sadis ibu dan anaknya di Dusun Sumbermanggis, Desa Sumberurip, Kecamatan Doko mengagetkan warga sekitar. Nardian, 38, suami korban yang selama ini dikenal sopan itu tega menghabisi nyawa istri dan anaknya yang baru berusia tujuh bulan.

Aksi pembunuhan yang terjadi Sabtu malam (16/2) sekitar pukul 20.00 berlangsung tragis. Berdasarkan penuturan warga dan tetangga sekitar kedua korban itu ditusuk secara bersama menggunakan pisau dapur dan linggis. Aksi itu dilakukan usai salat Isya. 

Saat itu, posisi Vika, anak korban dalam dekapan ibunya. Korban berusaha melindungi anaknya dengan cara digendong. "Ya, anaknya digendong saat itu. Ditusuk bersama-sama. Kondisinya sudah terluka parah," terang Ketua RT 5/RW 4 Hariono kepada Jawa Pos Radar Blitar, Minggu (17/2). 

Saat itu, posisi Hariono sedang berada di rumah. Lalu, dia mendapat laporan warga bahwa Sri Dewi dan anaknya ditusuk oleh suaminya, Nardian. "Setelah membunuh itu, saya melihat pelaku mondar-mandir di depan rumah dengan kondisi telanjang. Sudah tidak bawa sajam lagi. Saat itu warga langsung menangkapnya," ungkap pria 42 tahun ini. 

Saat kejadian, kata dia, kondisi sedang hujan deras. Penusukan sadis itu terjadi diluar rumah korban. Pelaku dan korban sempat cek-cok sebelumnya. "Memang sejak Kamis (14/2), mereka itu sempat cek-cok. Warga dan saya sempat menyelesaikan permasalahan itu," ungkap pria ramah ini. 

Menurutnya, permasalahan rumah tangga yang terjadi diduga dipicu kecemberuan. Korban (istri pelaku) merasa cemburu dengan suaminya (pelaku). "Tetapi, pengakuan pelaku saat itu malah merasa tertekan karena istrinya melarang merokok dan keluar rumah," ujarnya. 

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Blitar, dua korban, Sri Dewi dan anaknya, Vika, dibunuh dengan begitu sadis. Keduanya dibunuh dengan cara ditusuk berkali-kali dengan mengggunakan linggis dan pisau dapur. 

Akibat penusukan itu, kedua korban mengalami luka parah hampir disekujur tubuhnya. Sri Dewi mengalami tusukan di antaranya di kepala, lengan dan wajah. Sementara anaknya, di badan. Saat ini, kedua korban sedang di otopsi di Rumah Sakit Umum Daeeah (RSUD) Ngudi Waluyo Wlingi. 

Seperti diberitakan, Warga Dusun Sumbermanggis, Desa Sumberurip, Kecamatan Doko geger, Sabtu malam (16/2). Sri Dewi dan anaknya yang masih bayi berusia tujuh bulan dibunuh secara tragis oleh suaminya sendiri. 

Dugaan sementara, motif pembunuhan dipicu masalah rumah tangga. Polisi telah melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi. Dua barang bukti senjata tajam (sajam) diamankan yakni pisau dapur dan linggis.

]]>
Didin Cahya FS Sun, 17 Feb 2019 10:26:55 +0700
<![CDATA[Pembunuhan Tragis, Istri dan Bayi Warga Doko Tewas Ditusuk Suami]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/17/119832/pembunuhan-tragis-istri-dan-bayi-warga-doko-tewas-ditusuk-suami http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/17/119832/pembunuhan-tragis-istri-dan-bayi-warga-doko-tewas-ditusuk-suami

Warga Dusun Sumbermanggis, Desa Sumberurip, Kecamatan Doko geger, Sabtu malam (16/2). Sri Dewi dan anaknya yang masih berusia tujuh bulan, Fika, dibunuh.]]>

BLITAR KABUPATEN - Warga Dusun Sumbermanggis, Desa Sumberurip, Kecamatan Doko geger, Sabtu malam (16/2). Sri Dewi dan anaknya yang masih berusia tujuh bulan, Fika, dibunuh secara tragis oleh suaminya sendiri. 

Suaminya diketahui bernama Nardian, 33. Istri dan anaknya itu dibunuh dengan cara ditusuk. Aksi sadis itu terjadi sekitar pukul 20.00. Saat ini, kasus pembunuhan tersebut ditangani Polres Blitar. Pelaku kini diamankan di Polres Blitar untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. "Ya, Pelaku di amankan di Polres Blitar," jelas Kasubbag Humas Polres Blitar Iptu M.  Burhanudin, Minggu (17/2). 

Dugaan sementara, motif pembunuhan dipicu masalah rumah tangga. Polisi telah melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi. Satu barang bukti senjata tajam (sajam) berupa pisau dapur disita.

Sementara itu, ketua RT 5/RW 4 Hariono mengatakan, pembunuhan terjadi sekitar pukul 20.00. Sehari sebelumnya, pelaku dan istrinya (korban) sempat cekcok. "Hingga Sabtu malam (17/2) malam terjadi penusukan itu. Sebenarnya warga mau melerai tapi takut karena mengamuk," ujarnya. 

Saat berita ditulis, lokasi rumah korban sudah ramai didatangi para pelayat. Warga berbondong-bondong ke rumah korban untuk melayat. Saat ini, pihak keluarga dan warga sedang menunggu kedatangan jenazah kedua korban. Hingga berita ini ditulis, Kedua korban sedang di otopsi. 

]]>
Didin Cahya FS Sun, 17 Feb 2019 09:38:24 +0700
<![CDATA[Kursi Dirut Nganggur Dua Tahun]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/16/119669/kursi-dirut-nganggur-dua-tahun http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/16/119669/kursi-dirut-nganggur-dua-tahun

Sudah hampir dua tahun, jabatan direktur utama (dirut) perusahaan daerah air minum (PDAM) Kota Blitar kosong. Hingga kini, jabatan dirut diisi pejabat sementara]]>

BLITAR KOTA – Sudah hampir dua tahun, jabatan direktur utama (dirut) perusahaan daerah air minum (PDAM) Kota Blitar kosong. Hingga kini, jabatan dirut diisi pejabat sementara (Pjs).

Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar kini sedang ancang-ancang membuat peraturan mengenai pemilihan dirut. Rencananya, pemkot akan menggelar seleksi terbuka calon dirut PDAM. “Ya, sesegera mungkin kami akan buat perwali (peraturan wali kota)-nya. Semester pertama ini kami targetkan selesai,” kata Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kota Blitar Subandi.

 

Kini, lanjut Subandi, pemkot sedang mempersiapkan draf regulasi terkait pembentukan panitia seleksi (pansel) terbuka untuk pemilihan calon dirut PDAM Kota Blitar. Termasuk juga mempersipkan perwalinya.

 

 Perwali mengatur tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk pemilihan serta seleksi terbuka direktur utama PDAM. Bagaimana tahapan dan lain sebagainya, akan diatur dalam perwali itu. “Usai terbentuk perwalinya, kami akan membentuk pansel. Setelah itu, pansel akan ditentukan dengan surat keputusan (SK) wali kota,” ujarnya.

 

Dia mengatakan, pemilihan dirut baru PDAM itu harus segera dilakukan. Sebab, posisi dirut PDAM kini kosong hampir dua tahun. Apalagi selama kekosongan dirut itu, kinerja PDAM banyak mendapat keluhan masyarakat. Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) pun juga menyorotinya. “Makanya, untuk meningkatakan kinerja PDAM, harus segera dilakukan pemilihan dirut definitif,” ungkap pria ramah ini.

 

Rekrutmen calon dirut PDAM dilakukan melalui seleksi terbuka. Seleksi terbuka itu mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 37 tahun 2018 tentang Pengangkatan, Pemberhentian Anggota Dewan Pengawas atau Anggota Komisaris dan Anggota Direksi BUMD.

 

Usai pansel terbentuk, jelas Subandi, pansel akan merencakan tahapan seleksi seusai ketentuan yang diatur. Pertama, melakukan pengumuman secara terbuka. Kemudian seleksi administrasi. Salah satu persyaratannya, calon dirut memiliki sertifikasi pengelolaan mengenai PDAM atau pelatihan mengenai PDAM.

 

Usai seleksi administrasi, pansel akan melakukan uji kompetensi berupa uji tulis dan wawancara. Setelah itu, dilakukan penilaian dan selanjutnya akan diperingkat. “Siapa yang lulus dan masuk tiga terbaik akan dilaporkan kepada wali kota untuk dipilih salah satu menjadi direktur PDAM,” katanya.

 

Tim pansel akan memilih tiga calon dirut yang terbaik. Nah, nanti wali kota akan memilih satu calon terbaik yang akan diangkat menjadi dirut PDAM Kota Blitar. ”Bisa jadi, tidak harus urutan pertama. Wali kota akan menilai dan mempertimbangkan siapa yang terbaik dan layak menjadi direktur utama,” tandasnya. 

]]>
Retta wulansari Sat, 16 Feb 2019 16:00:59 +0700
<![CDATA[Pilwali, Siapkan Rp 20 M Tahap Awal Akhir 2019]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/16/119665/pilwali-siapkan-rp-20-m-tahap-awal-akhir-2019 http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/16/119665/pilwali-siapkan-rp-20-m-tahap-awal-akhir-2019

Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mulai membahas persiapan Pilkada serentak 2020 itu. Salah satunya membahas mengenai anggaran pelaksanaan Pilkada serentak 2020.]]>

BLITAR KOTA - Meskipun pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak masih tahun depan atau 2020, sejumlah tahapan bakal disiapkan tahun ini. Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mulai membahas persiapan Pilkada serentak 2020 itu. Salah satunya membahas mengenai anggaran pelaksanaan Pilkada serentak 2020.

 

Pemkot beberapa waktu telah mengadakan rapat koordinasi (rakor) dengan sejumlah instansi terkait untuk membahas anggaran tersebut. Di antaranya dari penyelenggara pemilu, seperti dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Blitar. "Ya, kemarin (14/2) kami sudah rakor dengan sejumlah instansi. Ada dari KPU, Bawaslu, kepolisian, hingga satpol PP,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) dan Penanggulangan Bencana Daerah (PBD) Kota Blitar Hakim Sisworo, Jumat (15/2).

 

 Hakim mengatakan, salah satu yang dibahas dalam rakor tersebut yakni soal anggaran pelaksanaan Pilkada serentak 2020. Hasil rakor tersebut sudah menyepakati besaran anggaran untuk pelaksanaan pilkada. "Perkiraan kami besarannya sekitar Rp 20 miliar," katanya.

Dia mengungkapkan, anggaran pelaksanaan Pilkada serentak 2020 nantinya harus tercukupi. Rencananya, anggaran untuk Pilkada 2020 itu dialokasikan pada perubahan anggaran keuangan (PAK). "Jadi, nanti ada dua tahap penganggaran. Nanti disiapkan di PAK 2019 ini dan (APBD, Red) tahun depan (2020, Red)," ungkap pria berkacamata ini.

 

Anggaran itu akan disesuaikan dengan tahapan pilkada. Tahap pertama, akan dilakukan di akhir 2019, yakni sekitar November dan Desember. Pada tahap awal itu, anggaran akan dimanfaatkan untuk pembuatan aturan pilkada dan publikasi.

 

 Sedangkan untuk tahap kedua, anggaran digunakan pada 2020. Anggaran itu dimanfaatkan untuk tahap penyusunan panitia pemilu dan lain sebagainya, serta tahapan pelaksanannya. "Anggaran paling banyak diperkirakan untuk perekrutan anggota PPS (panitia pemungutan suara), PPK (panitia pemungutan suara tingkat kecamatan), dan KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara)," ujar Hakim.

 

Terpisah, Ketua KPU Kota Blitar Setyo Budiono mengatakan, pihaknya sudah membahas sejumlah persiapan untuk pelaksanaan Pilkada serentak 2020. Sesuai rencana, pilkada serentak digelar pada September 2020. "Sedangkan tahapan pelaksanaan itu lamanya adalah sembilan bulan," terangnya.

 

 Jadi, lanjut dia, jika pencoblosannya pada September 2020, maka tahapan pilkada dilakukan mulai Januari 2020. Ada dua tahapan, yakni tahapan persiapan dan pelaksanaan. "Untuk tahapan persiapan, yang pasti berjalan di akhir 2019. Termasuk penganggarannya. Ini sebagai awal sinkronisasi untuk pengajuan anggarannya," jelas Budi.

 

Sedangkan untuk tahapan kedua, dilakukan pada 2020. Itu termasuk tahapan pelaksanaanya. Tahapan pelaksanaan terdiri dari persiapan TPS, perekrutan petugas PPS maupun PPK, dan sarana pendukung lainnya.

 

Pelaksanaan Pilkada serentak 2020 itu, jelas Budi, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Menjadi Undang-Undang. “Dalam UU itu diatur bahwa pilkada serentak dilakukan karena akhir masa jabatan (AMJ) kepala daerah atau wali kota. Dan wakil wali Kota Blitar habis pada 2020. Yakni kepala daerah yang terpilih dan dilantik pada 2015 lalu,” tandas pria berkacamata ini.

]]>
Retta wulansari Sat, 16 Feb 2019 15:10:59 +0700
<![CDATA[Epilepsi Kumat, Petani Paruh Baya Tercebur ke Parit Sawah]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/16/119661/epilepsi-kumat-petani-paruh-baya-tercebur-ke-parit-sawah http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/16/119661/epilepsi-kumat-petani-paruh-baya-tercebur-ke-parit-sawah

Nahas menimpa Yahmiran warga Desa Wonorejo, Kecamatan Talun. Pria 66 tahun harus meregang nyawa setelah terjatuh ke parit sawah, Jumat (15/2).]]>

BLITAR KABUPATEN - Nahas menimpa Yahmiran warga Desa Wonorejo, Kecamatan Talun. Pria 66 tahun harus meregang nyawa setelah terjatuh ke parit sawah, Jumat (15/2).

 

Penyebabnya, epilepsi yang diderita Yahmiran kambuh. Saat itu, Yahmiran sedang mencari rumput di sawah untuk pakan ternaknya. Yatemi (saksi) yang ketika itu juga mencari rumput mengetahui rekannya rekannya itu sudah dalam kondisi tidak bernyawa. "Saat ditemukan posisinya sudah tertelungkup di parit pematang sawah dan wajahnya tercelup ke air," ujar Kasubbag Humas Polres Blitar Iptu M. Burhanudin, Sabtu (16/2).

 

Burhan menjelaskan, setiap pagi Yahmiran pergi ke sawah untuk mencari rumput buat pakan ternaknya. Dia berangkat ke sawah yang berjarak 50 meter dari rumahnya dengan mengendarai sepeda angin. "Namun, hingga siang saksi melihat Yahmiran sudah tidak ada. Tinggal sepeda angin dan rumput yang sudah mengering," katanya.

 

Merasa curiga, saksi mengeceknya. Saksi mencari keberadaan Yahmiran di sekitar sepeda angin yang diparkirnya. Saksi menduga epilepsi Yahmiran kambuh dan terjatuh. Tak lama kemudian, saksi berhasil menemukannya.

 

Tetapi, ketika ditemukan kondisinya sudah tidak bergerak. Tubuhnya tertelungkup dan tercebur ke parit sawah. "Tubuhnya sudah kaku dan sudah tidak bermafas lagi," ujarnya. 

 

Saksi lalu meminta pertolongan warga sekitar. Yahmiran lalu dibawa ke rumah duka dan diperiksa tubuhnya oleh petugas puskesmas dan dari tim identifikasi Polres Blitar.

 

Hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayan di tubuh Yahmiran. Keluarga menyatakan untuk tidak dilakukan otopsi. Keluarga menerimanya dengan lapang dada. "Menurut keluarganya, Yahmiran memang memiliki riwayat penyakit epilepsi," tandasnya. 

]]>
Retta wulansari Sat, 16 Feb 2019 11:00:59 +0700
<![CDATA[Jelang Pemilu 2019, Kotak Suara Kardus Mulai Dirakit]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/15/119559/jelang-pemilu-2019-kotak-suara-kardus-mulai-dirakit http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/15/119559/jelang-pemilu-2019-kotak-suara-kardus-mulai-dirakit

Menjelang Pemilu 2019 yang akan digelar pada April mendatang, KPU Kota Blitar terus melakukan sejumlah persiapan. Salah satunya, merakit kotak suara.]]>

BLITAR KOTA - Menjelang Pemilu 2019 yang akan digelar pada April mendatang, KPU Kota Blitar terus melakukan sejumlah persiapan. Salah satunya, merakit kotak suara berbahan kardus. Kamis (14/2), sejumlah kotak suara dari kardus itu dirakit di gudang logistik milik KPU Kota Blitar di Jalan Cemara, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Sukorejo. Terlihat dua petugas KPU merakit ratusan kotak suara berwarna putih dengan satu sisinya yang transparan itu.

