Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Perdalam Skill ala Monica Rosyana Wahyu Wardani, Pegiat Seni Tari Asal Blitar

Doni Setiawan • Senin, 26 Juni 2023 | 21:46 WIB
ANGGUN: Monica pernah menjadi runnerup Putri Tari Jawa Timur.
ANGGUN: Monica pernah menjadi runnerup Putri Tari Jawa Timur.

KOTA BLITAR - Seni tari sudah bukanlah hal asing bagi Monica Rosyana Wahyu Wardani. Pasalnya, dia telah berkecimpung dalam dunia tari sejak kecil. Awalnya dia hanya dikenalkan oleh orang tuanya. Akan tetapi, lambat laun dia tertarik untuk menggeluti kesenian tersebut.

Perempuan asal Kelurahan/Kecamatan Sukorejo ini memiliki ambisi besar terhadap dunia tari. Termasuk meneruskan pendidikan melalui jalur prestasi nonakademik. Tiap harinya, dia selalu berlatih agar lebih lihai dalam memainkan gerakan tubuhnya. Tak jarang dia juga mencoba berlatih di depan kaca. “Jadi secara tidak sadar kalau di depan kaca refleks memainkan gerakan tubuh gitu,” ujarnya kemarin (24/6). Dia mengaku, tari menjadi hobi yang ditekuni hingga saat ini. Bahkan, dia juga berupaya untuk konsisten mengembangkannya, baik tari tradisional maupun modern.

Menurutnya, dengan menari akan ada banyak pengalaman dan pembelajaran. “Saya juga terus mencari peluang untuk berprestasi melalui tari,” paparnya.

Nyatanya, perjuangan yang dilakukan Monica tak sia-sia. Dia berhasil masuk sekolah impian berkat prestasi tarinya. Bahkan, dia juga berhasil menyandang gelar kebanggaan karena hobinya itu. “Bisa dikatakan, menari itu jadi bakat saya di bidang seni,” imbuhnya.

Monica kini bergabung pada salah satu sanggar tari untuk latihan setiap hari. Bahkan, tak jarang sanggar tersebut mendelegasikannya untuk mengikuti berbagai event. Baik dalam kota, luar kota, hingga luar pulau. “Alhamdulillah semua orang di sekitar saya mendukung penuh aktivitas yang saya lakukan,” katanya.

Tak hanya pada dunia tari, perempuan ramah ini juga tertarik pada dunia pageant. Hal itu terbukti dari track record yang dimilikinya. Salah satunya, dia tergabung dalam Duta Wisata Kota Blitar atau Kangmas Diajeng 2018. Awalnya, tak pernah terbesit dalam benaknya untuk bergabung di dunia pageant. Sebab, menurutnya, kemampuan public speaking-nya belum cukup baik. “Saya mendapat ilmu public speaking melalui acara duta,” jelas perempuan 22 tahun ini.

Pada 2021 lalu, dia turut bergabung pada ajang pemilu Puteri Tari. Berkat kegigihannya, dia mampu menyabet predikat runner-up Puteri Tari Jawa Timur. Tentunya, bukan hal mudah untuk mendapat predikat tersebut. Sebab, tak hanya sebatas tampil menari. “Di ajang Puteri Tari juga diuji mengenai public speaking,catwalk, hingga attitude seorang duta,” terangnya.

Baginya, tantangan terbesar saat mengikuti dunia pageant adalah melawan rasa takut dan minder. Dia mengaku harus bersaing dengan finalis lain yang memiliki pengetahuan lebih darinya. Selain itu, harus berwawasan luas, baik tentang tari maupun lainnya. “Sejauh ini saya lebih sering berlatih fisik, jadi kurang lihai materi, apalagi ditambah gugup berbicara di depan umum,” ungkapnya.

Monica menambahkan, sebagai generasi muda harus peduli dengan seni. Hal itu dapat dilakukan dengan langkah 3M, yakni menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan. Sebab, seni dan kebudayaan dapat menjadi investasi bangsa. “Sebagai generasi muda harus sadar dengan kekayaan negeri, agar tidak diambil oleh bangsa lain,” tandasnya. (tan/c1/hai)

 

Editor : Doni Setiawan
#Dunia Seni #pegiat seni tari #seni tari