RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - BMT Pahlawan menandatangani perjanjian kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan BAZNAS Tulungagung. Hal ini untuk mendukung program pemberdayaan UKKM dan kaum duafa. Kegiatan yang digelar pada Minggu (18/6) di kampus STAI Muhammadiyah Tulungagung tersebut dihadiri General Manager Kopsyah BMT Pahlawan, H. Nyadin, MAP; Ketua BAZNAS Tulungagung KH Samsul Umam; Wakil Ketua III H. Abdullah Irfan, dan Kepala Kantor Muhammad Fathul Manan, M.Pd.
Sekadar diketahui, kegiatan ini digelar bersama mahasiswa binaan badan amil zakat nasional BAZNAS melalui program beasiswa SKSS (Satu Keluarga Satu Sarjana). Mereka mendapatkan materi pengembangan bisnis UMKM di era digitalisasi.
General Manager Kopsyah BMT Pahlawan H. Nyadin, MAP mengatakan kegiatan ini memiliki tujuan pemberdayaan dan membentuk kemandirian mahasiswa. Yakni dengan membekali keterampilan berbisnis, namun tak mengesampingkan tugas wajib sebagai mahasiswa. “Sebagaimana program yang diadakan BAZNAS berupa beasiswa SKSS yang menjadikan mahasiswa penerima beasiswa untuk dapat berkembang dan mandiri dalam berwirausaha,” katanya.
Dia melanjutkan, BMT pahlawan sangat konsen dalam hal pemberdayaan UMKM. Khususnya dengan pemberian modal tanpa bunga atau agunan untuk dikembangkan menjadi lebih mandiri dan berkembang. Bahkan rekan-rekan binaan yang dulunya memiliki status sebagai Mustahik (penerima zakat) maka tujuannya akan berubah menjadi muzakki (pemberi infak/zakat).
“Hingga saat ini BMT Pahlawan juga telah melakukan program-program pemberdayaan dan pemberian modal untuk UMKM. Karena itu kami memiliki tujuan yang sama dengan BAZNAS untuk mencetak generasi wirausaha yang mandiri dan berkembang, maka diadakannya kerjasama dengan bentuk penandatanganan MoU,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Tulungagung, KH Samsul Umam mengucapkan terimakasih atas dukungan BMT Pahlawan untuk mahasiswa penerima beasiswa SKSS. karena turut memberikan partisipasi pemberdayaan dan pembekalan untuk program pengembangan bisnis di era digitalisasi ini. Apalagi 50 persen program BAZNAS pada periode tahun ini (2023) diperuntukkan bagi UMKM dan pemberdayaan kaum duafa. “Kerja sama ini diharapkan bisa mencetak generasi wirausaha kecil agar berkembang pesat,” jelasnya.
Hal senada dilontarkan Wakil Ketua III BAZNAS H. Abdullah Irfan. Dia menyatakan kerja sama dengan BMT Pahlawan akan memberikan peran penting yang berkesinambungan. Karena melalui kolaborasi ini akan lebih mudah untuk BAZNAS dan BMT Pahlawan melakukan pendampingan, pelatihan, pembiayaan, serta akses jangkauan pasar kepada UMKM. “Harapannya bentuk kerjasama yang dilakukan oleh 2 lembaga ini dapat memberikan perubahan besar pada bidang UMKM khususnya di Tulungagung,” tuturnya.(ae1/rka)
Editor : Nurul Hidayah