 

 Sebelumnya, kotak suara yang tiba itu belum dirakit. Kotak suara masih dalam bentuk lembaran kardus. Kemudian, kardus itu dilipat dan dirakit membentuk kotak sesuai pentunjuk teknis (juknis). "Total kotak suara yang dikirim dari KPU pusat ada 2.654 kotak. Ini sudah lengkap," terang Kasubbag Keuangan, Umum, dan Logistik KPU Kota Blitar Crisetyo Widyaksono," Kamis (14/2).

 

Cris, sapaannya mengatakan, sesuai kebutuhan, kotak suara untuk Kota Blitar ada sebanyak 2.430 kotak. Masih ada sisa 224 kotak suara. "Sisanya ini kami simpan lebih dulu di gudang KPU. Ini digunakan untuk cadangan. Kami akan lipat jika dibutuhkan nanti," terang pria ramah ini.

 

Pelipatan, kata dia, harus dilakukan sejauh mungkin. Sebab, jumlah kotak suara mencapai ribuan untuk kebutuhan di tiga kecamatan, yakni Sukorejo, Sananwetan ,dan Kepanjenkidul. Hari ini (14/2) kotak suara yang dirakit untuk kebutuhan di Kecamatan Sukorejo. Untuk Kecamatan Sananwetan dan Kepanjenkidul sudah dirakit sebelumnya," jelas pria ramah ini.

 

 Sebelumnya, KPU Kota Blitar juga telah menerima sejumlah surat suara. Namun, belum semua surat suara untuk Pemilu 2019 diterima. Untuk surat suara yang sudah diterima, yakni surat suara untuk pemilu legislatif (pileg) DPR-RI, pileg DPRD Provinsi Jawa Timur, dan pileg DPRD labupaten/kota. Tinggal surat suara untuk pilpres dan pemilihan DPD.

 

 Surat suara yang sudah datang itu belum sesuai kebutuhan. Misalnya untuk surat suara pileg DPRD kabupaten/kota yang belum terpenuhi. "Perhitungan kami belum terpenuhi sesuai DPT (daftar pemilih tetap). Kami masih menunggu sisanya. Termasuk surat suara untuk pilpres dan DPD-RI," jelas Cris.

]]>
Retta wulansari Fri, 15 Feb 2019 20:00:59 +0700
<![CDATA[Karyawan SPBU Dibegal, Diancam Bacok, Sepeda Motor Pinjaman pun Amblas]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/15/119538/karyawan-spbu-dibegal-diancam-bacok-sepeda-motor-pinjaman-pun-amblas http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/15/119538/karyawan-spbu-dibegal-diancam-bacok-sepeda-motor-pinjaman-pun-amblas

Nasib apes dialami Khoirul Ahmad Rifai, warga Desa/Kecamatan Binangun. Karyawan salah satu SPBU di Kecamatan Sutojayan itu menjadi korban pembegalan.]]>

BLITAR KABUPATEN – Nasib apes dialami Khoirul Ahmad Rifai, warga Desa/Kecamatan Binangun. Karyawan salah satu SPBU di Kecamatan Sutojayan itu menjadi korban pembegalan sepeda motor. Ponselnya juga turut dirampas. Polisi kini sedang memburu pelaku begal yang lebih dari satu orang itu. Aksi pembegalan terjadi di kawasan Jembatan Lodagung masuk Lingkungan Bulu Kelurahan, Kalipang, Kecamatan Sutojayan pada Kamis (14/2) malam dini hari. Satu unit sepeda motor yang dikendarai Khoirul Ahmad Rifai (korban) merek Honda Vario dirampas.

 

Untungnya, korban tidak sampai dilukai oleh pelaku begal. Selain sepeda motor, pelaku juga menggondol ponsel pemuda 23 tahun tersebut. Kini, kasus begal itu sedang ditangani Polsek Lodoyo Timur (Lotim).

 

 Polisi menduga pelaku lebih dari satu orang. Polisi telah mengantongi ciri-ciri pelaku yang merampas sepeda motor Honda Vario mopol AG 4844 MQ yang dikendarai Khoirul. "Anggota polsek sudah mendapat informasi dan sekarang sedang dalam pengejaran” terang Kasubbag Humas Polres Blitar Iptu M. Burhanudin, Kamis (14/2).

 

 Berdasarkan informasi yang diperoleh polisi, pelaku beraksi dengan berboncengan mengendarai sepeda motor. Seorang pelaku menutup wajahnya dengan menggunakan slayer. Mengenakan kaus hitam, berrambut pendek dan tinggi badan sekitar kurang lebih 170 sentimeter. "Pelaku tanpa helm, membawa sajam (senjata tajam) golok. Pelaku satunya korban tidak mengenali," ujar Burhan.

 

Kini polisi sedang mengejar pelaku. Informasinya, usai membegal, pelaku lari ke arah selatan atau ke wilayah Kademangan. "Pelaku saat itu beraksi sekitar pukul 00.30 dengan membegal korban saat hendak kencing di sekitar jembatan Sungai Lodagung. Korban rencanannya ingin membeli nasi goreng," ungkapnya.

 

Awal kejadian, korban yang merupakan karyawan SPBU saat itu meminjam sepeda motor milik temannya. Sepeda motor itu dipinjam untuk rencana membeli nasi goreng. Khoirul berangkat sekitar pukul 00.30 sendirian. Tapi di tengah perjalanan, korban kebelet pipis. Dia lantas berhenti di dekat Jembatan Lodagung.

 

 Lalu dirinya memarkirkan sepeda motornya di sekitar jembatan itu. Situasinya saat itu sedang sepi. Khoirul lantas menuju pinggir Sungai Lodagung untuk kencing. Belum sempat kencing, dua pelaku begal datang.

 

Pelaku berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Vario. Satu pelaku langsung mendekat dan menodongkan sajam dan mengancam bacok. Khoirul yang ketakutan tidak bisa berbuat apa-apa dan pasrah dari pada terluka. Saat itu juga, pelaku langsung merampas sepeda motor dan ponsel korban. Lalu pelaku melarikan diri ke arah selatan," jelas perwira berpangkat dua balok di pundak ini. 

 

 Korban lantas berjalan kaki kembali ke tempat kerjanya. Dia meminta bantuan temannya untuk mengejar pelaku yang lari ke selatan. Namun sudah kehilangan jejak. Khoirul dan temannya lantas melaporkan peristiwan itu ke Polsek Lotim. Kini polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kasus pembegalan itu.

]]>
Retta wulansari Fri, 15 Feb 2019 15:00:59 +0700
<![CDATA[Pilkada Serentak 2020, Anggaran Pelaksanaan Berkisar 20 Miliar]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/15/119537/pilkada-serentak-2020-anggaran-pelaksanaan-berkisar-20-miliar http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/15/119537/pilkada-serentak-2020-anggaran-pelaksanaan-berkisar-20-miliar

Meskipun pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak masih tahun depan, namun sejumlah tahapan bakal disiapkan tahun ini.]]>

BLITAR KOTA - Meskipun pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak masih tahun depan, namun sejumlah tahapan bakal disiapkan tahun ini. Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mulai membahas persiapan pilkada serentak 2020 itu.

 

Salah satunya membahas mengenai anggaran pelaksanaan pilkada serentak 2020. Pemkot beberapa waktu telah mengadakan rapat koordinasi (rakor) dengan sejumlah instansi terkait untuk membahas anggaran tersebut. "Ya, kemarin (14/2) kami sudah rakor dengan sejumlah intansi untuk membahas persiapan pilkada serentak 2020," kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) dan Penanggulangan Bencana Daerah (PBD) Kota Blitar Hakim Sisworo, Jumat (15/2).

 

Hakim mengatakan, salah satu yang dibahas dalam rakor tersebut yakni soal anggaran pelaksanaan pilkada serentak 2020. Hasil rakor tersebut sudah menyepakati besaran anggaran untuk pelaksanaan pilkada. "Perkiraan kami besarannya sekitar Rp20 miliar," katanya.

 

Dia mengungkapkan, anggaran pelaksanaan pilkada serentak 2020 nantinya harus dicukupi. Rencananya, anggaran untuk pilkada 2020 itu disiapkan di perubahan anggaran keuangan (PAK). "Jadi nanti ada dua tahap penganggaran. Nanti disiapkan PAK 2019 ini dan APBD tahun depan (2020)," ungkap pria berkacamata ini.

