KOTA BLITAR - Peristiwa gempa bumi tercatat ribuan kali menggoyang masyarakat Jawa Tengah hingga Jawa Timur sepanjang 2023. Perairan selatan Jawa jadi pusat gempa paling mendominasi. Meski begitu, dipastikan tak ada potensi bencana tsunami.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Nganjuk, Sumber Harto menjelaskan, pada periode Januari-Juni tahun ini pihaknya mendeteksi ada sebanyak 2.495 peristiwa gempa bumi. Aktivitas pelepasan energi getaran dari dalam bumi itu tersebar di wilayah perairan Jawa. Menurutnya, jumlah tersebut cenderung cukup banyak terjadi.
“Hal ini menunjukkan jumlah kegempaan di wilayah selatan Jawa, baik itu Jateng dan Jatim mengalami peningkatan,” ungkapnya kemarin (1/7).
Aktivitas gempa, kata dia, disebabkan karena dua faktor. Misalnya, banyaknya titik subduksi di area selatan Jatim dan sesar aktif yang terdeteksi di Jateng serta Jatim. Akan tetapi, belum ada catatan riwayat gempa yang memicu gelombang air laut naik signifikan.
Ribuan gempa bumi tersebut, lanjut Harto, memiliki magnitudo atau kekuatan yang bervariasi. Umumnya antara 3-5 magnitudo. Dari banyaknya gempa yang telah terjadi, BMKG mencatat dominan sebatas 3 magnitudo dengan pusat gempa kurang dari 60 km.
“Apabila pusat gempa tidak terlalu dalam biasanya hanya dirasakan wilayah lokal atau sekitar pusat gempa. Tapi, itu memiliki ciri cukup merusak,” paparnya.
Dari 2.495 kejadian, gempa bumi terbanyak terjadi pada bulan April. Yakni dengan 505 kejadian. Kemudian, gempa yang bisa dirasakan sebanyak 37 kejadian.
“Dampak gempa itu tergantung kekuatannya. Semakin kuat gempa, semakin besar potensi merusaknya. Dihubungkan dengan kedalaman. Kalau kedalaman menengah, potensi kerusakan kecil, yang merasakan banyak,” imbuhnya.
Pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak panik saat merasakan gempa bumi. Melainkan, melakukan mitigasi bencana, seperti segera menuju jalur evakuasi. “Perhatikan juga tempat berpijak. Hindari apabila terjadi rekahan tanah,” sambungnya.
Sebelumnya, warga Blitar dihebohkan dengan gempa bumi pada Jumat (30/6) malam lalu. Gempa tersebut dilaporkan terasa sampai sejumlah wilayah di Jatim dengan skala IV Modified Mercalli Intensity (MMI). Parameter update BMKG, pusat gempa berada pada kedalaman 67 km di barat daya Bantul, dengan episenter 8,36 derajat LS, 110,08 derajat BT.
“Kerusakan yang ditimbulkan sebenarnya ringan. Dampaknya ada genting jatuh, tapi kalau konstruksi yang kurang bagus mungkin itu rusak berat,” tandasnya. (luk/c1/hai)
Editor : Doni Setiawan