KOTA BLITAR - Rabies nyatanya tidak hanya menginfeksi hewan liar, tetapi juga hewan peliharaan dan ternak. Maka dari itu, peluang penularan rabies pada manusia pun semakin besar.
Rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis. Yakni, penyakit yang ditularkan dari hewan kepada manusia. “Penularannya melalui gigitan dan kontak pada air liur hewan yang terkena rabies,” ungkap drh Tika Fitria Wulan ketika ditemui di kliniknya, di Kecamatan Sananwetan, kemarin (23/6).
Tika memaparkan, hewan yang berisiko tinggi untuk menularkan rabies umumnya adalah hewan liar. Namun, bukan berarti hewan peliharaan aman dari potensi penularan penyakit. Utamanya hewan yang tidak mendapatkan vaksin rabies. Seperti anjing, kucing, dan kera.
Oleh karena itu, lanjut dia, penting untuk mengenali gejala rabies pada hewan. Terutama bagi pemilik hewan peliharaan, seperti kucing dan anjing. “Hewan menjadi lebih agresif serta keluar liur yang berlebihan (hipersalivasi),” terangnya.
Gejala lain yaitu hewan sering menjilat, menggigit, dan mengunyah bendabenda tertentu. Seiring perkembangan virus, anjing atau kucing yang terinfeksi bisa menjadi sensitif terhadap sentuhan, cahaya, dan suara. Selanjutnya, kelumpuhan otot tenggorokan dan rahang memunculkan gejala khas berupa busa atau buih pada mulut anjing.
Namun, Tika mengungkapkan bahwa tidak semua anjing menunjukkan gejala yang sama. Beberapa anjing yang terinfeksi justru pendiam, lemas, dan tampak lain. “Terkadang bahkan terlihat normal dan tidak menunjukkan gejala apa pun,” jelasnya.
Hewan yang terduga rabies harus segera dilakukan uji lab dan isolasi. Tujuannya agar tidak menular, baik kepada hewan lain atau manusia. “Isolasi dilakukan selama 14 hari setelah uji lab,” ujarnya.
Sebagai pencegahan, kata dia, vaksinasi menjadi hal yang sangat penting. Syarat vaksin pada hewan peliharaan yaitu sehat, aktif bergerak, suhu normal, dan nafsu makan baik. Vaksin bisa dilakukan mulai umur 6 bulan. “Mudah-mudahan dengan kasus penularan vaksin beberapa waktu terakhir bisa jadi sarana edukasi. Supaya owner sadar vaksin,” tandasnya. (mg2/c1/hai)
Editor : Doni Setiawan