Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Peminat Kambing di Blitar Surut, Apa Alasannya?

Agus Muhaimin • Jumat, 30 Juni 2023 | 23:45 WIB

MAHAL: Imam Mahbub sedang memberi pakan ternaknya di kandang belakang rumah kemarin (28/6).
MAHAL: Imam Mahbub sedang memberi pakan ternaknya di kandang belakang rumah kemarin (28/6).
 

KABUPATEN BLITAR - Harga ternak kambing untuk persiapan Idul Adha terus merangkak naik. Meskipun begitu, permintaan hewan tersebut berlangsung hingga saat ini. Bahkan, masih ada juga pengiriman hewan pada hari raya.

Salah satu peternak kambing asal Desa Bendowulung, Kecamatan Sanankulon, Imam Mahbub memaparkan, harga kambing mulai naik sejak sebulan lalu. Ini tidak lain sebagai dampak permintaan tinggi di momen Idul Adha. Harga tersebut naik secara bertahap yakni Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per minggunya. Meskipun tak banyak, hal tersebut jadi pertimbangan para calon pembeli. “Harga kambing naik pelan-pelan sejak empat minggu lalu,” ujarnya kemarin (28/6).

Mahbub -sapaannya- menyebutkan, saat ini harga kambing mencapai Rp 3,5 juta per ekornya. Bahkan, kambing dengan kondisi fisik bagus bisa mencapai Rp 4 juta. “Biasanya harga kambing hanya berkisar Rp 3-3,2 juta. Tapi tergantung kondisi fisik dan jenisnya juga,” sebutnya.

Dia mengatakan, harga kambing bisa dikatakan stagnan jika dibandingkan Idul Adha tahun lalu. Artinya, harga kambing masih sama. Sebab, kenaikan harga kambing bersifat musiman. “Harganya naik kalau ada momen, itu pun juga tidak terlalu banyak,” jelas pria 36 tahun ini.

Hal senada juga diungkapkan oleh pedagang ternak lainnya, Jalali. Dia mengaku, permintaan ternak masih berlanjut hingga hari H Idul Adha. Meskipun begitu, permintaan tahun ini cenderung turun. Dimungkinkan, hal tersebut akibat tahun lalu masih ada kasus PMK pada sapi. Akibatnya, pelanggan beralih ke kambing. “Tahun lalu kasus PMK banyak menyerang sapi,” papar pria asal Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan ini.

Lanjut dia, biasanya penjualan kambing saat Idul Adha mencapai 25-30 ekor. Tahun ini hanya 17 ekor. Dia hanya mengirimkan ternak ke Blitar Raya. Seperti ke wilayah Kecamatan Kademangan, Sutojayan, Wonodadi, Panggungrejo, Binangun, dan lainnya. “Masih ada 5 ekor hewan yang minta dikirim nanti malam dan besok pagi,” tandasnya. (tan/c1/hai)

Editor : Doni Setiawan
#ternak kambing #idul adha #kambing #harga kambing