TRENGGALEK - Gempa berkekuatan magnitudo 6,4 yang berpusat di daerah Bantul, DIY, juga berdampak kerusakan di wilayah Bumi Menak Sopal. Pasalnya, sebuah rumah di Dusun Kedekan, Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, rusak akibat gempa yang terjadi pada Jumat (30/6) sekitar pukul 20.00 tersebut. Untuk itu, telah dilakukan kerja bakti untuk membersihkan puing-puing bangunan.
Sebab, beberapa menit setelah gempa tersebut berhenti, atap rumah milik Lilik Sudarmi ambruk. Akibatnya, runtuhan atap tersebut mengenai perabotan rumah yang ada di dalam. Bangunan tersebut dihuni oleh empat orang yaitu Lilik Sudarmi; sang anak, Ahmad Nur Rohman, 28; juga menantu dan cucunya. “Ketika terjadi gempa, kami lari keluar rumah hingga guncangan gempa berhenti,” ungkap salah satu penghuni rumah, Ahmad Nur Rohman.
Setelah gempa berhenti, dia beserta tiga kerabat lainnya langsung masuk ke rumah. Namun, ketika akan masuk, mereka sekeluarga kaget dengan suara keras akibat atap rumah roboh. Seketika itu juga ada kepulan debu dari dalam rumah. Untung saja, ketika kejadian tersebut, seluruh anggota keluarganya sedang berada di luar sehingga korban jiwa dapat dihindari. “Mungkin karena atap rumah ini sudah tua, makanya rapuh, apalagi sejak saya kecil rumah ini belum juga diperbaiki,” katanya.
Hal tersebut diakui oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, St. Triadi Atmono. Dia menambahkan, setelah mendapatkan laporan tersebut, tim reaksi cepat (TRC) langsung melakukan pengecekan di lokasi. Setelah itu, di dalam rumah yang ambruk tersebut didapati beberapa barang berharga yaitu dua unit sepeda motor, beberapa karung gabah, dan diesel. “Jadi untuk sementara ini kerugian yang masuk adalah dua unit sepeda motor itu, yaitu Honda Supra Fit dan Honda Beat,” imbuhnya.
Selain itu, berdasarkan data laporan yang didapat BPBD, ada tiga titik lokasi lainnya yang rusak akibat gempa yang tidak berpotensi tsunami tersebut. Kerusakan lainnya meliputi plafon musala di Desa Siki, Kecamatan Dongko, yang runtuh; sebuah rumah di Dusun Gebang, Desa Kertosono, Kecamatan Panggul; serta atap dapur rumah di Desa Semarum, Kecamatan Durenan, yang juga mengalami kerusakan. Di Dusun Gebang, Desa Kertosono, Kecamatan Panggul, diketahui menimpa Mali. Di lokasi tersebut, sebagian tembok rumah ambrol, dan genting rumah tersebut juga banyak yang melorot jatuh ke tanah. Kemudian, di Desa Semarum, struktur kerangka atap dapur rumah warga mengalami kerusakan, tetapi tidak sampai roboh.
Dengan kejadian tersebut, nantinya petugas dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan melakukan survei bangunan di Kabupaten Trenggalek yang terdampak gempa Bantul. Petugas telah melakukan pembersihan rumah yang atapnya ambruk di Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, serta memberikan kebutuhan sembako untuk korban penghuni rumah. “Syukurlah akibat kejadian ini tidak ada korban jiwa,” jelas Triadi. (jaz/c1)
Editor : Zaki Jazai