RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Rencana open traffic Jembatan Ngujang 1 sisi timur pada minggu ini dipastikan mundur. Hal itu lantaran evaluasi dari pihak Dishub dan Satlantas Polres Tulungagung belum diselesaikan pelaksana proyek. Namun, pihak PT Bukaka mengusahakan membuka akhir bulan ini.
“Kami berusaha untuk melakukan open traffic bulan ini. Namun belum dapat memastikan kapan waktunya,” ungkap Fahmi Rahmatulloh, Human Resource and General Affair PT Bukaka. Fahmi Rahmatulloh mengatakan masih berusaha untuk menyelesaikan sedikit perbaikan pada jembatan sisi timur secepatnya. Perbaikan ini sebenarnya hanya bersifat finishing, tetapi membutuhkan waktu tidak sedikit.
Sebenarnya, apabila sesuai jadwal open traffic harusnya dilakukan pada hari ini atau Sabtu besok. Namun, karena terdapat hal-hal yang perlu diperbaik, open traffic terpaksa mundur dari jadwal. Lantaran, semua kesiapannya tergantung dari kerja pelaksana proyek.
Sementara itu, Kadishub Tulungagung Johannes Bagus Kuncoro menjelaskan bahwa telah melakukan rapat koordinasi dengan pihak pelaksana dan polres selama tiga kali pada minggu lalu, yakni Selasa dan Kamis kemarin. Namun, waktu open traffic jembatan masih belum bisa dipastikan lantaran ada beberapa hal teknis yang perlu diperbaiki agar terjamin keamanannya.
Pada Selasa lalu, semua yang terlibat rapat melakukan uji coba open traffic, tetapi hanya 5 menit. Dari hasil itu, ada beberapa catatan yang harus diperbaiki oleh pihak PT Bukaka. Evaluasinya yakni sisi timur jalan, baik dari utara atau selatan jembatan, aspalnya terlalu tinggi dari tanah sehingga membahayakan. Pihak PT Bukaka akan menambah tanah dan pinggirnya diberikan water barrier. “Kami juga meminta pihak pelaksana untuk memasang lampu kecil yang ditaruh di sisi barat, karena ada barrier beton, agar tidak ditabrak. Kami mementingkan keamanan jalan bagi pengendara,” terangnya.
Menurut Kanit Kamsel Satlantas Polres Tulungagung Ipda Kikis Agung Dwi Husodo, saat ini Jembatan Ngujang baru belum bisa dilewati karena perambuannya belum lengkap untuk keamanan pengendara. Badan jembatan sudah representatif untuk dilewati dua kendaraan, termasuk yang bertonase besar. “Kami sudah menyampaikan kepada pelaksana proyek agar melengkapi perambuan,” pungkasnya.(jar/c1/rka)
Editor : Nanda Nila Alvinda