KOTA BLITAR – Pedagang di kios Stadion Soeprijadi sisi utara mengeluhkan sarana dan prasarana (sarpras) yang belum berfungsi optimal. Seperti air dan toilet. Namun, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar membantah hal tersebut.
Kepala Dispora Kota Blitar Muhamad Aminurcholis mengatakan, ada 24 pedagang kaki lima (PKL) yang menempati kios sisi utara stadion tersebut. Mereka hasil relokasi dari beberapa titik. PKL yang menempati kios tersebut sudah diseleksi oleh beberapa OPD terkait. “Peresmian dilakukan pada 1 Juni lalu,” katanya kemarin (23/6).
Dispora, lanjut dia, telah memastikan sarpras di kios tersebut sudah lengkap. Mulai dari listrik, air, dan toilet. Bahkan, dispora berencana menambah beberapa titik lagi untuk toilet. “Saat ini kami masih akan melakukan pembenahan lebih lanjut,” akunya.
Terkait toilet di kios stadion yang tidak bisa difungsikan, dispora memang sengaja tidak membukanya untuk umum. Dispora hanya ingin toilet digunakan untuk pedagang. “Jadi memang sengaja dikunci dan kuncinya dibawa oleh koordinator stadion, karena itu bukan untuk toilet umum. Sebab, jumlah tandon dan septic tank terbatas,” paparnya.
Cholis mengatakan, air sumur sudah tersedia, tetapi belum tersalurkan kepada pengguna kios. Sebab, ada rencana bahwa pedagang di kios ingin membuat sumur sendiri. Dispora menyarankan agar pedagang berkoordinasi terlebih dulu sebelum membangun sumur mandiri. “Jangan sampai jumlah sumur terlalu banyak,” terang pria ramah ini.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah pedagang di kios sisi utara Stadion Soeprijadi mengeluhkan fasilitas toilet yang tidak bisa difungsikan. Akibatnya, pedagang kesulitan mendapatkan air. Pedagang pun terpaksa mencari air di pasar ikan yang berada di seberang kios. (tan/c1/sub)
Editor : Doni Setiawan