Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Desa Wisata tapi Jalannya Makadam, Begini Kondisi Akses di Desa Semen Blitar

Fajar Rahmad Ali Wardana • Jumat, 7 Juli 2023 | 21:58 WIB

 

 

MEMPRIHATINKAN: Kondisi Jalan Nanas akses menuju Puspa Jagad yang rusak di Desa Semen, Kecamatan Gandusari, kemarin.
MEMPRIHATINKAN: Kondisi Jalan Nanas akses menuju Puspa Jagad yang rusak di Desa Semen, Kecamatan Gandusari, kemarin.

KABUPATEN BLITAR – Ada yang menarik perhatian di Desa Semen, Kecamatan Gandusari. Bukan soal destinasi wisatanya beberapa waktu lalu diganjar prestasi, melainkan karena aksi warganya yang menanam pohon di tengah jalan.  

Ya, warga terpaksa melakukan aksi tersebut sebagai bentuk protes lantaran jalan desa itu rusak parah. Padahal, jalan itu akses menuju destinasi wisata andalan desa tersebut. Jalan yang tak kunjung diperbaiki itu membuat warga geram hingga menanam berbagai tanaman di tengah jalan sepanjang satu kilometer (km) tersebut.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Blitar, penanaman pohon itu dilakukan kemarin (6/7). Di Jalan Nanas itu, warga juga memasang banner berukuran 2x3 meter. Banner itu bertuliskan ”Mohon Maaf Jalan Masih Rusak. Prestasi Tak Sebanding dengan Ekspektasi”. Di banner tersebut juga dibubuhkan beberapa prestasi yang pernah di raih desa. ”Kami sengaja melakukan aksi hari ini (Red, kemarin) karena rencananya bupati menuju wisata Puspa Jagad, setelah acara di kantor Desa Semen. Kami menunggu bupati, bila memang lewat jalan ini,” ujar Yulianto, warga setempat, kemarin.

Harapan warga untuk bisa menemui Bupati Blitar Rini Syarifah kemarin gagal. Ternyata, orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar tidak jadi melintas Jalan Nanas untuk meninjau wisata Puspa Jagad. 

Aksi protes warga tersebut sudah lama tidak direspons oleh pemerintah desa atau kabupaten. Padahal, Desa Semen terkenal dengan prestasi nasional di segi wisatanya, tetapi akses jalannya kurang memadai. Bahkan, Bupati Blitar sering melewatinya karena sering meninjau desa wisata dan menghadiri acara di Desa Semen.

Menurut Yulianto, kondisi Jalan Nanas yang mirip jalan makadam itu sudah terjadi sejak 10 tahun lalu. Pihaknya beberapa kali mendengar adanya kabar perbaikan, tetapi hingga kini tidak ada realisasinya. ”Dari Pemerintah Desa (Pemdes) Semen juga belum ada tindakan perbaikan. Padahal, karang taruna sudah berusaha keras memajukan desa wisata, hingga menjadi juara 1 nasional,” terangnya.

Bahkan, banyak wisatawan yang komplain dengan kondisi akses jalan yang rusak. Apalagi, ada julukan desa wisata jeglongan sewu sehingga membuat warga malu. Terlebih, jalan itu merupakan akses utama menuju Puspa Jagad dan Kali Kebo. Dia berharap ada perbaikan jalan dari pemerintah agar warga dan wisatawan aman dan nyaman.

Sementara itu, Kepala Desa Semen, Puryanto menanggapi aksi warganya itu dengan pasif. Memang, tujuan warga melakukan hal tersebut untuk menyampaikan aspirasi. Dengan harapan, pemkab bisa segera merespons. ”Memang sejak dulu jalannya kurang memadai seperti itu. Padahal, desa kami sering berprestasi. Kami sudah pernah mengusulkan perbaikan jalan, ketika kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno beberapa waktu lalu,” ungkap Puryanto.

Pemkab Blitar sempat melakukan survei jalan lewat dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR). Bahkan, pemdes sempat diminta untuk mempersiapkan koral, tetapi langkah itu belum ada kejelasan hingga kini.

 Puryanto memang tidak menyarankan Bupati Blitar untuk melewati Jalan Nanas karena merasa kurang enak dilihat. Namun, bupati telah mengetahui kondisi jalan tersebut karena sering dilewati. Pemdes tidak menyalahkan kurangnya respons bupati karena jalan tersebut memang kewenangan desa.

Warga sebelumnya pernah melakukan aksi serupa di jalan lain, hingga akhirnya turun bantuan perbaikan jalan. Kemudian untuk perbaikan Jalan Nanas, pemdes sudah menganggarkan beberapan persen dari dana desa (DD). “Ada rencana perbaikan, minimal dengan pemberian semen, dan semoga ada bantuan aspal. Kami memaklumi aksi warga agar dapat diperhatikan pemkab,” tandasnya.(jar/c1/sub)

Editor : Doni Setiawan
#Desa Semen #jalan rusak #desa wisata