Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Warga Blitar Wajib Waspada, Drainase Diabaikan Picu Genangan Air

Doni Setiawan • Sabtu, 1 Juli 2023 | 00:00 WIB
HARUS DIPERHATIKAN: Genangan air di sisi timur di jalan raya Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, kemarin (29/6).
HARUS DIPERHATIKAN: Genangan air di sisi timur di jalan raya Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, kemarin (29/6).

KABUPATEN BLITAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar harus terus memantau kawasan pinggiran. Sebab tak sedikit butuh sentuhan infrastruktur, agar pengendara motor merasa nyaman ketika melintas.

Berdasarkan pantauan di lapangan, gerimis sebentar membuat genangan di pinggir jalan, kemarin (29/6). Termasuk di jalan raya yang menghubungkan antara Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat dan Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi.

Genangan air bertebaran di sisi timur jalan, sehingga membuat pengendara yang melintas harus berhati-hati. “Banyak genangan ketika saya melintas, terutama di sisi timur,” terang salah satu pengguna jalan, Firmansyah.

Dia melihat secara langsung genangan air dengan luberan kecil hingga besar. Dimungkinkan akibat tidak ada drainase. Dengan begitu air sisa gerimis maupun hujan tidak bisa mengalir. Akibat genangan di pinggir jalan ini terkadang diterjang pengendara, sehingga muncrat ke rumah warga.

Dia menjelaskan, berbeda dengan jalan di sisi barat yang sudah ada drainase berukuran besar, wajar tidak ada genangan air.

Semestinya di sisi barat diperlakukan serupa agar pemandangan luberan air tidak terlihat. “Sisi kanan dan kiri jalan semestinya ada drainase, apalagi jalan ini menghubungkan antara Kabupaten Tulungagung dan Blitar,” tandasnya.
Selain drainase, kekurangan infrastruktur termasuk jalan bergelombang. Maka pengendara motor rawan kecelakaan ketika memacu kendaraan dengan kencang. Jika motor tidak bisa dikendalikan, akan berakibat oleng dan bisa menabrak.

Dia memperkirakan kerusakan jalan yang hanya ditambal sulam ini, akibat truk bermuatan pasir. Apalagi jika malam hari bisa dilihat dengan jelas hilir mudik truk. “Truk dari arah Blitar ke Tulungagung, biasanya tujuan Ponorogo,” ungkapnya.

Jika tiap hari dilintasi truk, akan berdampak parah dengan kondisi jalan. Belum lagi perawatan jalan sering diabaikan, berdampak akan memperparah kerusakan. Padahal jalur tersebut merupakan jalur utama dengan mobilitas kendaraan roda 2 maupun 4 tergolong tinggi.

Selain drainase dan jalan bergelombang, masih ada lampu penerangan jalan. Ada lampu tidak berfungsi ketika malam hari. Suasana gelap akan teras jika melintas di sekitar jalur itu.

Jika tidak dikontrol pihak terkait, akan lebih lama kondisi lampu penerangan jalan yang tidak berfungsi.

Dia berharap ada upaya nyata dari pihak-pihak terkait melakukan pembenahan fasilitas untuk publik. Sebab warga negara telah membayar pajak, maka berhak mendapatkan layanan pemerintah dengan baik. (sch/din)

Editor : Doni Setiawan
#genangan air #drainase #pemkab