Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ternyata Begini Filosofi Tradisi Nyadran Dam Bagong Trenggalek

Henny Surya Akbar Purna Putra • Sabtu, 17 Juni 2023 | 01:09 WIB
Salah satu warga Kelurahan Ngantru, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek mengangkat kepala kerbau saat upacara adat Nyadran Dam Bagong pada Jumat, 16 Juni 2023.
Salah satu warga Kelurahan Ngantru, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek mengangkat kepala kerbau saat upacara adat Nyadran Dam Bagong pada Jumat, 16 Juni 2023.

TRENGGALEK - Upacara adat warga Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, memendam nilai filosifis tersendiri. Utamanya dalam prosesi lempar kepala kerbau di Dam Bagong.

Berdasarkan cerita rakyat, kesuksesan pembangunan Dam Bagong tak lepas dari syarat persembahan gajah putih, dan seiring waktu cerita rakyat itu menjadi budaya oleh masyarakat Kelurahan Ngantru.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, Dam Bagong mengisahkan Ki Ageng Menak Sopal dan Nyai Roro Krandon. Kini Dam Bagong mewarisi manfaat bagi sektor pertanian khususnya di Bumi Menak Sopal.

Dam Bagong tidak hanya mengalirkan air di wilayah Kota Trenggalek, melainkan sektor pertanian di Kecamatan Pogalan.

Karena itu, upacara adat Dam Bagong tahun ini berbeda, utamanya pada kirab Mahesa yang dimulai dari makam Nyi Roro Krandon.

"Nah ini perjuangan Menak Sopal zaman dulu, dan Menak Sopal zaman kini ya kita semua," ungkap Bupati Arifin usai mengikuti prosesi adat Nyadran Dam Bagong, Jumat (16/6) siang.

Seiring waktu, upacara adat Nyadran Dam Bagong menggunakan persembahan kepala kerbau. Simbolisme itu, menurut Bupati Arifin, merupakan sedekah kepada masyarakat, dan bukan yang lain.

Indikasinya, prosesi pelemparan kepala kerbau dan beberapa bagian tubuh kerbau yang lain dari atas Dam Bagong akan diambil lagi oleh warga.

"Jadi tidak ada yang tertinggal di aliran sungai, itu merupakan bentuk sedekah masyarakat, jadi nanti dagingnya dimakan lagi oleh masyarakat," ujarnya.

Selain itu, kata dia, kepala kerbau dipilih karena hewan itu mengandung beberapa makna. Mulai dari kehormatan, kepercayaan, hingga makhluk Tuhan yang biasa bekerja keras.

"Jadi ya kepercayaan dan kerja keras itu yang akan menghantarkan kita kepada kesuksesan," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Arifin berharap, Dinas Pengairan juga akan kita minta mengececk secara berkala karena Dam ini tidak hanya mengaliri sawah yang ada di kota. namun juga mengaliri sampai ke Pogalan dan seterusnya.

"Cita-cita besarnya proyek strategis nasional itu mereplikasi atau membesarkan Dam Bagong dengan Bendungan Bagong yang nanti ada di Sumurup. Nah ini perjuangan Menak Sopal jaman dulu dengan Menak Sopal jaman kini dan untuk Menak Sopal jaman kini itu ya kita semua," ujarnya.

"Mari kita doakan pembangunan Bendungan Bagong yang saat ini dilaksanakan, masyarakat di sana juga yang mengikhlaskan bahwa kegiatan di sana bisa berjalan semoga diberi rizqi yang melimpah. Diberi kesabaran dan juga yang mengerjakan bisa tepat waktu dan semoga bisa segera termanfaatkan," tambahnya.

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#Tradisi Nyadran Dam Bagong