Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sering Mendung Karena Gangguan Atmosfer MJO, Apa Saja Dampaknya?

M. Subchan Abdullah • Rabu, 5 Juli 2023 | 01:00 WIB
MASIH KEMARAU: Mendung menggelayut di atas Terminal Patria, Kota Blitar, kemarin (3/7). Masyarakat diimbau tetap waspada dengan perubahan cuaca yang tidak menentu tersebut.
MASIH KEMARAU: Mendung menggelayut di atas Terminal Patria, Kota Blitar, kemarin (3/7). Masyarakat diimbau tetap waspada dengan perubahan cuaca yang tidak menentu tersebut.

KABUPATEN BLITAR - Beberapa hari terakhir langit Bumi Penataran dipayungi awan mendung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur memprediksi kondisi tersebut masih akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Namun, BMKG menyebut kondisi itu bukan menjadi awal musim penghujan.

Menurut BMKG, hujan yang terjadi beberapa hari ini juga terjadi di beberapa daerah konvergensi di sebelah utara Laut Jawa. Hujan terjadi karena adanya perlambatan angin di sekitar Jawa bagian timur. “Akibatnya, massa udara akan berkumpul sehingga meningkatkan kecenderungan pertumbuhan awan hujan,” papar Prakirawan BMKG Jawa Timur, Linda Fitrotul Muzayanah, kemarin (3/7).

Faktor lainnya, lanjut dia, adanya gangguan atmosfer MJO (Madden Julian Oscillation) dan kondisi kelembapan udara yang tinggi di lapisan 850 mb. Namun yang perlu diingat bahwa atmosfer di daerah tropis memiliki sifat dinamis. Artinya, cuaca mudah berubah. “Jadi, tidak selalu musim kemarau tidak ada hujan sama sekali,” ujarnya.

Di sebagian besar wilayah Jawa Timur, musim kemarau diprakirakan terjadi pada bulan Juli sampai Agustus. Durasi musim kemarau umumnya diprediksi berkisar 9-20 dasarian. Yakni,  sebanyak 355 ZOM (50,8 persen ). Durasi musim kemarau 2023 pada 114 ZOM (16,31 persen) diprakirakan sepanjang 1-8 dasarian, 112 ZOM (16,0 persen ) diprakirakan sepanjang 21 - 28 dasarian, 5 ZOM (0,72 persen) diprakirakan mengalami panjang musim >28 dasarian, dan sebanyak 113 ZOM (16,17 persen) memiliki tipe satu musim.

BMKG memprediksi di wilayah Blitar masih terdapat potensi hujan, meskipun intensitasnya tidak terlalu ekstrem. Diperkirakan cuaca mendung dan hujan berlangsung selama tiga hari ke depan. “Nanti terus di-update kembali. Karena faktor alam tidak selalu bisa dipastikan,” ungkapnya.

BMKG menghimbau masyarakat untuk terus waspada terhadap perubahan cuaca ini, terutama masalah kesehatan. Masyarakat diimbau untuk sering minum air putih demi menjaga kondisi tubuh agar tetap prima. “Terkadang hawa dingin disertai dengan cuaca yang terik. Kondisi seperti ini bisa menyebabkan dehidrasi,” tandasnya. (mg2/c1/sub)

Editor : Doni Setiawan
#bmkg #cuaca #atmosfer