KABUPATEN BLITAR - Kondisi Stadion Aryo Srengat cukup memprihatinkan. Pantauan Jawa Pos Radar Blitar, cat dinding stadion banyak yang mengelupas dan berlumut. Kini, stadion tersebut dimanfaatkan warga sekitar untuk beberapa aktivitas.
Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bayu Poerna Siswa Rahardja membenarkan kondisi tersebut. Stadion Srengat saat ini memang jarang digunakan untuk kegiatan sepak bola terutama dalam skala besar. Sebab, lokasi yang berada di ujung barat Kabupaten Blitar membuat stadion hanya digunakan untuk saat-saat tertentu. Hal tersebut tersebut juga diperparah dengan kedaan rumput dan sarana prasarana yang rusak. “Ya, banyak rumput liar yang tumbuh,” ungkapnya, kemarin (10/7).
Bayu mengatakan, tak bisa berbuat banyak karena untuk merenovasinya membutuhkan biaya yang tak sedikit. Dispora terkendala anggaran perbaikan maupun perawatan stadion. Saat ini, dispora memanfaatkan stadion tersebut untuk untuk beberapa kegiatan lain. Salah satunya kegiatan Aryo Blitar Scouth Festival III yang digelar beberapa waktu lalu. “Tujuannya agar stadion tidak semakin terbengkalai. Kalau untuk event-event lain masih bisa digunakan, meskipun dengan kondisi yang kurang memadai,” terangnya.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Dispora bakal segera konsultasi dengan Bupati Blitar dan jajaran instansi terkait untuk rencana perbaikan secara berkala. Nantinya, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memperbaiki sarpras agar nyaman digunakan ketika ada event-event tertentu. “Yang paling penting, sarprasnya dulu. Baru nanti fasilitas lain karena menyesuaikan anggaran yang ada,” katanya.
Saat ini, penggunaan stadion difokuskan di Stadion Penataran yang berlokasi di Kecamatan Nglegok. Sebab, lokasinya yang berada di tengah-tengah kabupaten dekat dan mudah dijangkau. Selain itu, kondisi stadion cukup memadai. “Untuk perbaikan belum bisa dipastikan kapan terealisasi karena harus ada kajian dan pertimbangan oleh banyak pihak. Yang jelas akan segera dilakukan konsultasi ke pemkab,” tandasnya. (mg1/sub)
Editor : Doni Setiawan