Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Idul Adha Kian Dekat, Harga Bahan Pokok di Blitar Malah Stabil

Doni Setiawan • Jumat, 23 Juni 2023 | 22:11 WIB
MASIH STABIL: Salah satu pedagang bumbu dapur di Pasar Legi menanti pembeli, kemarin (22/6).
MASIH STABIL: Salah satu pedagang bumbu dapur di Pasar Legi menanti pembeli, kemarin (22/6).

KOTA BLITAR - Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah tinggal sepekan lagi. Namun, harga sejumlah kebutuhan bahan pokok (bapok) di pasar tradisional Kota Blitar terbilang masih stabil.

Berdasarkan pantauan tim Jawa Pos Radar Blitar kemarin (22/6), di Pasar Legi Kota Blitar, belum ada kenaikan harga secara signifikan. Artinya, masyarakat masih bisa menikmati beberapa kebutuhan pokok dengan harga normal.

Salah satu pedagang bapok, Indarti mengatakan, beberapa kebutuhan dapur yang sering mengalami kenaikan harga adalah bawang merah, bawang putih, dan cabai. “Bawang putih masih Rp 27 ribu per kilogram (kg). Bawang merah Rp 30 ribu. Cabai rawit Rp 35 ribu,” ungkap warga Desa Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul ini.

Sementara itu, harga sembako seperti telur, beras, dan minyak juga masih normal. Yakni, Rp 11 ribu sampai Rp 12 ribu per kg. Minyak curah di kisaran harga Rp 15 ribu, sedangkan telur masih di kisaran harga Rp 27 ribu. Perempuan berkacamata itu memprediksi harga kebutuhan pokok akan naik dua hingga tiga hari menjelang Idul Adha. “Biasanya naik Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu,” jelasnya.

Namun, harga daging ayam masih terbilang mahal. Yakni di kisaran harga Rp 37 ribu. Harga tersebut cukup stabil semenjak kenaikan harga daging ayam beberapa waktu lalu. “Puncaknya mungkin H-1 Lebaran. Biasanya tembus Rp 40 ribu,” ungkap Nur Asih, salah satu pedagang daging ayam.

Ketika momen Idul Adha, dia mengaku bisa menghabiskan hingga 50 kg ayam. Karena selain di pasar, dia juga membuka lapak di rumahnya, di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo.

Menurut dia, kebutuhan pokok pasti mengalami kenaikan harga menjelang hari-hari besar. Tak terkecuali Hari Raya Idul Adha. Sebab, kebutuhan konsumen meningkat untuk menyambut hari raya kurban. “Ya pasti naik. Apalagi daging ayam. Semua butuh untuk kenduri,” ujarnya. (c1/din)

Editor : Doni Setiawan
#harga bahan pokok #harga sembako #pedagang bahan pokok #pasar tradisional #jelang idul adha