KABUPATEN BLITAR – Sebagian umat muslim sudah merayakan Idul Adha, begitu juga di Bumi Penataran. Kemarin (28/6), ratusan warga di Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat, berkumpul di lapangan desa setempat dan menggelar salat Idul Adha.
Ya, pemerintah telah menetapkan Idul Adha 10 Zulhijah 1444 Hijriah bagi jemaah Muhammadiyah jatuh pada Rabu kemarin. Untuk itu, meskipun cuaca mendung dan gerimis, tetapi tak menghalangi warga Desa Purwokerto melaksanakan ibdah tersebut dengan khusyuk.
Seperti diketahui, terjadi perbedaan penetapan Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah di Indonesia. Muhammadiyah lebih dulu menetapkan Idul Adha melalui hitungan hisab yang jatuh pada hari Rabu (28/6). Sementara itu, pemerintah melalui rukyat pada sidang isbat menetapkan 10 Zulhijah 1444 Hijriah jatuh pada Kamis (29/6). Perbedaan tersebut tidak lantas menjadi hal yang harus diperdebatkan. Toleransi dan menghargai harus tetap menjadi landasan keutuhan dalam bermasyarakat. “Memang tidak semua masyarakat sini merayakan Idul Adha hari ini. Ada yang baru merayakannya besok. Ini sudah menjadi hal biasa. Yang penting toleransi tetap terjaga,” ucap khotib, Ustad Bukhori Muslim, Desa Purwokerto.
Salah satu warga, Siti Maslikah mengatakan, antusiasme masyarakat masih sama seperti tahun lalu, meskipun sejak pagi cuaca kurang bersahabat. “Walaupun sejak subuh mendung dan gerimis, tapi masih ramai. Selesai salat langsung bubar karena gerimis,” ujarnya.
Salat Idul Adha yang dilakukan di lapangan ini digelar pada pukul 06.30. Likah -sapaannya- yang rumahnya berseberangan dengan lokasi ibadah mengaku bahwa sejak pukul 06.00 masyarakat sudah berdatangan. “Wah, sejak pukul 06.00 sudah banyak yang datang. Apalagi anak-anak sampai lari-larian,” ungkapnya dengan antusias.
Setelah salat Idul Adha, warga Dusun Domot mempersiapkan penyembelihan yang diadakan pada pukul 08.00 WIB. Hewan yang dikurbankan pada tahun ini ada 4 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Pembagian hewan kurban yaitu pada warga sekitar dan pada orang yang berkurban. “Ada satu sapi yang berasal dari arisan rutinan warga. Nanti disembelih di halaman madrasah,” tandasnya. (mg2/c1/hai)
Editor : Doni Setiawan