Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Candi Mleri Kian Sepi, Ini Alasannya

Doni Setiawan • Senin, 26 Juni 2023 | 23:36 WIB
TERSEMBUNYI: Pengunjung mendaki di jalan setapak menuju Candi Mleri di Desa Bagelanan, Kecamatan Srengat.
TERSEMBUNYI: Pengunjung mendaki di jalan setapak menuju Candi Mleri di Desa Bagelanan, Kecamatan Srengat.

KABUPATEN BLITAR – Bumi Penataran memiliki segudang destinasi wisata sejarah dan budaya. Salah satunya, Candi Mleri di Desa Bagelenan, Kecamatan Srengat. Sayang, lokasi ini sepi dari kunjungan diduga karena kurang maksimal dalam pengelolaan wisata sejarah tersebut.

Anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Bagelenan, Yogi Prasetyo mengatakan, awal pembukaan wisata tersebut ramai dikunjungi. Namun, seiring berjalannya waktu, aktivitas pengunjung mulai mengalami penurunan. “Yang pasti hari Minggu. Karena orang sepedahan banyak yang ngepos di sini,” ungkapnya kemarin (24/6).

Awalnya di lokasi tersebut hanya terdapat Candi Mleri. Namun, pada 2017 baru ada spot baru yaitu Bukit pertapaan. Lokasinya pun ada di puncak perbukitan Gunung Pegat. Akses menuju candi cukup sulit dengan jalan yang menanjak dan cukup terjal. Jarang ada orang yang sampai puncak. “Di Bukit Pertapaan ada spot untuk foto-foto. Kami manfaatkan pemandangan alam,”  ujarnya.

Selain spot foto, terdapat beberapa warung makan dan tempat karaoke. Namun, hanya dibuka hari Minggu. Sebab, ketika weekday, pengunjung relatif sepi. Pria ramah itu menyadari infrastruktur menjadi pekerjaan rumah. Ini pun terjadi lantaran anggaran yang kurang memadai. “Promosi wisata belum maksimal. Pengunjung memang rata-rata ya dari sekitar Kecamatan Srengat,” katanya.

Tak hanya itu, lanjut dia, lokasi wisata berada di sekitar rumah warga dan terletak di gang yang tidak begitu besar. Ini menjadi faktor pemicu situs ini jarang diketahui oleh masyarakat Blitar Raya, terlebih dari luar daerah.

Dia mengungkapkan, meski sepi, wisata Bukit Pertapaan tetap dikunjungi oleh wisatawan. Namun, kondisi tersebut kian parah saat pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu. Bukit Pertapaan mengalami penurunan pengunjung yang signifikan. Selain itu, ada kerusakan di beberapa lokasi wisata sehingga perlu dilakukan perbaikan.

Salah satu pengunjung, Puji Lestari mengungkapkan, wisata Bukit Pertapaan kini jauh berbeda dari saat awal dibuka dulu. Menurutnya, dulu banyak spot foto yang menarik. Saat ini hanya ada satu spot yang masih bisa digunakan. Itu pun sudah rusak di beberapa bagian. “Dulu ada bunganya. Walaupun bukan asli, tapi bagus buat foto. Sekarang jadi kurang menarik,” ujar perempuan berhijab itu.

Wisata tersebut, harap dia, harusnya dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. Karena ada situs candi yang menjadi jejak sejarah. Tak hanya itu, Bukit Pertapaan memiliki potensi yang bagus apabila dapat dikelola dengan baik. “Jarang ada wisata yang alami seperti ini. Harusnya ada perhatian dan perbaikan,” katanya. (mg2/c1/hai)

Editor : Doni Setiawan
#wisata blitar #Candi Mleri sepi #Candi Mleri