Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Musim Libur, Becak Wisata Makam Bung Karno Laris Manis

Agus Muhaimin • Senin, 3 Juli 2023 | 21:33 WIB
UNTUNG BESAR: Sejumlah tukang becak sedang mengantarkan para pengunjung wisata ke makam Bung Karno.
UNTUNG BESAR: Sejumlah tukang becak sedang mengantarkan para pengunjung wisata ke makam Bung Karno.

KOTA BLITAR - Momen libur cuti bersama dan libur sekolah dimanfaatkan sebagian orang untuk berlibur. Salah satunya melakukan ziarah ke wisata Makam Bung Karno. Peningkatan jumlah pengunjung ternyata membawa dampak positif bagi sejumlah tukang becak di  sekitar area wisata.

Salah satu tukang becak, Hartono mengaku jumlah pengunjung wisata cukup ramai dari biasanya. Kondisi tersebut sudah berlangsung mulai kemarin sore. “Ya ada sedikit peningkatan. Walaupun tidak banyak,” ujar pria 50 tahun ini.

Menurutnya, ketika momen liburan penumpang becak didominasi dari luar daerah. Seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat. Sedangkan untuk wilayah lokal didomianasi kunjungan anak-anak sekolah. “Sering ada kunjungan dari pondok pesantren. Terutama luar Jatim,” jelasnya.

Dalam momen liburan seperti ini, lanjut dia, cukup lumayan. Padahal pada hari biasa Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu yang bisa dibawa pulang. “Nggak pasti sebenarnya. Tapi ya lumayan dari pada biasanya,” paparnya.

Tak hanya Hartono, tukang becak lain Sutikno juga mengalami hal serupa. Menurutnya penumpang didominasi anak-anak dan lanjut usia (lansia). “Ya sering orang-orang lansia. Kan ndak kuat jalan,” jelasnya.

Momen ini tentu dimanfaatkan oleh Sutikno. Pasalnya, dia pernah hanya membawa pulang Rp 50 ribu setelah seharian menunggu penumpang. Dengan adanya momen ini sekitar Rp 800 ribu bisa pria berambut putih ini dapatkan. “Yo nggak kenek dadi patokan, kadang sek enek seng nawar (ya tidak bisa jadi patokan, kadang masih ada yang menawar),”ungkap dia.

Terkadang Sutikno terpaksa mengiyakan tawaran penumpang. Sebab jika tidak, dia harus menunggu penumpang lain yang tidak tentu datangnya. “Ya terpaksa. Mumpung ada penumpang. Kalau nggak ya harus nunggu lagi. Ya kalau ada, kalau enggak kan kehilangan kesempatan,” ujarnya.

Salah satu wisatawan asal Surabaya, Ismi Afifah mengaku naik becak untuk mengenalkan kendaraan trasional pada anak-anaknya. Di momen liburan, Perempuan asli Kota Blitar ini mengaku rutin melakukan ziarah ke malam Presiden pertama Indonesia. “Paling tidak satu tahun sekali saya ajak anak-anak ziarah. Juga mengenalkan kampung halaman saya sama mereka,” ujarnya. (mg2/hai)

 

Editor : Doni Setiawan
#Becak Wisata #musim libur #cuti bersama #momen libur #makam bung karno