KABUPATEN BLITAR – Lama tidak digunakan kondisi Stadion Arya yang ada di Kelurahan/Kecamatan Srengat menjadi terbengkalai. Pasalnya, beberapa fasilitas rusak dan cat dinding yang berlumut dan mengelupas.
Berdasarkan pantauan Koran ini di lokasi, beberapa fasilitas terlihat rusak. Seperti beberapa tempat duduk penonton yang berkarat, dan hanya ada satu gawang sepak bola yang berfungsi. Sementara gawang lain rusak dan dibiarkan tergeletak di sudut stadion.
Selain itu tampak pintu masuk utama di sebelah selatan yang dipenuhi dengan coretan dan warna cat mengelupas. Tentu kondisi tersebut kurang elok dipandang. “Memang sudah lama tidak digunakan. Tidak ada yang merawat juga,” ungkap salah satu warga sekitar, Cahyono, kemarin (9/7).
Menurut dia, stadion masih sering digunakan anak-anak sekolah ketika jam olahraga. Tak jarang sejumlah warga mencari rumput untuk pakan ternak di sana. Beberapa warga sekitar pun memanfaatkan stadion untuk melakukan beberapa kegiatan, salah satunya menjemur hasil panen. Memang pintu utama dan pintu samping sebelah barat selalu terkunci. Namun, gerbang sebelah utara selalu dibuka dan ditutup ketika malam hari. “Biasanya untuk menjemur damen dan padi. Karena kan di sini luas dan tanpa ada penghalang,” ujarnya.
Sementara di sisi utara stadion, beberapa sampah terlihat menumpuk. Beberapa sampah terlihat selesai dibakar. Sebagian ada yang masih utuh diatas gerobak sampah. “Harusnya ada perbaikan dari pemerintah. Karena eman-eman kalau dibiarkan. Padahal dulu sering digunakan pertandingan bola atau event-event lain. Kalau kondisi seperti ini kan orang jadi malas untuk mengadakan event di sini,” imbuhnya.
Ketika sore stadion akan digunakan anak-anak sebagai tempat bermain. Salah satunya bermain layang-layang. Salah satu anak, Satria Firmansyah mengaku, sering menerbangkan layang-layang di stadion. Selain karena lokasinya yang luas, juga aman dari mobilitas kendaraan. “Iya sering main di sini. Tempatnya luas dan nggak ada yang menganggu,” tandasnya. (mg1/din)
Editor : Doni Setiawan