Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tingkat Konsumsi Ikan di Kabupaten Blitar Masih Rendah

M. Luki Azhari • Senin, 26 Juni 2023 | 22:35 WIB
MANIS GURIH: Konsumsi ikan menjadi sarana pemenuhan gizi sekaligus antisipasi stunting pada bayi.
MANIS GURIH: Konsumsi ikan menjadi sarana pemenuhan gizi sekaligus antisipasi stunting pada bayi.

KOTA BLITAR - Minat masyarakat Bumi Penataran menyantap ikan agaknya masih minim. Dalam setahun, rata-rata tiap orang hanya mengonsumsi sekitar 42 kilogram (kg) ikan. Jumlah tersebut jauh dari target yang ditetapkan pemerintah pusat.

Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Tangkap Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar Sugeng Eko Santoso menyatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menetapkan target konsumsi ikan. Masing-masing jiwa yakni 70 kg dalam setahun. Hal itu untuk mencukupi kebutuhan gizi dan antisipasi stunting pada bayi.

“Kalau di kami itu (42 kg) sudah sedang. Tapi kalau dilihat dari target bisa dibilang termasuk masih rendah,” ungkapnya kemarin (24/6).

Produksi perikanan tangkap dan perikanan darat dalam setahun terhitung lebih dari 2.000 ton. Sayangnya, jumlah tersebut belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Kabupaten Blitar. Itu karena mayoritas ikan diekspor ke luar kota, seperti Malang, Surabaya, dan lainnya lantaran nilai ekonominya lebih tinggi.

Kemudian untuk kebutuhan konsumsi di Kabupaten Blitar, jelasnya, lebih dari 500 ton per tahun. Itu termasuk perikanan tangkap laut dan ikan darat atau air tawar. Nah, biasanya ikan yang dikirim ke luar kota seperti jenis nila, gurami, lele, tuna, hingga cakalang.

“Kalau yang beredar di lokal sini misalnya pindang, pedo, seperti itu. Bukan hanya dari nelayan, masyarakat yang beli di warung juga termasuk menyumbang tingkat konsumsi ikan,” paparnya.

Menurutnya, tingkat konsumsi ikan yang belum mencapai target itu sempat dipicu wabah pandemi. Pembatasan yang diberlakukan pemerintah, tak pelak membuat sektor perekonomian terdampak. Dia menilai, grafik konsumsi ikan mulai menanjak pada awal tahun ini.

Disnakkan menargetkan, hingga akhir tahun mendatang, minat masing-masing orang mengonsumsi ikan minimal bisa melampaui 50 kg per tahun. Selain bisa menjadi acuan perkembangan pengelolaan ikan, ihwal ketetapan target itu untuk meminimalisasi potensi gizi buruk pada anak. “Karena omega 3 pada ikan bisa memenuhi gizi, kecerdasan, pertumbuhan anak. Kami juga dilibatkan dalam penanganan stunting,” tandasnya. (luk/c1/hai)

Editor : Doni Setiawan
#Menyantap Ikan #disnakkan #konsumsi ikan