KABUPATEN BLITAR - Rangkaian acara Bersih Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, akhirnya ditutup dengan pergelaran wayang kulit. Yang menarik, pergelaran budaya Jawa itu dikemas dengan nuansa salawatan.
Pergelaran wayang kulit mengundang Dalang Ki Ardi Purboantono. Berkolaborasi dengan Guyon Maton dan Cak Percil cs. Puncak acara bersih desa tersebut bertempat di halaman Balai Desa Darungan. “Wayang sholawat (washol) ini produk terbaru dari Guyon Maton dan Cak Percil. Launching perdana di Desa Darungan ini. Acaranya diisi beberapa hiburan seperti campursari bernuansa islami dengan lakon Babat Alas Wonomarto,” ungkap Kepala Desa Darungan, Nanda Septian Dwi Cahyono, kepada koran ini kemarin (15/6).
Menurut Nanda, lakon wayang tersebut menggambarkan perjuangan seseorang ketika membabat suatu alas atau hutan hingga menjadi desa yang maju dan tenteram. “Ya, saya menangkap sedikit, Babat Alas Wonomarto itu dulu hutan belantara terus dibabat oleh pandawa lima dan dijadikan seperti desa atau kerajaan. Akhirnya, menjadi desa maju, yakni Deso Wonomarto, nglakoni nipun dengan loro-loro disek,” terangnya.
Ya, Pemerintah Desa Darungan memiliki misi membawa Desa Darungan lebih maju. Secara perlahan, desa yang terletak di Kecamatan Kademangan itu membangun sejumlah fasilitas publik. Salah satunya, membangun ruang terbuka publik (RTP) bernama Wijoyo Ndaru. “Wijoyo itu kamulyan, Ndaru itu nama desa sekarang. Nanti berlokasi di lapangan Desa Darungan sebelah selatan. Ini sedang kami rintis,” kata pria ramah ini. Selain itu juga bakal membangun sport center, wahana bermain anak-anak, wisata edukasi Minang Padi, hingga bajak sawah tradisional menggunakan kereta sapi.
Sekadar diketahui, rangkaian Bersih Desa Darungan diawali dengan kenduri pepunden di dua tempat, yakni di krapiyak dekat alas (hutan) Betet dan sebelah selatan di Cilok Mbah Petung. Setelah itu, kenduri di balai desa bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua RT/RW setempat, hingga ruwatan santri.
Kemudian, pada Sabtu (10/6) digelar pentas jaranan yang ditampilkan oleh para seniman lokal. Pentas kebudayaan itu dipusatkan di lapangan Darungan. Puncaknya, pergelaran wayang kulit pada Rabu (14/6). “Alhamdulillah, antusiasme masyarakat tinggi untuk menyaksikan pergelaran wayang. Sudah sekitar tiga tahun terakhir ini tidak ada hiburan rakyat. Yang istimewa, kami hadirkan bintang tamu eksklusif dari Guyon Maton dan Cak Percil cs,” ungkapnya.
Nanda mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan acara Bersih Desa Darungan. Mulai dari karang taruna, tokoh agama, tokoh msyarakat, hingga organisasi masyarakat setempat. “Semua ikut nyengkuyung demi kesuksesan acara bersih desa. Semoga pemerintah desa, lembaga desa, dan seluruh lapisan masyarakat dijauhkan dari musibah dan bala. Senantiasa dilimpahkan rezeki yang barokah dan menjadi desa yang Gemah Ripah Loh Jinawi.” tandasnya. (zam/c1/sub)
Editor : Doni Setiawan