 

Lebih lanjut, anggaran itu akan disesuaikan dengan tahapan pilkada. Untuk tahap pertama akan dilakukan pada akhir 2019 yakni sekitar November dan Desember. Pada tahap awal itu, anggaran akan dimanfaatkan untuk pembuatan aturan pilkada dan publikasi.

 

Sedangkan untuk tahap kedua, anggaran digunakan pada 2020. Anggaran itu dimanfaatkan untuk tahap penyusunan panitia pemilu dan lain sebagainya serta tahapan pelaksanannya. "Anggaran paling banyak diperkiran untuk perekrutan anggota PPS, PPK, dan KPPS,"ujar Hakim.

 

Sementara itu, Ketua KPU Kota Blitar Setyo Budiono mengatakan, pihaknya sudah membahas sejumlah persiapan untuk pelaksanaan Pilkada serentak 2020. Sesuai rencana, pilkada serentak digelar pada September 2020. "Sedangkan tahapan pelaksanaan itu lamanya adalah sembilan bulan," terangnya.

 

Sehingga, lanjut dia, jika September 2020 itu pencoblosannya maka tahapan pilkada dilakukan mulai Januari. Ada dua tahapan nanti yakni tahapan persiapan dan tahapan pelaksanaan. "Untuk tahapan persiapan ini pastinya berjalan di akhir 2019. Termasuk penganggarannya. Ini sebagai awal sinkronisasi untuk pengajuan anggarannya," tandas Budi. 

]]>
Retta wulansari Fri, 15 Feb 2019 11:45:59 +0700
<![CDATA[Cepat Brooo, Tinggal 2 Minggu Lagi Diresmikan]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/14/119353/cepat-brooo-tinggal-2-minggu-lagi-diresmikan http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/14/119353/cepat-brooo-tinggal-2-minggu-lagi-diresmikan

Pengerjaan Pasar Kanigoro yang ada di Kelurahan Satriyan harus dikebut dan segera diselesaikan. Sebab, bulan depan ditargetkan bisa diresmikan.]]>

BLITAR KABUPATEN – Pengerjaan Pasar Kanigoro yang ada di Kelurahan Satriyan harus dikebut dan segera diselesaikan. Sebab, bulan depan ditargetkan bisa diresmikan. Hal itu diungkapkan Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Blitar Sutoyo. Dia mengatakan, berdasarkan informasi yang dia terima, sampai kini pengerjaan Pasar Kanigoro baru di Kelurahan Satriyan tinggal finishing. “Artinya, sampai sekarang pembangunan Pasar Kanigoro, belum selesai seluruhnya,” ungkapnya.

 

Dia minta agar finishing pembangunan harus segera diselesaikan, mengingat waktunya sudah mepet. Terlebih, seharusnya pembangunan tersebut selesai awal tahun ini. Dia melanjutkan, finishing pembangunan tidak hanya penyelesaian pada bangunan gedung, tetapi juga pelataran yang ada di sekitar pasar. “Pembesihan lokasi, baik di dalam maupun di luar gedung juga harus dilakukan. Termasuk rerumputan yang ada di sekitar bangunan,” ujarnya.

 

Dia berharap, sebelum pelaksanaan pemilu digelar, bangunan Pasar Kanigoro baru harus sudah diresmikan dan dioperasionalkan. Setidaknya bulan Maret sudah diresmikan. Ini berarti waktu tinggal sekitar dua minggu lagi. “Harus segera diselesaikan dan diresmikan sebelum pemilu,” pintanya.

 

Untuk itu, dalam waktu dekat dewan akan menggelar rapat khusus (rasus) terkait target selesainya pembangunan pasar. Termasuk jadwal relokasi pedagang dan peresmian Pasar Kanigoro baru. “Kami akan bahas terkait Pasar Kanigoro baru dalam rasus bersama anggota dewan lainnya,” jelasnya.

 

Seperti diinformasikan, pembangunan Pasar Kanigoro baru yang ada di lapangan Kelurahan Satriyan dibangun di atas lahan seluas 19.913 meter persegi (m2). Sedangkan biaya pembangunan dianggarkan sebesar Rp 5,8 miliar dari dana alokasi umum (DAU). Berdasarkan hasil perjanjian lelang, pembangunan Pasar Kanigoro baru harus selesai 25 Desember 2018. Namun, pada akhirnya penyelesaian pengerjaan molor dari jadwal yang ditentukan.

]]>
Retta wulansari Thu, 14 Feb 2019 20:00:59 +0700
<![CDATA[Akibat Pipa Air Tersumbat, Ganggu 16 Ribu Pelanggan]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/13/119181/akibat-pipa-air-tersumbat-ganggu-16-ribu-pelanggan http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/13/119181/akibat-pipa-air-tersumbat-ganggu-16-ribu-pelanggan

Tingginya curah hujan beberapa waktu terakhir mengakibatkan pipa screen milik perusahaan air minum daerah (PDAM) tersumbat.]]>

TULUNGAGUNG – Tingginya curah hujan beberapa waktu terakhir mengakibatkan pipa screen milik perusahaan air minum daerah (PDAM) tersumbat. Akibatnya, aliran air ke pelanggan terganggu. Titik pipa yang tersumbat berada di sekitar Sungai Song, Kecamatan Pagerwojo.

Pjs Direktur PDAM Tirta Cahya Agung Tulungagung, Windu Bijantara, membenarkan peristiwa tersebut. “Iya, sempat tersumbat selama tiga jam. Dari jam 4 dini hari hingga jam 6,” jelasnya Senin (11/2).

 

Tingginya curah hujan mengakibatkan sampah-sampah yang ada di sungai kerap terbawa arus hingga menyumbat pipa. Akibatnya, sekitar 16 ribu pelanggan sempat mengalami gangguan aliran air. Terutama bagi pelanggan yang berada di wilayah utara, yakni Kecamatan Kedungwaru dan Tulungagung.

 

Dia mengaku, peristiwa semacam ini kerap terjadi. Terlebih ketika hujan pertama atau ketika curah hujan sedang tinggi.

Untuk mengatasi peristiwa ini, sejumlah petugas pun dikerahkan untuk melakukan pembersihan. Namun lantaran kondisi ground dan pipa jaringan kosong, diperlukan waktu agar air sampai pada pelanggan. Terlebih peristiwa terjadi mendekati jam beban puncak. Beban puncak adalah ketika banyak pelanggan yang menggunakan air. “Ketika tersumbat, cadangan air tidak banyak. Ditambah mendekati jam beban puncak. Jadi, air yang mengalir sangat kecil, tapi tidak sampai mati,” tandasnya.

 

Tersumbatnya pipa PDAM ini membuat tekanan air turun pada angka 0,4 atmosfer (atm). Namun pria ramah ini mengungkapkan, menginjak jam beban puncak selesai, tekanan air berangsur-angsur naik. Ini disebabkan cadangan air mulai terisi dan pengguna tidak sebanyak sebelumnya. “Memang sempat turun hingga 0,4 atm. Namun mendekati siang, naik menjadi 0,8 hingga 1 atm. Insyaallah sore sudah lancar kembali,” terang bapak dua anak ini.

 

Sementara itu, Agnes, salah satu pelanggan PDAM mengaku, pada pagi hari aliran air di rumahnya sempat terganggu.

Warga Desa/Kecamatan Kedungwaru ini menjelaskan, aliran air mulai terganggu sejak pukul 05.00 dan masih berlangsung hingga pukul 08.30. Meski tidak sampai mati, aliran air yang kecil sempat mengganggu aktivitasnya. Terlebih pada pagi hari ketika bersiap-siap untuk memulai aktivitas. “Tadi pagi aliran kecil, tapi tidak sampai mati. Siang mulai ada peningkatan, tapi airnya terkadang keruh,” keluhnya. 

]]>
Retta wulansari Wed, 13 Feb 2019 18:00:59 +0700
<![CDATA[Caleg Yang Menipu Terancam Dicoret]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/13/119179/caleg-yang-menipu-terancam-dicoret http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/13/119179/caleg-yang-menipu-terancam-dicoret

KPU Kota Blitar belum mengambil sikap lebih lanjut terkait salah satu caleg Partai Golkar, Yanuar Febrianto (YF) yang jadi tersangka kasus penggelapan mobil.]]>

BLITAR KOTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar belum mengambil sikap lebih lanjut terkait salah satu calon legislatif (caleg) Partai Golkar, Yanuar Febrianto (YF) yang jadi tersangka kasus penipuan dan penggelapan mobil.

