KOTA BLITAR - Ratusan jemaah haji Bumi Penataran yang tergabung pada kloter 12, 13, 28, dan 88 dalam kondisi prima jelang wukuf di padang Arafah hari ini. Kendati begitu, kain basah diperlukan lantaran suhu udara di sana diprediksi lebih tinggi.
Kasi Pemberangkatan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blitar, Hamim Thohari mengungkapkan, hingga malam kemarin (24/6), para jemaah haji mengikuti pemantapan pelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Termasuk mempersiapkan kondisi tubuh. “Terdekat, jadwal jemaah yakni bergeser ke Arafah. Besok (hari ini) pagi perjalanan ke sana. Dia memastikan, menjelang ibadah inti, ratusan jemaah yang didominasi jemaah lansia itu masih dalam kondisi prima. Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem di padang Arafah, pihaknya telah mengimbau jemaah membawa kain basah untuk melembapkan area hidung dan wajah. melaksanakan ibadah wukuf,” ungkapnya kemarin (25/6).
Wukuf di Arafah, kata dia, merupakan salah satu rukun haji yang wajib dilakukan. Jemaah yang tidak mengerjakan wukuf di Arafah, lanjut Hamim, berarti tidak menunaikan haji. Itu karena melaksanakan wukuf adalah wajib, sebab menentukan sahih dan tidaknya ibadah haji seseorang.
Pria ramah itu menambahkan, wukuf adalah puncak dari ibadah haji. Dalam pelaksanaannya, seluruh jemaah haji akan berhenti dari segala aktivitas. Mereka berkumpul di padang Arafah sambil memperbanyak memanjatkan doa. “Meskipun begitu, kami mewaspadai cuaca di sini. Karena sampai kemarin siang suhunya mencapai 40 derajat,” tambahnya.
Setelah bergeser dari Arafah, besok jemaah haji dijadwalkan menuju Muzdalifah, daerah terbuka di antara Makkah dan Mina di Arab Saudi. Muzdalifah merupakan tempat jemaah haji diperintahkan untuk singgah dan bermalam setelah bertolak dari Arafah. “Tidak hanya bermalam, di sana jadi kesempatan jemaah membersihkan diri dan membentengi hati dengan bertaubat, berzikir, dan bersyukur,” ungkapnya. (luk/c1/hai)
Editor : Doni Setiawan