KABUPATEN BLITAR - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Blitar akhirnya kembali menggelar sosialisasi lomba Kreativitas Inovasi dan Teknologi (KRENOTEK) 2023. Kegiatan yang berlangsung di kantor Bupati Blitar kemarin (15/6) merupakan upaya bappedalitbang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat Kabupaten Blitar.
Acara tersebut dibuka langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Blitar, M. Krisna Triatmanto, diikuti kepala dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blitar Izul Marom menjelaskan, tahun ini menjadi tahun keenam penyelenggaraan KRENOTEK. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan sinergi masyarakat dan pemda untuk mewujdukan innovation-driven economy. Itu untuk mengoptimalkan potensi daerah, daya saing, dan kesejahteraan masyarakat.
“Yaitu, ekonomi yang dibangun atas dasar inovasi daerah, serta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Harapannya juga untuk menuntaskan setiap persoalan yang dihadapi daerah,” ujarnya saat menghadiri sosialisasi KRENOTEK.
Dia berharap ajang tersebut menjadi pengungkit inovasi insan di Bumi Penataran. Sebab, banyak sektor atau bidang yang memerlukan inovasi anyar. “Pertanian utamanya. Dengan begitu, ketika kreativitas berpadu dengan sektor pertanian, maka akan semakin banyak petani yang punya pola pikir maju,” terangnya.
Kepala Bappedalitbang Kabupaten Blitar Dr Jumali mengungkapkan, KRENOTEK merupakan kompetisi tahunan yang digagas bappedalitbang. Ajang tersebut menjadi wadah menggali kreativitas, inovasi, teknologi, serta sumber daya IPTEK yang ada di daerah. Lalu, meningkatkan inovasi daerah untuk mengoptimalkan percepatan pembangunan di Kabupaten Blitar.
Lomba uji kreativitas karya IPTEK itu, jelas dia, juga untuk memberikan apresiasi dan penghargaan kepada insan di Bumi Penataran yang kreatif dan inovatif untuk melahirkan gagasan atau karya baru yang bermanfaat. Utamanya untuk kemajuan Kabupaten Blitar.
“KRENOTEK ini terbagi menjadi tiga kategori. Yakni, perangkat daerah, kecamatan, puskesmas, kelurahan, pelajar SMP dan SMA, mahasiswa, dan masyarakat umum,” jelas pria yang berhasil menyelesaikan Program Doktor Ilmu Administrasi di Universitas Brawijaya (FIA UB) Malang itu.
Lomba diselenggarakan pada Juni-Agustus 2023. Rampung menggelar sosialisasi, pendaftaran bakal dibuka mulai 13 Juni hingga 13 Juli mendatang. Ada 11 tema yang bisa dipilih peserta. Di antaranya, agribisnis dan ketahanan pangan, energi baru dan terbarukan, kesehatan obat-obatan dan kosmetik, kelautan dan perikanan, pendidikan, dan lainnya.
Adapun para peserta yang mendaftar harus menaati prosedur pengajuan karya. Menurut dia, pengajuan oleh individu atau kelompok dilakukan dengan pendaftaran serta mengunggah softcopy proposal inovasi. Dokumen tersebut dapat diunggah di situs web Blitar Regency Research and Innovation Center (BIG RICE).
Dia berharap antusiasme masyarakat dan perangkat daerah tahun ini meningkat. Sebab, pemenang terbaik di tingkat kabupaten akan maju mewakili Kabupaten Blitar ke tingkat provinsi. “Kami yakin banyak karya yang inovatif. Kesempatan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal. Visi dan misinya, kami mendorong sumber daya masyarakat,” tandasnya. (luk/c1/ady)
Editor : Doni Setiawan