 

Sebab, KPU hingga kini belum mendapatkan laporan terkait caleg dari Dapil Sukorejo itu dari partai maupun dari masyarakat. Namun demikian,  caleg 25 tahun itu terancam dicoret dari pencalonannya. "Tetapi secara mekanisme, itu bisa dilakukan jika kasusnya sudah inkrah (berkekuatan hukum tetap)," terang Komisioner Divisi Teknis KPU Kota Blitar Mashudi, Rabu (13/2).

 

Mashudi mengatakan, sampai kini KPU belum mendapat atau menerima laporan terkait kasus yang menimpa caleg YF. Apabila KPU sudah menerima laporan maka KPU akan mengklarifikasinya lebih lanjut kepada partai yang bersangkutan. "Kami belum mendapat laporan soal kejadian itu. Baik dari masyarakat maupun dari partai," terang pria berkacamata ini.

 

Menurut Mashudi, pembatalan caleg bisa terjadi karena dua faktor. Yakni karena yang bersangkutan meninggal dunia dan caleg sedang bermasalah hukum. "Kalau untuk hukum, pembatalan bisa dilakukan jika kasus hukum yang bersamgkutan sudah berkekuatan hukum tetap," ujar pria ramah ini.

 

Namun demikian, pembatalan itu tidak akan merubah surat suara. Nama maupun foto caleg yang bersangkutan tetap ada di surat suara. Tidak ada penghapusan. Jika caleg nantinya pada pencoblosan mendapat suara maka diserahkan ke partai.

 

Hingga kini KPU Kota Blitar sedang menunggu laporan lebih lanjut. KPU belum bisa mengambil sikap lebih lanjut terkait caleg bermasalah hukum tersebut. KPU akan mengambil keputusan jika masalah hukum sudah berkekuatan hukum tetap.

 

Seperti diberitakan, Yanuar Febrianto (YF), caleg Partai Golkar merupakan pelaku tindak pidana penipuan dan penggelapan mobil akhirnya ditangkap. YF dilaporkan Rizqi Mahendra warga asal Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya.

 

Kini, Warga Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo itu harus mendekam di tahanan Polres Blitar Kota. Pelaku ditangkap di wilayah Surabaya. Pelaku saat itu berada di sebuah apartemen. "Anggota kami langsung menangkapnya. Setelah kami lakukan pemeriksaan saksi-saksi, akhirnya kami tetapkan pelaku sebagai tersangka dan kami tahan di polres," terang Kasatreskrim Polres Blitar Kota AKP Heri Sugiono.

 

Sebelumnya YF sudah dipanggil tiga kali sebagai saksi untuk diperiksa tetapi tidak juga datang. Akhirnya polres memutuskan untuk menerbitkkan surat perintah membawa. "Saat itu kami cari di rumahnya tidak ada. Ternyata setelah kami deteksi, pelaku ada di Surabaya," jelas perwira berpangkat tiga balok di pundak ini.

]]>
Retta wulansari Wed, 13 Feb 2019 14:00:59 +0700
<![CDATA[Pengadaan P3K, Kota Blitar Hanya Tersedia Tenaga Penyuluh Pertanian]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/12/119024/pengadaan-p3k-kota-blitar-hanya-tersedia-tenaga-penyuluh-pertanian http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/12/119024/pengadaan-p3k-kota-blitar-hanya-tersedia-tenaga-penyuluh-pertanian

BLITAR KOTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar membuka perekrutan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) untuk tenaga honorer K2 tahun ini.]]>

BLITAR KOTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar membuka perekrutan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) untuk tenaga honorer K2 tahun ini. Ada tiga formasi yang dibuka yakni tenaga guru, tenaga kesehatan dan penyuluh pertanian.

 

Namun, dari tiga formasi yang disediakan pemerintah itu, hanya satu formasi yang bisa dipenuhi. Yaitu untuk penyuluh pertanian. "Dari tiga formasi, Kota Blitar yang tersedia hanya penyuluh pertanian," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Blitar Suyoto, Selasa (12/2).

 

Suyoto mengatakan, tahun ini pemerintah memang membuka pengadaan P3K di sejumlah daerah di Indonesia. Pemerintah membuka tiga formasi. Formasi itu diperuntukkan bagi tenaga honorer K2. "Ya, berdasarkan surat Menpan dan RB (Menteri Pemberdayaan dan Reformasi Birokrasi) Kota Blitar akan menyelenggarakan pengadaan P3K tahap 1 tahun ini. Informasi lebih lanjut bisa dilihat di web kami," jelasnya.

 

Dia mengatakan, dari tiga formasi yang disediakan itu hanya satu yang tersedia. Yakni formasi penyuluh pertanian. "Untuk penyuluh pertanian kami sudah ada enam orang untuk mengikuti tahap 1 ini," terang pria berkacamata ini.

 

Sedangkan untuk dua formasi lain, lanjut dia, sudah tidak ada untuk Kota Blitar. Tenaga dua formasi itu sudah diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Untuk tenaga honorer K2 guru diangkat pada 2013 lalu. Sedangkan tenaga kesehatan honorer K2 juga diangkat pada tahin yang sama.

 

Nantinya, enam orang tenaga honorer K2 dari penyuluh pertanian itu akan menjalani sejumlah tahapan. Salah satunya peserta akan mengikuti ujian atau tes terlebih dahulu. "Nah, untuk mekanisme persyaratan dan sebagainya itu menunggu pengumuman lebih lanjut di web BKD Kota Blitar," tandas pria ramah ini. 

]]>
Retta wulansari Tue, 12 Feb 2019 16:20:59 +0700
<![CDATA[Ban Selip, Dua Pemuda Tewas]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/12/118953/ban-selip-dua-pemuda-tewas http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/12/118953/ban-selip-dua-pemuda-tewas

Kecelakaan tunggal melibatkan pengendara sepeda motor terjadi di Jalan Umum atau jalan tembus masuk Kelurahan Beru, Kecamatan Wlingi, Minggu malam (10/2).]]>

BLITAR KABUPATEN – Kecelakaan tunggal melibatkan pengendara sepeda motor terjadi di Jalan Umum atau jalan tembus masuk Kelurahan Beru, Kecamatan Wlingi, Minggu malam (10/2). Dua pemuda pengendara  meregang nyawa akibat kecelakaan tunggal itu.

 

Dua pemuda yang nahas itu adalah Imam Kanafi, 20, dan M. Zainal,23, yang merupakan warga Kelurahan Babadan, Kecamatan Wlingi. Keduanya ketika itu berboncengan sepeda motor. Diduga penyebab kecelakaan karena ban sepeda motor mengalami selip. “Dugaan sementara selip. Kami masih dalami lebih lanjut,” ujar Kasat Lantas AKP M. Amirul Hakim, Senin (11/2).

 

 Kondisi di lokasi kecelakaan saat malam hari memang minim penerangan. Selain itu di beberapa titik di ruas jalan tembus itu sedang ada perbaikan. “Memang ada perbaikan. Dari hasil penyelidikan sementara sepeda motor selip hingga akhirnya pengendara terjatuh,” ujar perwira berpangkat tiga balok di pundak ini.

 

 Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 19.00 di Jalan Tembus di Kecamatan Wlingi. Saat itu Imam dan Zainal berboncengan dengan mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja nopol AG 4319 IY. Keduanya melaju dari timur ke barat dengan kecepatan cukup tinggi.

 

Nah setibanya di Jalan Tembus masuk Kelurahan Beru, Kecamatan Wlingi celaka terjadi. Tiba-tiba sepeda motor yang ditumpangi dua pemuda nahas itu melaju tidak terkendali. Ban sepeda motor mengalami selip. Akibatnya laju kendaraan tidak terkendali hingga akhirnya terjatuh.

 

Akibat kecelakaan itu, dua pemuda langsung tergolek lemah diaspal dengan kondisi berlumuran darah. Keduanya langsung tewas di lokasi kejadian dengan luka parah di kepala. Warga dan pengendara lain yang mengetahui langsung berusaha menolong tetapi kondisi Imam dan Zaenal sudah tidak bernyawa lagi. Warga langsung melaporkan kejadian itu itu Polsek Wlingi.

 Tidak lama kemudian, anggota polsek tiba bersama unit Laka Polres Blitar. Polisi langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi dua pemuda nahas itu untuk dilarikan ke rumah sakit terdekat. Korban mengalami luka parah di kepala hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.

 

Amirul meminta kepada masyarakat ataupun pengendara untuk lebih berhati-hati ketika di berkendara di jalan. Apalagi berkendara di jalan yang gelap maupun minim penerangan. “Jangan ngebut. Harus bisa jaga diri sendiri dan pengendara lainnya,” ujar polisi ramah ini.

Seperti diketahui kasus kecelakaan lalu lintas di jalan raya meningkat pada 2018 dibandingkan dengan 2017. Berdasarkan data Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Blitar, jumlah kasus kecelakaan (laka) pada 2017 jumlah laka mencapai 375 kasus. Sedangkan di 2018 meningkat menjadi 407 kasus. Tren peningkatannya sekitar 8,5 persen.

]]>
Retta wulansari Tue, 12 Feb 2019 12:00:59 +0700
<![CDATA[Terungkap Pemicu Lima Bonek Keroyok Warga di Final Piala Soeratin]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/11/118853/terungkap-pemicu-lima-bonek-keroyok-warga-di-final-piala-soeratin http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/11/118853/terungkap-pemicu-lima-bonek-keroyok-warga-di-final-piala-soeratin

Dua warga Blitar, AF dan MA menjadi korban pengeroyokan oknum seporter Persebaya. MS, satu pelaku di antara lima pelaku berhasil dibekuk Polres Blitar Kota]]>

BLITAR KOTA- Dua remaja asal Blitar, AF dan MA menjadi korban pengeroyokan oknum seporter Persebaya. MS, satu pelaku di antara lima pelaku berhasil dibekuk Satuan Reserse Polres Blitar Kota, Senin (11/2). 

Pengeroyokan itu dipicu pelaku yang tersinggung karena merasa ditantang korban. 

Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar menjelaskan, pengeroyokan bermula ketika dua korban ngopi di warung barat stadion usai nonton pertandingan final Piala Soeratin. Tak berapa lama, keduanya beranjak pulang. Namun, hendak pulang dicegat lima pelaku. "Mereka kemudian diajak ke ruko selatan stadion. Salah satu pelaku bertanya, Lapo o sawangane nggak penak (Kenapa melihat kelihatannya tidak enak ?)," ujarnya menirukan ungkpan pelaku. 

 

Korban lantas menjawabnya. "Perasaan aku gak ngelirik lho Mas," ungkap korban kala itu.

Namun, pelaku tanpa basa-basi langsung memukul dua korban. Keduanya dikeroyok sampai benjut. Wajah dan bibirnya mengalami luka-luka.  

 

Berhasil memukuli, pelaku langsung merampas ponsel milik korban. Pelaku lantas menggeledah saku dan tas mikik korban. "Pelaku langsung mengambil ponsel dan uang di dalam tas," terangnya.

 

Seperti diketahui sebelumnya, aksi pengeroyokan itu terjadi usai pertandingan final sepak bola Piala Soeratin di Stadion Soepriadi di Kelurahan Kepanjenlor/Kecamatan Kepanjenkidul pada Sabtu malam (9/2). Dua korban warga Desa Pojok, Kecamatan Garum itu selain dikeroyok juga dirampas ponselnya.

 

 

 

 

  

]]>
Didin Cahya FS Mon, 11 Feb 2019 18:30:59 +0700
<![CDATA[Oknum Bonek Keroyok Warga, Polisi Tangkap Satu Pelaku, Empat Kabur]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/11/118851/oknum-bonek-keroyok-warga-polisi-tangkap-satu-pelaku-empat-kabur http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/11/118851/oknum-bonek-keroyok-warga-polisi-tangkap-satu-pelaku-empat-kabur

Dua warga Blitar, AF dan MA menjadi korban pengeroyokan seporter Persebaya. Satu pelaku di antara lima pelaku berhasil dibekuk Satuan Reserse Polres Kota Blitar]]>

 BLITAR KOTA – Dua warga asal Blitar, AF dan MA menjadi korban pengeroyokan seporter Persebaya. Satu pelaku di antara lima pelaku berhasil dibekuk Satuan Reserse Polres Blitar Kota, Senin (11/2). 

 

Aksi pengeroyokan itu terjadi usai pertandingan final sepak bola Piala Soeratin di Stadion Soepriadi di Kelurahan Kepanjenlor/Kecamatan Kepanjenkidul pada Sabtu malam (9/2). Dua korban warga Desa Pojok, Kecamatan Garum itu selain dikeroyok juga dirampas ponselnya. "Empat pelaku lain masih buron. Belum ditangkap," jelas Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar, Senin (11/2). 

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa senjata tajam berupa pisau, tiga ponsel, serta dua baju. Akibat perbuatannya itu, MS harus mendekam di balik jeruji besi Mapolres Blitar Kota.

 

 

]]>
Didin Cahya FS Mon, 11 Feb 2019 18:01:35 +0700
<![CDATA[Anggaran Perbaikan Jembatan Rp 13 Miliar]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/06/117946/anggaran-perbaikan-jembatan-rp-13-miliar http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/06/117946/anggaran-perbaikan-jembatan-rp-13-miliar

Tahun ini jembatan yang diperbaiki jumlahnya bakal bertambah. Pasalnya, dibanding dengan tahun lalu, anggaran yang disediakan jumlahnya lebih banyak.]]>

BLITAR KABUPATEN – Tahun ini jembatan yang diperbaiki jumlahnya bakal bertambah. Pasalnya, dibanding dengan tahun lalu, anggaran yang disediakan jumlahnya lebih banyak. Berdasarkan informasi yang diterima tahun ini, anggaran untuk perbaikan jembatan sebanyak Rp 13 miliar. Sedangkan tahun lalu, jumlah anggaran untuk perbaikan jembatan hanya Rp 5,2 miliar.

 

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar Puguh Imam Susanto, melalui Kepala Bidang Jembatan dan Peralatan Sugeng Winarn.

Dia mengatakan, tahun ini anggaran perbaikan jembatan lebih banyak dari tahun sebelumnya. Anggaran sebesar itu nantinya akan digunakan untuk memperbaiki 9 jembatan di sejumlah tempat. Di antaranya jembatan Kali Bogel, jembatan Karang Desa Bendosari, dan beberapa jembatan di tempat lain. “Ada beberapa hal yang membuat anggaran tahun ini bertambah,” ungkapnya.

 

 Ya, sejumlah jembatan yang akan diperbaiki tahun ini, kondisinya rusak berat atau parah. Pembangunan jembatan tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan merupakan proyek yang besar karena pengerjaannya dilakukan pembangunan ulang. “Untuk itu, anggaran perbaikan jembatan yang digelontorkan juga besar,” ujarnya.

 

Dari segi jumlah jembatan yang bakal diperbaiki atau dibangun, tahun ini sejatinya lebih sedikit jika dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini hanya 9 jembatan. Sedangkan tahun sebelumnya 14 jembatan. Hanya saja, pembangunan atau perbaikan jembatan pada tahun lalu berupa perbaikan sedang dan ringan. Yakni berupa pembangunan jembatan menggunakan pelat duiker. “Tahun ini, meski jumlah jembatan yang diperbaiki sedikit, masuk kategori jembatan besar,” jelasnya

 

 Meski demikian, sampai sekarang perbaikan jembatan belum dimulai. Sebab sampai sekarang masih belum dilakukan lelang untuk menunjuk rekanan. “Masih dilakukan penunjukan konsultan perencana. Setelah itu baru dilakukan lelang,” imbuhnya.

]]>
Retta wulansari Wed, 06 Feb 2019 15:00:59 +0700
<![CDATA[Kronologis Mobil Anggota TNI Tabrak Tukang Gerobak Sampah]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/06/117964/kronologis-mobil-anggota-tni-tabrak-tukang-gerobak-sampah http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/06/117964/kronologis-mobil-anggota-tni-tabrak-tukang-gerobak-sampah

kronoligis kecelakaan yang terjadi di Kawasan Jalan Ir Soekarno Kelurahan Bendogerit, Rabu (6/2).]]>

BLITAR KOTA – Seperti yang telah diberitakan sebelumnya terkait kecelakaan yang terjadi di Kawasan Jalan Ir Soekarno Kelurahan Bendogerit, Kasat Lantas Polres Blitar Kota  AKP Bayu Halim Nugraha mengungkapkan kronoligis kecelakaan tersebut.  Kecelakaan terjadi sekitar pukul 05.00 di Jalan Ir. Soekarno tepatnya depan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Blitar. Saat itu mobil melaju dari utara ke selatan di Jalan Ir. Soekarno Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan. Mobil diketahui melaju cukup kencang. "Nah, saat melintas itu tiba-tiba terjadi selip," kata perwira berpangkat tiga balok di pundak ini.

