Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Masyarakat Ngentrong Gelar Upacara Adat Ulur-ulur

Anggi Septian A.P. • Senin, 12 Juni 2023 | 21:50 WIB
WUJUD SYUKUR: Masyarakat Ngentrong rutin menggelar upacara adat Ulur-Ulur setiap tahun.
WUJUD SYUKUR: Masyarakat Ngentrong rutin menggelar upacara adat Ulur-Ulur setiap tahun.

JAWAPOS.RADARTULUNGAGUNG.COM- Masyarakat Desa Ngentrong, Kecamatan Campurdarat, menggelar upacara adat Ulur-Ulur di Telaga Ngembel, pada Jumat (9/6) lalu. Dalam upacara adat Ulur-Ulur, ada sebuah pengajatan serta beberapa ritual yang dilakukan oleh tokoh masyarakat Desa Ngentrong. Hal itu sebagai wujud syukur dan rasa terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Desa Ngentrong dalam masa pemerintahan Samuji, terkait kegiatan budaya yang dilakukan setiap tahunnya selalu bisa membuat warga selalu antusias dengan kearifan lokal. Hal itu terbukti dengan berbondong-bondongnya masyarakat yang mengikuti kegiatan budaya ini. "Banyak juga yang membawa nasi gurih dengan ayam lodho yang dimaksud sebagai rasa syukur, dan akan dimakan bersama-sama setelah kegiatan ini selesai," ungkap Kepala Desa Ngentrong, Samuji.

Samuji mengungkapkan, kegiatan adat ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun, dan ini sudah turun-temurun rutin dilakukan setiap tahun. Tepatnya di penanggalan Jawa bulan Selo, Jumat Legi. "Dan upacara adat Ulur-Ulur ini juga diselenggarakan di Telaga Buret," jelasnya.

Samuji juga berharap Pemerintah Kabupaten Tulungagung harus tetap peduli dan senantiasa mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Harapannya, bisa membantu melestarikan sejarah dan kearifan lokal adat Ulur-Ulur yang perlu dilestarikan supaya tidak tergerus oleh zaman.

Upacara adat ini dilaksanakan sejak pukul 07.00 sampai selesai, yang dihadiri seluruh Perangkat Desa Ngentrong, tokoh masyarakat, babinsa, bhabinkamtibmas, badan pemberdayaan desa (BPD), lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM), dan masyarakat.

Perlu diketahui bahwa upacara adat ini adalah tradisi dengan maksud untuk menyampaikan rasa syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas anugerah air yang begitu melimpah di Telaga Ngembel. Walaupun musim kemarau, air terus mengalir sehingga bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi para petani di dua desa yakni Desa Ngentrong dan Desa Besole untuk pengairan. (rif/c1/ynu)

Baca Juga: Pesona Makin Terpancar dengan Polesan Angellikha Make Up

Editor : Anggi Septian A.P.
#banyuwangi #upacara #Ngentrong #campurdarat #desa adat