Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Gampang-Gampang Susah Budi Daya Bonsai, Ini Tips dari Kolektor di Blitar

Agus Muhaimin • Senin, 10 Juli 2023 | 19:15 WIB

TELATEN: Hariyanto sedang merawat salah satu tanaman bonsai miliknya. Bonsai tidak begitu membutuhkan banyak air karena bisa memicu jamur dan pembusukan pada akar.
TELATEN: Hariyanto sedang merawat salah satu tanaman bonsai miliknya. Bonsai tidak begitu membutuhkan banyak air karena bisa memicu jamur dan pembusukan pada akar.
 

KOTA BLTAR - Seperti karya seni, budi daya bonsai tidak bisa dilakukan sembarangan. Butuh ketelatenan untuk menciptakan bentuk bonsai yang indah. Meski perawatannya mudah, kebutuhan pupuk, air, hingga lokasi budi daya tidak boleh disepelekan.

“Tanaman bonsai yang dibuat merupakan bentuk ekspresi dari pembuatnya,” ungkap salah satu pembudi daya tanaman bonsai, Hariyanto.

Untuk memulai budi daya bonsai, lanjut Hari, harus mengetahui media tanam terlebih dahulu. Tanaman bonsai sejatinya tidak memerlukan pupuk yang banyak. Karena tujuannya untuk dikerdilkan. Biasanya, pemupukan dilakukan enam sampai satu tahun sekali.

Ada dua media tanam untuk budi daya bonsai. Yakni, pot dan lahan. “Media pot biasanya untuk suvenir, ukurannya kecil-kecil,” ujarnya.

Perlu diketahui, kata Hari, setiap tanaman bonsai tidak boleh diletakkan di sembarang tempat. Sebab, ada beberapa jenis bonsai yang senang dengan sinar matahari langsung. Namun, ada beberapa yang harus diletakkan di dalam ruangan. Misalnya, bonsai Bougenville dan bonsai Beringin harus diletakkan di dalam ruangan. Kemudian, bonsai yang harus diletakkan di luar ruangan seperti Juniper, Pinus, dan Cemara. “Setiap tanaman memiliki karakter yang berbeda. Jadi harus diperhatikan penempatannya. Bonsai Bougenville memiliki daun yang kecil dan berwarna-warni. Jika diletakkan di dalam ruangan, daun akan tumbuh subur. Sehingga ruangan bisa terlihat asri,” jelasnya.

Kendati demikian, setiap tanaman bonsai membutuhkan 5-7 jam sinar matahari langsung setiap hari. Tanaman bonsai juga sebaiknya diletakkan pada tempat yang akan menjadi tempat hidupnya seumur hidup. “Artinya, jangan memindah-mindahkan lokasi pohon bonsai. Kalau di dalam ruangan biasanya diletakkan di dekat jendela. Supaya bisa mendapatkan sinar matahari,” paparnya.

Bonsai harus disiram di pagi atau sore hari agar akar bonsai yang tertanam di dalam pot tetap memperoleh asupan air. Namun, ketika menyiram tidak boleh terlalu banyak karena bisa menyebabkan tumbuh jamur dan akar menjadi busuk. “Jangan sampai bonsai kekeringan karena bisa mati,” katanya.

Selanjutnya, pemasangan kawat pada ranting dilakukan ketika tanaman berumur dua bulan. Atau ketika tanaman sudah memiliki banyak cabang. Kawat yang digunakan merupakan kawat khusus. Pemasangan dilakukan selama dua sampai tiga bulan untuk bisa membuat bentuk yang sempurna. “Setelah dua atau tiga bulan, kawat harus segera dilepas supaya tidak menancap di batang bosai,” jelasnya.

Agar bentuk tanaman bonsai tetap indah, pembudi daya harus peka. Artinya, sesering mungkin melihat kondisi tanaman. Ranting yang tidak diperlukan harus segera dipotong supaya bentuk tanaman tetap terjaga dan indah. “Makanya tidak sembarang orang bisa budi daya bonsai. Harus benar-benar telaten,” tandasnya. (mg2/c1/hai)

Editor : Doni Setiawan
#tanaman hias #kolektor bonsai #budi daya bonsai