Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kecele, Diteriaki Maling Ternyata Beli Sabun

Nurul Hidayah • Senin, 19 Juni 2023 | 21:00 WIB
LUSTRASI
LUSTRASI

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Diki Satria, warga Kabupaten Malang, tidak menyangka dibawa ke Mapolsek Ngunut usai membeli sabun cair di minimarket Desa/Kecamatan Ngunut kemarin (18/6). Dia sempat diperiksa karena dicurigai mencuri barang. Namun, setelah dilakukan mediasi dengan pihak minimarket, ternyata ada kesalahpahaman.

Tito Ahmad Saputra, karyawan minimarket, mengatakan bahwa penangkapan Diki merupakan kesalahpahaman. Awalnya, dia dan temannya hanya berniat menginterogasi secara intern. Namun, karena ada orang yang teriak maling, ada satpam dan warga yang menangkap.

Ketika menemui Diki, dia kaget tiba-tiba ada polisi yang ikut menangkap, hingga permasalahan cukup panjang. Bahkan, hingga viral di media sosial lantaran ada warga yang merekam dan memotret kejadian penangkapan tersebut. Hingga akhirnya, pihak minimarket dan Diki melakukan mediasi di kantor polisi dan berakhir damai.

“Kami memang sempat mencurigai Diki, karena beredar kabar pencurian di minimarket lain. Diki ini tidak mencuri di minimarket kami, dia hanya membeli sabun cuci. Namun, ketika di kantor polisi, Diki mengaku sempat mencuri di minimarket lainnya beberapa waktu lalu,” ungkap Tito.

Sementara itu, Kapolsek Ngunut Kompol Rudi Purwanto membenarkan bahwa terjadi kesalahpahaman. Dia menceritakan, sekitar pukul 09.00 WIB, karyawan minimarket Ngunut mendapatkan pesan berantai dari karyawan minimarket di Rejotangan yang berisi peringatan pelaku pencurian. Tidak lama kemudian, datanglah Diki membeli sebuah sabun ukuran 210 ml dengan harga Rp 5 ribu. Setelah membayar sabun tersebut, pengunjung itu diamankan oleh karyawan minimarket.

Namun, karena merasa tidak melakukan kejahatan, Diki adu mulut dengan karyawan minimarket hingga di depan pintu diteriaki maling. Dari situ, dia diamankan satpam bank dan warga. Setelah dimediasi oleh Polsek Ngunut, ternyata ada kesalahpahaman.

“Kami mediasi cukup lama karena harus menulis keterangan kedua pihak. Hingga mereka damai dan menulis pernyataan di atas materai. Setelah itu, Diki langsung diserahkan kepada keluarganya untuk pulang ke Malang,” pungkasnya.(jar/c1/rka)

Baca Juga: Merefleksi Pancasila di Tengah Gelombang Penggelapan Dana Negara

Editor : Nurul Hidayah
#minimarket #dikira maling #belanja #tertipu