KABUPATEN BLITAR - Potensi destinasi wisata bahari Sumber Pucung di Desa Kerjen, Kecamatan Srengat, belum dikelola secara maksimal. Minimnya dana disebut-sebut sebagai kendala dalam pengelolaan wisata desa tersebut.
Informasi yang berhasil dihimpun, Sumber Pucung awalnya hanya dimanfaatkan oleh warga desa sebagai sarana pengairan sawah. Namun, kini sudah ada sedikit perubahan fungsi yakni menjadi destinasi wisata sekaligus sarana hiburan bagi para pemancing.
Untuk sementara, pengunjung tidak dikenai biaya untuk masuk ke lokasi. Berbeda dengan orang-orang yang ingin menyalurkan hobi memancing. Ada tarif yang harus dipenuhi untuk memanfaatkan sarana hiburan ini.
Saat tim Jawa Pos Radar Blitar mengunjungi lokasi, wisata tersebut ramai dikunjungi orang-orang yang menyalurkan hobi memancing. Namun, sepi pengunjung, kecuali anak-anak desa setempat. “Selama ini yang ramai memang orang mancing. Biasanya, anak-anak sekitar sini suka renang di sumber,” ungkap Siti Rosmala, satu-satunya pedagang makanan di tempat wisata tersebut.
Menurutnya, pengelola sudah menyediakan dua wahana perahu bebek. Namun, ternyata belum sukses menarik minat pengunjung. Indikasinya, lokasi wisata ini sepi dari kunjungan.
“Tidak setiap hari ramai. Cuma hari-hari tertentu. Misalnya, Sabtu, Minggu, atau pas waktunya nyebar ikan,” tambahnya.
Di lokasi yang sama, salah satu pengelola wisata Sumber Pucung, Sunarko mengaku pernah mendapatkan anggaran dari beberapa BUMDes setempat untuk mengoptimalkan potensi sumber ini. Namun. dana tersebut dirasa kurang. Menurutnya, dana desa saja tak cukup untuk pengembangan wisata. Karena anggaran tersebut juga harus dialokasikan untuk kepentingan desa yang lain.
“Kami berharap ada bantuan dari pemerintah. Eman-eman kalau potensi Sumber Pucung ini tidak dikelola secara maksimal,” katanya.
Dia mengungkapkan masih banyak sarana yang harus ditambahkan untuk menunjang kepuasan pengunjung. Saat ini hanya terdapat beberapa meja dan kursi, toilet, satu pedagang makanan, serta wahana perahu bebek.
Padahal, jika wisata air Sumber Pucung bisa berkembang, tempat tersebut bisa dijadikan ladang ekonomi bagi warga sekitar. Terutama untuk mengenalkan produk BUMDes Kerjen.
“Kalau potensi wisata Sumber Pucung ini dapat dimanfaatkan secara maksimal, tentu berdampak positif pada pendapatan asli desa (PAD). Terutama perekonomian masyarakat,” ujarnya. (mg2/c1/hai)
Editor : Doni Setiawan