KABUPATEN BLITAR - Angka kunjungan wisata di Bumi Penataran berpotensi berubah akibat cuaca buruk dalam sepekan terakhir. Kondisi ini mulai terjadi di tempat wisata alam. Pengelola wisata menilai, ada sedikit penurunan kunjungan lantaran cuaca buruk.
Kepala Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, Dwi Handoko menjelaskan saat ini sejatinya memasuki kemarau. Tetapi, dalam sepekan terakhir kondisi yang terjadi justru hujan. Meski tidak ekstrem, faktanya hal itu turut berpengaruh terhadap grafik kunjungan wisatawan di Pantai Serang.
“Ya menurun kunjungannya. Biasanya bisa sampai 50 persen. Tapi, yang penting area pantai tidak hujan, kunjungan tetap bagus,” ujar pria yang sekaligus sebagai pengelola Pantai Serang itu kemarin (5/7).
Pantauan di lapangan kemarin siang, pantai tampak gerimis hingga sore. Para wisatawan tetap berdatangan. Sebagian memilih berteduh, ada pula yang tetap asyik bermain di pesisir pantai.
Dalam kondisi tersebut, kata Handoko, tak cukup memengaruhi minat kunjungan wisata. Terlebih, saat ini masih dalam momen libur panjang. Hanya, ketika cuaca di pantai hujan ekstrem, tak banyak yang berlibur ke pantai.
Dia menganalisis, rerata kunjungan wisata tiap hari sekitar 100-300 orang. Sedangkan saat akhir pekan atau libur panjang, angka kunjungan mencapai 1.300 hingga 1.500 orang. “Saat kemarau dan akhir pekan, jumlahnya lebih banyak,” imbuhnya.
Terpisah, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Blitar Arinal Huda membenarkan bahwa cuaca juga berdampak pada sektor wisata. Utamanya, seputar kunjungan wisata alam. Sebab, umumnya wisata alam cenderung terbuka dan bersinggungan langsung dengan alam.
Melihat data disbudpar periode Januari-Mei, objek wisata alam jadi yang paling banyak dikunjungi. Yakni, sebanyak 61,89 persen. Sedangkan wisata budaya dan buatan masing-masing sekitar 9 persen dan 29,11 persen.
“Wisata alam masih tinggi peminatnya. Artinya, untuk wisata budaya dan buatan perlu dieksplor lagi, lalu masif dipromosikan,” ungkapnya beberapa waktu lalu.
Pada periode yang sama, dalam lima bulan terakhir terdapat kenaikan grafik. Misalnya, awal tahun lalu jumlah kunjungan mencapai 239.236 orang. Dua bulan setelahnya pada Maret, angkanya turun menjadi 147.297 kunjungan. Pada April naik menjadi sebanyak 201.480 orang dan 238.075 orang pada Mei lalu.
“Harapannya tidak turun. Kalau memang cuaca memengaruhi, kami menawarkan opsi wisatawan agar melirik obyek wisata budaya atau buatan,” tandasnya. (luk/hai)
Editor : Doni Setiawan