 

Akibatnya, mobil tak terkendali hingga oleng ke kiri. Di saat bersamaan, Cahyono, pejalan kaki yang mendorong gerobak sampah sedang menyeberang. Celaka pun terjadi.

 

Brakkk...Mobil yang dikemudikan anggota TNI itu menabrak gerobak sampah Cahyono. Cahyono pun langsung terpental ke timur jalan beserta gerobaknya. Sampah pun berceceran di Jalan. "Mobil langsung berhenti setelah menobrak pohon pinggir jalan," ujar Hartaji warga sekitar lokasi kejadian, kepada Jawa Pos Radar Blitar.

 

Hartaji mengatakan, pagi itu dia mendengar suara benturan keras dari luar rumah. Kaget. Dia langsung lari keluar. Dia melihat mobi Avanza hitam sudah dalam kondisi ringsek menabrak pohon. "Gerobak sampah juga sudah terbalik. Sampahnya berserakan," terangnya.

 

Mengetahui kejadian itu, warga sekitar langsung melaporkannya ke Polres Blitar Kota. Tak lama, anggota Unit Laka Lantas Polres Blitar Kota tiba di lokasi. Petugas dan warga berusaha mengevakuasi sopir yang sempat terjepit kabin mobil. Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

]]>
Retta wulansari Wed, 06 Feb 2019 12:55:59 +0700
<![CDATA[Mobil Anggota TNI Tabrak Tukang Gerobak Sampah, Sopir Sempat Terjepit]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/06/117963/mobil-anggota-tni-tabrak-tukang-gerobak-sampah-sopir-sempat-terjepit http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/06/117963/mobil-anggota-tni-tabrak-tukang-gerobak-sampah-sopir-sempat-terjepit

Warga yang tinggal di Kawasan Jalan Ir Soekarno Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan digegerkan dengan peristiwa kecelakaan, Rabu pagi (6/2).]]>

BLITAR KOTA - Warga yang tinggal di Kawasan Jalan Ir Soekarno Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan digegerkan dengan peristiwa kecelakaan, Rabu pagi (6/2).

 

Mobil Toyota Avanza hitam Nopol AG 459 KE menabrak gerobak sampah. Akibat kecelakaan itu, seorang pendorong gerobak, Cahyono warga Kecamatan Sananwetan ikut tertabrak hingga mengalami luka parah di kepala. Informasi yang diterima koran ini, pengemudi mobil diketahui seorang anggota TNI. "Ya, sopir anggota TNI," kata Kasat Lantas Polres Blitar Kota  AKP Bayu Halim Nugraha, kepada Jawa Pos Radar Blitar, Rabu (6/2).

 

Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan kepolisian. Dugaan sementara, sang sopir mengantuk saat berkendara. "Dugaan sementara pengemudi kurang konsentrasi. Masih kami lakukan pendalaman lebih lanjut," terang Bayu.

]]>
Retta wulansari Wed, 06 Feb 2019 12:38:18 +0700
<![CDATA[Barongsai Sambut Pergantian Tahun Imlek, Pukau Pengunjung Kelenteng]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/05/117828/barongsai-sambut-pergantian-tahun-imlek-pukau-pengunjung-kelenteng http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/05/117828/barongsai-sambut-pergantian-tahun-imlek-pukau-pengunjung-kelenteng

Pergantian malam tahun baru Imlek 2570 dimanfaatkan oleh warga keturunan Tionghoa dengan penuh sukacita di Klenteng Poo An Kiong, tadi malam Senin (4/2)]]>

 BLITAR KOTA - Pergantian malam tahun baru Imlek 2570 dimanfaatkan oleh warga keturunan Tionghoa dengan penuh sukacita di Kelenteng Poo An Kiong, tadi malam Senin (4/2). Berbagai hiburan ditampilkan.

 

Salah satu penampilan yang memukau adalah atraksi barongsai. Dua barongsai dengan model yang berbeda itu mampu menghibur para warga Tionghoa yang akan melaksanakan ibadah. Bukan hanya itu, warga sekitar kelenteng yang ikut menyaksikan juga terhibur. 

 

Atraksi demi atraksi barongsai sesekali membuat penonton tegang. Gerakan-gerakan lincah dan lihai, naik-turun itu sempat membuat penonton teriak histeris. Karena para pemain sudah terlatih, sejumlah gerakan ekstrem pun sukses dilakukan. "Barongsai ini sudah jadi tradisi kami menyambut Imlek," ujar Wakil Ketua Kelenteng Poo An Kiong, Tan Swan Kiang, kepada radartulungagung.id 

 

Pria yang akrab dipanggil A Lik ini mengatakan, barongsai ini tidak sekedar menghibur warga Tionghoa yang datang ke klenteng. Tetapi juga menghibur warga masyarakat sekitar klenteng. "Kami juga ada bagi-bagi angpao ke masyarakat. Ini wujud syukur kepada Tuhan sehingga kami bagi-bagi rezeki juga," terang pria ramah ini. 

 

Momen yang ditunggu-tunggu masyarakat dan para pengunjung klenteng adalah bagi-bagi angpao. Khususnya anak-anak yang tampak antusias membagi-bagi angpao ke barongsai (pemain  barongsai). "Bagi-bagi angpao ke barongsai itu wujud syukur atas rezeki yang diberikan selama ini. Selain itu, menurut kepercayaan juga dianggap membuang sial," tandas pria berkulit putih ini. 

]]>
Didin Cahya FS Tue, 05 Feb 2019 17:01:52 +0700
<![CDATA[Mobil Jeep Sruduk Dua Sepeda Motor, Satu Pengendara Tewas]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/04/117717/mobil-jeep-sruduk-dua-sepeda-motor-satu-pengendara-tewas http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/04/117717/mobil-jeep-sruduk-dua-sepeda-motor-satu-pengendara-tewas

Kecelakaan tragis melibatkan mobil Jeep Landcruiser dan dua motor terjadi di Jalan Umum Desa Tingal, Kecamatan Garum, Senin (4/2), hingga satu orang tewas]]>

 

BLITAR KABUPATEN - Kecelakaan tragis melibatkan mobil Jeep Landcruiser dan dua sepeda motor terjadi di Jalan Umm Desa Tingal, Kecamatan Garum, Senin (4/2). Satu pengendara sepeda motor tewas dalam kecelakaan itu. 

 

Pengendara nahas itu adalah Warsi warga Desa Bangle, Kecamatan Kanigoro. Kakek 71 tahun itu meregang nyawa usai Sepeda Motor Honda nopol AG 5677 KBF yang dikemudikannya itu disantap mobil Jeep Landcruiser yang dikemudikan M. Effendi warga Desa/Kecamatan Nglegok. 

 

Akibat kecelakaan itu, Warsi mengalami luka parah di kepala dan meninggal dunia di lokasi. Penyebab Kecelakaan diduga karena ban depan kiri mobil Jeep pecah. Akibatnya laju mobil tidak terkendali hingga menabrak dua sepeda motor dari arah berlawanan," jelas Kasubbag Humas Polres Blitar Kota Iptu M. Burhanudin, Senin (4/2). 

 

Burhan mengatakan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 09.00 di Jalan Umum di Desa Tingal, Kecamatan Garum. Anggota yang menerima laporan saat itu langsung ke lokasi untuk olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). "Pengemudi mobil jeep selamat. Sedangkan dua pengendara sepeda motor mengalami luka ringan," terangnya. 

 

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Blitar, kecelakaan itu berawal dari mobil Jeep nopol AG 1344 L yang dikemudikan M. Effendi melaju dari utara ke selatan. Mobil saat itu melaju cukup kencang. Namun, di tengah perjalanan tiba-tiba celaka terjadi. 

 

]]>
Didin Cahya FS Mon, 04 Feb 2019 21:42:02 +0700
<![CDATA[Target Pendapatan Sektor Pariwisata Naik 5 Persen]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/04/117596/target-pendapatan-sektor-pariwisata-naik-5-persen http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/04/117596/target-pendapatan-sektor-pariwisata-naik-5-persen

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Blitar menargetkan pendapatan daerah di sektor pariwisata terus naik.]]>

BLITAR KOTA - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Blitar menargetkan pendapatan daerah di sektor pariwisata terus naik. Tahun ini dinas menargetkan pendapatan naik sekitar lima persen.

