Namun, di Tulungagung terdapat kopi yang berwarna hijau bukan matcha, yang biasa disebut kopi ijo.
Cita rasa kopi dan kacang hijau yang melebur menjadi satu memiliki kenikmatan tersendiri bagi para penikmat kopi ijo. Dan jenis kopi ini memiliki kafein lebih rendah dibanding kopi hitam.
Rasa kopi ijo tak jauh beda dari kopi biasanya, akan tetapi ada perpaduan rasa yang tidak ditemui pada kopi-kopi pada umunya.
Tak heran jika banyak warkop dan coffeshop, rupanya Tulungagung adalah surga bagi para pecinta kopi untuk memanjakan lidah.
Selain itu, selesai ngopi anak-anak muda biasanyya nyethe. Nyete adalah kegiatan melukis dengan sisa kopi atau ampasnya yang sudah mengendap.
Kopi ijo biasanya terdapat di warung kopi seperti waris, warkop mak tin, dan lain-lain.
Tertarik mencoba kopi ijo ini?
Editor : Nanda Nila Alvinda