RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Setelah ditunda tiga kali, akhirnya Jembatan Ngujang sisi timur dilakukan open traffic siang kemarin (28/6). Ada rekayasa tertentu dalam pembukaan jembatan ini agar tidak terjadi penumpukan di simpang tiga Ngantru. Setelah itu, jembatan sisi barat langsung dibongkar untuk proses lebih lanjut.
Kanit Kamsel Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Kikis Agung Dwi Husodo mengatakan, uji coba pembukaan Jembatan Ngujang 1 sisi timur ini dilakukan sejak pukul 11.00 WIB. Pihaknya juga melakukan evaluasi setelah memantau lalu lintas di jembatan. Setelah kami evaluasi selama 1 jam, tidak ada penumpukan kendaraan. Namun, dua hari lagi ditinjau untuk evaluasi.
“Kami juga melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurangi kemacetan. Bila memang kondisi arus lalu lintas bisa bertahan, rekayasanya dilakukan secara permanen, termasuk long weekend,” ujar Kikis.
Rekayasa lalu lintas itu seperti kendaraan dari arah Blitar tidak boleh langsung ke utara dan harus lewat selatan, sedangkan yang dari arah selatan atau Tulungagung menuju Blitar harus lurus ke utara dan tidak boleh belok ke timur agar tidak ada crossing di simpang tiga Ngantru. Nantinya, pengendara bisa putar balik di utara Polsek Ngantru, sedangkan di selatan bisa putar balik setelah garis putus-putus atau tolo-tolo.
Sebelum pembukaan jembatan telah disiapkan petugas jaga yang disediakan pihak ketiga. Penjaga bertugas selama 24 jam di ujung selatan dan utara jembatan yang terdiri dari 4 orang. Kemudian untuk perambuan sudah lengkap, lampu rotator sudah ada di ujung jembatan, dan rambu penyempitan jalan. “Oleh karena itu, pengamanan jembatan sudah dipastikan siap untuk kendaraan ringan hingga berat,” terangnya.
Sementara itu, Manajer PT Baja Titian Utama, Agus Suwito menerangkan bahwa langsung dilakukan pembongkaran jembatan sisi barat pada Rabu siang. Itu dilakukan dengan menggunakan alat besar di tengah jembatan untuk membongkar aspal. Pihaknya mengakui bila kondisi ini belum permanen, bahkan jembatan sisi timur belum dipasang maksimal. “Nanti kedua jembatan ini akan disambung, setelah sisi barat selesai dibongkar. Dibangun hingga mancang lagi, tergabung menjadi satu dengan empat lajur,” tutur Agus.
Nantinya, jembatan sisi barat dibongkar seperti sisi timur dan ditambah empat tiang pancang. Hal yang sama juga dilakukan pada sisi timur. Langkah itu untuk mengantisipasi gerusan, apalagi bahannya dari beton. Jembatan sisi timur belum maksimal karena harus menunggu pembangunan jembatan sisi barat terlebih dahulu. Bila kedua jembatan sudah 70 persen selesai, baru disambungkan jadi satu sehingga dapat menempel jadi satu. “Kami memastikan pengerjaan bisa selesai pada November sehingga akhir tahun sudah sepenuhnya bisa dilewati pengendara,” pungkasnya. (jar/c1/rka)
Editor : Nurul Hidayah