KABUPATEN BLITAR - Sementara itu, dua hari pascagempa yang berpusat di Kabupaten Bantul, DIY, pada Jumat (30/6), BPBD Kabupaten Blitar mulai menerima laporan kerusakan rumah. Sedikitnya tiga rumah ikut terdampak gempa dengan magnitudo 6,2 skala richter tersebut.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Blitar Ivong Berttyanto menyebut, tiga rumah itu tersebar di sisi timur Bumi Penataran. Rinciannya, dua rumah di Kecamatan Doko, sementara sisanya di Kecamatan Wlingi. Kerusakan masih dalam kategori ringan.
“Jenis kerusakannya retak-retak pada dinding. Selebihnya tidak ada. Petugas sudah asesmen di lokasi,” ujarnya kemarin (2/7).
Laporan dampak gempa kali pertama terdeteksi di rumah milik Sukaji, 48, warga Desa Kalimanis, Kecamatan Doko. Rumah yang dihuni sebanyak lima anggota keluarga itu mengalami kerusakan bangunan sisi ruang tamu dan pilar teras. Muncul retakan vertikal usai gempa.
Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di rumah milik Sulistyono, 44, warga Desa Plumbangan, Kecamatan Doko. Retakan akibat gempa itu kentara pada bangunan ruang tamu serta dinding kamar. Rumah yang juga dihuni lima jiwa itu tetap ditinggali.
“Satu lainnya rumah milik Bapak Tukiyat, 52, warga Kelurahan Klemunan, Wlingi. Sebagian tembok retak, genting berjatuhan,” papar pria berkacamata itu.
Sejumlah personel dikerahkan untuk memantau kondisi kerusakan rumah. BPBD juga melakukan asesmen sebagai langkah awal mendeteksi kerusakan imbas gempa. Hasilnya dipastikan tidak ada korban jiwa dari peristiwa itu. “Kerugian materiel sangat minim. Tiga rumah itu rusak ringan,” imbuhnya.
Ivong mengimbau masyarakat segera melapor jika mendeteksi adanya dampak gempa. Hal itu untuk meminimalisasi adanya kerusakan lanjutan. Pihaknya masih menerjunkan sejumlah petugas untuk memantau kondisi di lapangan. Utamanya masyarakat bermukim di daerah dengan kontur tanah sensitif.
“Kami akan himpun lagi apabila ada laporan tambahan. Bantuan logistik telah didistribusikan, perbaikan penanganan mandiri oleh warga,” tandasnya.
Warga Jateng dan Jatim sebelumnya dihebohkan dengan gempa bumi pada Jumat (30/6) pukul 20.00 lalu. Gempa berkekuatan 6,2 skala richter itu diketahui berpusat di Kabupaten Bantul, DIY. Melansir Jawa Pos Radar Jogja, sejumlah 76 rumah mengalami kerusakan. Gempa susulan masih terjadi sebanyak 45 kali. (luk/c1/hai)
Editor : Doni Setiawan