Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dorong Badan Usaha Manfaatkan Aplikasi Mobile JKN Untuk Skrining Kesehatan

Intan Puspitasari • Selasa, 11 Juli 2023 | 15:56 WIB
Layanan digital BPJS sangat memudahkan calon pasien untuk mendapatkan layanan kesehatan
Layanan digital BPJS sangat memudahkan calon pasien untuk mendapatkan layanan kesehatan

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Transformasi mutu layanan saat ini menjadi fokus BPJS Kesehatan dalam memberikan pelayanan yang mudah, cepat dan setara bagi seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), tanpa terkecuali bagi segmen Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU BU). Peran serta pemberi kerja dalam memberikan pemahaman dan menyampaikan informasi kepada para pekerjanya menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan dalam mendukung terwujudnya tranformasi mutu layanan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung, Agung Priyono pada pertemuan Gathering Badan Usaha Peserta Jaminan Kesehatan, Rabu (14/06) mengatakan, koordinasi dan komunikasi antara BPJS Kesehatan dengan Badan Usaha perlu dilakukan agar pemberian informasi dapat berjalan optimal, pertemuan ini dilakukan dengan tujuan memberikan kesempatan bagi para Human Resource Department (HRD) untuk dapat berdiskusi terkait kendala atau pun permasalahan yang dialami saat pegawainya memanfaatkan Program JKN serta dapat meneruskan informasi JKN kepada seluruh pegawai.

"Transformasi mutu layanan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada layanan di internal BPJS Kesehatan, tetapi juga dilakukan oleh seluruh fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Melalui transformasi mutu layanan diharapkan terjadi peningkatan kualitas pelayanan dimana dapat dirasakan manfaatnya oleh peserta JKN," ujar Agung.

Saat ini fitur layanan digital yang gencar dilaksanakan oleh BPJS Kesehatan yaitu dengan memberikan kemudahan peserta dalam mendeteksi risiko penyakit sejak dini secara mandiri melalui skrining riwat kesehatan. Skrining riwayat kesehatan adalah salah satu upaya promotif dan preventif untuk melihat potensi risiko terhadap empat jenis penyakit yaitu diabetes melitus, hipertensi, ginjal kronis, dan jantung coroner. Skrining Riwayat kesehatan ini dapat dilakukan melalui Aplikasi Mobile JKN, website skrining riwayat kesehatan dan juga bisa melalui Chat Asistan JKN (CHIKA).

“Skrining riwayat kesehatan dapat dilakukan peserta JKN mulai usia lima belas tahun dan dilakukan satu kali dalam setahun. Jika hasil dari skrining riwayat kesehatan  tersebut sedang atau tinggi,peserta dapat langsung datang ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk mendapatkan penanganan,” ujar Agung.

Lebih lanjut Agung menjelaskan, skrining riwayat kesehatan agar dapat dimanfaatkan oleh seluruh peserta JKN khususnya para pekerja, hal ini dilakukan untuk meminimalisir risiko-risiko penyakit yang mungkin dapat terjadi, sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan demi mempertahankan produktifas dalam bekerja. Dengan melakukan skrining riwayat kesehatan, peserta dapat mengetahui lebih awal dan mengantisipasi penyakit-penyakit yang tidak diharapkan akan dialami, sehingga dapat mengurangi risiko tingkat keparahan penyakit.

“Tujuan dari Program JKN adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan perlindungan`bagi peserta dalam mendapatkan kepastian jaminan kesehatan. Kami berharap seluruh pegawai yang bekerja di perusahaan dipastikan sudah didaftarkan,” tegas Agung.

HRD Laboratorium Klinik Sima, Sundarantoko mengatakan bahwa digitalisasi layanan yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan yaitu aplikasi Mobile JKN memberikan kemudahan dan bermanfaat bagi peserta. Dengan berbagai fitur yang ada di dalam Aplikasi Mobile JKN peserta dapat menghemat waktu, tenaga bahkan biaya,  karena hanya melalui satu genggaman yaitu smartphone peserta JKN dapat melakukan pendaftran peserta,  perubahan data peserta, pendaftaran antrean online di fasilitas kesehatan dan tentu saja dapat melakukan skrining riwayat kesehatan secara mandiri.

“Aplikasi Mobile JKN ini sangat bermanfaat memudahkan kami sebagai peserta JKN. Kami tidak perlu repot datang ke kantor BPJS Kesehatan bila perlu ubah data. Saya juga pernah mendaftar antrean online melalui Aplikasi Mobile JKN, sangat mudah dan di fasilitas kesehatan tidak menunggu lama,” ungkap Sundarantoko.

Sundarantoko juga menambahkan, dengan adanya skrining riwayat kesehatan dapat membantu perusahaan dalam mengindentifikasi dan meminimalisir risiko pegawai mengidap penyakit yang berat, karena setiap orang dapat melihat sendiri risiko penyakit yang akan terjadi pada dirinya. Hasil skrining riwayat kesehatan dapat menjadi panduan bagi peserta dalam memperbaiki pola hidup, melakukan pencegahan dini terhadap risiko terjadinya penyakit. Untuk itu, dirinya menyatakan akan mendorong setiap pegawai untuk dapat melakukan skrining riwayat kesehatan.

“Program JKN ini sudah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat, semua pengobatan dijamin bahkan yang berbiaya mahal. Berbagai kemudahan juga telah dihadirkan oleh BPJS Kesehatan salah satunya Aplikasi Mobile JKN, jadi harusnya semua peserta memanfaatkan Mobile JKN, buat saya rugi kalau tidak dimanfaatkan Mobile JKN yang nyata memberikan kemudahan. Kami berharap BPJS Kesehatan dapat selalu melakukan inovasi dan selalu meningkatkan pelayanan,” tutup Sundarantoko.

 

Editor : Intan Puspitasari
#BPJS Tulungagung #Jaminan Kesehatan Naional #kesehatan