KOTA BLITAR - Ekskavasi Candi Gedog kembali dilanjutkan. Ekskavasi kali ini merupakan tahap kelima. Selama 12 hari, tim dari Balai Pelestarian Kebudayaan (Bapelbud) Wilayah XI Jawa Timur (Jatim) mencari struktur baru dari situs terduga era Majapahit tersebut.
Kemarin (15/6) memasuki hari ketiga ekskavasi candi. Tim fokus untuk menemukan lebih banyak struktur bagunan candi. Terutama pagar yang mengelilingi candi. Seperti tahap sebelumnya, bapelbud kembali mnenggunakan mesin ekskavator untuk meratakan tanah.
Sebab, struktur bangunan diprediksi berada di area yang luas. Mesin memudahkan tim eskavasi untuk menyisir struktur bangunan. “Ekskavator akan digunakan selama delapan hari untuk memudahkan proses ekskavasi,” jelas arkeolog bapelbud wilayah XI Nugroho Harjo Lukito di lokasi kemarin.
Ekskavasi dimulai dengan menggali tanah di sisi utara. Tujuannya untuk melihat adanya struktur bangunan yang diperkirakan berupa pagar. Kemarin, tim sudah menemukan struktur batu bata. Namun, bapelbud belum bisa memastikan apakah itu bagian dari pagar atau batur.
Nantinya, bapelbud akan mengecek struktur tersebut lebih lanjut. “Pengecekan akan ditarik garis lurus antara struktur yang ada di bagian barat ke arah utara. Sehingga berpotongan dengan lokasi yang digali pada saat ini,” terangnya.
Jika temuan itu memang pagar, asumsi awal tim bapelbud bahwa Candi Gedog memiliki dua pagar itu benar. Adapun pagar yang dimaksud yaitu pagar utama dan pagar yang ada di luar candi induk. “Asumsi kemarin, kami masih ragu karena ada temuan bongkahan genting. Sekarang ada temuan struktur baru. Kemungkinan Candi Gedog memang memiliki dua pagar,” bebernya.
Sebelumnya, bapelbud telah menemukan struktur pagar utama yang mengelilingi bangunan candi induk di sisi selatan, timur, dan sebagian di utara. Nantinya, struktur candi yang lebih luas di sisi timur sampai selatan juga akan digali untuk memperjelas bagian dinding luar. “Nanti akan dilihat apakah ada potensi bangunan lain,” tandasnya. (mg2/c1/sub)
Editor : Doni Setiawan