KOTA BLITAR – Ekskavasi situs Candi Gedog di Kelurahan Candi Gedog, Kecamatan Sanawetan, tidak berhenti di tahap kelima. Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar dan Balai Pelestarian Kebudayaan (Bapelbud) Wilayah Ke-XI Jawa Timur berencana melanjutkan ekskavasi kembali di tahun depan.
Ekskavasi dilakukan untuk menguak sejarah situs budaya peninggalan Kerajaan Majapahit. Di tahap kelima, tim bapelbud berhasil menemukan struktur bangunan yang diduga pagar dan petirtaan. “Kemungkinan ekskavasi lanjutan dilakukan tahun depan. Untuk bulannya belum bisa dipastikan,” kata Pamong Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar, Rahardi Priyo Sembada, ketika ditemui di kantornya kemarin (27/6).
Disbudpar, kata Rahardi, berupaya selalu mengajukan anggaran untuk ekskavasi situs-situs budaya di Kota Blitar. Tahun ini ada dua lokasi yang menjadi fokus disbudpar. Yakni, di situs Candi Gedog dan situs Karangtengah yang berada di belakang RSUD Mardi Waluyo.
Kedua situs budaya tersebut disinyalir merupakan peninggalan era Majapahit. Indikasinya adalah penggunaan batu bata merah pada struktur bangunan. “Khusus situs Karangtengah, dugaan sementara adalah permukiman era Majapahit. Pemetaan lanjutan direncanakan akhir tahun ini,” jelasnya.
Terkait anggaran ekskavasi situs Candi Gedog tahap kelima, disbudpar mengaku mendapat bantuan dari Bapelbud Wilayah Ke-XI Jawa Timur. Sebelumnya, di tahap keempat, anggaran berasal dari Pemkot Blitar dengan nilai sebesar Rp 80 juta.
Disparbud menargetkan ekskavasi situs Candi Gedog dilakukan hingga tuntas. Artinya, ekskavasi dilakukan hingga menemukan struktur bangunan situs secara lengkap. Disparbud menyebut, progres ekskavasi tahun ini baru sekitar 40 persen.
Menurutnya, ekskavasi memang memerlukan waktu yang lama. Sebab, tim juga harus meneliti hasil temuan tersebut. Disparbud berharap penemuan candi itu bisa menjadi potensi tempat wisata baru. Utamanya wisata cagar budaya. “Tujuannya memang ke arah itu. Meskipun untuk perawatan dan pengelolaannya belum bisa dipastikan karena masih ada ekskavasi lanjutan,” ujarnya.
Terpisah, Ketua Tim Ekskavasi Candi Gedog dari Bapelbud Wilayah XI Jatim, Nugroho Harjo Lukito mengatakan, anggaran ekskavasi kelima memang dibiayai oleh Bapelbud Jatim. Alokasi anggarannya sebesar Rp 130 juta. “Untuk tahap kelima, kami yang membiayai. Sebelumnya memang dari Pemkot Blitar,” ungkapnya.
Rincian anggaran itu digunakan untuk membayar pekerja, konsumsi, penginapan, dan pembelian alat-alat ekskavasi. “Nanti secara berkelanjutan akan ada ekskavasi lagi. Tahun depan kemungkinan anggaran dari disbudpar. Jadi bisa bergantian. Dalam setahun bisa dua kali pelaksanaan ekskavasi. Anggaran tahun depan belum tahu pasti,” tandasnya. (mg2/c1/sub)
Editor : Doni Setiawan