KABUPATEN BLITAR – Masyarakat perlu mewaspadai kondisi wilayah pesisir selatan di beberapa daerah Jawa Timur, termasuk Blitar. Indikasinya, terjadi ombak besar di Pantai Tambakrejo pada Kamis (6/7) lalu. Cuaca ekstrem diprediksi mengintai hingga sepekan ke depan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar Ivong Berttyanto mengatakan, telah melakukan pengawasan wilayah pesisir selatan sejak Kamis (6/7). Saat itu, sempat terjadi gelombang besar di laut hingga menghantam alat pemecah ombak. “Namun, tidak sampai berdampak bencana. Kondisi pantai selatan hari ini (Red, kemarin) sudah aman. Tidak terjadi ombak yang besar. Perlu diwaspadai dari informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) memang ada anomali cuaca,” ujarnya, kemarin (7/7).
Berdasarkan prediksi BMKG, jelas dia, ada potensi hujan ringan hingga lebat terjadi 7 Juli hingga 13 Juli. BPBD telah menyampaikan informasi tersebut ke media sosial. Memang kondisi pantai selatan hampir setiap hari hujan, tetapi tidak sampai berdampak serius.
Meskipun begitu, wisatawan tetap diperkenankan berkunjung ke wisata dan tetap berhati-hati. Pengawas pantai, baik Pantai Tambakrejo atau Pantai Serang harus saling mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga diri dalam berwisata.
Sedangkan untuk nelayan juga diminta untuk selalu waspada. Rutin memantau informasi prakiraan cuaca dari BMKG. Khususnya prediksi cuaca ekstrem sepekan ke depan. ”Hingga sekarang para nelayan masih terus beraktivitas, tetapi harus berhati-hati. Sebab, berpotensi terjadi hujan yang cukup deras,” terangnya.
Sementara itu, Prakirawan BMKG Juanda Diah Novita mengatakan, masyarakat harus mewaspadai cuaca ekstrem karena gangguan atmosfer. Untuk saat ini, wilayah Jawa Timur (Jatim) tengah berada pada musim kemarau dengan pola angin dominan dari arah Timur hingga Tenggara. Namun, adanya gangguan pada atmosfer menyebabkan peningkatan potensi terjadinya cuaca ekstrem di beberapa wilayah di Jawa Timur.
Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini menunjukkan aktifnya gangguan atmosfer Madden Julian Oscilation (MJO). Selain itu, juga aktifnya gelombang atmosfer ekuatorial kelvin dan ekuatorial rossby. “Hal ini mengakibatkan potensi peningkatan pertumbuhan awan Cumulonimbus yang dapat memicu terjadinya cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang sesaat,” jelasnya. (jar/sub)
Editor : Doni Setiawan