Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Melihat Uji Kompetensi Pekerja Kontruksi di Forjasi Tulungagung, Fleksibel Layani Setiap Hari

Nanda Nila Alvinda • Selasa, 13 Juni 2023 | 16:00 WIB
TUK FORJASI Fleksibel Layani Setiap Hari, Pengalaman Kerja Pengaruhi Kelulusan
TUK FORJASI Fleksibel Layani Setiap Hari, Pengalaman Kerja Pengaruhi Kelulusan

JAWAPOS.RADARTULUNGAGUNG.COM - Ternyata di Desa Gedangsewu terdapat Tempat Uji Kompetensi (TUK) Forum Lintas Rekanan Pengadaan Barang dan Jasa Konstruksi Indonesia (Forjasi) Tulungagung yang lebih fleksibel. Para pekerja kontruksi Tulungagung dan sekitar tidak usah jauh-jauh lagi untuk melakukan ujian sertifikasi. 

Terlihat wajah gugup dan santai peserta yang ada di depan kantor Tempat Uji Kompetensi (TUK) Forum Lintas Rekanan Pengadaan Barang dan Jasa Konstruksi Indonesia (Forjasi) Tulungagung di Desa Gedangsewu Kecamatan Boyolangu kemarin (12/6). Mereka melaku ujian sertifikasi kedua kalinya, pesertanya pun ada yang dari luar kota.

Terdapat dua peserta terlihat gugup di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Forum Lintas Rekanan Pengadaan Barang dan Jasa Konstruksi Indonesia (Forjasi), karena masih akan melakukan ujian. Namun ada juga peserta yang santai ngobrol dengan temannya, karena baru saja selesai keluar dari ruang ujian. Mereka terlihat lega, setelah petugas TUK Forjasi Tulungagung memberikan konsumsi kepada semua peserta.

“Ada 10 peserta sertifikas hari ini (red, kemarin) 7 orang sesi pertama dan 3 orang sesi kedua. Beberapa peserta ada yang melakukan ujian lagi, tergantung kompetensi yang diambil. Ada peserta yang dari luar kota, seperti Kediri, Trenggalek dan blitar,” terang asesor TUK Forjasi Tulungagung Faruq Ardiansyah.

Dia menceritakan bila sertifikasi ini dilakukan dua hari. Pada hari pertama para peserta membuat persentasi dari rumah, bila ada kesulitan bisa ditanyakan kepada petugas. Setelah itu, mereka mendapatkan bimbingan dari koordinator untuk persiapan melakukan ujian. Oleh karena itu, dengan bimbingan itu asesor juga mengusahakan peserta bisa lulus.

Dalam ujian ini, tentu ada kisi-kisi di standar kompetensi nasional Indonesia (SKNI) yang bisa dipelajari para peserta. Namun bila memang peserta sudah ahli atau berpengalaman di lapangan pasti lancar melakukan ujian. “Dalam 2 jenis ujian, yakni ujian tulis dan wawancara. Pada sesi wawancara di beri waktu 15 menit maksimal. Sedangkan ujian tulis dikasih waktu 1 jam, pertanyaan ada yang banyak dan sedikit tergantung bidang yang diambil,” ungkap Faruq.

Dia melanjutkan ada peserta yang sama-sama mengambil bidang irigasi, biasanya pertanyaannya juga tidak sama. Namun selama wawancara, tidak ada peserta yang kesulitan menjawab karena semua peserta telah menyiapkannya. Namun kesulitan ketika di awal-awal saja karena pengoperasiannya dengan laptop dan sistem online, sehingga harus dibimbing. Namun secara pengalaman mereka sudah berkompeten, keseluruhan tidak ada masalah.

Setelah ujian ini, sertifikat akan terbit dua atau tiga hari kemudian, maksimal seminggu. Bisa langsung diunduh otomatis dari sistem Kementerian PUPR, karena daftarnya ke kementerian. Pada sertifikat, peserta yang sudah lulus ada tulisan sudah kompeten, yang belum rezeki dinyatakan belum kompeten.

Menurut Faruq, sertifikasi pekerja kontruksi ini penting. Karena kebutuhan kompetensi dari pekerja kontruksi sangat diperlukan dan menjadi syarat di perusahaan. Selain untuk pekerja juga untuk perizinan sertifikan badan usaha, karena perizinan itu mengharuskan ada penanggungjawabnya.

“Masing-masing bidang harus ada orang yang sudah bersertifikasi. Bila dulu 1 sub bidang, bisa diperbanyak sekarang tidak bisa. Misalnya ada badan usaha sub bidang jalan, harus ada tenaga kerja ahli kontruksi jalan yang bersertifikasi. Harapannya perusahaan lebih berkompeten,” terangnya.

Sedangkan, persyaratan kompetensi konstruksi, yakni pengalaman kerja dan lulusan pendidikan dari pekerja tersebut. Bila pada sertifikasi jenjang 4 dan 5 yang dibutuhkan lulusan SMA yang harus berpengalaman 10 tahun di bidang kontruksi. Untuk lulusan SMK teknik bangunan atau sipil, harus memiliki pengalaman 6 tahun. Semakin tinggi jenjangnya nanti persyaratannya semakin banyak.

Namun untuk jenjang 6 dan 7 atau disebut ahli muda membutuhkan ijazah sarjana atau Diploma 3 (D3) bidang sipil. Kebanyakan lulusan SMK dan sudah berpengalaman di bidang konstruksi di atas 6 tahun. Selain itu, sebagian besar peserta mengambil kompetensi keahlian gedung, jembatan, jalan, saluran irigasi, dan lain sebagainya.

Masih menurut Faruq, bila sebenarnya di Tulungagung tempat sertifikasi ini sebelumnya sudah ada, namun pada acara tertentu saja dan menunggu ada 20 peserta yang mendaftar. Bila pada TUK FORJASI Tulungagung, buka setiap hari dan bisa dikondisikan waktu ujiannya, lalu daftarnya langsung ke marketing atau ke kantor.

“Pada TUK Forjasi Tulungagung 1 orang saja bisa melakukan ujian. Besok Rabu sudah ada empat orang pekerja kontruksi dari Jombang yang sudah mendaftar, namun jadwalnya masih dikoordinasikan. Kami tetap melayani berapapun orangnya,” pungkasnya.(*/rka)

Editor : Nanda Nila Alvinda
#Tempat Uji Kompetensi #konstruksi #gedangsewu