Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Klarifikasi Dewan Viral Pukul Satpam, JTA Enggan Minta Maaf ke RSUD Karena Merasa Dirugikan dengan Arogansi Sa

Mukhamad Zainul Fikri • Kamis, 6 Juli 2023 | 19:00 WIB

 

KLARIFIKASI: Joko Tri Asmoro saat menyampaikan kronologi kejadian atas viralnya peredaran video CCTV dengan satpam RSUD dr Iskak menurut versinya di kantor Jawa Pos Radar Tulungagung, kemarin (7/5)
KLARIFIKASI: Joko Tri Asmoro saat menyampaikan kronologi kejadian atas viralnya peredaran video CCTV dengan satpam RSUD dr Iskak menurut versinya di kantor Jawa Pos Radar Tulungagung, kemarin (7/5)

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - - Aksi arogan salah satu legislator Tulungagung kepada petugas keamanan RSUD dr Iskak Tulungagung terus bergulir. Sampai-sampai, Badan Kehormatan (BK) DPRD diterjunkan untuk melakukan klarifikasi atas apa yang telah dilakukan yang bersangkutan alias JTA pada Rabu (28/6) lalu.

Lembaga wakil rakyat itu juga turut merespons viralnya video rekaman CCTV berdurasi 1 menit 44 detik yang mempertontonkan aksi arogan salah satu wakil rakyat di Tulungagung. Apalagi, sebelumnya, pihak RSUD dr Iskak memilih untuk melaporkan JTA ke pihak kepolisian atas tindakan yang telah dilakukan.

Ketua DPRD Tulungagung Marsono memastikan sudah melakukan beberapa langkah untuk menyikapi kelakuan anggotanya itu. “Kita kemarin sudah komunikasi dengan beberapa pihak, sebagai bentuk respons kita dari lembaga,” jelasnya saat ditemui di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa kemarin (4/7) siang.

Marsono menyebut, langkah pertama yang dilakukan adalah melalui ketua fraksi di mana JTA bernaung selama ini di lembaga legislator. Ketua fraksilah yang ditugaskan untuk melakukan konfirmasi awal terhadap JTA untuk mengetahui kejadian yang sebenar-benarnya terjadi. “Agar tidak ada salah pemahaman di masyarakat, maka ketua fraksi melakukan itu,” katanya.

Namun, sampai kemarin, laporan atas klarifikasi yang dilakukan ketua fraksi yang membawahi JTA urung juga didapatkan. Dengan begitu, tindak lanjutnya seperti apa, pria asal Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang, itu belum bisa memberikan keterangan.

Langkah kedua yang diambil, Marsono juga mengutus BK dewan untuk turun tangan menyikapi kejadian tersebut. “Dan saya sebagai pimpinan lembaga juga sudah berkomunikasi dengan BK dewan, sesuai dengan tupoksi mereka. Hari ini kita juga mengundang BK dewan untuk menyikapi hal tersebut,” ungkap Marsono.

Dia tak menampik jika sewaktu-waktu ada pemanggilan pihak RSUD dr Iskak Tulungagung sebagai pelapor untuk mencari titik temu atas kasus ini. Yang jelas, tahapan hukum ataupun tahapan penyelesain lainnya akan dilaksanakan secara komunikatif, kondusif, dan humanis agar semua yang terjadi bisa lekas membaik. “Terkait pemanggilan pihak RSUD, kita lihat perkembangan saja,” katanya.

Menurut dia, jika tidak terjadi hal yang begitu serius pada kasus ini, sebaiknya tidak dibawa ke ranah hukum. Ketika semua pihak yang bersangkutan sama-sama berkomunikasi dengan baik, lebih baik permasalahan ini diselesaikan secara kekeluargaan. “Bukan kita tidak menganggap serius, melainkan lebih baik dilakukan komunikasi secara humanis dan kekeluargaan,” katanya.

Secara pribadi, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu juga belum bertemu secara tatap muka dengan yang bersangkutan usai video viral JTA ramai diperbincangkan masyarakat ataupun di media sosial (medsos). Pun saat ditanya tingkat keaktifan JTA di lembaga DPRD Tulungagung, Marsono juga enggan membeberkan secara gamblang. “Kalau itu (keaktifan JTA), kita lihat di absensi saja lah,” tutup Marsono.(nul/c1/rka)

Editor : Nurul Hidayah
#jta #klarifikasi #serang #dewan #satpam