Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mencicipi Manisnya Es Tung, Es Krim Legendaris yang Masih Eksis di Blitar

Doni Setiawan • Senin, 26 Juni 2023 | 22:49 WIB

LEGENDARIS: Lilis Astuti menyajikan es tung di tepi Jalan Dr Wahidin, Kelurahan Kepanjenlor, Kecamatan Kepanjenkidul, kemarin (23/6).
LEGENDARIS: Lilis Astuti menyajikan es tung di tepi Jalan Dr Wahidin, Kelurahan Kepanjenlor, Kecamatan Kepanjenkidul, kemarin (23/6).

KOTA BLITAR - Es puter tetap menjadi idola berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Rasanya yang khas, yakni gurih dan manis, menjadi magnet tersendiri bagi penikmatnya.

Di Blitar, es puter sering dikenal dengan sebutan es tung. Pasalnya, es tersebut sering dijajakan secara keliling menggunakan gerobak yang dilengkapi gong mini. Namun, keberadaan es puter kini semakin berkurang sehingga lebih sulit untuk ditemukan.

Es puter memiliki rasa dan tekstur yang berbeda daripada es krim lainnya. Rasa yang dihasilkan pun berbeda dengan es krim yang berbahan dasar susu. “Meskipun sekarang sudah banyak es krim baru, alhamdulilah tetap ada peminat es puter,” ujar salah satu penjual es puter, Lilis Astuti, kemarin (23/6).

Menurutnya, bahan baku untuk membuat es puter tidak banyak. Meliputi garam, santan, tepung, gula, soda, dan perasa. Garam menjadi bahan utama pembuatan es tung. Sebab, garam berfungsi untuk membekukan es krim tradisional tersebut. Caranya, garam dicampur es batu lalu diputar hingga beku,” terang warga Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo ini.

Perempuan 43 tahun ini menyajikan es puter dengan rasa bervariasi. Di antaranya, cokelat, vanila, kacang hijau, moka, nangka, hingga durian. Rasa cokelat dan vanila menjadi varian menu yang paling banyak diminati. “Kalau rasa lain hanya opsional, sesuai dengan ketersediaan bahan,” akunya.

Penyajian es puter dilengkapi dengan beberapa topping. Mulai ketan hitam, roti tawar, mutiara, dan jeli. Topping tersebut disajikan sesuai dengan permintaan pembeli. “Kalau mau es krim saja juga bisa,” katanya.

Es tung yang dijualnya dibanderol dengan harga Rp 5 ribu per cup. Meski tergolong murah, rasa dan sensasinya tak kalah nikmat dengan es krim yang dijual di kafe-kafe. Tak heran, es krim legendaris itu menjadi favorit sebagian besar orang. (tan/ c1/sub)

Editor : Doni Setiawan
#Es krim legendaris #Es Tung #es Puter