 

Kepala Bidang (Kabid) Pengelola Kawasan Wisata Disparbud Kota Blitar Heru Santoso mengatakan, pendapatan sektor pariwisata setiap tahun mengalami peningkatan. Dinas menargetkan peningkatan pendapatan sektor pariwisata naik sekitar lima persen. "Setiap tahun pendapatannya terus naik," ujarnya.

 

Tahun lalu atau 2018, jelas dia, pendapatan daerah di sektor pariwisata mencapai Rp 1,2 miliar. Angka itu naik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. "Tahun ini target kami naik sekitar lima persen. Kami berupaya mengoptimalkan pemasukan mulai dari retribusi parkir, sewa lahan, retribusi pengunjung, dan sebagainya di kawasan wisata," terang pria berkumis tebal ini.

 

Menurutnya, pendapatan dari sektor pariwisata itu tidak bisa ditentukan. Itu tergantung dari jumlah pengunjung. Apakah tahun ini jumlah pengunjung naik dibanding tahun lalu atau tidak. Di samping itu, juga melihat situasi dan kondisi negara ataupun sejumlah daerah lainnya. "Misalnya jika ada suatu bencana besar di suatu daerah, itu juga bisa berpengaruh. Pengunjung menurun, pendapatan juga berpengaruh," jelas Heru.

 

Karena itu, upaya untuk menggenjot pendapatan terus dilakukan. Salah satunya pengembangan sejumlah fasilitas pariwisata di Kota Blitar. Seperti tahun ini, dinas berencana membangun halte becak dan pos pelayanan wisatawan di kawasan wisata Makam Bung Karno (MBK). Selain itu, di wisata Istana Gebang juga telah dibangun lahan parkir luas dan fasilitas toilet umum bagi wisatawan.

]]>
Retta wulansari Mon, 04 Feb 2019 18:00:59 +0700
<![CDATA[Nasib Pasar Loak Semakin Menggantung, Dinas Masih Tunggu Kesepakatan]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/04/117577/nasib-pasar-loak-semakin-menggantung-dinas-masih-tunggu-kesepakatan http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/04/117577/nasib-pasar-loak-semakin-menggantung-dinas-masih-tunggu-kesepakatan

Rencana pembangunan pasar loak di kawasan Pasar Hewan Dimoro di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, tampaknya masih menggantung.]]>

BLITAR KOTA - Rencana pembangunan pasar loak di kawasan Pasar Hewan Dimoro di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, tampaknya masih menggantung. Sebab, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Blitar masih akan menunggu sikap dari pedagang loak di timur Pasar Templek itu.

 

Disperdagin masih akan berkomunikasi lebih lanjut lagi terhadap sejumlah pedagang yang akan dipindah di pasar loak baru. Akibatnya, hingga kini dinas belum mengambil langkah serius terkait rencana pembangunan pasar loak itu. "Kami masih berkomunikasi dengan pedagang. Surat pernyataan pedagang mau menempati pasar loak baru nanti belum ada (dibuat, Red)," kata Kepala Disperdagin Kota Blitar Arianto.

 

 Surat pernyataan itu, jelas dia, berisi mengenai sikap pedagang soal rencana pembangunan pasar loak di kawasan Pasar Hewan Dimoro. Yakni sikap sepakat dan tidaknya pedagang pasar loak menempati pasar baru nanti. "Terpenting, jika nanti dibangun, mau nggak menempatinya? Itu yang harus diperhitungkan," ujarnya.

 

Sebab, menurut dia, jumlah pedagang yang akan menempati pasar baru nanti juga menyesuaikan anggaran yang disiapkan. Tidak semua pedagang loak bisa menempati pasar loak baru. "Hasil perhitungan kami anggaran cukup untuk 50 pedagang. Padahal, jumlah pedagang loak ada 110 warga," jelas pria ramah ini.

 

Belum lagi, ada pedagang loak yang memiliki kios lebih dari satu. Ada yang punya dua hingga tiga kios. Makanya, dinas akan berkomunikasi lagi dengan pedagang loak guna kesepakatan pembangunan.

 

 Meski demikian, dinas tetap menargetkan pembangunan dilakukan tahun ini. Alokasi anggaran yang disiapkan sekitar Rp 3 miliar. Anggaran itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019. "Yang pasti, kami masih menunggu kesepakatan dari pedagang," tandas Arianto.

 

Sebelumnya, rencana pembangunan Pasar Templek pada 2018 lalu sempat memicu polemik. Terutama pedagang loak yang selama ini berjualan di sisi utara Pasar Templek terdampak relokasi. Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar berencana merelokasi pedagang di timur Pasar Templek, yakni di bangunan eks Pasar Mbelehan.

 

 Namun, saat itu pedagang menolak direlokasi di eks Pasar Mbelehan dengan alasan sempit. Pedagang meminta direlokasi di kawasan Pasar Hewan Dimoro. Permintaan pedagang itu akhirnya dikabulkan Pemkot Blitar usai hearing dengan DRPD Kota Blitar. Namun, sampai kini belum ada kejelasan mengenai rencana pembangunan pasar loak di Dimoro.

]]>
Retta wulansari Mon, 04 Feb 2019 17:00:59 +0700
<![CDATA[Antusias Sambut Tahun Babi Tanah]]> http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/02/117348/antusias-sambut-tahun-babi-tanah http://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/02/02/117348/antusias-sambut-tahun-babi-tanah

Beberapa hari lagi, warga Tionghoa punya gawe besar. Gawe itu yakni Tahun Baru Imlek 2570. Berbagai hal sudah dipersiapkan.]]>

BLITAR KOTA - Beberapa hari lagi, warga Tionghoa punya gawe besar. Gawe itu yakni Tahun Baru Imlek 2570. Berbagai hal sudah dipersiapkan. Seperti terlihat di Kelenteng Poo An Kiong, Jumat (1/2). Para pengurus kelenteng sibuk membersihkan tempat peribadatan yang berada di Jalan Merdeka itu. Juru Kunci Kelenteng Poo An Kiong, Akiu mengatakan, kegiatan bersih-bersih sudah rutin dilaksanakan setiap tahun. Sama halnya dengan tahun baru Sura. “Sama seperti tahun sebelumnya, bersih-bersih ini mulai tanggal 25 Januari lalu,” ujarnya.

 

 Bukan hanya lantai disapu ataupun dipel, bersih-bersih juga dilakukan secara menyeluruh. Terutama patung-patung dewa dan berbagai peralatan lain di kelenteng tersebut. Jumlah patung  tidak hanya satu, tapi mencapai puluhan. Ukurannya pun beragam. Ada yang seukuran mug, ada pula yang setinggi 30 sentimeter, bahkan lebih.

 

Prosesi membersihkan patung menggunakan air. Ada juga dengan air yang sudah dicampur kembang sehingga lebih harum. Beberapa orang yang membersihkan kelenteng juga memakai kuas agar lebih mudah menghilangkan debu yang menempel pada patung dewa. Wadah tempat abu dupa juga dibersihkan. Dipoles menggunakan pasta khusus dan digosok sampai mengilap. “Tujuannya agar bersih dan siap dipakai sembahyang pada 5 Februari nanti,” kata Akiu.

 

Pria ramah itu melanjutkan, tahap awal untuk bersih-bersih yakni dimulai dari bangunan atau pun atap. Selanjutnya, isi kelenteng termasuk patung dewa. “Dibersihkan dan diganti bajunya. Patung Mak Co, Kong Co, dan lain sebagainya,” jelasnya.

 

Akiu menambahkan, Imlek tahun ini merupakan tahun babi tanah dari sebelumnya tahun anjing tanah. Konon tahun babi tanah menjanjikan keberuntungan. Dia pun berharap agar tahun ini lebih baik dibanding sebelumnya. “Semoga negara aman, tak ada gangguan, hidup tenteram. Hati-hati karena juga bersamaan dengan tahun politik,” imbuhnya.

 

 Momen tahun baru Imlek ternyata juga ditunggu banyak orang selain warga Tionghoa. Salah satu alasannya ketika Imlek, ada perayaan yang menampilkan budaya khas Tionghoa. Misalnya atraksi barongsai ataupun acara lain yang menarik. “Kadang ada acara-acara rangkaian Imlek Seperti Barongsai dan Liang Liong. Ini yang menarik,” ujar Winarti, warga sekitar kelenteng.

]]>
Retta wulansari Sat, 02 Feb 2019 21:04:59 +0700