RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Aktivitas Kepala Desa Salak Kembang, Kecamatan Kalidawir, Agus Supriyanto, ketika di rumah ternyata juga menjadi seorang peternak kambing. Hal itu sudah ditekuninya sejak menjabat sebagai sekretaris Desa Salak Kembang pada 1988 silam.
Bahkan sejak 2019, ketika Kepala Desa Agus Supriyanto menjabat sebagai Kades Salak Kembang, aktivitas beternak itu masih berlanjut karena sudah menjadi kebiasaan sejak lama yang terus ditekuni hingga saat ini. Berawal dari sedikit demi sedikit dengan modal mandiri, juga di lahan warisan orang tua yang bertempat di Dusun Salakan RT 02/RW 01, Desa Salak Kembang.
Aktivitas beternak kambing diawali dengan sistem breeding budi daya sendiri dan hingga saat ini kambing hasil ternaknya berjumlah 70 ekor. Apalagi, mayoritas masyarakat Desa Salak Kembang hidup dari sektor pertanian sehingga cukup mudah dalam menjalani usaha ternak kambing, dalam kaitannya dengan kebutuhan pakan kambing. Selain diberi pakan rumput, juga diimbangi dengan pakan fermentasi. Dalam menjalani usaha ternak kambing, Agus Supriyanto juga menggandeng seorang dokter hewan yang selalu mengamati kondisi kesehatan kambing ternaknya.
Selain merupakan hobi lama, bagi Agus Supriyanto, beternak kambing juga merupakan potensi ekonomi yang perlu ditularkan kepada perangkat desa dan masyarakat. Ternak kambing jika ditekuni, ulet, dan ikhlas, maka bisa menjadi salah satu mata pencaharian. "Selama ini ternak kambing lebih banyak hanya pekerjaan sampingan," jelasnya.
Melalui ternak kambing, Kades Salak Kembang ini ingin mengembangkan program pemberdayaan masyarakat. Dengan cara, setiap tahun membagikan kambing 10-15 ekor kepada masyarakat Desa Salak Kembang. Harapannya melalui ternak kambing bisa meningkatkan taraf perekonomian warga. Selain itu, ternak kambing juga memiliki sinergi dengan sektor pertanian. "Sembari bertani di ladang, pulangnya juga bisa membawa pakan ternak, pada pagi dan sore hari," jelas Agus Supriyanto.
Ada tips dari Agus Supriyanto terkait dunia peternakan kambing dan pertanian. Yakni, bisa diawali dari kapasitas kecil dulu, serta kuncinya ulet dan telaten. Selain itu, bisa memanfaatkan peluang dan kondisi alam desa yang mendukung. "Supaya bisa berkembang membangun usaha pribadi secara mandiri dan menciptakan pundi-pundi rupiah buat kita semua," ungkap bapak tiga anak ini. (*/c1/ynu)
Baca Juga: Tanggapan Kepala Desa Samar Terkait Jalan Tulungagung-Ponorogo Ambles
Editor : Nanda Nila Alvinda