KOTA BLITAR - Mewujudkan Tri Sakti Bung Karno ‘Berkepribadian dalam Budaya’ UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno terus berupaya meningkatkan literasi masyarakat. Dalam rangka meningkatkan keterampilan, mengembangkan potensi, dan kesejahteraan inilah dilaksanakan berbagai model literasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.
Seperti literasi seni dan budaya yang diselenggarakan selama empat hari (10-13/7) di amphiteater Jalan Kalasan No 1, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Tak main-main, beberapa narasumber berkompeten tingkat nasional, yakni dance maestro Didik Nini Thowok, penari profesional Jawa Timur Abing Santoso, komposer musik Yudhistira Sukma Nugraha, hingga praktisi seni budaya dan jurnalis Ammy Aulia Renata Anny. Melalui literasi ini diharapkan bisa memberikan dampak kepada masyarakat untuk ikut berperan dalam melestarikan seni dan budaya, serta berdampak pada kemandirian ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan.
Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Nurny Syam memberikan apresiasi dan bangga kepada seluruh peserta dan narasumber yang luar biasa. “Luar biasa, walau hanya berlatih selama tiga hari, namun mampu menyuguhkan karya yang bagus dan disaksikan langsung sang maestro tari Didik Nini Thowok,” ujarnya.
Nurny Syam berharap karya seni ini tidak berhenti sampai disini saja. Namun para peserta terus berproses serta menularkan ilmu yang didapat dari para narasumber yang hebat dan andal ini kepada seluruh masyarakat. Ini sebagai wujud amanat Tri Sakti Bung Karno yaitu berkepribadian dalam budaya. Sesuai misi Perpustakaan Nasional (Perpusnas) melalui UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno yaitu perpustakaan sebagai tempat pelestari khasanah budaya bangsa.
Terlebih, lanjut wanita asli Sulawesi ini, Pada sidang umum PBB melalui dewan eksekutif Unesco ke-216 yang berlangsung pada 10 hingga 24 Mei 2023, telah menetapkan pidato Bung Karno yang berjudul “Membangun Dunia Baru” pada 30 September 1960 sebagai warisan dokumenter dunia. “Pemikiran Bung Karno tersebut bisa didapatkan di Perpustakaan Proklamator Bung Karno ini,” ujarnya bangga.
Sementara itu sang maestro tari Didik Nini Thowok juga mengapresiasi pelaksanaan literasi seni dan budaya oleh UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno tersebut. Menurut dia, ini merupakan upaya penting dalam melestarikan kesenian tradisi yang merupakan bagian dari identitas bangsa Indonesia. “Sangat luar biasa, saya senang sekali memberikan pengalaman berkesenian, supaya adik-adik termotivasi bagaimana pentingnya melestarikan seni tradisi bangsa Indonesia. Penampilannya tadi speechless lah. Belajar dan terus belajar di atas langit masih ada langit, seni modern boleh tapi jangan melupakan seni tradisi,” ungkapnya.
Sang maestro juga mengapresiasi syal cinderamata dari UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Dimana syal itu merupakan impact dari literasi Wastra Nusantara yang sudah dipatenkan hak cipta nya sebagai milik Perpustakaan Proklamator Bung Karno yakni Batik Tri Sakti Bung Karno. “Mudah mudahan instansi lain mengikuti jejak Perpustakaan Proklamator Bung Karno ini,” pungkasnya. (bud/han/her/ady)