Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Hasil Survei: Angka Stunting di Trenggalek Melambung, tapi Data Riil Sedikit? begini penjelasannya

Henny Surya Akbar Purna Putra • Rabu, 14 Juni 2023 | 04:05 WIB
ilustrasi orang tua yang menyayangi anak.
ilustrasi orang tua yang menyayangi anak.

TRENGGALEK - Angka anak kurang gizi atau stunting di Bumi Menak Sopal jomplang. Indikasinya, data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menemukan tren stunting naik. Namun, data menurut bulan penimbangan justru turun signifikan dari tahun ke tahun.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) dr Sunarto membenarkan bahwa pengukuran stunting di Trenggalek ada dua. Yakni melalui SKI dan angka riil di lapangan (bulan penimbangan, Red).

"Kalau memang angka riil, itu namanya bulan penimbangan," ungkapnya kepada awak media.

Sunarto menjelaskan, angka stunting berdasarkan data bulan penimbangan per Februari sekitar 6,7 persen. Persentase itu turun dari tahun sebelumnya, yakni 7,9 persen.

"Di 2014 itu 14 persen (42 ribu anak stunting, Red). 6,7 persen per Februari, itu sama dengan 2500 orang anak di Trenggalek kena stunting," ujarnya.

Sementara data dari SKI, angka stunting di Trenggalek naik. Yakni pada 2021 18 persen dan 2022 sekitar 19,5 persen.

Sunarto mengatakan, ruang lingkup SKI bukan terkonsentrasi pada angka stunting, melainkan semua komponen, termasuk stunting.

"Nah yang disurvei itu tidak hanya stunting, tapi juga faktor yang menyebabkan stunting, ibu hamilnya dan sebagainya dengan perhitungan tertentu, sehingga angka yang keluar itu terjadi perbedaan antara riil dengan angka survei," jelasnya.

Berdasarkan SKI, angka stunting di Trenggalek belum memenuhi target dari pemerintah pusat, yaitu 14 persen.

"Masih butuh 5 persen dari yang ditargetkan Pak Presiden," ujarnya.
Sedangkan persentase angka stunting 19,5 persen di Trenggalek, sebut Sunarto, sekitar 8 ribu anak.

Namun begitu, pihaknya menilai, anak-anak yang tergolong stunting dalam SKI itu tak bisa ditemukan.

"Tapi tidak ketemu anaknya, dimana tidak tahu," ucapnya.

Menyinggung keabsahan data antara SKI maupun data bulan penimbangan, mantan Direktur RSUD dr Soedomo itu mengaku, prinsipnya data bulan penimbangan merupakan kasus stunting yang sudah ditemukan dan teratasi.

"Dengan angka survei itu, menjadi angka pemikiran kita bahwa masih ada risiko-risiko yang harus kita kendalikan," tegasnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#trenggalek #angka stunting