KOTA BLITAR - Ratusan jemaah haji Kota Blitar dijadwalkan check out dari penginapan di Mekkah hari ini (6/7). Jemaah diperkirakan tiba di tanah air besok atau Jumat (7/7). Menjelang kepulangan, terdapat sejumlah jemaah yang belum pulih kesehatannya.
Petugas Haji Daerah (PHD) Kota Blitar Chumaidi membenarkan bahwa terdapat sembilan jemaah yang tidak dalam kondisi prima. Jemaah haji tersebut masuk kategori lanjut usia (lansia). Meski begitu, medis di klinik setempat memperbolehkan pengobatan rawat jalan. “Ada sembilan jemaah yang belum seratus persen pulih. Dokter merekomendasikan untuk rawat jalan,” ujarnya, kemarin (5/7).
Pria ramah itu menyebut, tiga jemaah mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Indikasinya, batuk hingga flu. Namun, dipastikan gejala yang diderita jemaah tersebut ringan dan tidak berdampak serius menjelang kepulangan.
Awalnya jemaah haji yang rawat jalan hanya tiga orang. Sakit yang dialami mereka tersebut sama, yakni infeksi saluran pernapasan. Jumlah jemaah yang sakit lantas bertambah menjadi sembilan orang. Cuaca ekstrim yang terjadi di Arab Saudi diduga menjadi faktornya, terutama saat puncak wukuf di Arofah. “Kemungkinan begitu (cuaca), perlu adaptasi dengan cuaca di sini. Saat ini jemaah istirahat sambil berkemas untuk perjalanan pulang,” tuturnya.
Para jemaah yang didominasi lansia itu diimbau untuk memaksimalkan istirahat. Panitia haji menyarankan agar tidak membawa barang bawaan terlalu banyak lantaran dikhawatirkan bisa menguras tenaga. “Selebihnya jemaah sehat semua. Walaupun rawat jalan, tetapi bisa pulang tepat waktu,” imbuhnya.
Sekadar diketahui, Kota Blitar mengirimkan sebanyak 110 jemaah haji pada musim haji tahun ini. Selama menjalankan ibadah, dua orang dinyatakan meninggal dunia. Yakni, Hindi Munawaroh, 65 warga Jalan Sulawesi, Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan; dan Mursini Astro Soetoni, 87, warga Kelurahan/Kecamatan Kepanjenkidul. Keduanya didiagnosis sakit jantung. (luk/sub)
Editor : Doni Setiawan