TRENGGALEK - Selama bulan Selo, hampir seluruh wilayah di Kabupaten Trenggalek menyelenggarkan event bersih desa. Event tentang kebudayaan ini dinilai positif, sebab mampu menumbuhkan perputaran ekonomi dan mengerek pendapatan pelaku Usaha Mikro (UM).
Tak terkecuali event kebudayaan yang belakangan ini digelar, Nyadran Dam Bagong di Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, Longakangan di Teluk Sumbreng, Desa Masaran, Kecamatan Munjungan, maupun Larung Sembonyo, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo. Beberapa event tersebut dinilai mampu mendongkrak pendapatan UM hingga 30 persen.
"Survei kecil dari kami, berdasarkan data yang kami kumpulkan ada kenaikan 20 - 30 persen, dibandingkan ketika mereka berjualan ketika tidak ada event," ungkap Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek Saniran, Jumat (16/6) sore.
Saniran mengambil indikator dari antusiasme para pelaku UM ketika ada event. Mereka (pelaku UM, Red) tidak perlu dikoordinir, maka akan datang dengan sendirinya.
Seperti pepatah mengatakan, ada gula juga ada semut: di situ ada keramaian, maka dimungkinkan ada transaksi jual beli antara pengunjung dan pedagang.
"Kalau tidak ada keuntungan, mereka tidak hadir. Sekali dalam bahasa jawanya kapok," tambahnya.
Masih terkait tentang event, pria berkacamata itu mengatakan bahwa penyelenggaraan event pasca pandemi merupakan tindaklanjut instruksi Presiden RI oleh Bupati Trenggalek. Melalui event diharapkan perekonomian masyarakat tumbuh positif.
"Maka setiap pemerintah desa, kecamatan, kabupaten mendorong melakukan kegiatan yang ada nilai eventnya," ucapnya.
Sementara itu, Saniran menilai, penyelenggaraan event ini tidak sebatas di bulan Selo, melainkan masih ada event selama 2023 yang berkaitan dengan keagamaan, olahraga, kemerdekaan, dan sebagainya.
"Misal pengajian, sholawatan, itu pasti ada event yang banyak pengunjung, dan itu pasti pedagang akan hadir disitu memberikan pelayanan jual beli transaksi perdagangan," jelasnya.
Namun kalender event, kata dia, berada di lintas organisasi perangkat daerah (OPD), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud). Ia pun menyarankan untuk menggali data event ke opd tersebut.
"Secara lengkap data-data tersebut ada di Disparbud. Misal, kegiatan pameran, itu pasti ada pameran-pameran di tiap desa, event olahraga, dan sebagainya," pungkasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra