TRENGGALEK - Stamina prima benar-benar diperlukan ketika akan berangkat haji agar bisa menjalani setiap agenda di sana. Pasalnya, dimungkinkan karena kelelahan menjalani aktivitas, satu jemaah haji asal Bumi Menak Sopal dilaporkan meninggal.
Jemaah haji yang meninggal tersebut adalah Sumarno, 66, warga Desa Masaran, Kecamatan Munjungan. Jemaah tersebut tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 47 asal Trenggalek dan didapuk menjadi ketua regu 04. “Jemaah itu berangkat ke Tanah Suci bersama sang istri. Dengan kondisi demikian, maka sang istri pulang ke tanah air sendiri,” ungkap Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Trenggalek, Agus Prayitno.
Dia melanjutkan, meninggalnya jemaah tersebut di Tanah Suci di luar prediksi semuanya. Sebab, ketika berangkat dari Trenggalek, jemaah tersebut dalam kondisi sehat. Namun, sesampainya di Makkah, jemaah mengalami penurunan kesehatan, bahkan sempat menjalani perawatan karena kondisinya lemas sehingga diberi infus agar cepat pulih. “Selama di sana (Tanah Suci, Red), kondisi kesehatan jemaah itu naik turun. Dari rumah sehat, tapi waktu di Arafah mendapatkan perawatan infus. Kemudian di Muzdalifah sehat dan sampai Mina diinfus, kemudian sempat lempar jumrah,” katanya.
Apalagi, usai melakukan ibadah Nafar Awal dan sampai hotel, berdasarkan laporan dari petugas yang ada, kondisi jemaah tersebut baik. Kemudian, setelah salat Subuh, tiba-tiba kondisinya drop dan harus dilarikan ke rumah sakit Arab Saudi guna mendapatkan pertolongan, hingga wafat. Tercatat, jemaah tersebut dinyatakan meninggal pada Sabtu (01/07) sekitar pukul 19.00 waktu setempat, atau di sekitar pukul 23.30 di hari yang sama waktu Indonesia bagian barat. Dimungkinkan kondisi jemaah tersebut drop karena merasa kelelahan pasca-Armuzna, mengingat cuaca di Arab Saudi saat ini tergolong ekstrem.
Apalagi, kebiasaan jemaah haji masih menyamakan kondisi cuaca di Indonesia. Dengan demikian, banyak jemaah haji yang kecapekan karena kurang mengonsumsi air mineral. Ditambahkan, pada kloter 47 terdapat banyak sekali lansia sehingga mereka harus tetap menjaga kondisinya dengan memperbanyak minum air mineral. Karena dari Arafah hingga lempar jumrah, mereka harus jalan kaki melewati terowongan sehingga memerlukan banyak tenaga.
Sementara itu, setelah menjalankan beberapa rangkaian ibadah haji, kondisi terkini jemaah asal Trenggalek tidak ada yang sakit. Sebab, kendati banyak yang lansia, di kloter 47 juga banyak jemaah yang berprofesi sebagai dokter. “Mudah-mudahan semua jemaah asal Trenggalek yang ada saat ini bisa sehat dan bisa pulang dengan selamat. Selain itu, kami telah berangkat ke Munjungan untuk takziah jemaah haji yang meninggal itu,” jelas Agus. (jaz/c1)
Editor : Zaki Jazai