KOTA BLITAR — Sosok Soekarno begitu menginspirasi Hendra Rahtomo atau dikenal Romy Soekarno. Dia adalah salah satu cucu Sang Proklamator. Kecintaannya pada Soekarno membuat Romy bertekad meneruskan perjuangan presiden pertama Indonesia itu sebagai "Penyambung Lidah Rakyat". Yaitu, melalui Program Trisakti Bung Karno.
Rangkaian kegiatan Haul Bung Karno Ke 53 tahun ini dimanfaatkan Romy untuk datang ke Blitar. Dia diagendakan menghadiri Haul Bung Karno di kompleks Makam Bung Karno (MBK), berkunjung ke Istana Gebang, hingga mengikuti doa bersama. "Kedatangan saya ke Blitar untuk menghadiri haul eyang saya (Soekarno, Red). Insyaa Allah setiap tahun diusahakan hadir," ucapnya, Rabu (21/6).
Ditanya mengenai kakeknya, pria ramah ini menegaskan, Soekarno adalah penyambung lidah rakyat. Sebagai cucu biologis sang proklamator, Romy menilai dirinya harus melanjutkan perjuangan Soekarno. Itu sesuai dengan tekad Soekarno yang ingin menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang maju dan makmur. "Dengan Trisakti Bung Karno, yakni berdulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Serta adil dan makmur. Ini jawaban untuk bangsa kita saat ini," tegasnya.
Saat berkunjung ke Istana Gebang, Putra sulung Rachmawati Soekarnoputri ini didampingi Wakil Bupati (Wabup) Blitar Rahmat Santoso dan sejumlah kerabat. Di rumah masa kecil Bung Karno itu Romy mengenang sosok kakeknya. Bukan hanya itu, Romy juga berdialog dengan para pedagang area Istana Gebang. Dia lantas menyerahkan bantuan berupa beras kepada para pedagang. "Ini bentuk kepedulian sosial untuk pedagang dan pemilik warung di Istana Gebang,” sambungnya.
Wabup Blitar, Rahmat Santoso mengaku jika, komunikasi antara dirinya dengan Romy selama ini berjalan baik. Bahkan, hubungannya dengan keluarga Bung Karno seperti halnya Megawati Soekarnoputri juga terbilang dekat. Dia juga berharap Romy lebih banyak menyempatkan waktunya untuk berkunjung ke Bumi Bung Karno. "Kalau Mas Romy hadir ke Blitar, saya upayakan bisa menjemput, mendampingi dan menemani sampai kembali lagi ke Jakarta," sebut pria yang karib disapa Makde Rahmat ini. (dit)
Editor : Doni Setiawan