Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Awas Pedagang Durian Nakal, Pemkab Kudu Lindungi Konsumen

Zaki Jazai • Minggu, 2 Juli 2023 | 14:48 WIB
TELITI DULU : Durian yang ada di Trenggalek siap untuk dijual.
TELITI DULU : Durian yang ada di Trenggalek siap untuk dijual.

TRENGGALEK - Perlindungan terhadap para pencinta buah durian terkait harga tiap verietas harus benar-benar dilakukan. Tujuannya tidak lain untuk menghindari para pencinta buah yang dikenal dengan baunya tersebut dari permainan oknum pedagang nakal.

Hal itu perlu dilakukan mengingat saat ini di wilayah Trenggalek sedang musim durian. Terlihat di beberapa tepi jalan marak akan para pedagang. Dengan kondisi tersebut, tidak menutup kemungkinan ada pedagang nakal yang menjual durian dengan harga di atas normal, dengan dalih durian varietas unggul. “Kami terus berupaya melindungi para konsumen durian dari permainan pedagang nakal itu, salah satunya dengan melaksanakan kontes durian,” ungkap Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin.

Dia melanjutkan, dengan itu bisa dilakukan identifikasi tiap jenis durian secara selektif. Hal tersebut bertujuan sebagai bentuk upaya mengenali jenis durian yang bakal dibeli masyarakat. Kemudian, ketika dimakan tidak membuat para pembeli kecewa, mengingat masih ditemukan ulah pedagang-pedagang nakal yang mengaku durian Trenggalek tetapi sebenarnya bukan. “Trenggalek itu terkenal akan duriannya. Sehingga jika ada orang dari daerah luar datang pasti bakal membeli. Makanya ini perlu dilakukan perlindungan agar mereka tidak kecewa,” katanya.

Identifikasi durian Trenggalek itu meliputi dari bentuk, warna kulit, dan paling utama yaitu rasa yang enak. Durian Trenggalek memiliki nilai sejarah warisan sejak zaman Belanda. Menurutnya, jika pohon durian sudah 15 tahun ke atas, maka rasanya lebih enak. “Kita harus mencintai komoditas-komoditas lokal seperti ini. Kalau bukan kita siapa lagi, karena kita, tentunya ekonomi itu bisa berputar dengan mencintai produk-produk lokal sendiri,” terangnya.

Contohnya, durian Lumajang yang bernama Durian Kembang. Dinamakan Durian Kembang karena ketika dibelah ada anak durian yang menyerupai kembang di tengah-tengahnya. Hal-hal seperti ini menjadikan orang mudah mengenali sehingga tidak mudah ketipu. “Apa yang menjadi unggulan suatu daerah harus disosialisasikan, karena orang akan mencari-cari, termasuk durian Trenggalek,” jelasnya. (jaz/c1)

Editor : Zaki Jazai
#Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin #trenggalek update #trenggalek hari ini