Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Karena El Nino, Hujan Tetap Siapa Kekeringan

Zaki Jazai • Rabu, 28 Juni 2023 | 15:17 WIB

SELALU SIAP : Petugas BPBD mengecek kesiapan mobil tanki yang nantinya digunakan untuk droping air bersih.
SELALU SIAP : Petugas BPBD mengecek kesiapan mobil tanki yang nantinya digunakan untuk droping air bersih.

TRENGGALEK - Kendati sesekali hujan masih turun, masyarakat di Bumi Menak Sopal tetap waspada akan bencana kekeringan. Hal ini dilakukan lantaran saat ini Trenggalek akan memasuki musim kemarau.

Hal ini terjadi karena berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah di Jawa Timur (Jatim) curah hujuan akan menurun beberapa hari kedepan. Hal tersebut terjadi karena dampak adanya El Nino yang berpotensi mengakibatkan kekeringan karena minimnya curah hujan. “Kami telah melakukan antisipasi terkait adanya kekeringan, seperti bekoordinasi dengan unsur forum pimpinan kecamatan (Forkopimca) di masing-masing wilayah,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek St. Triadi Atmono.

Dia melanjutkan, selain itu berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, biasanya terjadi permintaan air pada kisaran Juni-Juli ini. Namun, Ketika ada satu dua desa yang meminta bantuan air tersebut, sesekali hujan masih terjadi. Dengan demikian permintaan yang dilakukan tersebut tidak berlangsung setiap hari, atau jika stok air tidak ada. “Jadi setelah ada permintaan itu dilihat, apakah masih ada hujan atau tidak. Jika tidak ada pastinya permintaan air bersih akan terus ada hingga musim penghujan tiba,” katanya.

Memang dimungkinkan dengan perubahan siklus cuaca, permintaan air tersebut berpotensi akan terjadi kembali. Untuk itu BPBD memilih untuk mempersiapkan Langkah antisipasi juga segala sesuatu yang dibutuhkan, khususnya mengantisipasi wilayah-wilayah yang selama ini dikenal sering terdampak. Langkah antisipasi tersebut dilakukan dengan terus melakukan pemantauan di beberapa daerah yang berpotensi kekeringan. Selain itu, juga setiap harinya dilakukan pengecekan terhadap lima unit mobil tangki air yang nantinya digunakan untuk pendistribusian air bersih. Sehingga jika ada permintaan, armada tersebut langsung siap untuk membeli air minum dan mendistribusikannya. Disisi lain BPBD telah menyiapkan tandon-tandon air di lokasi strategis. Jadi jika terjadi kekeringan tandon air bersih tersebut tinggal di droping, dan masyarakat bisa mengambilnya.

Sehingga, dimungkinkan pada tahun ini tidak terjadi perubahan yang signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sebab saat ini bencana kekeringan belum terjadi, karena belum ada permintaan resmi dari desa terdampak atau himbauan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) terkait itu. “Jika ada kurang atau tambahan paling ada empat atau lima desa saja di seluruh Trenggalek, sebab disini seluruh kecamatan berpotensi. Dan, sementara ini belum ada permintaan air bersih di kami,” jelas pria yang juga diberi tugas tambahan sebagai Plt Kepala Satpol PPK Trenggalek ini. (jaz)

Editor : Zaki Jazai
#Pemkab Trenggalek #trenggalek hari ini