Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Hindari Jalan Berlubang, Wanita Asal Kademangan Tewas Terserempet Truk

Fajar Rahmad Ali Wardana • Jumat, 14 Juli 2023 | 03:00 WIB

JALUR TENGKORAK: Jalan Raya di Kawasan Hutan Gunung Betet yang jadi lokasi kecelakaan, kemarin (12/7).
JALUR TENGKORAK: Jalan Raya di Kawasan Hutan Gunung Betet yang jadi lokasi kecelakaan, kemarin (12/7).
 

KABUPATEN BLITAR – Sukarti, 69, warga Kelurahan/Kecamatan Kademangan harus meregang nyawa di jalan. Itu setelah tertabrak truk tak dikenal di Jalan Raya Kawasan Hutan Mbetet, Kelurahan Kedungbunder, Kecamatan Sutojayan. Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), nenek nahas itu jatuh dari motor, lalu tersrempet truk.

Kecelakaan itu terjadi pada Selasa malam (11/7) sekitar pukul 20.00. Saat itu, dia dibonceng cucunya bernama Sadina Salsabil. Beruntung, bocah tersebut selamat dan hanya mengalami luka ringan. “Korban dan cucunya mengendarai motor dari Kecamatan Sutojayan pulang ke rumahnya di Kademangan. Namun jalan yang dilewatinya berlubang, hingga membuat Sukarti terjatuh lalu terserempet truk tidak dikenal,” kata Kanit Laka Satlantas Polres Blitar Ipda Heri Irianto, kemarin (12/7).

Saat olah TKP, kondisi Sukarti sudah berlumuran darah dan tidak bernyawa. Sedangkan cucunya hanya mengalami luka ringan. Sementara kendaraanya tidak mengalami kerusakan yang parah. Hanya saja pengakuan cucunya saat itu melewati jalan berlubang dan melihat ke belakang neneknya terjatuh dan ada truk dibelakangnya.

Menurut Heri, kecelakaan itu minim saksi karena berada di kawasan hutan jati. Namun, melihat dari kondisi cucu dan kendaraan, dimungkinkan korban tersrempet truk di belakangnya. “Saat interogasi, tidak ditemukan Surat Ijin Mengemudi (SIM) di cucunya. Dia tidak terlalu bisa mengemudikan motor sampai tidak memiliki keseimbangan berkendara, sehingga membuat neneknya terjatuh,” terangnya.

Sementara itu, Sri Astuti pemilik warung setempat mengatakan bahwa daerah tersebut cukup rawan untuk dilalui pengendara. Lebih mengerikan ketika malam hari karena penerangan lampu sangat minim. Hanya satu lampu yang ada di dekat warung atau rest area. ”Jalan hutan ini menghubungkan Sutojayan – Kademangan. Sebelumnya beberapa kali terjadi kecelakaan, namun tidak sampai meninggal. Saya saja berdagang hanya sampai asar,” pungkasnya. (jar/sub)

Editor : Doni Setiawan
#tewas tertabrak truk #Jalan Raya Hutan Mbetet #tertabrak truk